Pengemudi Uber Diamankan Polisi Setelah Tembak Mati Penumpang

Seorang pengemudi Uber diamankan pihak kepolisian kota Denver pada Jumat (1/6/2018) karena dicurigai melakukan pembunuhan tingkat pertama dengan menembak mati korbannya. Diketahui korban bernama Hyun Kim berusia 45 tahun yang juga merupakan penumpang layanan ride sharing tersebut.

Baca juga: Dianggap Ilegal, Pengemudi Uber di Hong Kong Harus Bayar Denda Rp5,3 Juta

KabarPenumpang.com melansir dari laman nypost.com (2/6/2018), pada Jumat pagi sebelum pukul 03.00 pagi waktu setempat, seorang saksi menelepon pihak kepolisian dari Interstate 25 di kota Colorado. Saksi tersebut melaporkan ada seorang pengemudi Uber yang mengatakan saat dalam perjalanan mengantarkan penumpangnya, si pengemudi diserang dan kemudian menembaknya.

Sayangnya saat sampai di tempat kejadian, polisi tak sempat menyelamatkan nyawa korban yang tergeletak di lantai kursi penumpang depan mobil sedan tersebut. Dalam dokumen yang dibuat anggota kepolisian, mobil diketahui berhenti dan terparkir lurus searah jalan raya tersebut.

Kemudian, polisi menangkap pengemudi bernama Michael Andre Hancock di tempat kejadian tanpa kejelasan yang pasti tentang statusnya. Namun, saat diamankan, Hancock sempat mengalami sesak napas dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Tak hanya mengamankan Hancock, pihak kepolisian juga menemukan 10 selongsong peluru kaliber 40 di bahu jalan dan beberapa tanda peluru di sekitar tempat ditemukannya korban.

“Kami sangat terganggu oleh peristiwa di Denver hari ini. Dia adalah pengemudi kontrak yang sudah bekerja sama dengan kami selama tiga tahun. Pikiran kami adalah dengan keluarga mereka yang terlibat, akses mengemudi ke aplikasi pun telah dihapus. Kami juga akan terus bekerja sama dengan polisi,” ujar seorang juru bicara Uber.

Baca juga: Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan Pengemudi

Selain insiden ini, pada Desember 2017, polisi Lebanon mengamankan seorang pengemudi Uber karena membunuh pekerja kedutaan Inggris Rebecca Dykes setelah percobaan perkosaan selama perjalanan. Dua tahun lalu, polisi negara bagian Michigan Amerika Serikat, menuduh seorang pengemudi Uber dengan enam tuduhan pembunuhan setelah dia diduga melakukan pembunuhan massal secara acak saat melewati kota Kalamazoo.

Sedangkan pada November 2017 lalu, Komisi Utilitas Publik Colorado sempat mendenda Uber US$8,9 juta atau setara dengan Rp123 miliar karena memberikan izin pada 57 pengemudi yang tidak memiliki lisensi mengemudi yang valid setelah melakukan pelanggaran dan harusnya mendiskualifikasi mereka.

Pengamat: Pilot TNI AU Butuh Waktu Transisi Untuk Menerbangkan Pesawat Garuda Indonesia

Atas dukungan negosiasi dari Menko Maritim Luhut B Panjaitan, rencana mogok ribuan pilot dan karyawan Garuda Indonesia akhirnya dapat diurungkan. Namun seperti telah diwartakan sebelumnya, pihak manajemen Garuda Indonesia sedari awal telah menyiapkan langkah mitigasi jika aksi mogok benar-benar dijalankan. Rencana mogok kerja yang sedianya berjalan di awal Juni 2018, jika terjadi dipastikan akan mengganggu pelayanan dan jadwal penerbangan, terlebih saat jelang peak season Mudik Lebaran 2018.

Baca juga: Menko Maritim Turun Tangan, Rencana Mogok Pilot dan Karyawan Garuda Indonesia Pun Batal

Merujuk ke beberapa pemberitaan, langkah mitigasi yang bakal dijalankan Garuda Indonesia adalah dengan menggandeng pihak TNI AU untuk menyiapkan pilot pengganti sementara. “Kami sudah meminta bantuan pilot TNI untuk dipinjamkan dan sudah disetujui oleh KSAU” ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono, dikutip dari tribunnews.com (3/6/2018).

