Elektrifikasi Jalur Kereta ke Iran, Mayoritas Pendanaan Dikucurkan Rusia

Isu pencemaran udara dewasa ini memang tengah menjadi perhatian serius beberapa pemangku kepentingan dari berbagai negara. Kondisi lapisan atmosfer yang sudah rusak semakin diperparah dengan menjamurnya kendaraan berbahan bakar fosil. Maka tidak heran jika banyak perusahaan yang bergerak di sektor transportasi berlomba untuk menerapkan inovasi elektrifikasi di berbagai armadanya, tidak terkecuali operator kereta asal Rusia, Russian Railways.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Lokomotif Diesel Elektrik? Cek Jawabannya di Sini!

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Russian Railways telah melakukan elektrifikasi senilai 1,2 miliar Euro di jalur Garmsar – Ince Burun di Iran. Diketahui, jalur ini sendiri membentang ke Turkmenistan dan Kazakhstan, menghubungkan kawasan Asia Tengah, Teluk Persia, dan beberapa daerah di sekitarnya.

Sehubungan ini merupakan sebuah proyek yang tidak hanya melibatkan Rusia – tapi juga Iran, maka untuk masalah pendanaan pun kedua negara sepakat untuk patungan. Dalam proyek ini, Rusia menyumbang 85 persen nilai dari total pendanaan, sedangkan 15 persen sisanya akan dilimpahkan ke pihak Iran. Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah, Sayyid Ali Khamenei pun menyetujui beban pendanaan yang dilimpahkan oleh pihak Rusia tersebut.

“Ini adalah proyek penting dalam hal ekonomi dan peningkatan industri transportasi kereta api. Yang paling penting adalah kita akan menyaksikan perubahan teknologi dalam industri transportasi di Iran. Kami mengubah dari lokomotif diesel menjadi lokomotif listrik,” tutur Menteri Jalan dan Pembangunan Urban Iran, Abbas Akhoundi.

Di sisi lain, CEO Russian Railways, Oleg Belozerov mengatakan bahwa dengan elektrifikasi yang dilakukan, maka secara otomatis akselerasi dan kecepatan si ular besi akan meningkat dan akan pula berdampak pada jumlah muatan yang diangkut. “Meningkat empat kali lipat menjadi 10 juta ton per tahun,” terang Oleg. “Selain itu, elektrifikasi juga dapat berdampak pada peningkatan keamanan dan penekanan jumlah emisi ke lapisan atmosfer,” imbuhnya.

Baca Juga: Kereta Listrik Diesel Keluaran Siemens, Solusi Pertumbuhan Populasi di Amerika

Dalam perjanjian kontrak kerja sama antara dua negara dalam mengembangkan proyek ini, tercantum pula sejumlah kelengkapan lain yang akan menunjang pengoperasiannya kelak, seperti desain, pembangunan gardu traksi, stasiun, terowongan, hingga pos jaga. Sebagai informasi tambahan, proyek elektrifikasi yang diluncurkan pada Senin (2/7/2018) kemarin ini mencakup jalur kereta yang membentang sejauh 495 km dari Garmsar dekat Teheran ke Ince Burun di perbatasan Turkmenistan.

 

 

“Argo Muria Festival,” Upaya PT KAI Angkat KA Argo Muria Sebagai Ikon Semarang

Argo Muria Festival merupakan kolaborasi yang kental dengan kebudayaan yang dihadirkan PT KAI bersama dengan penyanyi Jazz Andien Aisyah. Selain festival musik, akan ada juga bazzar, exhibition dan lainnya. Argo Muria Festival sendiri akan berlangsung pada 14 Juli 2018 mendatang di Lawang Sewu, Semarang.

Baca juga: Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya

R. Agus Dwinanto Budiadji, VP Pemasaran Angkutan Penumpang PT KAI mengatakan, Indonesia sebagai rantai kepulauan yang yang terletak di antara dua benua dan dua samudera menjadikan salah satu negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia. Ini membuat dampak yang tinggi pada kebutuhan akan transportasi sebagai penunjang ekonomi bangsa.

“Sejak mulai bertransformasi di tahun 2009, PT KAI (Persero) menerapkan prinsip ‘we are listening’, untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas terbaik bagi masyarakat Indonesia. Sebagai wujud prinsip ini, berkolaborasi dengan Andien, seorang penyanyi bertalenta, panutan, ikon fesyen, dan agen perubahan sosial dan kebudayaan adalah sebuah kehormatan bagi kami,” ujar Agus Dwinanto yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis, Rabu (4/7/2018).

