Di Jepang, Burung Gagak ini Juga Ikut Beli Tiket Kereta Lho!

Jepang selalu memiliki cerita unik yang berkaitan dengan salah satu moda transportasinya yang mendunia, yaitu kereta. Kali ini bukan berita tentang perkembangan teranyar dari jaringan kereta di Negeri Sakura atau inovasi terbaru yang berkaitan dengannya, melainkan berkaitan dengan penumpang dan hewan liar. Ya, baru-baru ini, jejaring sosial Twitter dihebohkan dengan seekor burung gagak yang mencoba untuk ‘mendampingi’ seorang penumpang yang hendak membeli tiket perjalanan.

Baca Juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman nextshark.com (9/5/2018), seorang pengguna Twitter dengan nama akun @kinoshi42155049 mengunggah sebuah video pendek yang menunjukkan seekor burung gagak yang hinggap di mesin pembelian tiket. Di awal video, tampak burung yang identik dengan warna hitamnya tersebut asyik mematuk-matuk layar sentuh pada mesin tersebut hingga si layar berpindah menu beberapa kali.

Tak lama setelah asyik dengan mainan barunya tersebut, ia bergeser ke mesin sebelahnya, dimana seorang wanita berbaju abu-abu hendak memasukkan kartu kreditnya ke dalam mesin tersebut. Tanpa diduga-duga, si burung gagak merebut kartu tersebut dan sontak si empunya kartu kaget. Uniknya, si burung tersebut tampak mengerti apa yang harus ia lakukan agar mendapatkan tiket perjalanan.

Setelah berhasil mengambil kartu kredit wanita berbaju abu-abu itu, ia kembali ke mesin yang semula ia hinggapi dan mencoba memasukkan kartunya ke dalam. Sayangnya, si burung gagak kurang terlatih untuk melakukan hal tersebut. Tidak menyerah, ia terus mengupayakan beragam cara agar kartu kredit yang ia curi bisa masuk ke dalam mesin pembelian tiket, namun sayangnya ia selalu gagal.

Si burung pun tiada henti memandangi sekelilingnya guna mendapatkan bagaimana cara untuk memasukkan kartu tersebut. Namun upayanya tersebut sia-sia dan si burung malah meletakkan kartu tersebut di antara satu mesin dan mesin lainnya. Menganggap hal ini bukanlah sebuah gangguan, orang yang mengantri di belakang si burung gagak pun tetap sabar menunggu hingga burung yang kerap kali disangkutpautkan dengan kematian ini selesai melakukan transaksi pembelian tiketnya.

Baca Juga: KFC Jepang Hadirkan Varian Ayam Tak Beraroma Tajam untuk Komuters

Alih-alih menggebah untuk mengusirnya, si penumpang yang mengantri di belakang burung gagak ini mencoba untuk meminta kembali kartu wanita yang sebelumnya ia rebut. Mungkin burung ini sudah lelah berusaha, akhirnya ia mau memberikan kartu kredit yang sebelumnya ia ambil tersebut. Tidak ada keterangan lebih lanjut yang menyebutkan lokasi persis dari kejadian ini, namun video yang diunggah pada tanggal 1 Mei 2018 kemarin ini sudah disaksikan lebih dari 2,8 juta pengguna Twitter di seluruh dunia.

Berdamai, Korea Selatan Siap Bersinergi ‘Terangkan’ Sektor Transportasi di Korea Utara

Masih ingatkah Anda dengan pertemuan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In dan Presiden Korea Utara, Kim Jong Un pada bulan April kemarin? Ya, peristiwa bersejarah tersebut menjadi tonggak penting hubungan bilateral antara kedua negara tersebut yang diketahui tidak akur sejak gencatan senjata terakhir pada 1953. Setelah menarik kesimpulan untuk berdamai dan melanjutkan proses denuklirisasi Semenanjung Korea, kedua negara sepakat untuk saling membangun satu sama lain.