TNI AU seperti diketahui memiliki beberapa skadron angkut dengan basis tipe pesawat komersial, khususnya di platform Boeing 737 series, jenis pesawat narrow body yang ‘serupa’ dengan yang digunakan Garuda Indonesia. Untuk misi tersebut, Hengky menjelaskan jumlah pilot TNI AU yang akan membantu operasional Garuda Indonesia tidak akan mencapai 100 orang.

Langkah mitigasi Garuda Indonesia dan kesiapan TNI AU tentu layak diapresiasi, namun apakah penerbang TNI AU bisa langsung mengawaki armada pesawat Garuda Indonesia? Jawaban untuk ini bisa beragam.

Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 71 unit Boeing 737-800 dan satu unit Boeing 737 MAX8, pesawat twin jet tersebut digadang Garuda Indonesia untuk melayani rute domestik dan luar negeri jarak sedang. Sementara TNI AU atas hibah dari Garuda Indonesia dan Lion Air mengoperasikan Boeing 737-400/500. Memang di kelas Boeing 737 ada kesamaan penggunaan antara TNI dan Garuda Indonesia, tapi yang jadi pertanyaan, apakah pilot Boeing 737 TNI bisa langsung mengawaki Boeing 737 Garuda Indonesia yang disebut Next Generation?

Pengamat dunia penerbangan, Gerry Soejatman menjelaskan kepada KabarPenumpang.com. “Secara teori dibutuhkan waktu transisi bagi pilot Boeing 737-400/500 untuk benar-benar menguasai instrumen Boeing 737-800/MAX8. Waktu transisi diperlukan karena adanya perbedaan generasi dan type rating terpisah. Waktu transisi biasanya digunakan untuk ground school sampai pelatihan dalam simulator selama 12 jam,” ujar Gerry. Ia menambahkan, waktu transisi yang dibutuhkan idealnya tidak kurang dari dua minggu, namun jika dipercepat bisa saja menjadi satu minggu dengan beragam konsekuensi.

Baca juga: Intip Kecanggihan dan Ruang Kabin Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia

Itu semua baru mengatasi persoalan menerbangkan satu jenis pesawat, sementara Garuda Indonesia mengoperasikan beberapa jenis pesawat, termasuk jenis wide body seperti Boeing 777 dan Airbus A330. Nah, khusus untuk mitigasi pesawat wide body rasanya Garuda Indonesia tak bisa menggandeng TNI AU, jika terjadi mogok, maskapai plat merah ini kemungkinan harus menyewa pilot asing. Dan ketika keputusan menggunakan pilot asing ditempuh, maka persoalan antara manajemen dan pilot akan semakin membesar.

Frustasi, Warga London Setiap Hari Habiskan Waktu Rata-Rata 74 Menit di Kereta Komuter

Perjalanan yang lama akibat macet atau penuhnya kereta bisa membuat seseorang jenuh dan menjadi masalah tersendiri bagi pekerjaan mereka. Hal ini tengah dirasakan oleh warga London yang melakukan perjalanan pergi dan pulang rata-rata selama 74 menit setiap harinya.

Baca juga: Menyoal Kepadatan Penumpang Kereta di Inggris, Desainer ini Adopsi Konsep Kursi Bar dan Jemuran

Bahkan, menurut penelitian, masyarakat London menanggung beban yang berat dalam perjaanan mereka dan bila dihitung melebihi dua kali rata-rata dunia selama 40 menit. Tak hanya itu dua pertiga masyarakat London mengatakan, menggunakan transportasi umum merupakan bagian paling menegangkan dari kehidupan ibu kota.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman bmmagazine.co.uk (2/5/2018), selama perjalanan sehari-hari merupakan kegiatan yang tidak menyenangkan saat masyarakat London mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk bekerja. Sehingga tidak mengherankan banyak pekerja profesional dan pebisnis yang mencari alternatif lain untuk bekerja.

Data dari Departemen Transportasi Inggris, kereta yang penuh sesak membawa hampir dua kali lipat jumlah penumpang. Apalagi selama enam tahun terakhir, permintaan layanan kereta api ke London meningkat 12 persen.

