Jangan Khawatir Barang Tertinggal di Kereta Api, Kalian Bisa Lapor ke Petugas KAI dengan Cara Ini

Bepergian menggunakan kereta api tentu mendapat kenyamanan dengan fasilitas yang di khususkan kepada para penumpang selama di ruang lingkup kereta api. Apalagi jika keamanan yang dijalankan, tentu bisa menjadi prioritas utama untuk masyarakat yang menggunakan kereta api dimanapun dan kapanpun.

Selain beberapa fasilitas penting untuk membantu para penumpang kereta api, tentu adanya fasilitas pelayanan penumpang yang sangat penting apalagi mengenai kehilangan barang.

Ya, jika kita lihat di luar negeri seperti Jepang. Contohnya saat kehilangan barang di negeri sakura itu ternyara cukup mudah. Berikut proses:

– Begitu menyadari ada barang yang tertinggal, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Lalu, catat informasi penting seperti: Waktu keberangkatan, jalur kereta, dan nomor kereta

– Di Jepang, kantor barang hilang dikenal dengan sebutan Wasuremono Toriatsukaijo. Kemudian, Di ruang Lost & Found, penumpang diminta mengisi formulir laporan kehilangan.

– Petugas akan menanyakan: deskripsi barang (warna, ukuran, merek), tempat dan waktu kehilangan, nama dan kontak penumpang dan formulir tersedia dalam bahasa Jepang dan Inggris, terutama di stasiun besar seperti Tokyo dan Osaka.

– Setelah laporan dibuat, petugas akan memantau barang yang hilang. Biasanya barang akan disimpan selama 1–2 minggu. Jika ditemukan, ada dua pilihan diambil langsung di stasiun terkait, dikirim ke alamat penumpang (biaya kirim ditanggung penerima).

Nah, bebetapa langkah yang disebutkan tadi, itu adalah contoh penting yang dilakukan masyarakat di Jepang jika ingin melaporkan kehilangan atau ada barang yang tertinggal di lingkungan kereta api.

Kotak khusus kehilangan barang penumpang kereta api yang tersimpan dengan aman. (Foto: Dok. Radarsolo)

Ternyata di perkeretaapian Indonesia langkah tersebut juga hampir mirip seperti di Jepang. bahwa penumpang tak perlu panik jika barang bawaan tertinggal atau hilang saat perjalanan. Keamanan barang pribadi merupakan bagian dari kenyamanan perjalanan karena itu, setiap laporan kehilangan kami proses secara serius, cepat, dan akuntabel.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyebutkan bahwa seluruh barang yang berhasil diamankan akan dikelola lewat sistem Lost & Found. Layanan ini pun menjadi bukti komitmen dari PT KAI dalam memberikan rasa aman bagi penumpang.

Pihak dari PT KAI tidak lupa untuk terus mengingatkan kepada para penumpang bahwa untuk selalu memeriksa barang bawaan sebelum turun atau meninggalkan stasiun.

Bila mengalami kehilangan, penumpang dapat langsung menghubungi petugas di stasiun atau memanfaatkan saluran resmi KAI, seperti Contact Center 121, WhatsApp di 081112111121, maupun email cs@kai.id. Loket layanan pelanggan juga tersedia di setiap stasiun untuk membantu proses pelaporan.

Dengan sistem yang terstruktur ini, KAI memastikan penumpang dapat memantau perkembangan penanganan barang hilang secara mudah, sekaligus merasa lebih tenang selama perjalanan.

Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek

Kebelet Pipis di Bus Tanpa Toilet? Begini Tips Mengatasinya

Bagi banyak penumpang, perjalanan jauh dengan bus antarkota masih menjadi pilihan utama. Namun, tidak semua bus dilengkapi fasilitas toilet.

Situasi bisa jadi kurang nyaman jika tiba-tiba kebelet pipis di tengah perjalanan. Lalu, apa yang bisa dilakukan penumpang?