Baca Juga: Mewah Bak Limousine, Berlapis Baja Laksana Tank, Inilah Kereta Diktator Korea Utara

Tidak terkecuali pembangunan bersama di sektor transportasi, Moon ingin melakukan perjalanan melalui eks negara komunis tertutup tersebut untuk mendaki Gunung Baekdu. Namun sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman citylab.com (4/5/2018), respon Kim menanggapi permintaan Moon tersebut sungguh di luar nalar.

“Jaringan transportasi kami (Kora Utara), jujur, tidaklah nyaman,” tukas Kim. Orang nomor satu di Korea Utara tersebut pun tidak canggung untuk memuji sistem kereta cepat di Korea Selatan. Jelas, pernyataan Kim tersebut bertentangan dengan propaganda rezim Korea Utara yang mahsyur dengan kealotannya. Secara tidak langsung, pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Kim ingin meningkatkan ‘derajat’ jaringan perkeretaapian di negaranya. Sebagai bentuk kerja sama, Moon pun mendukung penuh rencana Kim tersebut.

Moon sendiri memiliki rencana “Peta Ekonomi Baru Semenanjung Korea”, dimana modernisasi kereta yang lebih dari sekadar proyek infrastuktur termasuk di dalamnya. Ia menambahkan bahwa rencana tersebut dapat menghubungkan Korea Utara dengan dunia yang selama ini terisolasi.

Sebagai langkah awal, proyek kereta api yang digariskan dalam Deklarasi Panmunjom akan menghubungkan kereta api dari Seoul ke Pyongyang, melewati Kaeseong di Utara. Pada akhirnya, itu akan berakhir di Shinuiju, Korea Utara, yang menghubungkan di perbatasan dengan Dandong, Tiongkok. Namun rencana pembaruan jaringan kereta di antara dua negara tersebut versi Korea Selatan bisa dibilang jauh lebih ambisius.

Mereka mencanangkan jalur tambahan untuk kereta berkecepatan tinggi dari Seoul ke Shinuiju melalui Pyongyang, berbarengan dengan modernisasi enam rel kereta api lainnya yang melintasi Korea Utara. Saat ini, rel di Korea Utara sudah sangat tua sehingga kereta hanya bisa mencapai rata-rata 50 kilometer per jam, dan dikhawatirkan rel akan patah ketika melintas dengan beban berat.

Dengan adanya perkuatan tersebut, maka diperkirakan kereta mampu melaju hingga kecepatan 100 kilometer per jam dan mampu melintas kendati membawa beban yang berat sekalipun. Diperkirakan, keseluruhan proyek tersebut akan menelan dana sekitar US$35 miliar atau yang setara dengan Rp493 triliun.

Baca Juga: Lakukan Perjalanan ke Beijing, Beginilah Kelebihan dari Kereta yang Bawa Kim Jong-un

Dampak yang paling signifikan dengan pengaplikasian rencana pembaruan dan pengadaan jaringan kereta tersebut adalah memungkinkan Korea Utara untuk menjadi jembatan antara kawasan Asia Timur dan Eropa. Pasalnya, persimpangan Shinuiju-Dandong merupakan pusat perdagangan Korea Utara dengan Cina, dimana dengan penambahan jalur kereta berkecepatan tinggi akan sangat membantu untuk memfasilitasi lebih banyak jalur perdagangan, dimana Korea Selatan pun turut berpartisipasi di dalamnya.

Rolling Stock Rampung, Menteri Budi Prediksi KA Bandara Adi Soemarmo Mengular Pada Februari 2019

Tidak mau kalah dengan Bandara internasional Soekarno Hatta di Cengkareng, Bandara Adi Soemarmo yang berada di Solo pun akan menggunakan infrastruktur tambahan, yaitu kereta bandara. Nah, guna melancarkan pengadaan moda berbasis rel ini, otoritas terkait pun melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, seperti TNI Angkatan Udara dan masyarakat.

Baca Juga: Masterplan Pariwisata Terintegrasi Solo Raya di Inisiasi oleh PT Aggkasa Pura I

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa TNI AU akan menjadi tugas pemerintah pusat, sedangkan untuk masyarakat sendiri akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Budi melanjutkan bahwa pengadaan kereta bandara ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung konektivitas dan memenuhi kapasitas pengembangan infrastruktur.

