Hipotesa Misteri MH370 Berlanjut, Peneliti Percaya Pesawat Telah Dibajak dan ‘Enggan’ Ditemukan

0
Sumber: fortune.com

Kendati sudah lebih dari lima tahun menghilang, namun hingga saat ini masih banyak saja peneliti yang penasaran dengan hilangnya Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370. Beragam asumsi dan spekulasi terus bermunculan di media setiap harinya – mulai dari asumsi bahwa pesawat ini sengaja ditenggelamkan oleh pilot karena satu dan lain hal, hingga isu pembajakan yang hingga kini dipercaya sebagai variabel paling kuat yang menyebabkan pesawat berjenis Boeing 777-300 ini raib begitu saja tanpa ada bekas.

Baca Juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia

Pada pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa seorang peneliti bernama Christine Negroni menemukan sebuah fakta bahwa kopilot Fariq Hamid sempat mengambil alih kemudi pesawat selama 30 menit lamanya. Ketika itu, kopilot Fariq berusaha untuk melakukan manuver Return to Base menuju Malaysia – tempat pesawat ini take-off. Namun ketika pesawat sudah heading menuju Negeri Jiran, MH370 kembali memutar arah dan sejak saat itu, MH370 tidak pernah lagi terlihat di radar.

Pemberitaan terbaru soal MH370 ini dikutip KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (28/8) menyebutkan bahwa MH370 memang dengan sengaja dibajak dan dibawa menuju suatu tempat yang sangat jauh dari destinasi seharusnya, Beijing. Asumsi ini dikalkulasikan dan dihitung dengan menggunakan residu ‘komunikasi’ antara MH370 dengan satelit perusahaan telekomunikasi asal Inggris, Inmarsat.

Dari data yang terpapar, tampak MH370 ini keluar sangat jauh dari rute yang seharusnya dilintasi, dan sempat terbang di atas Selat Malaka. Lalu pesawat juga tampak terus mengudara ke arah selatan (Samudera Hindia), dan terakhir pesawat tampak di atas Samudera Hindia – tepatnya di sebelah barat Perth, Australia.

Banyak peneliti yang juga mengamati ‘komunikasi’ antara MH370 dan satelit Inmarsat beranggapan bahwa pesawat kehabisan bahan bakar di titik terakhir tersebut. Mereka juga mempercayai bahwa pesawat ini sudah dibajak oleh seseorang – entah itu adalah awak pesawat, penumpang, atau bahkan seorang penumpang gelap.

Tapi satu yang pasti, pembajak ini enggan bangkai dari MH370 ditemukan.

Baca Juga: (Lagi) Hipotesa Baru Misteri MH370: Pesawat Diduga Kehilangan Tekanan Kabin

Untuk memperkuat pernyataan di atas, pakar penerbangan David Gleave dari Loughborough University menganalisis profil psikologis orang yang membajak pesawat tersebut.

“Bayangkan jika Anda adalah pembajak MH370, dan tidak ingin pesawat ini ditemukan, maka Anda akan menerbangkan pesawat ini jauh dari daratan,” tutur David.

Semakin dekat pesawat dengan daratan, maka semakin mudah pula proses pencarian dan evakuasi dilakukan. Namun ketika bangkai pesawat ini karam di tengah lautan, atau bahkan samudera, sangat besar kemungkinan pecahan pesawat sudah tersebar atau bahkan menghilang di dasar laut.

Leave a Reply