Berikut ini KabarPenumpang.com sudah merangkum tips nyaman saat kebelet pipis.

1. Manfaatkan terminal dan rest area
Sebelum bus berangkat dari terminal, sempatkan diri ke toilet apalagi bus yang dinaiki jelas tidak memiliki toilet di dalamnya. Biasakan juga ke kamar kecil saat bus berhenti di rest area, meskipun tidak terlalu ingin. Ini bisa mengurangi risiko darurat di jalan alias kebelet pipis saat dalam perjalanan.

2. Kenali pola istirahat bus
Sebagian besar bus AKAP memiliki jadwal berhenti setiap beberapa jam sekali untuk istirahat, makan, atau isi bensin. Tanyakan lebih dulu ke kru bus kapan perkiraan berhenti agar Anda bisa mengatur diri untuk ke toilet sebelum menahannya lebih lama.

3. Kurangi minum air berlebihan sebelum berangkat
Minum tetap diwajibkan sebelum melakukan perjalanan. Ini untuk menjaga hidrasi, tetapi minumlah secukupnya sebelum naik bus. Hindari minuman yang bersifat diuretik seperti kopi, teh, atau minuman bersoda yang bisa mempercepat keinginan buang air kecil.

4. Komunikasikan dengan kru bus
Jika sudah benar-benar darurat, jangan segan untuk berbicara dengan sopir atau kondektur. Biasanya, mereka bisa menepi sebentar di tempat aman agar penumpang tidak terlalu tersiksa.

5. Bawa “Plan B” untuk keadaan eksterm
Sebagian penumpang berpengalaman kadang menyiapkan botol kosong atau kantong plastik khusus sebagai langkah darurat. Meski terdengar ekstrem, cara ini bisa jadi penyelamat dalam perjalanan panjang di jalur sepi. Tapi jangan lupa urat malu seakan diputus karena ini cukup membuat harga diri sedikit turun. hehe.

6. Pilih bus dengan fasiliatas lengkap
Yang paling jelas adalah jika sering merasa tidak nyaman tanpa toilet, pertimbangkan untuk memilih bus kelas premium yang menyediakan toilet di dalam kabin. Meskipun lebih mahal, kenyamanan perjalanan akan lebih terjamin. Ini juga akan membuat penumpang yang kebelet pipis tidak harus berbicara pada kru bus untuk meminta berhenti sejenak.

Sering Kebelet Pipis Dalam Angkutan? Simak Tips Untuk Menahannya

Dibangun Pasca Kemerdekaan, Inilah Terowongan Ganda Karangkates yang Bersejarah Sejak Tahun 1960-an

Yang biasa naik kereta api lintas selatan rute Blitar – Malang pp., tentunya tak asing dengan terowongan ganda yang populer di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya ini. Ya, inilah Terowongan Karangkates yang digadang-gadang merupakan warisan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Eits, tapi jangan salah. Meskipun dibangun sejak era tersebut, namun bangsa Indonesia nyatanya juga mampu membangun sebuah terowongan rel kereta api.

Pada nyatanya tahun 1960-an, bangsa Indonesia sudah bisa membangun sendiri terowongan kereta api. Melansir akun Instagram @kai121_, terowongan Karangkates berlokasi di perbatasan Malang-Bitar, Jawa Timur. Terdapat dua Terowongan Karangkates, letaknya di antara Stasiun Pohgajih dan Stasiun Sumberpucung.

Terowongan Karangkates I memiliki panjang mencapai 892 meter. Sedangkan, Terowongan Karangkates II membentarng sepanjang 440 meter. Jarak antara kedua terowongan ini kurang lebih 500 meter, dengan jalur melengkung di dalamnya.