Kolaborasi dengan Andien sendiri sekaligus merayakan proses perjalanan karirnya di dunia musik selama 17 tahun. Album Metamorfomas merupakan album ke tujuh milik Andien dimanan album ini memberikan banyak pelajaran untuknya sendiri dan membuat perubahan cara pandang terhadap hidup.

“Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari perjalanan album Metamorfosa, yang baru saja diluncurkan di tahun 2017 lalu. Suatu kehormatan bagi saya dapat berkolaborasi dengan PT KAI untuk menghadirkan Argo Muria Festival with Andien. Tidak hanya special showcase, kolaborasi ini juga akan diramaikan dengan exhibition dengan beragam kebudayaan yang ditampilkan,” ujar Andien.

Dengan album ini juga mengingatkan transformasi kereta yang dimulai dengan kereta Argo Muria sebagai penandanya. VP Corporate Communication PT KAI Agus Komarudin menambahkan, tujuan festival ini juga untuk mengangkat brand KA Argo Muria sebagai produk KA ikon Semarang sekaligus untuk mempromosikan layanan KA di segmen 30 ke bawah.

Pemilihan Lawang Sewu sendiri karena dulunya pada masa penjajahan Belanda dijadikan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappji atau perusahaan kereta api. Setelah kemerdekaan, Lawang Sewu digunakan sebagai kantor PT KAI.

Argo Muria sendiri mulai meluncur di rel untuk pertama kalinya pada 22 Desember 1997 silam. Kereta ini sendiri melayani perjalanan dari Jakarta menuju Semarang PP dengan keberangkatan Stasiun Gambir ke Stasiun Semarang Tawang.

Dimasanya Argo Muria menjadi salah satu kereta termewah dan merupakan salah satu rangkaian kereta bersejarah mengikuti transformasi perjalanan dari PT KAI. Selain itu Argo Muria juga sebagai brand image kereta eksekutif dan memiliki kapasitas 350-450 kursi yang terdiri dari 7-9 rangkaian dengan menawarkan keindahan panorama di pesisir Pantai Utara.

Di samping menghadirkan Argo Muria Festival with Andien, PT KAI juga akan meluncurkan kartu komunitas, dimana kartu member ini merupakan sebuah kartu layanan loyalty bagi penumpang setia kereta eksekutif, serta program Boarding Pass Trough Value KAI. Ini adalah sebuah program yang memberikan fasilitas tambahan bagi penumpang kereta untuk mendapatkan potongan harga spesial dari hotel, restoran, tempat wisata, dan mitra lainnya yang bekerja sama dengan PT KAI hanya dengan menunjukkan boarding pass atau tiket kereta mereka.

Baca juga: Tentang Kursi di Kereta Ekonomi Premium, Respon Admin Twitter PT KAI Menuai Polemik

“Sebagai wujud transformasi PT KAI, sejalan dengan prinsip ‘we are listening’, kami akan terus berupaya untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dimulai dari Argo Muria Festival with Andien di kota Semarang, kami berharap dapat kembali berkolaborasi dengan Andien di kota-kota lainnya,” tutup Agus Dwinanto.

Pilot dan Ribuan Karyawan Garuda Indonesia Pastikan Mogok Kerja, Ini Dia Tanggapan Pihak Manajemen

Menjelang Mudik Lebaran lalu publik sempat dibuat kaget dengan rencana aksi pemogokan kerja dari pilot dan karyawan Garuda Indonesia. Kaget dan khawatir tampak mengemuka, tak hanya pada pengguna jasa, pemerintah pusat pun akhirnya turun tangan langsung, lantaran jumlah pilot Garuda Indonesia mencapai 1.370 orang.