“Bandara Adi Soemarmo pada tahun lalu naik 30 persen jumlah penumpangnya, tahun depan bisa naik 30 persen lagi, PT Angkasa Pura I sudah berencana membangun Bandara Adi Soemarmo menjadi bandara dengan kapasitas yang lebih besar, menjadi 3 juta penumpang persen tahun,” tutur Budi, dikutip dari laman liputan6.com (7/5/2018). “Saya tadi habis rapat mengenai KA Bandara Solo sekarang proses penyelesaian tanah. Untuk tender sudah selesai. Paling lambat Februari 2019 selesai,” imbuhnya.

Sementara itu, KabarPenumpang.com melansir dari sumber lain, PT INKA sendiri sebagai pihak penyedia rolling stock mengaku telah menyelesaikan pembuatan dua rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) yang dipesan oleh PT KAI guna ditempatkan di bandara berkode SOC tersebut. “Rencananya akan diresmikan (penggunannya oleh) Menteri Perhubungan di Solo pada Jumat (11/5/2018),” ujar General Manager Corporate Secretary PT INKA, I Ketut Astika, dikutip dari laman Kompas.com (8/5/2018).

I Ketut Astika sendiri menambahkan bahwa satu rangkaian kereta terdiri dari empat gerbong yang sudah diuji terlebih dahulu dan siap untuk digunakan. “Tinggal dikirim ke Solo untuk diresmikan,” tandasnya. Dengan rampungnya perakitan dua rangkaian kereta bandara Solo ini, maka perjanjian pengadaan rangkaian KRD dari PT KAI senilai Rp148 miliar (termasuk satu rangkaian untuk Bandara Internasional Minangkabau) sudah rampung.

Baca Juga: Ditargetkan Rampung di 2018, Presiden Jokowi Lakukan Ground Breaking Kereta Bandara di Solo

Untuk masalah pengiriman dari Madiun sendiri, PT INKA tinggal menunggu konfirmasi dari PT KAI. “Bila ada konfirmasi, kami langsung mengirimkannya ke Solo,” ujar I Ketut Astika. Ia membocorkan, setiap gerbong tersebut mampu menampung sekitar 100 penumpang dan dapat melaju hingga kecepatan maksimal 120km/jam.

Operator Taksi Jepang Buka Lowongan Jadi Pengemudi Asing, Tertarik?

Di Indonesia, mungkin masih ada saja sebagian orang yang memandang remeh profesi sebagai pengemudi taksi. Namun hal tersebut tidak berlaku di Negeri Sakura, Jepang. Pasalnya, operator taksi di sana, Hinomaru Kotsu Co. baru saja meningkatkan jumlah pengemudi asingnya. Diketahui perekrutan tersebut merupakan salah satu tanggapan atas meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman).

Baca Juga: Jepang Punya Taksi Khusus Ibu Hamil, Indonesia Punya Taksi Khusus Kaum Difabel!

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (7/5/2018), saat ini Hinomaru Kotsu Co. mempekerjakan 23 pengemudi yang berasal dari 11 negara yang berbeda, diantaranya adalah Brasil, Cina, dan Mesir. Diantara para pengemudi asing tersebut, terselip satu nama yaitu Mohamed Selim dari Mesir yang mengaku tertarik dengan segala tentang Jepang. Sampai-sampai, ia belajar bahasa Jepang setelah dirinya menonton kartun sepak bola terkenal asal Jepang, Captain Tsubasa.

Dengan begitu, ada tiga bahasa yang dikuasai oleh Selim, yaitu Arab, Inggris, dan Jepang. Sebelumnya, ia bekerja untuk sebuah hotel terkenal di Jepang bergaya ryokan yang terletak, di Prefektur Hiroshima, antara tahun 2015 dan 2016. Pada tahun 2016, ia memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya, sebelum pada tahun 2017, ia memutuskan untuk kembali ke Jepang dan bergabung dengan Hinomaru Kotsu Co.

