HUT Garuda Indonesia Ke-72, Didiet Maulana Rancang Seragam Awak Kabin Gunakan Kain Tenun

0
Seragam awak kabin Garuda Indonesia rancangan Didiet Maulan (Instagram Didiet Maulana)

Garuda Indonesia punya seragam baru untuk para awak kabinnya di hari jadi ke ke-72 pada 26 Januari 2021 kemarin. Seragam awak kabin ini merupakan edisi spesial yang dirancang oleh salah satu desainer ternama Indonesia yakni Didiet Maulana bersama dengan tim Ikat Indonesia.

Baca juga: “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” Resmi Diluncurkan, Inilah Paras Ayu Pramugari dengan Seragam Klasik

Desain seragam awak kabin bertajuk Puspa Nusantara yang hadir untuk awak kabin wanita maupun pria. Didiet mengatakan, seragam ini dipakai pada HUT ke-72 Garuda Indonesia dan semoga kedepannya ada kejutan merarik lainnya.

Dikutip KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, Didiet menjelaskan ada empat fakta pada desain khusus pada seragam awak kabin Garuda Indonesia.

1. Warna ungu
Tidak ada alasan khusus dari Didiet ketika memilih warna ungu untuk dasar seragam awak kabin wanita dan detail pada awak kabin pria. Menurutnya warna ini sangat pas karena kesannya lebih elegan dan cocok dengan warna tenun yang dipadukan.

“Ungu memberikan satu kesan yg elegan dan anggun, tetapi juga lembut dan memberikan keteduhan,” katanya.

2. Kain tenun endek Bali dan lurik Klaten
Didiet menggunakan kain tenun endek Bali yang dikombinasikan dengan kain lurik Klaten untuk seragam awak kabin Garuda Indonesia. Pilihan kain tersebut diambil untuk membuat tampilan seragam sarat akan makna keberagaman atau bisa dikatakan secara tidak langsung menjadi cara untuk melambangkan keberagaman Indonesia. Untuk membuat koleksi ini, Didiet turut melibatkan para pengrajin di daerah yang jumlahnya mencapai 50 pengrajin.

3. Desain dan konsep khusus
Proses desain seragam awak kabin ini tentu berbeda dengan proses desain busana lainnya. Seragam ini telah melalui sejumlah riset dan trial-error di lapangan agar hasilnya bisa mendukung aktivitas kerja para awak kabin. Dia menyebutkan, konsep desain bukan hanya mengutamakan keamanan dan keselamatan, tetapi juga dari sisi estetika yang terinspirasi dari kekayaan Indonesia. Pada awak kabin wanita, atasan seragam didominasi warna ungu dengan kepak garuda menginspirasi model lengannya, berpadu dengan kerah kartini dan kebaya pendek peranakan. Bagian rok awak kabin perempuan dibuat panjang, dengan adanya lipatan pada bagian depan yang membuatnya tampak seperti rok ikat.

“Merancang untuk cabin crew kan keamanan memang nomor satu, jangan sampai konsep desain membuat apabila ada sesuatu yang emergency jadi menghalangi,” jelas Didiet.

Baca juga: Hadirkan Seragam Mini, Qantas dan Emirates Harapkan Anak-Anak Cintai Profesi Awak Kabin

4. Terdapat detail desain Eropa
Bila dalam seragam awak kabin wanita lebih terlihat kebaya nusantara, untuk desain seragam awak kabin pria, Didiet merancangnya dengan didominasi warna biru gelap. Ini memberikan nuansa tegas yang tetap terasa hangat. Meski desain ini terinspirasi dari Beskap Langenharjan yang dilihatnya di Mangkunegaran, namun ternyata desain ini juga memiliki sedikit sentuhan bernuansa Eropa. Kantong saputangan dari seragam ini terdiri dari kombinasi lurik beberapa daerah, menjadi aksen yang sederhana namun begitu tegas. Sementara saputangan leher terinpspirasi dari cravat atau dasi yang sering dikenakan oleh para pria di Eropa sehingga ada style internasional dalam seragam awak kabin pria.

Leave a Reply