Rangkaian kereta api memasuki Terowongan Karangkates. (Foto: Dok. instagram/@agam_fidrsj

Kedua terowongan mulai dibangun pada tahun 1967-1969 bersamaan dengan pembangunan bendungan Ir. Sutami atau yang lebih familiar dikenal sebagai bendungan Karangkates. Terowongan Karangkates dibangun karena jalur lama peninggalan Belanda harus direlokasi lantaran terdampak pembangunan bendungan.

Karena faktor kondisi geografis maka jalur baru ini membutuhkan terowongan kemudian dibangunlah kedua terowongan yang merupakan terowongan kereta api pertama di Indonesia. Hal itu dikarenakan, pembangunannya dilakukan pasca-kemerdekaan dan dikerjakan oleh pekerja yang merupakan warga Indonesia.

Yang menarik, kedua terowongan ini juga memiliki pemandangan alam yang menawan di sisi kanan dan kirinya. Hal itulah yang menjadikan rute perjalanan kereta api Malang via Blitar sebagai salah satu rute dengan pemandangan terindah.

Menariknya, terkadang kondektur menginformasikan tentang sejarah pembangunan terowongan yang akan dilewati saat naik kereta api. Tak hanya melihat pemandangam yang indah, penumpang pastinya mendapat ilmu tambahan saat menikmati perjalanan kereta api. Tentu ini termasuk hal yang sangat diterima masyarakat karena tak sekadar menaiki dan menikmati perjalanan kereta api, namun ada sisi ilmu sejarah tentang perkeretaapian di Indonesia.

Jika kalian ingin merasakan sensasi Terowongan Karangkates, kalian bisa menggunakan kereta api sebagai berikut: KA Gajayana (Gambir-Malang), KA Brawijaya (Gambir-Malang), KA Kertanegara (Purwokerto-Malang), KA Malabar (Bandung-Malang), KA Malioboro Ekspres (Malang-Purwokerto), KA Matarmaja (Pasar Senen-Malang) dan KA Penataran (Surabaya-Blitar).

Jelajahi Terowongan Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Ini Dia Urutannya

‘Lancar Jaya’, Perjalanan Bus Listrik PO Sumber Alam Uji Cobanya Diperpanjang Hingga 31 Oktober 2025

Apakah era bus listrik jarak jauh akan benar-benar terealisasi dalam Waktu dekat? Pertanyaan ini sepertinya akan segera terjawab dengan kehadiran saat ini melalui satu-satunya bus listrik antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sudah berjalan selama dua bulan.

Perusahaan otobus (PO)us sudah dua bulan ini melakukan uji coba operasional bersama Kalista. Bus milik PO Sumber Alam tersebut melaju di trayek Bekasi menuju Yogyakarta dan sebaliknya.

Tiket yang dibanderol pun cukup murah yakni Rp170 ribu per perjalanan. Bus yang mulai beroperasi pada 26 Mei 2025 kemarin, sampai hari ini tidak ada masalah atau kendala apapun baik dari armada Kalista maupun penumpang.

Manager PO Sumber Alam, Boy Setyadi Nugroho mengatakan, mulai dari fase pertama sampai yang kedua uji coba ini tidak ada masalah.

“Armadanya lancer, khususnya juga dukungan teknis dari kalista juga terus sampai hari ini nggak ada kendala sama sekali,” ujar Boy yang dirangkum dari berbagai laman sumber.

Bahkan dikatakan Boy, para penumpang menikmatinya perjalanan mereka dari Bekasi hingga tiba di Yogyakarta dengan bus listrik. Tak hanya itu, saat libur panjang, bus listrik ini pun terisi penuh penumpang.

Meski begitu perjalanan penumpang dari titik keberangkatan hingga tiba tidak ada kendala yang berarti sama sekali. Boy menegaskan, saat libur panjang tersebut menjadi momen masyarakat mencoba bus listrik jarak jauh.

“Sama enaknya dengan bus yang biasa sama waktunya tidak terlalu jauh dan lebih nyaman,” kata Boy.

Meski berjalan lancer, bus listrik milik PO Sumber Alam ini harus melakukan pengisian daya ketika di tengah jalan. Tetapi biasanya ini dilakukan bersamaan dengan servis makan penumpang.