Setelah kembali ke Mesir, Selim mulai bekerja untuk Hinomaru Kotsu pada bulan Juli 2017. Selim mengaku, sekitar 20 persen dari pelanggannya bukanlah berasal dari Jepang dan mengaku kemampuan Bahasa Inggris Selim sangat membantu mereka dalam berkomunikasi. Bahkan, kecintaan Selim terhadap Negeri Matahari Terbit tersebut dibuktikan dengan tekadnya yang ingin memperkenalkan atribut Jepang, termasuk budaya hingga norma kesopanan kepada para pelanggannya yang bukan berasal dari Jepang.

Baca Juga: Pertama Kali Mau Naik Taksi di Luar Negeri? Sebelumnya Baca Tips Ini

Berkat kegigihannya tersebut, Selim dianugerahi Guide Interpreter berlisensi pemerintah. Berharap dapat menyaring orang-orang seperti Selim, Hinomaru Kotsu Co. pun melakukan kampanye aktif melalui situs web berbahasa Inggris dan memposting lowongan pekerjaan secara online.

Iming-imingnya pun tidak tanggung-tanggung, selain mendapat lisensi pengemudi taksi, para pekerja asing ini pun akan mendapatkan sertifikat yang diperlukan untuk bekerja sebagai pemandu wisata. “Menggunakan tablet pun bisa dipilih oleh para pengemudi jika mengalami masalah komunikasi dengan konsumennya,” tutur seorang pejabat di Hinomaru Kotsu Co. yang ingin tetap anonim.

Hisap Vape dalam Lavatory, Penumpang Batik Air Digelandang Petugas Keamanan Bandara

Sesaat sebelum penerbangan dilakukan, sudah lazim flight attendant menjelaskan kepada para penumpang terkait beberapa peraturan dalam standar penerbangan, diantaranya adalah pemahaman untuk mematuhi aturan “tidak merokok” di dalam kabin atau di kamar kecil saat pesawat di udara dan berada di darat. Namun, ada yang berbeda dari penerbangan Batik Air ID 6950 rute Soekarno-Hatta tujuan Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Dibutuhkan Segera! Peraturan Baku Bagi Para Vapers

Dikutip dari siaran pers Batik Air (9/5/2018), seorang penumpang laki-laki berinisial FC yang duduk di nomor 2D diketahui melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan perjalanan dan melanggar aturan penerbangan sipil. FC merokok menggunakan rokok elektrik (vape) di kamar kecil (lavatory) bagian depan pesawat Airbus A320-200CEO registrasi PK-LUW.

Berdasarkan pendeteksi asap (smoke detector system), Kepala awak kabin (senior flight attendant/ SFA) bekerjasama dengan pilot untuk memutuskan tindakan secara tepat berdasarkan peraturan perusahaan dan penerbangan sipil. Pilot menyampaikan informasi kepada petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec).

Pesawat ID 6950 mendarat pukul 11.25 WITA di Lombok. Koordinasi yang baik antara awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling) dan avsec, sehingga proses penanganan FC berikut barang bukti berjalan secara tepat. Batik Air menyerahkan FC kepada avsec dan otoritas bandar udara (otband) untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Batik Air mempertegas bahwa seluruh operasional pesawat adalah bebas asap rokok termasuk rokok elektronik. Setiap penerbangan, awak kabin memberitahu penumpang bahwa merokok di pesawat adalah tindakan yang dilarang.

Ruas Ganjil Genap Bakal Diperluas di Jabodetabek, Taksi Online Bisa Dapat Pengecualian, Asalkan…

Setelah pemberlakuan Peraturan Menteri (PM) Perhubungan No 108 tahun 2017 dan beragam ketentuan dari regulator telah dipatuhi oleh pengelola layanan taksi online, tentu besar harapan bagi armada taksi online agar diperlakukan sama dengan taksi reguler (plat kuning), terkhusus dalam merespon aturan ganjil genap yang kini telah diberlakukan di beberapa ruas tol di Jabodetabek.

Baca juga: Atasi Pengemudi ‘Nakal,’ Grab Filipina Terapkan Kebijakan Baru

“Persamaan akses seperti halnya taksi reguler sangat kami harapkan, sehingga kami dapat mengoperasikan armada dengan lebih tenang dan penghasilan pun dapat dioptimalkan,” Irjen Pol. (Purn) Mudji Waluyo,Kepala Divisi Transportasi INKOPPOL dalam acara Sosialisasi Aturan Ganjil Genap untuk Angkutan Sewa Khusus (ASK) bersama Grab.