Baca juga: Pengamat: Pilot TNI AU Butuh Waktu Transisi Untuk Menerbangkan Pesawat Garuda Indonesia

Untungnya, lewat dukungan negosiasi dari Menko Maritim Luhut B Panjaitan, rencana mogok ribuan pilot dan karyawan Garuda Indonesia akhirnya dapat diurungkan. Dan pengguna jasa Garuda Indonesia dapat melewati musim Mudik Lebaran 2018 dengan aman tanpa kendala di layanan, bahkan tingkat OTP (On Time Performance) Garuda Indonesia semasa Musim Mudik 2018 justru mencapai level tertinggi 95,8 persen

Namun, apa yang diupayakan Menko Maritim ternyata hanya bersifat penundaan aksi mogok. Dikutip Kompas.com (3/7/2018), disebutkan bahwa Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) dan Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) memastikan sikap mereka untuk tetap melakukan aksi mogok terbang awal Juli 2018. Sikap ini diambil lantaran perwakilan para pilot tidak puas dengan hasil mediasi antara mereka dengan manajemen Garuda Indonesia. Namun lebih jauh, Ketua APG Captain Bintang Hardiono, tidak menyebutkan alasan detail tentang ketidakpuasan dari hasil mediasi tersebut.

Pihak manajemen Garuda Indonesia beberapa waktu lalu telah berupaya melakukan negosiasi dengan APG dan Sekarga, diantaranya lebih dari 90 persen aspirasi tuntutan karyawan kepada perusahaan telah dipenuhi oleh manajemen. Ancaman aksi mogok dari pilot dan karyawan Garuda Indonesia didasari atas protes terhadap kondisi perusahaan saat ini. Ketua umum Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution menjelaskan, kondisi keuangan Garuda semakin menurun dilihat dari net profit loss atau rugi bersih 2017 yang naik signifikan yakni US$213,38 juta dollar dari tahun sebelumnya yang hanya US$9,36 juta.

Menurut Sekarga, hal tersebut diakibatkan kegagalan manajemen PT Garuda Indonesia di antaranya dalam penjadwalan kru. Sehingga adanya pembatalan dan penundaan penerbangan, serta adanya jabatan direktur kargo yang tidak dibutuhkan.

Menanggapi situasi yang berkembang, lewat siaran pers (4/7/2018), pihak manajemen Garuda Indonesia tetap memastikan bahwa seluruh layanan penerbangan Garuda Indonesia tetap beroperasi dengan normal. “Sejalan dengan rencana aksi mogok yang disampaikan oleh Sekarga dan APG, manajemen kembali menegaskan bahwa Garuda Indonesia selalu membuka ruang diskusi atas masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh rekan-rekan serikat dan APG tersebut, khususnya dalam menyelaraskan aspirasi APG dan Sekarga dengan upaya peningkatan kinerja operasional perusahaan,” ujar Hengki Heriandono, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia.

Baca juga: Menko Maritim Turun Tangan, Rencana Mogok Pilot dan Karyawan Garuda Indonesia Pun Batal

Langkah mitigasi telah direncanakan sedari awal untuk menghadapi ancaman mogok, seperti menggandeng pihak TNI AU untuk menyiapkan pilot pengganti sementara. Langkah mitigasi Garuda Indonesia dan kesiapan TNI AU tentu layak diapresiasi, namun apakah penerbang TNI AU bisa langsung mengawaki armada pesawat Garuda Indonesia? Dan apakah jumlah pilot dari TNI AU mencukupi untuk mengawaki puluhan armada pesawat Garuda Indonesia? Tentu biarkan waktu yang menjawabnya.

Tingkat Kecelakaan Trem Meningkat, Praha Gelar Kampanye Keselamatan di Jalan

Perkara kecelakaan lalu lintas yang marak terjadi, kesalahan tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada yang menabrak saja. Karena tidak menutup kemungkinan yang ditabraknya lah yang lebih teledor sehingga terjadi sebuah kecelakaan. Seperti yang terjadi di Praha, Republik Ceko, dimana jumlah kecelakaan pejalan kaki tertabrak trem mengalami peningkatan. Kalau masinis trem telah berhati-hati, mungkin si pejalan kakinya lah yang kurang waspada terhadap sekitar.

Baca Juga: Kampanye “Wonderful Indonesia” Meriahkan Transportasi di Paris

Maka dari itu, Department of the Prague Public Transit Company (DPP) meluncurkan kampanye yang ditujukan kepada para pengguna jalan untuk lebih waspada terhadap sekitar, tidak terkecuali trem. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman prague.tv, meningkatnya jumlah kecelakaan pada bulan Mei 2018 kemarin merupakan salah satu tanda para pejalan kaki kurang waspada terhadap hadirnya trem.

Lima kasus kecelakaan pada bulan Mei tersebut diduga karena para pengguna jalan lebih sering berjalan sambil memainkan gadget. Tidak hanya itu, penggunaan headset dan memutar musik dalam volume yang keras pun kerap kali dijadikan salah satu alasan dibalik tabrakan yang terjadi antara pejalan kaki dan trem.