Sehingga bisa dikatakan, pengisian daya bus listrik tidak memengaruhi Waktu perjalanan para penumpang. Sebagai informasi, perjalanan uji coba bus listrik PO Sumber Alam bersama dengan Kalista akan diperpanjang hingga 31 oktober 2025 mendatang.

Pada HUT RI ke-80 kemarin, tarifnya hanya Rp80 ribu untuk pembelian pada tanggal 17 Agustus 2025 dengan keberangkatan selama bulan Agustus 2025.

Bus Listrik AKAP Uji Coba Yogyakarta ke Bekasi

AirNav Indonesia Adopsi Alibaba Cloud untuk Cloud Disaster Recovery Center (DRC)

Alibaba Cloud, penyedia teknologi digital dan kecerdasan dari Alibaba Group, mengumumkan kemitraan dengan AirNav Indonesia, penyedia layanan navigasi udara nasional. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan digital AirNav Indonesia dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital perusahaan tersebut.

Sebagai langkah awal, AirNav Indonesia memanfaatkan layanan cloud unggulan dari Alibaba Cloud, seperti Disaster Recovery Center (DRC) dan layanan keamanan untuk memperkuat infrastruktur digital mereka.

Dengan mengimplementasikan Cloud Disaster Recovery Center (DRC), AirNav Indonesia kini dapat meminimalkan risiko gangguan operasional tanpa perlu membangun pusat data sekunder secara fisik. Model “pay-as-you-go” dari Alibaba Cloud juga menghadirkan efisiensi biaya dan kapasitas yang skalabel, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional organisasi. Sementara itu, Alibaba Cloud Security Service secara proaktif melindungi aplikasi web AirNav Indonesia dari berbagai serangan siber dan memastikan stabilitas sistem tetap terjaga.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari peta jalan transformasi digital jangka panjang AirNav Indonesia, di mana perusahaan tengah mengembangkan sejumlah proyek inovatif berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), seperti Smart Aerial Runway Inspection, Automatic NOTAM Generation, dan Smart Process Engineering.

Zainal Arifin Harahap, Director of Engineering at AirNav Indonesia, menyatakan “Bermitra dengan Alibaba Cloud merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital di AirNav Indonesia. Dengan solusi cloud yang aman dan canggih dari pemimpin teknologi yang terpercaya, kami dapat mengoptimalkan operasional dan meningkatkan ketahanan sistem dalam mendukung layanan navigasi udara demi memberikan nilai terbaik bagi pelanggan kami.”

Sean Yuan, General Manager Alibaba Cloud Indonesia, menambahkan “Solusi cloud Alibaba Cloud yang tangguh, andal, dan aman dirancang untuk memastikan kelangsungan layanan publik yang vital dengan tingkat keamanan, efisiensi, dan skalabilitas yang tinggi. Kami bangga dapat mendukung perjalanan transformasi digital AirNav Indonesia sejak awal, sekaligus memperkuat ketahanan layanan navigasi udara di seluruh Indonesia.”

Kemitraan ini juga menegaskan komitmen Alibaba Cloud dalam mendukung digitalisasi infrastruktur publik Indonesia, serta memperkuat peran teknologi cloud dalam menghadirkan layanan publik yang lebih aman, efisien, dan adaptif melalui kehadiran tiga pusat data lokal di Indonesia.

Cuma Bayar Segini, Tarif Promo Kereta Api Masih Bisa Dinikmati Hingga Akhir Agustus

Menikmati panorama perjalanan dengan kereta api tentu merasakan kesenangan tersendiri. Apalagi masyarakat masih bisa menikmati kereta api dengan membeli tiket kereta api dengan tarif promo. Ya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) ternyata masih memberlakukan tarif promo hingga akhir Agustus 2025.