Saat ini, aturan ganjil genap bagi kendaraan roda empat sudah diberlakukan di Jakarta, tepatnya di Jl. Sudirman, Jl. Thamrin, Jl. Medan Merdeka Barat dan Jl. Gatot Subroto. Kemudian, aturan tersebut diperluas di beberapa ruas jalan tol di Jabodetabek, yaitu Tol Jakarta-Cikampek, Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Tol Jakarta-Tangerang. Angkutan umum dikecualikan dari aturan tersebut, termasuk ASK yang sudah memiliki perizinan lengkap dan menempelkan stiker ASK di kaca depan kendaraan.

Seiring dengan persiapan Asian Games 2018 yang akan dimulai pada 18 Agustus mendatang, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) justru berencana untuk memperluas zona pengaturan ganjil genap, alasannya tak lain untuk menekan angka kemacetan di Jakarta yang berpotensi besar mengganggu kelancaran akses peserta Asian Games 2018. “Rencananya ruas jalan ganjil genap akan diperluas hingga JL HR Rasuna Said (Kuningan) dan Jl. MT Haryono,” ujar Bambang Prihartono, Kepala BPTJ.

Dengan rencana perluasan ruas ganjil genap tersebut, gerak layanan taksi online pun bisa ikut terhambat. Namun Bambang telah mengantisipasi keinginan dari pengelola taksi online. “Tentu bisa saja taksi online nantinya bebas melaju di ruas ganjil genap, tapi ada syaratnya, yakni paling tidak penuhi dulu kuota dari regulator bahwa setengah dari 36 ribu armada sudah dilengkapi stiker dan telah melalui uji Kir yang ditentukan,” kata Bambang.

Baca juga: Diakuisisi Grab, CEO Uber – “Ini Taktik Untuk Tingkatkan Profit”

Grab sebagai salah satu pemain di industri ini menyebut saat ini 2.500 armada taksi online-nya sudah dilengkapi stiker dan 11 ribu kendaraan sudah lolos Kir. “Kami berkomitmen mendukung pemerintah dan aparat kepolisian dalam menerapkan mekanisme pengaturan lalu lintas untuk angkutan umum, termasuk aturan ganjil genap demi menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan,” ujar Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia.

Kereta Dilempari Orang Tidak Dikenal, Pendukung Chartlon Athletic Alami Luka-Luka

Berhati-hatilah Anda jika tengah bepergian menggunakan sarana transportasi umum, karena marabahaya bisa bersumber dari mana saja. Seperti yang terjadi di Inggris baru-baru ini, dimana sebuah kereta dilempari material keras oleh sekelompok pemuda tidak dikenal ketika kereta tengah melaju kencang-kencang. Alhasil, tindakan tercela tersebut menghancurkan kaca kereta dan sebagian penumpang yang berada di dalam perjalanan tersebut mengalami luka-luka.

Baca Juga: Insiden di Gerbong Restorasi, Air dari Toilet ‘dicampur’ ke Dalam Minuman

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman standard.co.uk (7/5/2018), dilaporkan kereta tersebut tengah melakukan perjalanan dari London menuju Rochdale pada Sabtu (5/5/2018) sore kemarin. Kereta nahas ini diketahui tengah mengangkut pendukung dari kesebelasan Charlton Athletic yang hendak mendukung tim kesayangannya dalam sebuah laga final.

Salah seorang penumpang yang bernama Jimmy Seed mengaku mendengar sebuah dentuman yang cukup keras ketika kereta tengah melewati daerah Manchester. Jimmy yang melihat kejadian tersebut menuturkan bahwa melihat sekelompok pemuda yang melempari kereta dengan benda berukuran cukup besar dan menghantam bingkai kaca kereta.