Diperkirakan juga pada awal 2030-an, kereta Waterloo pada jam sibuk akan memiliki penumpang yang padat dan berjejalan. Penumpang kereta dulunya pertahun hanya 800 miliar hingga akhir 1990-an dan meningkat menjadi 1,6 miliar pada tahun 2015.

Dengan tarif yang tinggi saat ini dan layanan kereta api yang sering tidak bisa diandalkan, membuat para penumpang frustasi. Karena alasan tersebut, banyak orang perlahan meninggalkan menggunakan kereta api dan memilih bekerja dari rumah sementara masyarakat London mengubah cara mereka bekerja untuk menghindari penggunaan kereta api.

Tak hanya itu, tarif kereta api sendiri rata-rata naik 3,4 persen sejak 2013 lalu dan tiket murah saat ini hanya akan menjadi bagian dari masa lalu karena naik dua kali lebih cepat dibandingkan dengan gaji selama satu dekade. Bila di total lebih dari £3 ribu atau Rp55 juta sampai £5 ribu Rp93 juta pertahun penumpang kereta menghabiskan uang mereka tergantung rute perjalanan setiap harinya.

Adanya masalah ini, membuat beberapa perusahaan membuat skema dimana memberikan pinjaman sepeda dan pelengkap keselamatannya untuk berangkat bekerja dibanding harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Bila dihitung untuk keuntungan finansial ini lebih hemat dan gaya hidup yang diterapkan lebih sehat serta ramah lingkungan.

Baca juga: Urai Konsentrasi Kepadatan Lalu Lintas Darat, Phnom Penh Hadirkan Layanan Taksi Air Perdananya!

Beberapa perusahaan pun menawarkan kemudahan ataupun bekerja jarak jauh (remote). Kerja yang fleksibel bisa berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental serta produktivitas karyawan.

Selain itu dengan bekerja jarak jauh penuh waktu memang tidak mungkin dilakukan, tetapi pertimbangan beberapa perusahaan untuk memudahkan karyawannya melakukan sesekali seperti di rumah atau ruang kerja dekat mereka satu atau dua kali seminggu terlihat memungkinkan. Tak hanya mengurangi kepadatan kereta api, dengan cara ini perusahaan juga menghemat biaya ruang kantor dan tagihan lainnya.

Menko Maritim Turun Tangan, Rencana Mogok Pilot dan Karyawan Garuda Indonesia Pun Batal

Meski langkah mitigasi telah disiapkan Garuda Indonesia, ancaman pemogokan pilot dan karyawan maskapai flag carrier ini sontak menjadi perhatian besar bagi banyak pihak. Betapa tidak, 1.370 pilot Garuda Indonesia berencana akan melakukan mogok kerja, terhitung sejak 30 hari kerja sejak tuntutan mereka diutarakan ke publik, yang jika diartikan bakal bertepatan dengan periode peak season musim Mudik Lebaran 2018.

Baca juga: Jika Terjadi Pemogokan Pilot dan Karyawan, Garuda Indonesia Telah Siapkan Langkah Mitigasi

Namun sikap Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) belakangan telah melunak dan sepakat untuk tidak melaksanakan aksi mogok pada periode peak season Lebaran. Melunaknya APG dan Sekarga disebut-sebut setelah Menko Maritim Luhut B Panjaitan turun tangan, dan memberi himbauan karena langkah mogok kerja akan mengganggu ketertiban umum dan mengganggu hak-hak pelayanan konsumen.

Dikutip dari siaran pers Garuda Indonesia (2/6/2018), Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengungkapkan “Kami menyampaikan apresiasi terhadap APG dan Sekarga yang tetap mengedepankan kepentingan nasional dan komitmen pelayanan operasional terhadap konsumen di periode peak season ini”.

“Pada kesempatan ini kami menyambut Baik komitmen dan dukungan Menko Maritim dalam mendukung upaya peningkatan kinerja operasional Garuda Indonesia khususnya terkait penyelarasan dinamika hubungan industrial melalui jalur dialog”, jelas Pahala

“Perlu kiranya kami tegaskan bahwa manajemen telah berkali-kali membuka ruang diskusi kepada rekan rekan APG dan Sekarga untuk mencapai titik temu terkait dengan perspektif APG dan Sekarga terhadap keberlangsungan operasional perusahaan. Karena lebih dari 90 persen aspirasi tuntutan karyawan kepada perusahaan telah dipenuhi oleh manajemen, dan tidak ada issue kesejahteraan karyawan yang menjadi penyebab rencana mogok APG dan Sekarga”. jelas Pahala.