KAI resmi memperpanjang masa diskon tiket kereta api dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI melalui program Promo Merdeka, di mana calon penumpang hanya cukup membayar 80% dari harga tiket.

Selain lebih hemat, perjalanan menggunakan kereta api tidak hanya mengusung kenyamanan tentunya juga momen menikmati keindahan alam. Tarif promo ini berlaku untuk berbagai perjalanan kereta api komersial di Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk KA dari dan menuju wilayah destinasi tujuan.

Masyarakat masih bisa memilih tanggal dan kelas kereta api dengan memesan melalui aplikasi Access by KAI melalui ponsel, website booking.kai.id, dan seluruh kanal resmi penjualan tiket KAI tentunya dengan potongan diskon 20% pada kereta api yang berlaku. Namun, tarif promo tidak berlaku pada perjalanan kereta api dengan harga tiket subsidi.

Ilustrasi Loket Box di stasiun kereta. (Foto: Dok. Istimewa)

Berikut syarat & ketentuan perpanjangan Promo Merdeka selengkapnya:

1. Pembelian tiket promo dapat dilakukan di seluruh kanal penjualan KAI mulai tanggal 21 hingga 31 Agustus 2025.

2. Berlaku untuk keberangkatan khusus pada periode 21-31 Agustus 2025.

3. Promo berlaku untuk KA komersial di Pulau Jawa dan Sumatera.

4. Daftar dan jadwal keberangkatan kereta api dapat dicek melalui aplikasi Access by KAI.

5. Diskon tidak berlaku pada tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan diskon atau reduksi lainnya.

6. Tiket dengan tarif promo dapat dibatalkan atau diubah jadwal sesuai aturan yang berlaku.

Jika promo masih ada, maka di harga tiket akan tertera keterangan “Promo”. Meskipun peringatan HUT ke-80 RI telah berlalu, KAI ingin memastikan euforia tersebut terus berlangsung melalui perpanjangan promo ini.

Masyarakat pastinya dapat memanfaatkan adanya perpanjangan periode program ini untuk bepergian dalam bulan Agustus ini. Tiket Promo Merdeka ini juga terbatas, jadi jangan tunggu lama-lama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan, program promo maupun informasi perjalanan KA, masyarakat dapat mengontak contact center KAI121 atau semua kanal sosial media KAI121.

Mengacu Desain Shinkansen N700S, Taiwan Rilis Gambar Kereta Cepat Terbaru N700ST, Beroperasi di 2028

Bila kereta cepat di Indonesia mengacu pada teknologi Cina, maka lain halnya dengan Taiwan, di negara yang dianggap separatis oleh Beijing ini, teknologi kereta cepatnya mengacu pada Jepang. Dan belum lama ini, Taiwan High Speed Rail (THSR) telah meluncurkan gambar kereta N700ST terbarunya, dengan desain eksterior yang mirip dengan generasi kereta cepat pertama, 700T

Dua belas rangkaian kereta diperoleh pada Mei 2023 dari Hitachi Toshiba Supreme Consortium dengan nilai sekitar NT$28,5 miliar (US$940 juta). THSR menyatakan bahwa kereta baru ini akan memenuhi permintaan penumpang saat liburan dan mengurangi beban pemeliharaan dan penjadwalan.

Rangkaian kereta cepat pertama N700ST, kini sedang dibangun dan diperkirakan akan tiba di Taiwan Agustus mendatang untuk pengujian, dengan layanan dimulai pada paruh kedua tahun 2027. Semua kereta N700ST dijadwalkan beroperasi pada tahun 2028, meningkatkan kapasitas perjalanan puncak sebesar 25%.

N700ST mempertahankan skema warna oranye dan hitam dari 700T dengan sedikit penyesuaian pada bodi. Bagian depan kereta telah didesain ulang untuk mengoptimalkan proporsi dan kelengkungan demi stabilitas pada kecepatan hingga 300 kilometer per jam.
Kereta baru ini disebut serupa dengan JR Tokaido Shinkansen.