“Untungnya, benda yang dilemparkan ke arah kereta tersebut menghantam bingkai kaca kereta, jika tidak, mungkin akan ada yang meninggal akibat insiden ini,” tukas Jimmy. “Hanya ada dua gerbong (yang terkena lemparan), sepertinya sekumpulan pemuda tersebut mengarah si masinis,” tandasnya.

Seketika kaca kereta pun pecah dan melukai para penumpang yang berada di dekatnya. “Seorang gadis yang dudu di sebelah saya mengalami luka pada bagian muka, dan mungkin ada serpihan kaca yang masuk ke matanya. Rambut kami kala itu dipenuhi oleh pecahan kaca kereta, sementara itu ada penumpang lain yang mengalami luka ada bagian punggungnya,” kenang Jimmy.

Sang masinis mengatakan bahwa kereta tersebut sudah menjadi target sebelum-sebelumnya, dan para pemuda yang melempari kereta tersebut pernah kedapatan merekam aksi vandalisme tersebut dengan menggunakan kamera ponsel mereka. Hingga kini, pihak berwajib di sana masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku, berbekal infomrasi yang didapat dari seorang konduktor.

“Saya melihat segerombolan pemuda yang mengawasi ketika kereta bertolak menuju Manchester Victoria. Saya yakin mereka adalah pelaku pelemparan,” ucap sang konduktor. Kendati tidak memakan korban jiwa, namun beberapa penumpang mengalami luka akibat insiden ini.

Baca Juga: Tarif Angkutan Umum Mahal, Masyarakat Lakukan Kecurangan Saat di Angkutan Umum

Tidak hanya di Inggris, di Indonesia pun sempat ditemukan kasus yang hampir serupa, dimana Kereta Api Argo Parahyangan yang menghubungkan Jakarta – Bandung kerap kali dilempari batu oleh sekelompok orang tidak dikenal. Didasarkan pada pengalaman langsung, kejadian ini biasanya terjadi pada malam hari untuk menyamarkan identitas si pelaku. Kala itu, kejadian pelemparan batu yang terjadi di daerah sekitaran Cikampek ini melukai beberapa penumpang dan untungnya tidak menelan korban jiwa.

Knightscope K5, Robot Penghalau Taksi Gelap di Bandara LaGuardia

Bandara LaGuardia di New York memiliki petugas keamanan selain manusia yakni robot. Robot ini bernama Knightscope K5 R2-D2-esque dan ditempatkan di Terminal B bandara ini. Tugasnya adalah untuk berpatroli di sekitaran bandara dengan menghalau penipu dan pengemudi taksi gelap.

Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru

KabarPenumpang.com melansir dari laman nypost.com (3/5/2018), robot ini dilengkapi dengan empat kamera, mikrofon dan sensornya. Robot K5 dioperasikan oleh LaGuardian Gateway Partners dan mereka tidak mengatakan berapa harga sewa yang digunakan untuk menyewa robot berwarna biru putih ini.

Tetapi Knightscope mengatakan, pihaknya menyewakan robot seperti itu antara US$6500 dan US$8300 perbulannya. Sedangkan petugas keamanan manusia di bandara mengatakan, robot tersebut harusnya menghalau para penipu dan pengemudi ilegal yang mengganggu tempat parkir, tetapi tidak untuk yang satu ini karena di anggap mengganggu.

“Mereka hanya menertawakan, saat robot berkeliling dan mengantar penumpang ke mobil mereka. Itu buang-buang uang. Biaya untuk menyewa robot ini bisa digunakan untuk merenovasi tiga kamar mandi kami dan mendapatkan sink yang berfungsi,” ujar salah seorang petugas keamanan tingkat tinggi di bandara.

Seorang pengemudi ilegal, Mohammad mengatakan, dirinya tidak menyadari tugas robot itu sebenarnya dan dia berpikir itu adalah robot penjual. Tak hanya itu, beberapa penumpang perempuan mengatakan, mereka kesal saat robot tersebut berada di sekitar mereka.

“Robot itu datang tempat ke saya. Saya melihat apa yang aneh itu dia duduk 10 inci jauhnya dari lutut saya selama satu menit,” ujar Kris Cabagnot.

