Angkasa Pura I Dorong Sektor Pariwisata Solo Raya Untuk Pengembangan Berkelanjutan

Target pemerintah dalam kunjungan wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang adalah 20 juta orang. Dengan adanya target ini, PT Angkasa Pura I (AP I) bersama dengan pemerintah dan pemegang kepentingan industri pariwisata daerah melakukan Collaborative Destination Development (CDD) sejak 2015 lalu.

Baca juga: PT Angkasa Pura I Lakukan Topping Off Terminal Apung Bandara Ahmad Yani

Salah satu yang di ajak serius dalam mengembangkan industri pariwisata ini adalah kota Solo. Dimana Bandara Adi Soemarmo menjadi pintu masuk penerbangan internasional untuk daerah Solo dan sekitarnya.

“CDD bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata daerah di kawasan tengah dan timur Indonesia, sehingga sektor pariwisata dapat dijadikan sebagai motor pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Devy W. Suradji yang dikutip KabarPenumpang.om melalui siaran pers (28/2/2018).

Dia mengatakan pada tahun 2025 mendatang, ditargetkan 3,5 juta wisatawan datang ke Solo Raya dengan pembagian tiga juta orang wisatawan lokal dan 500 wisatawan mancanegara. Untuk mendukung ini, AP I menggelar rangkaian kegiatan CDD Solo Raya dengan berberapa fase.

Fase pertama pada November 2015 lalu yang menciptakan awareness terhadap pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan industri pariwisata Solo Raya. Fase kedua tahun 2017 lalu dengan adanya inisiasi pembuatan integrated travel dan tourism masterplan Solo Raya.

Untuk fase ketiga pada tahun 2018 ini, AP I bersama pemegang kepentingan industri akan fokus dalam pengembangan infrastruktur termasuk infrastruktur bandara, pengembangan SDM, destinasi dan aktivitas pemasaran wilayah. Devy menambahkan, dalam pengembangan infrastruktur penunjang pariwisata 2018, AP I melakukan beautifikasi terminal penumpang yang ditargetkan selesai pada akhir Februari 2018 ini.

Selain itu juga pembangunan Kereta Api Bandara yang ditargetkan selesai Juli 2018, perluasan apron 148,5 meter persegi dengan target selesai November 2018 dan perluasan terminal penumpang 13 ribu meter persegi pada awal 2019 mendatang. Tak hanya itu, upaya pemasaran juga dilakukan AP I untuk menarik perhatian wisatawan agar mau datang ke Solo Raya dengan mengadakan kegiatan Airport Running Series (ARS) tahun 2015 dan fashion show Hari Batik pada September 2016 lalu.

Sementara itu, untuk menarik maskapai agar mau membuka atau menambah rute ke Solo yaitu dengan mengikuti event Asia Routes 2017 di Okinawa Jepang dan pemberian insentif bagi maskapai yang membuka rute baru atau menambah jumlah penerbangan. Sebagai informasi, CDD 2017 menghasilkan beberapa rekomendasi seperti kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan promosi yang lebih gencar untuk memasarkan Solo Raya sehingga maskapai yang sudah membuka rute-rute penerbangan baru ke bandara Adi Soemarmo dapat bertahan, menciptakan inovasi berupa pengembangan spot baru atau main attraction di Solo Raya sehingga dapat menarik wisatawan, membuat convention center berskala internasional untuk menampung berbagai event besar, kolaborasi dalam penyediaan infrastruktur akses jalan yang memadai dari bandara ke daerah-daerah wisata di Solo Raya.

Hasil rekomendasi dari CDD 2017 lainnya yaitu meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam upaya pengembangan pariwisata daerah, pengelolaan pariwisata Solo Raya di bawah satu badan khusus agar tidak ada lagi ego sektoral, usulan agar Walikota Solo mengumpulkan seluruh stakeholder untuk membentuk rapat koordinasi “Collaborative Tourism Project” guna membahas upaya pembukaan penerbangan dari luar negeri ke Solo. Sebagai informasi, trafik penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo pada 2017 mencapai 2,7 juta penumpang, naik 27 persen dibanding trafik penumpang pada 2016 yang sebesar 2,1 juta orang.

Baca juga: Masterplan Pariwisata Terintegrasi Solo Raya di Inisiasi oleh PT Aggkasa Pura I

Tingkat pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan tertinggi dibanding bandara-bandara lainnya yang dikelola oleh Angkasa Pura I.

“Melihat pertumbuhan penumpang beberapa tahun terakhir dan potensi ke depan, diharapkan dengan kolaborasi yang baik antara operator bandara, maskapai penerbangan, agen wisata, dan terutama pemerintah daerah, diharapkan pengembangan industri pariwisata Solo Raya akan terakselerasi lebih cepat sehingga berdampak positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi Solo Raya,” kata Devy.