Ancaman aksi mogok dari pilot dan karyawan Garuda Indonesia didasari atas protes terhadap kondisi perusahaan saat ini. Ketua umum Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution menjelaskan, kondisi keuangan Garuda semakin menurun dilihat dari net profit loss atau rugi bersih 2017 yang naik signifikan yakni US$213,38 juta dollar dari tahun sebelumnya yang hanya US$9,36 juta.

Baca juga: Sekilas Mirip Layanan LCC, Garuda Indonesia Rilis Subclass Eco-Basic

Menurut Sekarga, hal tersebut diakibatkan kegagalan manajemen PT Garuda Indonesia di antaranya dalam penjadwalan kru. Sehingga adanya pembatalan dan penundaan penerbangan, serta adanya jabatan direktur kargo yang tidak dibutuhkan.

Pria Depresi Tewas di Bandara Turki Setelah Batal Pulang ke Inggris

Seorang pria tewas setelah jatuh dari ketinggian 50 kaki atau sekitar 15 meter di bandara Turki. Saksi yang melihat kejadian ini mengatakan bahwa korban melakukan dengan sengaja dan terlihat depresi sebelum melompat.

Baca juga: Pramugari Emirates Lompat dari Pesawat, Akhirnya Tewas Sehari Setelah Jalani Perawatan

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (30/5/2018), Andrew Westlake, pria yang tewas setelah loncat dari balkon terminal bandara Dalaman Turki. Diketahui, Westlake menunggu selama tiga hari untuk penerbangan pulang kembali ke Inggris setelah ketinggalan pesawat.

Pria berusia 30 tahun tersebut diketahui pergi ke Turki bersama dengan kekasih dan putri kecilnya yang berusia satu tahun. Sebelum loncat dari balkon terminal, Westlake saat itu diduga dikeluarkan dari pesawat Jet2 karena alasan keamanan setelah berdebat dengan awak kabin sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat.

Karena di anggap berbahaya, kapten pesawat memerintahkan kru untuk mengawalnya dari penerbangan. Kemudian dia melompat dari balkon terminal yang mengakibatkan tulang rusuknya patah.

Kemudian pada Selasa (29/5/2018) tak lama setelah Westlake melompat dari balkon, pihak medis langsung membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sayang, nyawanya tidak selamat setelah dua hari dirawat dirumah sakit. Seorang penumpang bernama Bobby Youngson mengatakan, dirinya sedang menuju keterminal kedatangan hendak mengambil tas dan mendengar seorang wanita berteriak ada yang melompat.

“Saya berlari ke arah balkon dan melihat dia sudah jatuh di antai bawah,” ujarnya.

Kemudian saksi lainnya mengatakan, saat Westlake terjatuh, petugas Thomas Cook Airlines menolongnya dan saksi tersebut mengatakan, “ketika kami berbicara dengan perwakilan maskapai yang pergi ke sana, dia mengatakan bahwa hanya ingin itu berakhir.”

Atas insiden ini, juru bicara kantor Luar Negeri Turki mengatakan, pihaknya mendukung keluarga Westlake untuk membawanya kembali ke Inggris dan berhubungan dengan otoritas lokal.

Baca juga: Jendela Bagian Dalam Pesawat Lepas, Tiga Penumpang Cidera dan Lainnya Panik

“Karena penyelidikan sedang berlangsung, tidak pantas bagi kami untuk berkomentar lebih jauh, namun kami ingin menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga dan teman-teman pelanggan pada saat yang sangat menyedihkan ini,” ujar juru bicara Jet2.

Insiden tewasnya Westlake ini, membuat keluarga dan tempat kerjanya ikut berduka. Pauline Butler, bibi dari Westlake mengatakan, ibunya yakni June sangat sedih dan hampir tak bisa bicara sama sekali. Sebab, bapak satu anak tersebut sangat mencintai keluarganya.

