Tips Berkomuter ala MRT Manila

Ilustrasi (Foto: untweb.com)

Berjibaku dengan penumpang lain di dalam kereta, sepertinya bukan hal baru lagi bagi penumpang yang setiap hari menggunakan moda transportasi umum yang satu ini. Bahkan sepertinya di setiap negara baik MRT atau kereta komuter, setiap penumpangnya akan merasakan sempit-sempitan apalagi saat jam sibuk.

Baca juga: Mau Ajarkan Anak Naik Angkutan Umum Sejak Dini? Simak Tips Berikut Ini!

KabarPenumpang.com merangkum dari laman rappler.com, mengambil contoh dari manila di Filipina yang sudah membuka jalur MRT-nya sejak tahun 1999 dan mulai beroperasi secara penuh tahun 2000 lalu. Dalam pengoperasiannya, MRT ini di jalur 1 saja melayani 500 ribu penumpang setiap harinya dan di jalur 2 melayani 200 ribu penumpang per harinya. Bahkan MRT Manila sendiri memiliki lebih dari 7 jalur kereta.

Sebagai sesama kota utama di negara berkembang, ada kemiripan perilaku penumpang angkutan di Manila dan Jakarta. Dan berikut ada beberapa tips ala MRT Manila yang boleh jadi layak untuk dicoba oleh Anda para pengguna MRT Jakarta.

1. Hindari jam sibuk
Biasanya jam sibuk terbagi dua yakni pagi pukul 06.00-09.00 dan 16.00-19.00 malam. Bagi penumpang bisa berangkat lebih pagi sebelum jam sibuk dimulai dan pulang ketika dirasa kereta sudah cukup sepi. Bila Anda tak terburu-buru baiknya pilih jam diantara jam sibuk tersebut.

2. Gunakan kartu langganan
MRT Jakarta mengeluarkan kartu Jelajah, KRL punya KMT yang bisa di top up atau isi ulang. Menggunakan kartu-kartu ini, sebagai penumpang Anda akan merasa lebih cepat dari yang lain. Pasalnya Anda tak perlu mengantre untuk membeli tiket harian.

3. Pakaian nyaman
Saat hari kerja, penumpang biasanya sudah mengenakan pakaian kerja dan banyak diantara penumpang perempuan yang bahkan berani menggunakan sepatu tinggi di jam sibuk. Sebenarnya hal terbaik adalah gunakan pakaian nyaman dan menggunakan alas kaki yang bisa menopang tubuh Anda apalagi disaat jam sibuk, dimana kereta atau MRT biasanya penuh dengan penumpang lainnya.

4. Jaga barang bawaan
Saat kereta atau MRT penuh sesak, baiknya setiap penumpang menjaga barang bawaan mereka. Sebab Anda tidak akan tahu yang mana pencopet dan mana yang benar-benar penumpang disaat jam sibuk.

5. Perilaku sopan
Meski berdiri dan dalam keadaan jam sibuk, sebagai penumpang jangan lupa tetap berperilaku yang sopan. Berdiri dengan baik dan ikuti aturan seperti tidak mendorong-dorong penumpang lainnya agar bisa tetap berdiri tegak. Jangan memaksa berdiri didekat pintu, saat keadaan penuh dan baru masuk usahakan ke arah tengah untuk memudahkan penumpang lainnya masuk.

6. Gerbong khusus wanita
Biasanya setiap negara memiliki gerbong khusus wanita dan berada di bagian depan atau belakang kereta. Sebagai penumpang wanita, Anda bisa memilih gerbong khusus wanita untuk menghindari pelecehan dari penumpang pria.

Baca juga: [Tips] Kehabisan Tiket Kereta Lebaran? Jangan Keburu Loyo

7. Fokus dan alihkan perhatian
Saat berdiri Anda bisa mendengarkan musik menggunakan earphone atau headphone. Bila Anda duduk, membaca buku bisa membuat lebih nyaman dan tidak ikut campur jika ada masalah anatar penumpang.