Enggan Tasnya Luput dari Pandangan, Wanita Ini Rela Masuk ke Dalam X-Ray Scanner!

Hadirnya mesin X-Ray sebagai salah satu perangkat pengamanan di pra-sarana transportasi ternyata bisa saja menjadi bahan pembicaraan warganet. Bukan melulu karena petugas keamanan menemukan barang-barang ‘unik’ di dalam tas penumpang, tapi malahan mereka  menemukan penumpang di dalam mesin pemindai khusus barang tersebut! Tentu saja, kejadian yang terjadi pada awal Februari 2018 kemarin ini sontak menjadi hangat diperbincangkan khalayak ramai dari seluruh penjuru dunia.

Baca Juga: Cina Adaptasi Sistem Pembayaran Tiket Kereta Bawah Via Smartphone Android

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (14/2/2018), seorang penumpang wanita yang tidak disebutkan namanya ini tiba di Stasiun Kereta Dongguan, Provinsi Guangdong, Cina Selatan pada Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Layaknya kebanyakan penumpang, pada awalnya wanita ini tidak menunjukkan gerak-gerik yang mencuri perhatian para petugas keamanan di stasiun tersebut. Hingga pada akhirnya ia tiba di mesin pemindai barang bawaan.

Setibanya di sana, petugas keamanan stasiun meminta wanita ini untuk menaruh tas yang ia bawa di mesin pemindai guna memeriksa isinya menggunakan teknologi X-Ray. Alih-alih menuruti peraturan yang berlaku, ia malah bersikukuh bahwa terlalu beresiko jika meninggalkan tasnya begitu saja di  mesin pemindai. Wanita yang enggan memasukkan tasnya ke dalam mesin pemindai ini sempat beradu argumen dengan petugas keamanan.

Lalu apa yang ia lakukan setelahnya? Ia tetap memegang tasnya erat dan naik ke scanner’s conveyor belt. Petugas keamanan stasiun yang melihat tingkah konyolnya ini sudah mencegah si wanita untuk tidak melakukan tindakan tersebut. Namun peringatan tersebut seolah tidak diindahkan oleh si wanita, dan ia tetap masuk ke dalam mesin pemindai berteknologi X-Ray yang dipenuhi oleh barang bawaan penumpang ini.

Dengan posisi menungging, wanita ini ‘menjelajahi’ mesin pemindai tersebut hanya karena ia tidak ingin tas bawaannya luput dari pengawasan. Alhasil, penampakan yang sedikit menyeramkan dari tubuh si wanita ini menghiasi layar petugas keamanan Stasiun Kereta Dongguan untuk beberapa saat. Bagi petugas keamanan di seluruh pra-sarana transportasi, kejadian unik seperti ini bukanlah hal aneh bagi mereka. Terlebih ketika peak season seperti Libur Nasional Tahun Baru Imlek yang jatuh beberapa minggu yang lalu.

Baca Juga: Tak Hanya di Imigrasi Bandara, Restoran Cepat Saji Mulai Adopsi Pemindai Wajah Untuk Pemesanan

“Anda akan melihat hal aneh setiap harinya,” ujar salah satu petugas keamanan yang menyaksikan kejadian ini. Sementara wanita ini bisa melewati perjalanan di mesin pemindai dengan selamat, petugas keamanan yang berada di sana memperingatkan kepada seluruh penumpang agar tidak mencontoh tindakan yang dilakukan oleh wanita ini.

Satu Tahun Jelang Peluncuran, Ini Dia Perkembangan Terbaru dari MRT Jakarta!

Waktu peluncuran layanan MRT Jakarta semakin dekat, maka tidak heran jika perusahaan yang digawangi William P Sabandar sebagai Direktur Utamanya ini tengah disibukkan dengan segala persiapan menuju hari H. Untuk urusan track, PT MRT Jakarta (MRTJ) bisa dibilang tinggal membubuhkan beberapa sentuhan akhir hingga menuju kata rampung.

Baca Juga: Siap Dikirim ke Indonesia, PT MRT Jakarta Lakukan Final Check Armada Kereta di Jepang

Sebagaimana pantauan KabarPenumpang.com di lapangan, William memaparkan secara langsung perkembangan yang telah dicapai oleh PT MRTJ dalam Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta. “Overall (perkembangan) sudah  mencapai 91,86 persen, dengan rincian underground section berada di angka 95,76 persen, dan elevated section berada di angka 87,99 persen,” ungkap William, Selasa (27/2/2018).