Sistem Tiket di Pelabuhan Ferry Merak-Bakauheni Resmi Berganti, Inilah Perbedaannya!

Tepat pukul 00.00 WIB, 1 Juni 2018, sistem pengelolaan tiket di Pelabuhan Ferry Merak – Pelabuhan Ferry Bakauheni telah berganti. Dini hari tadi sistem pengelolaan tiket di lintasan tersibuk di Tanah Air telah berganti dari pengelolaan yang selama ini dilaksanakan PT Mata Pensil Globalindo (MPG) ke sistem eksisting PT ASDP Indonesia Ferry.

Baca juga: Jelang Mudik 2018, Ada Perubahan Sistem Tiket di Pelabuhan Ferry Merak-Bakauheni

Seperti apakah sistem tiket baru yang telah ditetapkan di dua pelabuhan tersebut? Bagi warganet dan calon pengguna jasa ini menjadi tanda tanya tersendiri, mengingat tak lama lagi akan masuk musim Angkutan Lebaran 2018, dimana trafik dan lonjakan penumpang Jawa-Sumatera akan meningkat drastis.

Lonjakan trafik kendaraan dan penumpang menjadi momok tersendiri bagi penyedia jasa angkutan, adanya pengumpulan massa dalam jumlah besar di satu titik, sontak menyiratkan mimpi buruk adanya macet parah dan antrean panjang yang mengular hingga luar pelabuhan.

Dari pantuan tim KabarPenumpang.com di Pelabuhan Merak pasca pergantian sistem, saat itu trafik pengguna jasa baik kendaraan dan penumpang relatif ‘landai,’ tidak terlalu ramai, sehingga proses pergantian sistem dari PT MPG ke PT ASDP berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Untuk menjamin kelancaran transaksi, PT ASDP tetap memanfaatkan jasa operator/petugas loket (toll gate) yang selama ini sudah terbiasa menangani transaksi harian. Dengan begitu tak diperlukan training bagi petugas di sistem tiket baru.

Walau proses perpindahan sistem tiket lancar, kami memantau ada beberapa ‘kerawanan’ yang berpotensi terjadi pada penerapan sistem tiket baru di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Dari kelengkapan tools di loket/toll gate, tidak terlihat adanya perangkat scan ID, artinya petugas tiket menginput data penumpang dari KTP atau SIM secara manual ke PC/desktop. Yang diinput pun hanya nama, jumlah penumpang, usia dan alamat. Khusus pada toll gate yang diinput petugas tiket adalah nomer polisi, jumlah penumpang dan nama pengemudi.

Model input manual di atas sebenarnya cukup rawan dalam hal manifes, pasalnya belum tentu petugas tiket dapat menginput data identitas secara akurat, terlebih pada peak season dengan tekanan antrean panjang membuat petugas gamang. Pun petugas tiket harus meng-handle transaksi uang kembalian.

Sebagai perbandingan, pada sistem e-ticketing yang selama ini dijalankan PT MPG sudah mengadopsi scanner, alhasil informasi yang ada di kartu identitas penumpang terekam penuh dalam wujud image. Proses transaksi tiket juga lebih cepat dan minim error.

Pada sistem tiket baru, tidak ada sensor penentu golongan di toll gate, kini penentuan golongan kendaraan yang masuk ke pelabuhan dilakukan sepenuhnya oleh petugas, yang di masa lalu kerap dituding berpotensi munculnya kasus ‘penurunan golongan’ pada kendaraan niaga.

Kasus ‘tiket muter’ atau penjualan secara ilegal juga menjadi isu yang mencuat kembali, selain pengelola pelabuhan yang dibuat rugi, mitra swasta pemilik kapal juga mengalami kerugian besar akibat berkurangnya tiket yang tidak bisa di klaim.

Baca juga: Mudik Lebaran 2018, ASDP Siapkan 217 Kapal di Tujuh Lintasan

La Mane, Direktur Teknik dan Operasional PT ASDP Indonesia Ferry dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta (30/5/2018), menyebut sistem tiket yang diterapkan di Merak-Bakauheni saat ini adalah bersifat sementara, nantinya akan diterapkan sistem e-ticketing yang lebih maju. “Sistem e-ticketing yang kami kembangkan memang belum siap saat ini, terlebih untuk menghadapi musim Mudik Lebaran, intinya masih dalam persiapan,” ujar La Mane kepada KabarPenumpang.com.

