Inilah Floating Fender, Bola Hitam Besar Pelindung Tabrakan Kapal yang Gegerkan Warga Bintan!

0
Floating fender. Foto: TheNavalArch

Bola berwarna hitam besar dengan diameter lingkaran sekitar tiga meter ditemukan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Bola hitam besar yang bertuliskan Yokohama 50kPa ini pun membuat geger warga karena dikhawatirkan berbahaya dan sengaja dikirim negara asing untuk memata-matai Indonesia.

Baca juga: Mengenal AIS, Sistem yang Bikin Kapal Tanker Iran dan Panama Ditangkap Bakamla

Usut punya usut, bola hitam besar yang dilapisi dengan rantai besi putih disertai ban hitam mini ini rupanya tak lebih dari fender atau floating fender, sebuah bumper untuk mencegah kapal membentur dermaga atau membentur kapal lain saat sedang ditambatkan di pelabuhan ataupun di laut. Selain itu, fender juga berfungsi untuk menyerap energi kinetik dari kapal saat berlabuh ke dermaga.

Disarikan dari shipfever.com, untuk mampu melakukan peredaman, fender biasanya memiliki daya serap energi yang tinggi dan gaya reaksi yang rendah. Fender umumnya terbuat dari karet, busa elastomer, atau plastik.

Berdasarkan jenisnya, fender yang digunakan tergantung pada banyak variabel, antara lain ukuran dan berat kapal, stand-off maksimum yang diizinkan, struktur kapal, variasi pasang-surut, dan kondisi tempat tertentu lainnya. Ukuran fender didasarkan pada energi kapal saat berlabuh yang berhubungan dengan ketepatan kecepatan berlabuh.

Tetapi, apapun jenis dan tipenya, hanya ada dua warna pada fender, hitam atau oranye. Oranye biasanya digunakan pada kapal militer dan patroli penjaga pantai dan keamanan laut.

Yacht dan kapal pendukung biasanya memiliki fender yang dapat dipindahkan yang ditempatkan di antara kapal dan dermaga saat kapal merapat. Sebaliknya, dermaga dan bangunan di atas air lainnya, seperti pintu masuk kanal dan dasar jembatan, memiliki fender permanen yang ditempatkan untuk mencegah kerusakan akibat benturan kapal. Ban-ban bekas sering digunakan sebagai fender di beberapa tempat.

Fender tak semuanya dibuat dari bahan elastis seperti karet, busa elastomer, atau plastik. Ada juga fender yang terbuat dari kayu dan semuanya disesuaikan dengan jenis penggunaannya.

Hanya saja, saat ini fender kayu sudah tidak banyak digunakan, mengingat harga kayu tidak lagi murah dan masalah lingkungan yang muncul dengan penebangan pohon; kecuali untuk pelabuhan kecil di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Papua dimana masih tersedia cukup banyak kayu.

Baca juga: Dramatis! Kapal Ferry di Yunani Selamatkan Gadis Kecil dengan Pelampung Unicorn yang Terbawa Arus Hingga ke Tengah Laut

Fender karet yang merupakan produk pabrik semakin banyak digunakan karena kualitasnya lebih baik dan banyak tersedia di pasaran dengan berbagai tipe.

Selain fender karet dan fender kayu, ada juga fender gravitasi. Fender gravitasi pada umumnya digantung di sepanjang dermaga. Fender tipe ini dibuat dari tabung baja yang diisi dengan beton. Sisi depan fender gravitasi diberi pelindung kayu dengan berat 15 ton. Fungsinya, apabila terbentur kapal, fender akan bergerak ke belakang dan ke atas, sehingga kecepatan kapal dapat dikurangi, karena untuk menggerakan ke belakang dibutuhkan tenaga yang cukup besar.

Leave a Reply