Walaupun dari segi kesiapan PT MRTJ sudah melebihi angka 90 persen, namun pionir jaringan Mass Rapid Transit di Indonesia ini mengaku masih kekurangan tenaga kerja yang kompeten. Melalui Direktur Operasional, Agung Wicaksono, PT MRTJ mengatakan akan membuka kembali lowongan kerja untuk sekitar 289 orang yang nantinya akan ditempatkan di jalur Lebak Bulus – Bunderan HI.

“Bulan Maret ini juga akan datang lagi tenaga tenaga muda. Ada sebagian yang menjadi staff stasiun kita. Ada sebagian dari staff posisi kita yang ada di depo yang akan mengendalikan keluar masuknya kereta. Kemudian ada tambahan juga masinis,” papar Agung.

Dari segi modanya sendiri, William dan beberapa dewan direksi sudah melakukan pengecekkan langsung ke pabrik rolling stock MRT yang ada di Jepang, Nippon Sharyo. Setelah merasa puas dengan moda yang nantinya  akan beroperasi dari Lebak Bulus – Bunderan HI ini, William mengatakan dua rangkaian pertama kereta MRTJ ini sudah berada dalam status siap kirim. “Semua masih on target. Kereta pertama kita akan datang di (Jakarta) akhir Maret tahun ini,” ujar pria yang akrab disapa Willy ini.

“Untuk train set 1-2 sudah completed. Kemudian untuk pengangkutan dari pelabuhan Toyohasi mulai 23 Februari hingga 3 Maret 2018, sedangkan untuk kapal pengangkut train set 1-2 berangkat menuju pelabuhan Tanjung Priok pada tanggal 7 Maret dan dijadwalkan tiba pada akhir Maret 2018,” lanjutnya. Untuk mempersiapkan kedatangan kereta, PT MRTJ telah melakukan serangkaian simulasi guna melancarkan pengiriman pada hari H. Pada simulasi tersebut, PT MRTJ kembali menemukan masalah dimana salah satu pintu tol yang berada di daerah Jakarta Barat tidak cukup tinggi agar truk pengangkut kereta bisa lewat.

Sesampainya  di Jakarta, kereta tersebut akan diangkut menggunakan truk pada malam hari sehingga tidak mengganggu lalu lintas yang akan dilewatinya. Nantinya, dua dari total 16 rangkaian kereta yang dipersan  oleh PT MRTJ ini masih harus melewati sergangkaian proses, seperti uji coba ulang yang dilakukan oleh sejumlah otoritas terkait dan akan diberi identitas oleh Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. “Setiap kereta akan diberikan identitas oleh Ditjen Kereta Api untuk memberikan penomoran. Dan, kita sudah bersurat ke mereka,” paparnya.

Baca Juga: Upayakan SDM dan Manajemen Kelas Dunia, PT MRT Jakarta Rangkul MTR Academy Hong Kong

Sementara untuk 14 armada sisanya, William memaparkan bahwa semuanya akan berjalan secara bertahap. “Untuk rangkaian ketiga hingga ke-10, statusnya masih assembling, rangkaian ke-11 dan ke-12 statusnya masih preparing parts, sedangkan untuk rangkaian ke-13 sampai ke-16 masih belum digarap. Semuanya dilakukan secara bertahap.” Tutupnya.

Stasiun Kotawinangun, Cagar Budaya yang Masih Setia Melayani Penumpang

Stasiun tua dengan nilai sejarah tinggi memang selayaknya menjadi cagar budaya, dan dari sekian banyak yang sudah tak aktif lagi, toh yang masih lebih banyak stasiun tua yang kini masih aktif melayani penumpang. Daintaranya adalah Stasiun Kotawinangun, stasiun kecil yang berada di Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Bolak Balik di Tutup, Stasiun Purworejo Kini Jadi Cagar Budaya

Stasiun Kotawinangun adalah stasiun kelas II atau biasa disebut dengan stasiun kecil. Berada di ketinggian +13 meter, stasiun Kutowinangun berada di desa Kuwarisan, kecamatan Kutowinangun, kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Letaknya cukup strategis yakni sekitar 450 meter dari Jalan Raya Kutowinangun. Tak jauh dari stasiun ini, ada kantor Camat dan makam Bupati Kebumen dan merupakan stasiun yang masuk dalam Daerah Operasional V Purwokerto.

Stasiun Kutowinangun sendiri memiliki bentuk bangunan memanjang dengan cat khas warna PT Kereta Api Indonesia. Pintu masuk kedalamnya berada dibagian tengah dan jika dilihat dari luar bangunan, tepat di atas pintu masuk ada tonjolan di bagian atasnya.

Ruang tunggu penumpang dulunya berada dibagian timur stasiun ini, dan kemudian dipindah dekat loket tiket kereta api saat masih aktif. Sedangkan ruang tunggu lama kini digunakan untuk ruang kerja Distrik Jalan Rel dan ruang dinas petugas stasiun Kutowinangun.