Menyikapi perubahan sistem pengelolaan tiket, La Mane berjanji akan memberi sanksi berat jika ada oknum dari ASDP yang terbukti ‘nakal,’ ancaman pemecatan langsung akan diterapkan manajemen PT ASDP Indonesia Ferry bila di lapangan ditemui kasus pelanggaran prosedur.

Mudik Lebaran 2018, ASDP Siapkan 217 Kapal di Tujuh Lintasan

Dalam mendukung program Mudik Lebaran 2018, PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan 217 unit kapal yang akan melayani tujuh lintasan utama. Ketujuh lintasan tersebut adalah Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Panajam-Kariangau (Balikpapan), Bajoe-Kolaka, dan Tanjung Kelian-Tanjung Api-api.

Baca juga: Jelang Mudik 2018, Ada Perubahan Sistem Tiket di Pelabuhan Ferry Merak-Bakauheni

Dari tujuh lintasan tersebut, BUMN Transportasi ini dapat mengangkut 4.222.071 orang pemudik dan 1.014.955 unit kendaraan selama periode mudik pada H-1 hingga H+7 Lebaran.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan karakteristik layanan angkutan Lebaran tahun ini akan berbeda dibandingkan tahun lalu. Arus mudik dan balik diperkirakan jauh lebih lancar menyusul ketentuan cuti bersama yang relatif panjang sehingga periode waktu libur juga lebih lama. Dengan karakteristik cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dan libur kenaikan kelas anak sekolah yang bersamaan, diperkirakan puncak arus terjadi dua kali, yakni saat mudik terjadi pada Senin (11/6) dan Selasa (12/6) dan puncak arus balik pada Selasa (19/6) dan Rabu (20/6).

PT ASDP juga telah mempersiapkan layanan dan fasilitas pendukung mulai dari layanan pre journey, pengguna jasa dapat melakukan pembelian tiket berjadwal secara online maupun go-show, pembelian melalui buffer zone (rest area KM43 Tol Tangerang-Merak) yang dimulai sejak H-7. Kinerja port time (waktu loading kapal) dipersingkat dari 1 jam menjadi 45 menit, dan khusus di Pelabuhan Merak, dermaga VI akan dioperasionalkan untuk pemudik sepeda motor.

Baca juga: KMP Athaya, Arungi Selat Sunda dengan Sensasi Hotel Berbintang

Dalam hal durasi perjalanan, PT ASDP memaksimalkan kecepatan kapal agar dapat dipacu lebih dari 10 knot, waktu pelayaran maksimal 2 jam (lintasan merak-bakauheni), pengaturan jadwal kapal lebih tepat waktu, pengoperasian kapal ukuran besar saat peak hour, dan menyiapkan tempat istirahat di pelabuhan jika penumpang harus menunggu lebih lama sebelum melanjutkan perjalanan.

Tips Ini Bisa Bantu Hilangkan Udara Panas Dalam Kabin Mobil

Memarkirkan mobil di tempat terbuka saat siang hari dan matahari sedang terik-teriknya di musim panas atau kemarau beresiko membuat suhu dalam kabin meningkat dibandingkan di lokasi yang tertutup. Sebab dengan memarkirkan kendaraan diluar, sinar matahari akan langsung menyinari kendaraan secara langsung tanpa terhalang apapun.

Baca juga: Ketika Mobil Mogok di Atas Rel Kereta, Inilah Solusi Mengatasinya

Tak hanya itu, material yang ada di dalam mobil bisa menyimpan panas yakni seperti dashboard, jok, door trim dan lainnya. Sehingga saat seperti ini pendingin udara atau AC menjadi salah satu fitur penting.

Hal tersebut dikarenakan, AC bisa meredakan panas dalam kabin setelah terjemur sinar matahari. Walaupun memiliki fungsi untuk menyejukkan, tetapi pengguna mobil sering kali berlebihan menggunakannya.