Namun, ketika orang yang mendekati K5, robot itu berkata ‘Anda berada di ruang pribadi saya’. Tetapi ternyata tak semua menyalahkan robot itu, melainkan beberapa mengatakan siap untuk di bantu.

“Itu menyenangkan. Saya suka bagaimana robot bergerak dan warnanya. Sangat menyenangkan untuk bermain bersama,” ujar seorang anak bernama Hakim McNair.

Baca juga: Bandara Munich Gandeng Lufthansa Hadirkan Robot Humanoid Untuk Bantu Penumpang

Operator bandara mengatakan, sebenarnya robot tersebut dihadirkan untuk menguji teknologi dalam upaya membuat Terminal B lebih canggih.

“Konsepnya dalam tahap pengujian sekarang, patroli tingkat kedatangan. Kemampuan termasuk pengawasan video, kemampuan untuk menyiarkan rekaman dan pesan langsung jika terjadi insiden dan kemampuan untuk memastikannya menghindari orang dan benda di jalurnya,” kata juru bicara LaGuardia Gateway Partners.

Banyuwangi Hadirkan Kapal Cepat ke Denpasar, Hanya 2 Jam Perjalanan!

Berada di ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi memiliki potensi wisata yang mulai berkembang, apalagi dengan adanya pelabuhan Ketapang yang menghubungkan pulau Jawa-Bali dengan kapal ferry. Tetapi ternyata tak hanya itu, sejak 30 Desember 2017 lalu Banyuwangi kemudian mengoperasikan kapal cepat yang menghubungkan Banyuwangi langsung ke Denpasar dan Lombok.

Baca juga: “Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

Dengan kapal cepat Marina Srikandi ini, waktu yang ditempuh hanya dua jam sedangkan bila menggunakan darat bisa sekitar lima hingga enam jam. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kapal cepat ini nantinya akan menjadi moda alternatif bagi wisatawan yang akan berkunjung baik dari Bali maupun Lombok atau untuk menikmati wisata di Banyuwangi.

“Dalam konteks pemasaran, kita tidak akan mungkin melepaskan diri dari Bali dan Lombok. Khususnya Bali, ini harus kita manfaatkan karena di sana pasar utama wisatawan mancanegara. Hampir lima juta turis asing datang ke sana tiap tahun dan itu sebagian harus kita tarik mampir ke Banyuwangi. Nah kapal cepat ini memudahkan pemasaran Banyuwangi ke para turis yang ada di Bali maupun Lombok,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Pada awal pembukaan perdana ini frekuensi perjalanan kapal satu kali sehari dari Banyuwangi-Bali atau sebaliknya, dimana kapal tersedia atau menginap di Banyuwangi sebelum berangkat ke Bali.

“Nantinya kita akan buka dua kali trip seiring dengan pertumbuhan pasar kedepan,” ujar Direktur Marina Srikandi, Mulyono Sugito.

Mulyono mengaku optimis, sebab kapal ini juga terkoneksi langsung dengan Lombok. Sehingga secara otomatis ini juga akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Banyuwangi.

Keberangkatan kapal cepat ini dari pantai Boom di Banyuwangi menuju Kedonganan di Bali. Tiket untuk sekali perjalanan Rp375 ribu, tetapi bagi penumpang yang membeli untuk pulang pergi bisa mendapatkan harga promo.

Keberangkatan kapal dari Pantai Boom pukul 09.00 WIB dan tiba di Kedonganan pukul 12.00 WITA. Sedangkan keberangkatan dari Bali pukul 13.00 WITA dan tiba di Banyuwangi pukul 14.00 WIB.

Tetapi, jadwal ini pun sewaktu-waktu masih bisa mengalami perubahan, sehingga calon penumpang bisa memastikan keberangkatan kapal tersebut dengan melihat situs resmi di www.marinasrikandi.com. Pemilihan jalur Kedonganan (Denpasar) – Pantai Boom (Banyuwangi) dipilih karena relatif lebih nyaman dan aman untuk aktivitas penyeberangan.