Di jalur kereta stasiun Kutowinangun ini memiliki perlintasan sebidang yang berbatasan dengan jalanan. Palang perlitasan pun dinaik turunkan secara manual langsung oleh petugas dari ruang PPKA.

Meski hanya stasiun kecil, stasiun Kutowinangun yang masih aktif ini melayani persilangan dan persusulan kereta api. Stasiun ini memiliki tiga jalur rel kereta api dengan panjang emplasemen 432 meter yang merupakan jalur utama dan mampu menampung 23 rangkaian kereta.

Baca juga: Stasiun Cirebon, Bernilai Strategis dan Menyandang Bangunan Cagar Budaya

Sedangkan jalur 2 dan 3 digunkan sebagai jalur persilangan dan mampu menapung 17 rangkaian kereta. Di stasiun ini sempat ada insiden dimana padda 23 September 2007 lalu kereta api Pasundan anjlok 500 meter di timur stasiun Kutowinangun. Untungnya tidak ada korban dalam kejadian ini, namun ratusan penumpang terlantar dan baru bisa melanjutkan perjalanan mereka setelah empat jam.

Lanjutkan Asa N250 yang Tenggelam, Ini Dia R80 Besutan B.J. Habibie

Siapa yang tidak kenal B.J. Habibie? Mantan Presiden Indonesia ke-3 ini memang terkenal akan kepintarannya, terutama di dunia industri dirgantara. Mimpi pria pemilik nama asli Bacharuddin Jusuf Habibie di dunia penerbangan seakan tidak pernah ada habisnya.

Baca Juga: Singapore AirShow 2018: Airbus Perkenalkan A350-1000 Untuk Pasar Trans-Pasifik

Seolah tidak puas dengan hanya mendirikan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) – yang kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia – suksesor Presiden Soeharto ini membangun perusahaan keduanya yang masih terkait  dengan dunia aviasi yang diberi nama PT Regio Aviasi Industri.

Melalui perusahaan keduanya tersebut, Habibie memprakarsai sebuah proyek pembangunan pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop bernama R80. Sesungguhnya, R80 merupakan kembangan dari N250 yang pernah diciptakan Habibie pada era 90-an.

Kala itu, pesawat yang melakukan penerbangan perdananya pada Agustus 1995 ini sempat dielu-elukan dan menyandang gelar sebagai pesawat kebanggaan Indonesia.

Namun sayang, lansiran KabarPenumpang.com dari laman detik.com menyebutkan bahwa proyek N250 yang belum masih menjalani proses sertifikasi dari Kementerian Perhubungan terpaksa ‘dimatikan’ pada tahun 1998. Kala itu, Presiden Soeharto atas rekomendasi lembaga kreditor International Monetary Fund/IMF meminta proyek N250 dihentikan.

Walaupun asa untuk mengudara dari pesawat yang mampu mengangkut 50 penumpang ini pernah kandas, namun semangat Habibie untuk membangkitkan kembali industri dirgantara di Indonesia tidaklah padam sampai di situ. Berkolaborasi dengan anaknya, Ilham Akbar, mereka berdua lalu melanjutkan misi untuk mengembangkan R80.

Dilansir dari TheJakartaPost.com (8/1/2018), sejumlah perusahaan seperti ceknricek.com mendukung penuh langkah Habibie ini. Adapun langkah yang ditempuh oleh anak perusahaan Bintang Group ini adalah dengan cara mengumulkan dana melalui metode crowdfunding. Tidak hanya ceknricek.com, platform digital lain, kitabisa.com pun sebelumnya telah menerapkan dukungannya dengan metode serupa.

Untuk membangun prototipe R80 yang memiliki kapasitas 80 hingga 92 kursi ini, PT Regio Aviasi Industri membutuhkan dana sekitar US$1,5 miliar atau yang setara dengan Rp20,5 triliun. Dengan dukungan dari sejumlah pihak tersebut, diharapkan pesawat ini bisa mulai dipasarkan pada tahun 2024 mendatang.

Baca Juga: Kebanjiran Pesanan, Boeing 737 MAX Toreh Sejarah Penjualan Pesawat Tercepat di Dunia

Adapun panjang dari pesawat yang prototipenya diluncurkan pada tahun 2017 kemarin ini mencapai angka 32,42m. Dengan bentang sayap 28,82m, pesawat ini mampu menempuh kecepatan maksimum hingga 330 knots atau sekitar 611 km per jam. Pesawat yang digadang mampu menyaingi kedigdayaan dari Airbus dan Boeing ini mampu mengarungi jarak tempuh hingga 800 nautical miles, dengan ketinggian jelajah 17.500 kaki.