Generasi baru ini didasarkan pada Shinkansen N700S Jepang, dengan persiapan yang sedang berlangsung untuk fasilitas perawatan kedua di Zuoying dan pintu peron baru di Stasiun Utama Taipei. Peningkatan perangkat keras dan perangkat lunak tambahan juga akan diperkenalkan untuk mengakomodasi kereta.

Setiap kereta akan dilengkapi layar informasi LCD berwarna, indikator lampu kedatangan, rak bagasi dua tingkat, dan kursi lipat dengan port pengisian daya.

Pengurangan kebisingan dan getaran akan meningkatkan kenyamanan perjalanan, sementara ruang menyusui baru akan dilengkapi wastafel, gantungan mantel, dan kursi bayi. Area kursi roda akan ditambah dari empat menjadi enam, masing-masing dilengkapi dengan perangkat pengaman.

Insiden KA Jenggala Alami Rem Blong, Ini Penjelasan dari KAI

Terkait rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) yang mengalami insiden pada hari Selasa, 19 Agustus lalu menghebohkan jagat maya di media sosial. Rangkaian Kereta Api (KA) Komuter Jenggala dengan nomor KA 471A relasi Surabaya Pasar Turi – Sidoarjo tersebut mengalami gagal berhenti.

Peristiwa yang membuat panik seisi rangkaian kereta tersebut terlihat di akun media sosial Tiktok dengan nama @bobyapriann yang mengunggah beberapa video detik-detik kepanikan penumpang saat kereta masih berjalan.

Terlihat dibeberapa bagian video, KA Jenggala melaju dengan kecepatan cukup tinggi yang mengakibatkan salah seorang penumpang jatuh saat berjalan didalam kereta. Tak lama kemudian para penumpang mulai panik dan tak sedikit pula yang melindungi diri ke lantai kereta dengan cara menunduk.

Dengan kondisi didalam rangkaian yang tiba-tiba gelap gulita, tampak seorang berpakaian petugas kereta api segera menarik tuas rem darurat yang berada disamping pintu dan jendela.

Kondisi KA Jenggala setelah alami rem blong. (Foto: Dok. x.com/@keponakannnn)

Suasana semakin mencekam yang dialami penumpang KA Jenggala yang seharusnya berhenti di Stasiun Sidoarjo justru terus melaju hingga berhenti darurat di luar stasiun. Berdasarkan laporan dari Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Sidoarjo, KA 471A tidak dapat berhenti sesuai jadwal di Stasiun Sidoarjo.

Sesaat setelah menerima informasi melalui panggilan darurat, petugas segera melakukan koordinasi cepat dengan masinis, pengatur perjalanan di beberapa stasiun sekitar Tanggulangin, Porong untuk memastikan langkah pengamanan perjalanan kereta.

Akhirnya pada pukul 19.18 WIB, masinis melaporkan bahwa KA 471A telah berhenti dengan aman di kilometer 28+1 petak jalan Sidoarjo – Tanggulangin. Semua penumpang dikabarkan selamat.

Setelah kereta dalam keadaan berhenti total, petugas KAI pun membantu penumpang untuk keluar dari kereta. Warga di sekitar lokasi kereta itu berhenti menjadi saksi bagaimana ratusan orang penumpang itu kebingungan mencari arah ke tujuan mereka.

Penumpang yang telah dievakuasi semua dalam keadaan selamat, meskipun kepanikan masih terjadi. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengungkapka permintaan maaf atas kejadian tersebut. Namun, dia belum mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Hingga saat ini, Pihak PT KAI tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut, termasuk dugaan rem blong. Hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Kenapa Kereta Tidak Bisa Menembus Rel Yang Tergenang Banjir? Ini Dia Jawabannya!