“Trem tidak bisa langsung berhenti ketika melakukan pengereman, layaknya seperti kereta,” ungkap Kepala DPP, Martin Doubek. Dengan adanya kampanye seperti ini, maka diharapkan para pejalan kaki bisa lebih sadar akan bahaya. “Orang tidak menyadari risiko dan bahaya. Kami tidak bermaksud untuk menakut-nakuti para pejalan kaki, tapi sebaliknya, kita ingin mereka lebih menghormati pengguna jalan lain, salah satunya adalah trem,” tandas Martin.

Sebuah aturan tidak tertulis dasar seperti lihat kanan kiri sebelum menyeberang dewasa ini sudah jarang dipraktekkan oleh banyak orang. Pandangan mereka hanya terfokus pada gadget yang melekat di tangan mereka. Seperti yang kita ketahui bersama, kebiasaan untuk melihat kanan kiri sebelum menyeberang merupakan hal sederhana yang dapat berimbas besar.

Baca Juga: Jadi Ajang Kampanye Produk, Pegangan Tangan di Angkutan Umum Dibuat Unik

“Ketika saya melihat lintasan, saya melihat ke kanan dan ke kiri. Saya khawatir banyak orang tidak mengikuti kebiasaan ini lagi hari ini,” tutur Martin. “Bahkan ketika saya berjalan sambil memandang ponsel, saya otomatis merasa kurang aman dan fokus terhadap sekitar jadi sangat berkurang,” imbuhnya.

“Adapun inti dari kampanye ini adalah kami ingin warga Praha lebih sadar akan pentingnya fokus terhadap jalanan.” Tutup Martin. Jalur trem yang umumnya menyatu dengan badan jalan, ditambah pembatas yang minim, memang kerap mengundang bahaya tabrakan, baik antara trem dengan pejalan kaki, maupun trem dengan kendaraan lain.

 

Meski Membosankan, Demo Keselamatan Penerbangan Jangan Dilupakan!

Sebagian dari Anda mungkin sudah merasa bosan melihat demo peragaan keselamatan penerbangan oleh awak kabin. Selain sudah terlalu rutin bagi yang kerap naik pesawat, kadang demo terasa hambar bila melihat pramugari yang memperagakan dengan kesan ‘ogah-ogahan’ dan bersikap cuek. Terkhusus itu mungkin dialami oleh jasa penerbangan murah (LCC) yang pada bangkunya tak dilengkapi dengan monitor.

Baca juga: Peragaan Alat Keselamatan Penerbangan, Masih Efektifkah?

Tapi tahukan Anda sebenarnya meski membosankan, penjelasan ini salah satu terpenting dalam keselamatan setiap penumpang pesawat. Mungkin beberapa waktu lalu seperti penerbangan American Airlines tahun 2016 yang mana penumpangnya membawa koper saat pesawat terbakar hingga kegagalan mesin dalam penerbangan serta masker oksigen yang tidak terpasang dengan benar.

Ini menjelaskan bahwa banyak penumpang yang tidak peduli dengan keselamatan mereka bahkan mungkin meski mendengar hanya lewat di kuping dan hilang tanpa terekam di pikiran. KabarPenumpang.com merangkum dari washingtonpost.com (27/6/2018), pejelasan keselamatan di dalam kabin hadir tahun 1965 lalu menurut Federal Aviation Administration (FAA).

Saat itu hanya pengarahan lisan dimana letak pintu darurat dan cara pengoperasiannya. Tahun 1972, FAA kemudian menambah pengarahan yang mencakup sabuk pengaman, kompartemen penyimpanan, perlindungan kebakaran, proses evakuasi darurat dan lainnya.

Hingga tahun 2007 FAA menyempurnakan penjelasan keselamatan tersebut dan tahun 2013 lalu saat FAA mengizinkan penggunaan perangkat elektronik selama penerbangan. Sayangnya karena diperbolehkannya perangkat elektronik digunakan, banyak penumpang yang semakin tidak peduli dengan penjelasan keselamatan dalam penerbangan.

Beberapa penumpang bahkan mengatakan, mereka tidak peduli dengan pengumuman meski hal itu penting untuk keselamatan hidup.