Sehingga bisa berimbas efek buruknya pada sistem kinerja AC yang melebih berat sampai sisi efisiensi bahan bakar mobil menjadi lebih boros. Untuk mengurangi efek samping dari penggunaan AC yang diforsir saat udara panas, berikut ini KabarPenumpang.com sudah merangkum tipsnya.

Baiknya saat udara panas di dalam kabin meningkat, jangan langsung menyalakan AC. Ini karena AC akan dipaksa bekerja lebih keras dan lama untuk mendinginkan suhu dalam kabin.

Kemudian buka kaca mobil terlebih dahulu agar panas dalam kabin mobil berkurang dan terganti dengan udara yang lebih segar. Membuka kaca mobil juga tidak salah saat kendaraan sudah melaju beberapa meter supaya udara bisa lebih cepat berganti.

AC bisa dihidupkan saat udara tidak lagi terasa pengap. Namun, setelah AC dihidupkan, bukan berarti kaca mobil langsung ditutup, melainkan membuka sebesar lima sentimeter di kaca kursi belakang.

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan udara panas benar-benar sudah keluar dari dalam kabin. Setelah itu jendela bisa ditutup dan menikmati hembusan AC mobil.

Baca juga: Ingin Bantu Perangi Polusi Udara? Simak Tips Mudahnya di Sini!

Saat menyalakan AC pun, baiknya tidak dengan volume yang terlalu dingin. Selain boros freon, dengan volume yang biasa saja AC bisa membuat kabin tidak panas dan adem.

Selain AC, tips penting lainnya adalah memarkirkan mobil ditempat yang teduh dan bila harus memarkirkan mobil di luar, tutup kaca depan untuk meminimalisir panas yang masuk ke kabin. Kemudian, buka sedikit kaca mobil sekitar satu ruas jari. Ini berfungsi untuk sirkulasi udara sehingga hawa panas tidak terperangkap dalam mobil.

SPBU Muri, Rest Area dengan Berbagai Fasilitas Plus

Lebaran sebentar lagi, perjalanan menuju kampung halaman bukanlah waktu yang sebentar jika pulang ke Jawa Tengah ataupun Jawa Timur. Selain jalur pantai selatan, perjalanan juga bisa ditempuh melalui jalur pantai utara atau yang biasa disebut jaur pantura.

Baca juga: Tak Lagi Gunakan Format Bilik, PT KAI Siap Luncurkan Layanan Sleepers Train Lebaran 2018 Mendatang!

Jalur pantura sendiri merupakan salah satu jalur terpadat yang biasa dilalui pemudik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ya, meski begitu ternyata salah satu SPBU atau pom bensin di jalur pantura ini memiliki fasilitas istirahat yang bukan lagi hanya menunjang kenyamanan pemudik melainkan memberikan kemewahan tersendiri.

KabarPenumpang.com mendapatkan fakta dari berbagai laman sumber bahwa, pom bensin Muri yang terletak di Jalan Raya Dampyak km 3,5 di Tegal ini menjadi salah satu terfavorit untuk beristirahat. Kenapa? Mungkin Anda akan bertanya-tanya apalagi bagi warga yang bukan pengguna jalur pantura ini. Di pom bensin ini, ada toilet sebanyak 67 dan juga penginapan yang disediakan.

Fasilitas di SPBU Muri

Jumlah tersebut terbagi antara 15 kamar mandi atau toilet wanita, 12 kamar mandi pria dan 40 urinoir pria, sehingga bila ditotal menjadi 67 toilet. Hal ini membuat para pemudik dan pelancong yang singgah tidak perlu mengantri karena banyaknya toilet yang tersedia.

Uniknya pom bensin lain mungkin hanya menyediakan toilet dan tempat pijat gratis, tetapi di pom bensin Muri ini disediakan penginapan dengan ekstra bed, selimut dan sleeping bag. Pernah meraih rekor Muri atas dua penghargaan yakni SPBU dengan toilet terbanyak dan terbersih membuat SPBU di Tegal ini mencantumkan kata Muri di papan namanya.

Pom bensin ini juga menghadirkan penginapannya dengan menghadirkan fasilitas seperti cafe dan kolam renang. Bahkan taman bermain untuk anak-anak pun disediakan.