Si Kecil Sederhana Inilah Pelabuhan Laut Manipa

Di tengah luasnya bentangan laut Banda, berdiri sebuah pelabuhan kecil yang sederhana namun vital. Pelabuhan ini bernama Pelabuhan Manipa di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Meski tak sebesar pelabuhan di kota-kota besar, dermaga ini menjadi nadi kehidupan warga Pulau Manipa, tempat kapal perintis dan perahu nelayan bersandar setiap hari. Sejak masa kolonial, Pulau Manipa dikenal sebagai titik singgah kapal kayu dan perahu layar.

Memiliki dermaga sederhana dari kayu pernah menjadi pusat bongkar muat kopra, cengkeh, hingga ikan kering yang dikirim ke Ambon. Pada masa jayanya di tahun 1970–1990-an, suasana pelabuhan ramai dengan buruh yang mengangkut karung hasil bumi di pundak, sementara anak-anak kecil berlarian di sekitar dermaga.

Bayangkan sebuah dermaga kayu dengan cat yang mulai pudar menjorok ke laut jernih berwarna biru. Di sisi kiri dan kanan, berjejer perahu nelayan berwarna-warni, sebagian sedang menurunkan hasil tangkapan laut.

Di ujung dermaga, tampak kapal perintis berukuran sedang sedang bersandar, dengan penumpang membawa barang-barang dalam karung dan kardus. Di sekitar area pelabuhan, tampak pedagang kecil menjajakan gorengan dan minuman untuk para penumpang yang menunggu kapal.

Suasana sederhana itu justru menghadirkan kehangatan khas kampung pesisir. Hari ini, Pelabuhan Manipa tetap menjadi jalur utama penghubung Ambon–Seram–Manipa.

Kapal motor penumpang rutin datang, membawa bahan kebutuhan pokok sekaligus mengangkut hasil bumi warga. Meskipun fasilitas masih terbatas, keberadaan pelabuhan ini memberi kepastian akses bagi masyarakat pulau yang jauh dari pusat kota.

Selain peran ekonominya, pelabuhan ini juga memiliki pesona visual. Pemandangan laut biru dengan latar perahu nelayan dan aktivitas bongkar muat menjadi daya tarik tersendiri.

Banyak wisatawan lokal yang singgah untuk sekadar menikmati panorama sore di dermaga, menatap matahari terbenam di ufuk barat Laut Banda. Pelabuhan Manipa mungkin kecil dan sederhana, namun ia adalah simbol ketahanan masyarakat pesisir Maluku.

Dermaga ini menjadi saksi perjalanan panjang perdagangan rakyat, sekaligus jendela bagi pulau kecil untuk tetap terhubung dengan dunia luar.

Pelabuhan ‘Penawar Rindu’, Cermin Perasaan Perantau di Kala Pulang Kampung

Hard Landing Vs Soft Landing, Mana Lebih Baik?

Bagi Anda yang kerap bepergian menggunakan pesawat, di beberapa momen, mungkin pernah mengalami pendaratan agak kasar atau hard landing. Sebagai orang awam, pendaratan tersebut tentu buruk dan tidak lebih baik dibanding pendaratan halus atau soft landing. Namun, bila ditelusuri lebih lanjut, penilian tersebut tidak sepenuhnya benar.

Baca juga: Otoritas Rusia Terpaksa ‘Mutilasi’ A321 Ural Airlines yang Lakukan Hard Landing di Ladang Jagung

Dihimpun KabarPenumpang.com dari aviation.stackexchange.com, dalam kondisi normal, soft landing memang menjadi idaman bagi setiap pilot, bukan hanya penumpang. Bahkan, sudah menjadi sebuah keharusan dan keniscayaan untuk melakukan pendaratan halus dalam kondisi tersebut.

Sebaliknya, dalam kondisi tidak normal, seperti hujan deras, angin kencang, dingin, bersalju, atau sejenisnya, soft landing belum tentu menjadi sebuah keharusan, meskipun pilot tetap bertanggungjawab untuk mengejar pendaratan mulus.