Baca juga: Pelayanan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Bakal Ditingkatkan dengan Automatic Ticketing System

Sebab gelombang tidak terlalu besar dan selama perjalanan penumpang bisa menyaksikan nelayan memancing dan lumba-lumba serta ikan pari melompat di lautan bebas. Biasanya jika pemandangan mamalia laut dan ikan pari ini terlihat, kapal akan berhenti sementara untuk memberikan kesempatan penumpang menyaksikan dan mengabadikan atraksi tersebut.

Pemandangan ini pun tidak akan didapatkan jika menggunakan kapal ferry dari Ketapang-Gilimanuk. Kapal cepat Marina Srikandi memiliki panjang 21,48 meter dan lebar 6,30 meter dengan kapasitas penumpang 145 orang.

Hampir Mirip Dengan di Ibukota, Inilah Ragam Perilaku Pengemudi di Negeri Paman Sam

Apakah Anda termasuk tipe orang yang lebih mengandalkan transportasi umum seperti bus atau kereta untuk bepergian? Atau mungkin Anda termasuk golongan yang lebih sering menggunakan kendaraan pribadi? Tidak bisa dipungkiri, kedua opsi tersebut sama-sama memiliki kekurangannya masing-masing. Berdesakan merupakan hal yang harus Anda terima jika berkendara menggunakan transportasi umum, sedangkan macet sudah menjadi hal lumrah ketika Anda menggunakan kendaraan pribadi.

Baca Juga: Terjebak Macet? Yuk Lakukan Hal Berikut Ini Biar Tidak Stress!

Berbicara soal mengendarai kendaraan pribadi, ternyata ada beragam perilaku pengemudi yang akan Anda temui di jalanan. Di Ibukota sendiri, masih saja banyak ditemukan pengemudi yang tidak sabaran ketika berkendara. Tak pelak, ‘sorak sorai’ klakson pun selalu menghiasi jalan-jalan di Jakarta. Namun tidak sedikit juga yang lebih memilih untuk bersabar dan pasrah akan kondisi jalanan yang nampak ‘memerah’ ketika peak hours.

Terbesit pertanyaan, apakah kondisi jalanan di luar negeri pun sama dengan di Indonesia? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman prnewswire.com (7/5/2018), ternyata kondisi jalanan di luar sana pun tidak jauh berbeda dengan yang ada di dalam negeri. Berikut kami sarikan beberapa perilaku pengemudi dari lima kota yang berbeda, berdasarkan survei Cars.com.

Atlanta
Bisa dibilang, para pengemudi di Atlanta termasuk yang paling bisa menahan emosi ketika di perjalanan dibandingkan dengan empat kota lain yang masuk ke dalam daftar survei. Namun, pengemudi di kotamadya ini bisa dibilang termasuk ke dalam kategori ‘pemberontak’, karena kerap kali berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan dan memainkan gadget mereka.

Los Angeles
Survei Cars.com mendapati pengemudi di Los Angeles benci ketika berkendara di kota berjuluk “City of Angels” ini. Bahkan, kemungkinan besar mereka akan merasa stress saat mengemudi. Tak pelak, kota ini termasuk ke dalam salah satu kota dengan peringkat terburuk dalam hal keramahan para pengemudinya.

Houston
Hampir sama dengan Atlanta, para pengemudi di sini bisa dibilang saling menghormati satu sama lain. Sayangnya, mereka terlalu asik dengan dunianya sendiri ketika berkendara. Mereka bisa berkendara sembari makan, minum, dan mudah sekali terdistraksi oleh notifikasi dari gadget mereka atau bahkan toko di pinggir jalan!

Baca Juga: ‘Macet Puluhan Tahun’, Mobil-Mobil di Chatillon Belgia ini Bertransformasi Jadi Spot Angker!

Chicago
Tidak jauh seperti Houston, para pengemudi di Chicago pun menikmati waktu berkendara mereka. Sampai-sampai, seseorang akan ‘diasingkan’ ketika melamun saat mengemudi. Berkendara dengan santai, sembari bernyanyi, dan menikmati perjalanan.

Washington DC
Anda akan menemukan beragam sumpah serapah serta rentetan bunyi klakson ketika berkendara di sini. Secara tidak langsung, amarah para pengemudi pun akan menular kepada Anda, berhati-hatilah!