R80 dilengkapi dengan teknologi fly by wire, yaitu sebuah sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Selain itu, pesawat ini juga dilengkapi teknologi yang mampu meminimalisir suara kebisingan yang dihasilkan oleh baling-baling pada sisi kanan dan kiri sayap pesawat.

Mulai 12 Maret 2018, Aturan Ganjil Genap Berlaku di Akses Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur

Kilas balik ke November 2017, DPP Organda (Organisasi Angkutan Darat) memberikan saran kepada BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) untuk memberlakukan aturan ganjil genap bagi kendaraan pribadi di Tol Cikampek. Dan tak lama berselang, BPTJ di bawah Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa mulai 12 Maret 2018, sebagian dari akses Tol Cikampek, yakni di lintas Tol Bekasi Barat dan Timur akan dibelakukan peraturan ganjil genap.

Baca juga: Tol Cikampek Kian Padat, Organda Ajukan Pemberlakukan Aturan Ganjil Genap Bagi Kendaraan Pribadi

Lewat siaran pers, BPTJ mengimplementasikan kebijakan tersebut semata-mata untuk menekan kemacetan yang semakin parah di ruas Tol Jakarta – Cikampek. Persisnya kebijakan tersebut dengan menerapkan aturan ganjil genap untuk kendaraan pribadi di pintul Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur, perlu dicatat ini berlaku untuk ruas tol yang ke arah Jakarta saja.

Kebijakan yang akan mulai berlaku 12 Maret mendatang ini punya syarat dan ketentuan, yaitu berlalu setiap hari Senin – Jumat, mulai pukul 06.00 – 09.00 WIB, kecuali hari libur.

Dengan ketentuan tersebut, nantinya kendaraan pribadi berplat ganjil hanya bisa masuk akses pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta. Demikian pula sebaliknya, kendaraan dengan plat nomer genap hanya bisa masuk tol yang sama pada tanggal genap. “Perlu dipahami bahwa kebijakan ganjil genap ini diberlakukan di akses pintu tol, bukan di dalam jalan tol,” ujar Bambang Prihartono, Kepala BPTJ.

Bambang menambahkan, bagi masyarakat yang terimbas kebijakan tersebut diberikan alternatif untuk masuk pintu tol yang lain, selain Bekasi Barat dan Bekasi Timur. BPTJ menyarankan agar warga juga dapat memanfaatkan bus Transjabodetabek Premium yang tersedia di Mega City Bekasi Barat dan Grand Dhika Bekasi Timur. Khusus yang beralih menggunakan bus Transjabodetabek disediakan parkir (park and ride) dengan tarif flat Rp10 ribu per hari.

Baca juga: Empat Proyek Pembangunan Perkeruh Kemacetan di Tol Cikampek

Akibat tingkat kepadatan trafik yang begitu tinggi, ruas jalan tol Cikampek tak jarang mengalami kondisi macet yang begitu parah, terlebih kini sedang ada pembangunan lintas jalur LRT (Light Rapid Transit) disisi jalan tol tersebut.

Semakin Dekat Realisasi, Virgin Hyperloop One Mulai Pamerkan Pod Futuristiknya

Setelah sukses dengan uji coba skala penuh perdana yang diadakan di Gurun Nevada pada bulan Maret 2017 silam, perusahaan transportasi futuristik yang bermarkas di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Virgin Hyperloop One diketahui baru saja merilis prototipe pod yang nantinya akan digunakan dalam pengoperasian hariannya.

Baca Juga: Uji Coba Perdana, Hyperloop One Sukses Meluncur 112 Km Per Jam

Sebelumnya, perusahaan yang baru saja menjalin kerja sama strategis dengan Virgin Group ini mempresentasikan visinya untuk rute yang menghubungkan kota-kota di Timur Tengah, termasuk pembocoran estimasi waktu tempuh antara Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab yang hanya memakan waktu perjalanan 12 menit saja.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (27/2/2018), dirilisnya model prototipe ini diharapkan dapat memberi sedikit gambaran kepada masyarakat mengenai moda transportasi masa depan yang ide awalnya berasal dari entrepreneur kelas kakap, Elon Musk. Dalam pagelaran UAE Innovation Week yang dihelat beberapa waktu yang lalu, Virgin Hyperloop One memboyong serta prototipe moda futuristik ini.

Dapat dilihat deretan kursi searah laju kendaraan sudah terpasang rapi di dalamnya, lengkap dengan sabuk pengaman di setiap kursinya. Berbeda dengan kursi pesawat atau moda transportasi lainnya, kursi yang digunakan oleh Virgin Hyperloop One terlihat seperti kursi di dokter gigi, yang mungkin ini ditujukan untuk mengurangi hentakan terhadap penumpang ketika Hyperloop melaju kencang.