“Saya tahu mereka ada di sana untuk memberi tahu saya tentang menyelamatkan hidup saya. Tapi hampir selalu, mereka membosankan dan saya telah melihat mereka lebih dari seribu kali sekarang,” ujar Monika Bashin seorang owner jejaring sosial dii Los Angeles.

Bahkan ada yang dengan percaya dirinya mereka mengatakan pasti ada yang membantu saaat keadaan darurat. Hal tersebut membuat mantan kapten American Airlines, Clyde Romero mengatakan, pernah ada kupon penerbangan gratis di kartu keselamatan, tetapi setelah selesai penerbangan dan mengeceknya kupon tersebut masih tertempel rapi.

Meski membosankan, ternyata banyak juga penumpang yang peduli dengan keselamat diri mereka dan menyimak dengan baik penjelasan tersebut meski sudah berkali-kali mendengarnya. Rose Ditmore seorang peneliti mengatakan, dirinya terkadang sulit mendengar penjelasan petugas karena penumpang lain sibuk sendiri dan tertawa.

Baca juga: Pentingnya Pelampung Untuk Keselamatan Penerbangan

“Setelah bertemu korban kecelakaan udara dan keluarga yang kehilangan orang yang dicintai dalam bencana, saya belajar bahwa keselamatan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan bahwa pengarahan keselamatan pramugari adalah langkah pertama untuk mempersiapkan penerbangan,” ujar Plaxe seorang direktur dari Security Consulting Alliance.

Meski masih banyak awak kabin yang menjelaskan secara manual, beberapa maskapai kini telah menggunakan monitor di depan kursi penumpang dan menghadirkan video tentang keselamatan sebelum lepas landas. Dengan adanya ini menjadi sebuah inovasi baru dan diharapkan penumpang bisa mengikuti dan mendengar penjelasan tersebut.

“See Say Airport,” Aplikasi Bandara Denver untuk Keselamatan dan Keamanan Penumpang

Semakin banyak bandara yang menghadirkan aplikasi untuk memudahkan penumpangnya, seperti mencari tempat makan, lounge, toilet bahkan untuk melakukan boarding pass. Tapi ada yang berbeda dengan aplikasi milik Bandara Internasional Denver (DEN).

Baca juga: Aira, Aplikasi Pembantu Penyandang Tuna Netra di Bandara

Dimana bandara yang ada di Amerika Serikat tersebut meluncurkan aplikasi yang bisa langsung melaporkan masalah keselamatan dan keamanan kepada pihak keamanan bandara. Dilansir KabarPenumpang.com dari passengerterminaltoday.com (28/6//2018), aplikasi milik Bandara Denver ini bernama See Say Airport.

Dalam aplikasi ini, semua penumpang yang menggunakannya bisa berbagi informasi tentang segala hal yang terlihat di bandara seperti kecurigaan orang atau aktivitas. Kemudian bagasi tanpa pengawasan, tumpahan makanan atau minuman hingga toilet yang kotor. Dengan aplikasi tersebut, penumpang dimungkinkan untuk mengirim, foto, video, pesan teks dan informasi lokasi dengan GPS ke operasi bandara untuk mendapat bantuan.

Nantinya, laporan yang masuk tersebut akan diselidiki dan ototritas bandara bisa saja melakukan komunikasi kembali kepada pengirim laporan dengan pertanyaan atau informasi lanjutan. Bahkan laporan tersebut juga bisa dikirim secara anonim.

“Kami senang bekerja dengan Bandara Internasional Denver saat mereka mengambil langkah berikutnya menuju keamanan dan keselamatan bandara yang lebih baik. Kampanye Department of Homeland Security (DHS) See Something Say Something memberi perhatian pada pentingnya melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada penegak hukum negara bagian dan lokal, tetapi dibuat sebelum ponsel adalah aksesori sehari-hari untuk hampir semua orang,” kata Ed English, CEO Elerts.

Menurutnya menggabungkan upaya kampanye dengan aplikasi See Say Airport, akan memudahkan siapa saja di bandara untuk melaporkan perilaku mencurigakan atau kegiatan yang dipertanyakan. Karena semua menjadi kombinasi yang kuat dan membawa insiatif keamanan di abad 21 ini.

DEN adalah bandara pertama di negara yang memanfaatkan Elerts, dimana ini merupakan aplikasi komunikasi keselamatan publik, untuk memasyarakatkan pelaporan masalah keselamatan dan keamanan. Elerts mengembangkan platform komunikasi See Something Say Something terkemuka untuk bandara, kota dan agen transit.