Meski begitu bagi pemudik yang hanya ingin mengisi bahan bakar dan istirahat sejenak, mini market, pijat refleksi dan musholah untuk beribadah juga disediakan. Ruang menyusui untuk ibu yang membawa bayi juga disediakan di SPBU Muri.

Baca juga: SPTI: Usai Lebaran 2018, Terminal Terpadu Siap Beroperasi di Pelabuhan Bakauheni

Tenang saja, bagi pemudik yang singgah dan bermalam di pom bensin ini tidak perlu khawatir karena CCTV aktif selama 24 jam. Dengan hadirnya beragam fasilitas di SPBU ini, maka parkiran yang ada pun luas untuk motor maupun mobil yang sedang singgah.

Bisa dikatakan pom bensin yang ada di Tegal ini bukan hanya sekedar pom bensin biasa tetapi rest area yang menyajikan banyak fasilitas bagi para pemudik dan pelancong yang beristirahat.

Ganja Legal, San Diego Adakan Tur Keliling Kebun

Beberapa negara kini sudah melegalkan ganja untuk dijual secara bebas. Di California, ganja bisa dibeli bagi mereka yang sudah berusia 21 tahun ke atas, sedangkan di San Diego tak hanya membuka jalur udara industri ganja tetapi juga bisnis melayani wisatawan.

Baca juga: Nyeleneh! The Potland Experience Bus Siap Bawa ‘Pelesir’ Anda Bersama Lintingan Ganja di Tangan

KabarPenumpang.com melansir dari laman sandiegoreader.com (7/5/2018), membuka tur dengan nama West Coast Cannabis Tours. Ini adalah usha bisnis yang dimiliki oleh Todd Green dimana membawa pelanggan menikmati perjalanan bukan hanya ke tempat pembuatan bir ataupun kebun anggur melainkan ke kebun yang berisikan ganja.

Perhentian pertama adalah klinik yang berisikan ganja kemudian kelas tempat cara meniup ganja di dengan alat kaca. Pelanggan penikmat tur ini sendiri dari para penikmat rokok hijau hingga para ahli lainnya yang memiliki pikiran sama.

Green mengatakan, dengan bisnis ganja yang dibuat ini adalah pasar baru untuk meningkatkan pendapatan. Di Pantai Barat ada dua bus dengan kapasistas 28 dan 40 penumpang untuk tur kebun ganja tersebut.

Tur ini sendiri mengabiskan biaya US$99 setara Rp1,3 juta untuk Buds dan Brews serta turis yang mengikuti tur ini berasal dari dalam dan luar negeri. Pengunjung juga termasuk dari daerah Orange dan Los Angeles. Tetapi sebelum pengunjung menikmati tur, mereka akan dipersilahkan menyalakan alat hisap kaca untuk menikmati ganja di dalam bus tersebut.

MJ Tur California mengatakan anggur dan tur ganja ini akan beroperasi dalam skala yang lebih kecil. Dimana limusin bus yang berisi 14 orang akan lebih bauk dengan getaran pesta yang relatif di Pantai Barat.

“Kami beroperasi di bawah undang-undang partai bus charter yang menyatakan selama pengemudi diblokir, tidak apa-apa,” ujar Kaylena Pinuelas.

Di California, operasi bus charter diatur oleh Komisi Utilitas Publik, yang mengeluarkan berhenti dan berhenti pada Green dan Pinuelas awal tahun ini, lalu dengan cepat mencabutnya. Itu karena pembaruan pada bagian 23220 kode kendaraan negara bagian, yang menyatakan pengemudi atau penumpang, “tidak boleh minum minuman beralkohol apa pun”, saat di jalan raya.

Baca juga: Ganja Legal di California, Tapi Tak Bisa Dibawa Melalui Bandara

Anggota parlemen negara menambahkan kata-kata “atau merokok atau menelan marijuana atau ganja,” untuk juga melarang merokok dan mengemudi. Namun, bagian selanjutnya, 23229, secara eksplisit mengecualikan bus charter pribadi dari keharusan untuk mematuhi bagian kode tertentu.

Dimana pengemudi secara jelas terpisah dari penumpang, termasuk ventilasi udara terpisah, hukum yang sama memungkinkan penumpang bus pesta untuk minum, sekarang memungkinkan mereka untuk menelan ganja, secara semestinya.