Seumpama, dalam kondisi angin kencang, secara prinsip, pilot masih bisa melakukan soft landing. Semua persiapan pun sudah dilakukan dengan baik, seperti landing approach altitude dan landing approach angle yang sesuai, manuver pesawat yang masih masuk kategori stabilize approach, dan turun mengikuti glideslop yang kesemua itu, secara teknis sebetulnya sudah menuntun pada hasil akhir berupa pendaratan mulus.

Kemudian, ketika pesawat sudah hampir memasuki zona touchdown atau titik pendaratan pesawat dan sudah berada di ketinggian sekitar 50 kaki atau sekitar 15 meter, tiba-tiba angin kencang membuat landing approach angle meleset. Kacaunya lagi, tekanan angin di sekitar runway juga cukup tinggi, bisa karena cuaca terlalu terik dan menyebabkan udara banyak terkumpul di runway akibat pemuaian, sehingga membuat pesawat mengambang selama beberapa saat. Padahal, pesawat sudah harus melakukan landing di zona touchdown, bila tidak, pesawat terancam overrun atau keluar runway.

Dengan kegetingan tersebut, biasanya pilot tak memiliki jalan lain kecuali melakukan hard landing, dimulai dengan perubahan rate of descent atau perubahan ketinggian yang cukup signifikan, semata agar pesawat mendarat di zona touchdown atau sekalipun meleset, jaraknya tak terlampau jauh.

Dalam kondisi lain, seperti permukaan runway basah atau tergenang air akibat hujan lebat, bersalju, serta dipenuhi pasir (biasanya di wilayah padang pasir), hard landing bahkan menjadi salah satu teknik pendaratan yang dianjurkan. Hal itu guna menghindari hilangnya gesekan antara ban dengan permukaan runway. Sebab, bila gesekan antara keduanya hilang, maka pesawat akan mengalami hydroplanning atau selip ban dan menyebabkan proses pengereman menjadi sangat tidak maksimal. Singkatnya, dalam kondisi tersebut, hard landing berarti positive landing.

Namun, hard landing tidak serta merta dilakukan begitu saja. Perlu didukung beberapa faktor, seperti ban tidak boleh dalam keadaan terlalu keras atau overload dan sebaliknya, tidak boleh pula terlalu kempes atau under-inflated. Selain itu, tentu saja pilot harus berpengalaman untuk melakukan teknik pendaratan tersebut dalam berbagai kondisi. Bila tidak, suatu hal buruk mungkin akan terjadi.

Baca juga: Pasca Hard Landing, Muncul ‘Kerutan’ di Bodi Boeing 757-200 Delta Airlines

Pasalnya, secara teknis, hard landing mempunyai batasan tertentu. Biasanya mencapai 2.0G (bergantung pada jenis pesawat). Pada 21 Februari 2007, misalnya, sebuah pesawat Boeing 737-300 dengan nomor penerbangan PK-KKV milik maskapai Adam Air, melakukan hard landing dengan benturan mencapai 4.0G. Akibatnya, beberapa kerusakan pada struktur pesawat pun tak terhindarkan. Begitu juga dengan Airbus A320 yang mengalami hard landing di Berlin pada Agustus 2012 silam. Kala itu, Flight Data Recorder (FDR) mencatat berturan sebesar 4.1G dan mengakibatkan kerusakan pada struktur pesawat.

Jadi, baik soft landing ataupun hard landing, bila ditanya manakah yang lebih baik, tentu saja semua bergantung pada situasi dan kondisi. Tidak ada yang benar ataupun salah, yang ada hanyalah teknik yang tepat pada kondisi yang tepat. Bisa saja hard landing dibutuhkan pada cuaca yang sangat terik namun permukaan runway dipenuhi dengan partikel pasir, debu, atau sisa karet ban pesawat yang terkelupas, tertinggal di runway selama bertahun-tahun dan mengendap di sana hingga memungkinkan pesawat mengalami selip ban.