Baca juga: Bandara Kuala Lumpur Hadirkan “MYairports” untuk Mudahkan Penumpang

Sistem manajemen insidennya diberdayakan oleh pelaporan masalah keamanan dan keselamatan yang didukung oleh crowdsourced. Kim Day, CEO di DEN, menambahkan, keselamatan adalah prioritas nomor satu dan dengan mengunduh serta melaporkan masalah melalui aplikasi See Say Airport, publik dapat mengambil peran aktif dalam menjaga bandara seaman mungkin.

“Kami mendorong siapa pun yang mengunjungi bandara secara teratur untuk mengunduh aplikasi dan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan otoritas bandara secara langsung mengenai masalah keselamatan dan keamanan,” ujar Day.

Angkut 139 Penumpang dan Puluhan Kendaraan, KM Lestari Maju Tenggelam di Perairan Selayar

Masih hangat dalam ingatan, musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni lalu. Dan hari ini, Selasa (3/7/2018) pukul 14.30 WITA, kembali tersiar kabar tenggelamnya kapal di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Yang tenggelam bukan kapal ukuran kecil, melainkan KM (Kapal motor) Lestari Maju, jenis kapal ferry dengan kapasitas 200 penumpang, dan mampu membawa 20 kendaraan roda empat dan 30 unit kendaraan roda enam.

Baca juga: Di Balik Tragedi Danau Toba, Inilah Profil KM Sinar Bangun

Dikutip KabarPenumpang dari Humas BNPB, disebutkan KM Lestari Maju tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Untuk penyebab tenggelamnya kapal, diperkirakan karena adanya kebocoran di lambung kiri kapal. Sebagai upaya pertolongan, Tim Basarnas Selayar dan personel Polres Selaya telah menuju Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

Saat tenggelam, KM Lestari Maju mengangkut 139 penumpang dan 48 unit kendaraan. 48 unit kendaraan yang diangkut KM Lestari Maju terbagi dalam empat golongan yaitu 18 unit kendaraan golongan II, 14 unit kendaraan golongan IV, delapan unit kendaraan golongan V atau bus dan truk, serta delapan unit kendaraan golongan VI atau bus dan truk.

Sebanyak empat orang dilaporkan meninggal karena kecelakaan KM Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar ini. Data tersebut merupakan data sementara yang dihimpun Polda Sulawesi Selatan atas peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WITA tersebut.

Baca juga: Sedia Payung Sebelum Hujan, Sedia “OneUp” Sebelum Tenggelam!

Sebelumnya, KM Lestari Maju beberapa kali diketahui mengalami kerusakan, seperti pada awal April 2018 disebutkan mengalami kerusakan mesin. Dalam tenggelamnya KM Lestari Maju terlihat beberapa momen dramatis, diantaranya detik-detik tenggelamnya kapal dan hanyutnya beberapa kendaraan. KM Lestari Maju diketaui dimiliki oleh PT Pelayaran Spectra Tirtasegara Line.

“Belt and Road Initiative” dari Cina, Ibarat Madu dan Racun Bagi Negara Berkembang

Tahun 2013, kampanye Belt and Road Initiative China resmi diluncurkan, dan kawasan Asia Tenggara dijadikan prioritas utama proyek investasi infrastruktur tersebut. Salah yang dikenal publik adalah rencana pembangunan kereta api berkecepatan tinggi baru dari  Kunming, Ibu Kota Provinsi Yunnan di Selatan Cina ke Laos.

Baca juga: Terkendala Utang, Mahathir Tinjau Berbagai Proyek Kereta di Malaysia

Tak hanya itu jalur kereta api berkecepatan tinggi juga dibuat Beijing untuk menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura, serta beberapa proyek lainnya. KabarPenumpang.com merangkum dari cfr.org (15/6/2018), Pemerintah Laos mendorong negaranya maju melalui jalur kereta api dengan nilai investasi mencapai US$5,8 miliar, atau setara dengan Rp83 triliun.

Dengan jalur kereta api tersebut, dipercaya akan mengubah Laos menjadi pusat transportasi bagi kawasan itu. Apalagi Laos adalah negara yang hanya mempunyau akses daratan, maka dengan jalur kereta api di harapkan akan meningkatkan pariwisata mereka.

