Ikuti Jejak Qantas, Singapore Airlines Optimalkan Pengurangan Limbah Penerbangan

Sumber: Singapore Airlines

Anda masih ingat dengan upaya yang dilakukan flag carrier Australia Qantas Airways untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama pengoperasiannya? Ya, dikabarkan Qantas bersama anak perusahaannya yang mengoperasikan penerbangan berbiaya rendah, Jetstar mulai tahun 2019 ini akan mencoba untuk menghentikan penggunaan boarding pass berbahan dasar kertas dan menggantinya dengan menggunakan sistem digital.

Baca Juga: Tekan Limbah, Qantas Tahun Ini Stop Penggunaan Boarding Pass Berbahan Kertas

Nah, ternyata hal serupa juga tengah digalakkan oleh maskapai plat merah Singapura, Singapore Airlines (SIA). Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Seniot Vice President Customer Experience Singapore Airlines, Yeoh Phee Teik mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beragam upaya untuk mengurangi jejak karbon dan sampah plastik dalam penerbangannya.

Ia mengatakan, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah seperti mengurangi limbah makanan dalam pesawat, mengurangi penggunaan plastik untuk barang-barang dalam penerbangan, serta meningkatkan penggunaan bahan-bahan makanan yang berkelanjutan dalam pesawat. Hal yang hampir serupa yang dilakukan oleh pihak maskapai berjuluk The Flying Kangaroo tersebut.

“Kami sangat bangga dapat memulai era baru untuk upaya-upaya keberlanjutan yang lebih luas melalui peningkatan fokus terhadap praktek-praktek ramah lingkungan dalam pesawat. Hal ini secara signifikan akan mengurangi jejak karbon kami serta meningkatkan pengalaman perjalanan yang berkelanjutan bagi para pelanggan,” ujar Yeoh.

Dalam hal ini, pihak Singapore Airlines telah berdiskusi dengan pihak penyedia katering apakah makanan yang tidak terlalu diminati oleh penumpang bisa diminimalisir sehingga tidak menimbulkan limbah. Sebelumnya, Singapore Airlines telah terlebih dahulu mensurvei penumpang tentang makanan apa saja yang disukai dan tidak oleh mereka.

Selain itu, Singapore Airlines juga berencana untuk mengadakan pengumpulan data secara otomatis dan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan machine learning untuk meningkatkan kemampuan dalam memprediksi pola konsumsi pelanggan dimana ini akan berdampak pada pengurangan limbah makanan dalam pesawat.

Ternyata, langkah pengurangan limbah ini sudah dilakukan oleh pihak Singapore Airlines sejak September 2018 silam, dimana pihak maskapai telah mengganti seluruh penggunaan sedotan plastik dalam penerbangan, kecuali sedotan anak-anak, dan akan mengganti sedotan tersebut dengan sedotan berbahan kertas yang ramah lingkungan.

Perubahan-perubahan semacam ini diharapkan akan mampu mengurangi sekitar 820.000 sedotan plastik setiap tahunnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Hidangan, Singapore Airlines Gandeng Como Shambhala Hadirkan ‘Makanan Sehat’

Juga, pihak Singapore Airlines akan mengganti stik pengaduk yang semula berbahan plastik menjadi kayu pada September 2019 mendatang. Pun dengan polybag dari mainan anak-anak yang renacananya pada bulan Mei 2019, Singapore Airlines akan menggantinya dengan kemasan kertas daur ulang.

Yeoh menambahkan, produk-produk berbahan kertas milik Singapore Airlines seperti kertas menu, tisu, serta gulungan toilet dibuat oleh kertas bersertifikasi FSC yang ramah lingkungan dan sosial.