Sumber: newatlas.com

Untuk rute Dubai – Abu Dhabi sendiri, pihak Virgin Hyperloop One pertama kali menandatangani kerja sama dengan beberapa pihak terkait pada November 2016. Setahun berselang setelah penandatanganan kontrak kerja tersebut, Virgin Hyperloop One memaparkan sebuah gambaran jaringan yang lebih luas, dimana jaringan tersebut menghubungkan kota-kota di hampir seluruh wilayah Timur Tengah, termasuk Kuwait City di Kuwait, Jeddah di Arab Saudi dan Muscat di Oman.

“Membangun jaringan Hyperloop yang membentang dari Jeddah ke Riyadh, ke Abu Dhabi, dan ke Dubai merupakan sebuah kesempatan yang menakjubkan. Hal ini berpotensi mengubah skema pengiriman barang, mobilitas warga, dan kami melihat di depannya akan ada banyak perubahan drastis pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut di kawasan ini,” ungkap CEO Virgin Hyperloop One, Rob Lloyd.

Rob menambahkan bahwa jarak 86 mil atau yang setara dengan 139 km yang membentang antara Dubai dan Abu Dhabi normalnya ditempuh dalam waktu satu setengah jam menggunakan mobil. Jika proyek Virgin Hyperloop One ini sudah terrealisasi nanti, maka waktu tempuh antar dua kota tersebut dapat dipangkas menjadi 12 menit saja. Tentu selisih waktu di antara dua metoda perjalanan di atas dapat dimanfaatkan oleh para penumpang untuk aktifitas produktif lainnya.

Baca Juga: Hyperloop One Ganti Nama Setelah Virgin Group Tanam Saham

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, dalam masa uji coba perdananya kemarin, kereta luncur itu “melayang” di atas jalur selama 5,3 detik dengan menggunakan levitasi magnetik, mencapai hampir 2G percepatan perjalanan menuju kecepatan target 70 mph (112 km per jam). Tim telah mengurangi tekanan di dalam tabung reaksi menjadi sekitar lima pascal, yang menjadikannya ruang vakum terbesar keempat di dunia dan yang terbesar di tangan swasta.

Kedepannya, Virgin Hyperloop One akan menguji coba modanya tersebut hingga pod menyentuh kecepatan 250 mph atau setara dengan 400 km per jam.

Mesin Self Service di Bandara Ternyata Jadi ‘Sarang’ Kuman dan Bakteri

Anda masih ingat dengan penelitian di Inggris yang mengungkapkan bahwa di smartphone atau tablet terdapat lebih banyak kuman dan bakteri dibandingkan pada toilet duduk. Penelitian tersebut meneliti kurang lebih 90 perangkat dan menemukan bahwa pada perangkat-perangkat tersebut terdapat jumlah bakteri yang sangat banyak, termasuk bakteri E. Coli, yang bisa menyebabkan penyakit.

Baca juga: Bilik Toilet di Bandara Narita Dilengkapi Kertas Tisu Untuk Smartphone

Dan, sudah barang tentu bagian terbesar yang terpapar bakteri di smartphone dan tablet ada di bagian layar (screen). Ini wajar mengingat layar adalah bagian yang paling aktif di sentuh untuk melakukan navigasi menu. Dan ada kabar lain yang dirilis dari situs thesun.co.uk (8/2/2018), yang menyebut bahwa mesin self service, seperti self check in counter dan self baggage drop di bandara ternyata juga menjadi ‘sarang’ berdiamnya banyak kuman.

Ya dibandingkan smartphone, sudah barang tentu layar sentuh pada mesin self service punya ukuran yang lebih besar. Parahnya mesin self service ini memiliki sekitar seribu bakteri lebih banyak dari pada tempat duduk umum di bandara.

Hal ini didapat dari studi yang dilakukan oleh Insurance Quotes dimana melakukan tes untuk mengukur jumlah unit pembentuk koloni atau colony forming units (CFU) atau bakteri per inci persegi di beberapa daerah yang sering digunakan. Dari hasil studi, ditemukan 256.875 CFU di satu buah layar check in mandiri.

(The Sun)

Hitungannya kini satu juta CFU per inci persegi, sehingga baiknya Anda membawa ekstra pencuci tangan untuk membersihkan dari kuman dan bakteri yang menempel. Tak hanya itu, tangan yang bertumpu pada kursi di bandara juga sangat kotor.

Di kursi diketahui 21.360 CFU dan tombol air keran rata-rata memiliki 19.181 CFU yang tersebar di sekitarnya. Sedangkan perbandingan perangkat yang ada di toilet hanya ada 172 CFY per inci perseginya dan hasil ini tidak buruk sama sekali.

