Ilmuwan AS Temukan Teknologi Penangkal Teror Sinar Laser pada Kaca Kokpit

Sumber: newatlas.com

Mungkin Anda masih ingat dengan teror sinar laser yang terjadi di Makassar pada bulan Juli 2017 silam? Ya, penggunaan sinar laser di area sekitar bandara memang sangat membahayakan karena ini bisa saja membutakan pilot secara temporer untuk sepersekian detik – dikhawatirkan pilot menjadi tidak fokus ketika mendekati waktu touch down dan terjadilah kecelakaan. Namun kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, dan pelarangan penggunaan sinar laser disekitar bandara sudah dilarang di sejumlah negara di berbagai penjuru dunia.

Baca Juga: Green Laser Pointer 303, Teror Baru Untuk Dunia Aviasi

Selain memberikan hukuman pada oknum-oknum yang sengaja memainkan sinar laser di sekitaran bandara, sejumlah ilmuwan juga tengah berkutat guna mencari jalan keluar dari problematika ini. Ketika sebelumnya sejumlah ilmuwan sudah mengembangkan sebuah lapisan yang bisa menanggulangi sinar laser, namun pengembangannya tidak berjalan mulus karena ditemukannya beberapa sinar laser yang masih bisa menembus lapisan tersebut.

Pengembangan pun terus berlanjut, dimana sebuah tim dari University Lewis yang ada di Illinois berhasil menemukan jawaban untuk masalah ini. KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (2/4/2019), adalah MBBA yang merupakan singkatan dari N- (4-methoxybenzylidene) -4-butylaniline dimana larutan kristal cair ini dipercaya dapat menangkal berbagai jenis sinar laser.

Dalam uji laboratorium dan untuk pengaplikasiannya kelak, larutan kristal cair ini ditempatkan di antara dua panel kaca ruang kokpit. Dr. Jason Keleher yang memimpin pengembangan larutan kristal cair ini mengatakan bahwa apa yang telah ditemukan oleh timnya tersebut mampu menangkal 95 persen sinar laser berwarna merah, hijau, dan biru.

Baca Juga: Balon Udara, Teror Si Bulat Warna-Warni Untuk Dunia Aviasi

Sebagian fungsi dari MBBA akan menyebarkan sinar laser, sebagian lainnya akan menyerap, dan sisanya akan ‘dihadang’ dengan cara polarisasi silang.

Kendati sudah menemukan solusi dari masalah ini, namun Dr. Jason Keleher masih melakukan sejumlah penyempurnaan sebelum akhirnya bisa diaplikasikan pada pesawat-pesawat komersial – sebut saja mereka tengah meningkatkan ukuran dari inovasi ini sehingga bisa memiliki ukuran sebesar kaca depan pesawat. Selain itu, Dr. Jason Keleher berserta timnya juga tengah mencoba berbagai larutan kristal yang mungkin akan menawarkan kinerja yang lebih baik.