Perdana Menteri Laos, Thongloun Sisoulith menyebutkan, proyek kereta api sangat penting bagi pembangunan negara. Hal ini juga menurunkan kekhawatiran yang dikemukakan beberapa lembaga keuangan terkait potensi kereta api sebagai beban hutang.

Tak hanya Laos, Filipina pun terus mendekatkan diri untuk mendapatkan proyek Belt and Road tersebut. Bahkan Presiden Indonesia, Joko Widodo juga melihat investasi dan pembiayaan infrastruktur Cina sebagai bagian penting untuk meningkatkan infrastruktur di Indonesia.

Namun hal lain terungkap beberapa bulan terakhir, dimana para pemimpin dan masyarakat negara Asia Tenggara khawatir terkait potensi kerugian Belt and Road. Mereka menyadari hal tersebut setelah Sri Lanka tahun lalu akhirnya semakin bergantung pada pembiayaan Cina dan akhirnya memberikan Cina sewa Pelabuhan Hambantota selama 99 tahun demi mengurangi utang.

Kepala Dana Moneter Internasional, Christine Lagarde memperingatkan pada bulan April bahwa proyek Belt and Road sebagian besar merupakan pinjaman dan bukan hibah, sehingga bisa menyesatkan dan membebani negara-negara berkembang penerima. Hal ini bisa membuat negara tersebut terperangkap utang dan tidak bisa membayar kembali pada perusahaan Cina atau pemberi pinjaman.

Hingga akhirnya pun Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengambl pandangan baru untuk mengkaji ulang apakah proyek yang didukung Cina di Malaysia seperti salah satunya jalur kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura. Meski beberapa proyek di kaji kembali bahkan ada beberapa yang dibatalkan, tetapi Malaysia tetap berhubungan baik dengan Cina.

Sedangkan Thailand pun juga melakukan pengkajian kembali terhadap nilai proyek Belt and Road tersebut. Tetapi Thailand berjanji untuk menghubungkan proyek pembangunan pesisir timurnya dengan inisiatif Belt and Road serta menyambut jalur kereta berkecepatan tinggi.

Tetapi masalah-masalah utang Belt and Road pada negara-negara lain, dan potensi biaya tinggi serta utang tinggi yang terkait dengan jalur kereta api, bisa membuat pemerintah was-was terhadap prakarsa Cina ini. Konstruksi akhirnya dimulai di jalur kereta api melalui Thailand, tetapi bulan ini pemerintah Thailand mengumumkan bahwa mempertimbangkan peluncuran dana investasi regional.

Baca juga: Cina Kembali Tunggangi Proyek Kereta Cepat, Kali Ini Garap Skandinavia

Negara-negara terkecil di kawasan itu, seperti Laos, telah menjadi sangat bergantung pada Cina sehingga mereka mungkin merasa tidak punya pilihan selain menerima proyek Belt and Road.

Anda Pecinta Harry Potter? Kudu Lamar Kerjaan yang Ditawarkan Oleh Operator Kereta Heritage Inggris Ini!

Siapa sih yang tidak kenal dengan tiga bersahabat Harry, Ron, dan Hermione di film Harry Potter? Ya, karakter-karakter penyihir muda yang bersekolah di Hogwarts ini memang memiliki penggemar fanatiknya sendiri, padahal sequel terakhir dari keseluruhan film ini sudah dirilis sejak 7 Juli 2011 yang lalu. Kendati demikian, segala hal yang berbau Harry Potter hingga kini masih digandrungi oleh sejumlah kalangan.

Baca Juga: Glenfinnan Viaduct! Jembatan Harry Potter Yang Pernah Selamatkan Keluarga Kecil

Bagi Anda yang juga merupakan salah satu penggemar Harry Potter, tentu nama Hogwarts Express sudah tidak asing lagi di telinga. Ya, ini merupakan kereta yang akan membawa para siswa menuju Hogwarts melalui Peron 9 ¾ di Kings Cross Station, London.