Tak hanya ittu, flush toilet pesawat dan meja lipat di pesawat juga terdapat bakteri. Namun lebih sedikit dibandingkan dengan yang lainnya. Hal ini bisa membuat satu dari lima penumpang terjangkit flu setelah penerbangan.

Para ahli mikrobiologi yang telah meneliti pesawat terbang menemukan kuman ini bisa hidup dan dapat bertahan berjam-jam atau berhari-hari setelah penumpang membawa mereka masuk dalam kabin. Biasanya virus bakteri yang bisa tinggal lebih dari seminggu dalam kabin yakni MRSA dan E coli.

Tak hanya itu, kuman dan bakteri penyebab influenza serta penyebab penyakit kulit hingga gangguan perut juga mampu bertahan lama. Dari beberapa penelitian lain, kelembaban udara kabin yang rendah juga bisa membuat kuman menempel pada tubuh penumpang.

Hal ini terlihat dari kelembaban udara yang mengganggu sistem pembersihan Mucociliary. Sistem ini terdiri dari lapisan tipis lendir dan rambut halus di hidung yang bisanya menjebak virus serta bakteri agar masuk ke tenggorokan melalui hidung dan dihancurkan oleh cairan asam di perut.

Jika sistem ini berfungsi tidak baik, maka bakteri dan virus akan lebih mudah masuk ke paru-paru. Apalagi di dalam pesawat penumpang yang ada dari berbagai negara atau kota dan membawa kuman yang berbeda-beda.

Baca juga: Meski Terlihat Bersih, Kursi dan Meja Lipat di Kabin Pesawat Dipenuhi Bakteri

Sebenarnya untuk terhindar dari penyakit seperti influeza dan berbagai penyakit lain yakni tidak menyentuh mata, mulut dan hidung dengan tangan. Memang sulit, tetapi cara ini lebih baik.

Sehingga jika ingin menyentuh baiknya bersihkan tangan dengan mencuci menggunakan sabun dan air. Tak hanya itu Anda juga bisa menggunakan hand sanitaiser yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol. bersihkan tangan sebelum dan sesegera setelah penerbangan.

Anda Ingin Diberi Rating 5 oleh Pengemudi Uber? Ikuti Tips Ini!

Memberi rating atau nilai pada pengemudi online sudah sering dilakukan para pelanggan yang menggunakannya. Namun, apa jadinya jika Anda seorang pelanggan juga dinilai atau diberi rating oleh para pengemudi tersebut? Uber salah satu aplikasi taksi maupun ojek online ini sudah menambahkan layanan untuk memberikan nilai pada penumpang. Hal ini dilakukan agar pengemudi dan penumpang bisa sama-sama merasakan mendapat nilai alias tak hanya sebelah pihak saja.

Baca juga: Lewat Aplikasi, Uber Wajibkan Pengemudi Untuk Istirahat Setelah 12 Jam Beroperasi

KabarPenumpang.com merangkum dari laman businessinsider.sg, pemberian rating bagi penumpang ini sendiri sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Sebagai pelanggan, pastinya Anda juga mau mendapat nilai yang bagus dari pengemudi. Nilai ini akan diberikan bagi pelanggan baik itu yang baru pertama kali, atau yang sudah lama, bahkan yang hanya menggunakan aplikasi Uber satu kali saja. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa membuat Anda tetap berada di dekat nilai sempurna 5.0.

1. Jangan memaksa pengemudi
Jika Anda memiliki jalur yang lebih cepat dari GPS, bisa memberitahukan pada pengemudi dan jangan terlalu memaksa. Jangan juga pernah meminta turun di tempat yang tidak diperbolehkan atau menggunakan jalur yang bukan semestinya.

2. Bersiap sebelum pengemudi datang
Jangan buat pengemudi menunggu lama, jika memang pengemudi harus menunggu Anda jangan lebih dari lima menit. Ini akan membuat rating yang diberikan pengemudi turun untuk Anda.

3. Jangan mengotori mobil dan muntah
Saat berada di dalam mobil, jangan buang sampah Anda di jok atau sela-sela pintu. Karena akan membuat kotor mobil. Jika tidak di sediakan tempat sampah baiknya simpan sampah Anda dan buang ke tempat sampah setelah turun dari mobil. Di luar negeri, jika Anda muntah di dalam mobil Uber, penumpang akan dikenakan biaya pembersihan dan bisa saja hanya mendapat bintang satu dari pengemudi.

4. Hal kecil
Baiknya tidak membawa makanan yang berbau menyengat ke dalam mobil, tidak membanting pintu dan berisik atau gaduh dalam mobil. Hal ini bisa membuat pengemudi akan mengurangi pemberian bintang kepada Anda.

5. Beri bintang 5 untuk mendapatkannya
Cara mudah untuk mendapat bintang lima adalah Anda juga memberikan bintang lima pada pengemudi. Hal ini cukup terbukti karena biasanya pengemudi seperti timbal balik memberikan penilaian yang baik.

6. Tip untuk pengemudi
Tidak ada kewajiban untuk memberikan  tips, tetapi memberikan sedikit tips dengan sopan, akan membuat pengemudi merasa dihargai.

Baca juga: Uber Tak Lagi Ilegal di Uni Eropa, Indonesia Kapan Bisa Terapkan Aturan Serupa?

7. Periksa lokasi penjamputan
Biasanya maps atau tujuan penjemputan ini tidak akurat, sehingga penumpang harus memasukkan alamat dengan benar atau menghubungi pengemudi untuk menjelaskan titik akurat lokasi Anda.

8. Bersikap sopan
Sebagai seorang penumpang, perlakuan sopan akan membuat pengemudi senang. Memberi rating bagi pengemudi, tidak sembrono di dalam mobil atau tidak membuat keributan. Sikap seperti ini sangat disukai pengemudi. Biasanya pengemudi akan memberi bintang lima jika Anda bersikap sopan selama perjalanan ke tujuan.

Terdampak Cuaca Buruk Pasca Liburan Imlek, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ferry Mencapai 10 Km

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang terjadi ketika libur Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Jumat (16/2/2018) kemarin, Bandara Internasional Macau sampai-sampai membangun sebuah terminal baru yang mampu untuk menampung lebih banyak penumpang yang hendak berkunjung atau keluar dari Cina. Namun sepertinya negara berjuluk Negeri Tirai Bambu ini kecolongan di sektor transportasi lain, yaitu moda darat.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Imlek, Bandara Macau Operasikan Terminal Ekstensi Baru

Layaknya musim Mudik Lebaran di Indonesia, tumpukkan puluhan ribu kendaraan tampak di Pelabuhan Cina Selatan. Penumpukkan ini terjadi lantaran turunnya kabut yang memaksa operator pelabuhan untuk membatalkan semua perjalanan menggunakan ferry pada akhir Tahun Baru Imlek.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (22/2/2018), sekitar 10.000 mobil dan 50.000 wisatawan terjebak dan terpaksa menunggu kapal ferry yang bakal mengangkut mereka keluar dari pulau tropis yang populer, Hainan. Adapun panjang antrean tersebut mencapai 10 km.

Pulau Hainan sejatinya memang terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Cina. Libur Nasional selama tujuh hari yang diberlakukan oleh Pemerintah Cina untuk merayakan Tahun Baru Imlek ternyata tidak melulu membawa dampak positif kepada para warganya maupun para pelancong. Penumpukkan kendaraan yang  terjadi di tiga penyeberangan utama di Pulau Hainan menjadi salah satu contoh nyata dari dampak libur panjang ini.

Laman sumber menyebutkan bahwa sekitar lima juta pengunjung memadati Pulau Hainan selama periode libur nasional tersebut, hampir setara dengan jumlah penduduk di Belgia. Sayangnya, liburan yang semula mengasyikan berubah menjadi petaka ketika kabut turun menghambat para pelancong Pulau Hainan yang hendak kembali menuju wilayah Cina daratan.

Penumpukkan yang terjadi di Pelabuhan Xiuying, Xinhai, dan Nangang sejak tanggal 19 Februari siang hingga tengah malam ini membuat harga penerbangan meningkat drastis, sekitar 20 kali harga normal. Penyeberangan menuju dataran Cina mulai dibuka kembali pada 20 Februari pagi. 30 kapal ferry yang beroperasi kala itu mengangkut kurang lebih sekitar tujuh ribu kendaraan dalam tenggat waktu 4,5 jam.

Baca Juga: Jembatan 55 Km Zhuhai – Macau Selesai, Tapi Kapan Dibuka?

Menanggapi hal ini, otoritas setempat mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu 1×24 jam untuk ‘membersihkan’ semua antrean yang mengular sejak semalam. Dilansir dari sumber lain, hingga tanggal 21 Februari sore, masih terdapat 10.000 kendaraan yang mengantri di penyeberangan tersebut.

Penumpukkan kendaraan seperti ini bukanlah hal baru di Cina. Tahun Baru Imlek tahun 2016 silam, antrean kendaraan tercatat mengular hingga 50 km di jalur bebas hambatan yang menghubungkan Kota Beijing – Hong Kong.

Tapi yang paling parah terjadi pada tahun 2010 silam, dimana antrean kendaraan terpantau mengular sepanjang 60 mil atau yang setara dengan 96,6 km di Beijing – Tibet Expressway. Antrean yang  baru bisa diredam 10 hari berselang ini diakibatkan karena adanya perbaikan fasilitas jalan raya.