Nah, bagi Anda yang mengaku sebagai Potterhead (penggemar Harry Potter), jangan lewatkan kesempatan yang ditawarkan oleh North Yorkshire Moors Historical Railway Trust. Pasalnya, operator kereta heritage asal Inggris ini tengah mencari ‘bibit-bibit penyihir’ muda yang akan ditempatkan di sejumlah titik pengoperasian, salah satunya adalah Hogsmeade Station, stasiun terakhir di film Harry Potter.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman travelandleisure.com (28/6/2018), ada sejumlah syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh North Yorkshire Moors Historical Railway Trust, salah satunya adalah dapat bekerja pada hari kerja (tidak mengganggu kegiatan sekolah). Selain itu, sang operator pun menetapkan bahwa yang diutamakan adalah seorang penggemar Harry Potter, karena dalam pekerjaannya nanti, para penyihir cilik ini akan ditugaskan untuk menerangkan sejarah kereta api dan menghubungkannya dengan cerita Harry Potter.

Baca Juga: Ini Dia! 10 Perjalanan Kereta Terbaik di Eropa

Layanan kereta heritage ini sendiri akan berangkat dari Whitby Station dan mengular melewati beberapa titik yang muncul di film Harry Potter, seperti Hogsmeade Station atau yang memiliki nama asli Goathland Station. Layanan kereta ini sendiri akan berakhir di Pickering Station, North Yorkshire.

Tapi sayang sekali, bagi Anda yang mengaku sebagai salah satu fans dari film yang dibintang oleh Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint ini, dan berniat untuk mencoba melamar, pendaftaran penyihir cilik ini sudah ditutup sejak 30 Juni yang lalu. Jangan kelewatan lain waktu, ya!

Bukan Toko Serba Ada, Tapi Stasiun di Jepang ini Memenuhi Semua Kebutuhan Anda!

Menyandang predikat sebagai Negara Adikuasa, nampaknya Amerika Serikat selalu ingin menjadi yang terdepan dalam semua aspek, tidak terkecuali dari segi infrastruktur transportasinya. Namun untuk urusan stasiun kereta api yang satu ini, mungkin Negeri Paman Sam harus gigit jari karena salah satu kompetitor terberatnya, Jepang, disinyalir memiliki stasiun kereta paling megah di dunia. Dapatkah Anda bayangkan sebuah stasiun kereta yang memiliki 15 lantai? Hampir mirip seperti pusat perbelanjaan yang bersanding dengan apartemen di Jakarta, ya!

Baca Juga: Beragam Alasan Mengapa Orang Jepang Fanatik Pada Sosok Kereta

Ya, seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Nagoya Station JR Gate Tower disebut-sebut sebagai stasiun paling keren, paling megah, dan paling menawan di dunia. Bayangkan saja, Anda bisa makan malam di rooftop stasiun 15 lantai ini dan tetap terkoneksi dengan jaringan kereta api Jepang tanpa harus keluar dari lingkungan gedung.

Tidak hanya fancy dinner yang dapat Anda jajal, gerai kopi terkemuka Starbucks di sini pun digalang-galang sebagai yang paling keren di dunia. Bagaimana tidak, Anda dapat dengan santai menikmati segelas kopi sambil melihat pemandangan kota Nagoya. Dijamin ini akan menjadi salah satu pengalaman ngopi yang tidak akan pernah Anda lupakan.

Lengkap. Mungkin satu kata sederhana tersebut mewakili keseluruhan dari Nagoya Station JR Gate Tower. Mulai dari cafe, beer house, pusat perbelanjaan, hotel, hingga sentra cemilan bawah tanah semuanya ada di gedung ini. Mungkin awal pengadaan dari stasiun serba ada ini dilatarbelakangi oleh kebanyakan stasiun transit yang ada di Jepang hanyalah berbentuk stasiun saja – kurang lengkap. Bisa saja orang-orang Amerika melewatkan ide brilian yang satu ini, dimana operator jaringan kereta api harus bisa membuat penumpangnya merasakan kenyamananyang maksimal.

Tapi tetap saja, berbicara soal jaringan perkeretaapian di Amerika Serikat memang tidak sebanding dengan di Jepang sana. Ketika Jepang menjadikan kereta api sebagai tulang punggung dan primadona di sektor transportasinya, maka Amerika tidak.

Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!

“Ini (Nagoya Station JR Gate Tower) menciptakan peluang komersial – Dimana lokasi ini memiliki potensi dihampiri oleh banyak orang yang sangat besar. Tapi saya juga berpikir itu akan mengubah karakter perjalanan dan tata kota,” ungkap Norman Garrick, profesor teknik sipil dan lingkungan di Connecticut University.

Jangan lupa memanjakan diri di Nagoya Station JR Gate Tower semisal Anda tengah berada di Negeri Matahari Terbit ya!