Uber Eats, Serasa Tak Percaya Diri Masuk ke Pasar Indonesia

Tak ada yang berbeda dari Uber Eats, layanan pesan antar makanan dan minuman berbasis aplikasi ini tak ubahnya dengan Go-Food milik Go-Jek dan GrabFood milik Grab. Dan Uber Eats tak seperti layanan transportasi online Uber motor dan mobil, Uber Eats terbilang kalah populer gaungnya. Namun karena Uber Eats tak kunjung hadir di Indonesia, maka fitur dalam aplikasi Uber ini tak dikenal oleh publik di Tanah Air.

Walau ketinggalan langkah dari kompetitornya, pelan tapi pasti Uber Eats mulai merambah Asia Tenggara, terbukti Uber Eats telah hadir di Malaysia pada tahun lalu. Dan kabarnya, Uber Indonesia memang berencana menghadirkan Uber Eats di Indonesia.

Baca juga: Lewat Aplikasi, Uber Wajibkan Pengemudi Untuk Istirahat Setelah 12 Jam Beroperasi

Namun sebelum itu, berita seputar Uber Eats diramaikan dengan aksi krimimal. Persisnya pada 19 Februari 2018, seorang pria bernama Ryan Thornton tewas akibat kekejian seorang pengemudi Uber saat mengantar makanan pesanannya. Pembunuhan ini berawal dari Ryan yang memesan makanan melalui aplikasi Uber Eats untuk diantarkan ke apartemennya di Buckhead dan pada pukul 11 malam waktu setempat, pesanan Ryan datang dan dirinya turun untuk mengambil pesanan tersebut.

Alih-alih bukan mendapat makanan, saat korban berbincang dengan pengemudi kemudian dirinya di berondong lima kali tembakan. Saksi mata di tempat kejadian, hanya menemukan korban yang sudah bersimbah darah sedangkan pengemudi kabur dengan mobilnya dan kini menjadi buronan.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit tetapi meninggal dalam perjalanan. Satu-satunya petunjuk hanyalah mobil Volkswagen putih yang digunakan oleh pengemudi.

Adanya pembunuhan ini, Uber mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga korban melalui juru bicara mereka. Mereka juga mengatakan, pengemudi yang kini buron tersebut telah melanggar kebijakan pengemudi untuk tidak membawa senjata apa pun dalam kendaraan. “Kami terkejut dan sedih mendengar berita ini. Kami akan membantu polisi Atlanta dan mengucapkan duka sedalam-dalamnya untuk keluarga korban,” ujar juru bicara Uber.

Uber Eats sendiri merupakan satu layanan atau fitur yang ada di aplikasi Uber untuk memesan makanan ke sejumlah restoran melalui pengemudi Uber. Layanan Uber Eats sendiri saat ini sudah berkembang pesat dan digunakan sejumlah kota besar di Amerika Serikat.

Tetapi layanan ini belum tahu kapan masuk ke Indonesia. Dari kabar yang tersiar ada yang mengatakan tahun 2017 lalu harusnya sudah masuk ke Indonesia. Sayangnya Managing Director Uber Indonesia Alan Jiang menampik akan hadir dalam waktu dekat di Indoensia.

Alan mengatakan, masih fokus di layanan transportasi karena kesempatan bisnis di transportasi bisa bertahan lebih lama. Saat ini Singapura juga sudah disinggahi Uber Eats.

Tak hanya itu sekitar 33 kota di delapan negara sudah menggunakan layanan Uber Eats untuk memesan makanan. Negara-negara tersebut yakni San Francisco Perancis dan London. Sedangkan Tokyo menjadi kota teranyar bagi Uber Eats.

Sayangnya di beberapa negara, Uber Eats sendiri banyak yang menimbulkan kerugian. Secara prinsipnya, layanan baru Uber Eats ini sendiri sebenarnya tidak jauh dengan layanan pesan antar makanan yang lain.

Baca juga: Uber Berbagi Hadiah dengan Pengguna dan Mitra di Bulan Kasih Sayang

Hanya saja yang membedakannya adalah konsumen bisa meminta uang kembalian dengan mudah dan ini justru dicurangi oleh konsumen sendiri sehingga layanan tersebut merugikan pihak Uber. Modus yang digunakan adalah konsumen memesan minuman yang murah seperti soda kalengan dan mengeluhkan kualitas pengantaran atau barang yang di beli.

Ketika keluhan itu sampai ke operator maka, konsumen akan mendapat kompensasi berupa voucer. Nilai voucernya sendiri bisa mencapai US$30 atau setara dengan Rp390 ribu sebagai bentuk permintaan maaf.

Mulai 1 Maret 2018, Airport Tax Penumpang di Terminal 3 Soekarno-Hatta Naik Rp30 Ribu

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (AP II) kini semakin melebarkan sayapnya. Saat ini selain Garuda Indonesia, AirAsia internasional dan beberapa maskapai lainnya sudah pindah di Terminal 3 ini. Sedangkan untuk maskapai internasional lain, semuanya akan pindah ke Terminal 3 pada Juni 2018 mendatang.

Baca juga: Demi Pembangunan Terminal 5, Bandara Changi Kutip Pajak Hingga S$15 Per Penumpang

Dengan semakin berkembangnya Terminal 3 ditambah dengan pelayanan dan fasilitas yang semakin mumpuni. Pihak AP II akan menaikkan tarif pelayanan jasa penumpang udara (PJP2U) atau Passanger Service Charge (PSC)/Airport Tax di Terminal 3 bandara Soetta mulai 1 Maret 2018 mendatang. Kenaikan ini dilakukan PT Angkasa Pura II (AP II) hanya untuk penerbangan internasional bukan penerbangan domestik.

Kenaikan pada tarif PSC sendiri pada penerbangan internasional tidak terlalu jauh dimana sebelumnya Rp200 ribu menjadi Rp230 ribu. Vice President Corporate Communication AP II Yado Yarismano mengatakan adanya kenaikan ini sendiri sudah melalui persetujuan dari Kementerian perhubungan (Kemenhub).

“Kenaikan tarif ini karena pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada penumpang di Terminal 3 bandara Soetta dan bukan karena hal yang lain,” ujar Yado saat dihubungi KabarPenumpang.com Selasa (27/2/2018). Dia menambahkan, sedangkan tarif penerbangan domestik tidak berubah yakni tetap Rp130 ribu.

Tarif PSC sendiri tidak akan dibayarkan saat berada di bandara melainkan sudah termasuk dalam tarif tiket yang penumpang beli. Sebelum bandara Soetta, akhir tahun 2017 kemarin, Bandara Internasional Changi Singapura sudah menaikkan tarif PSC-nya.

Kenaikan PSC di bandara Changi sendiri untuk membantu pembangunan Mega Terminal 5 yang akan dibuka pada 2030 mendatang dan juga untuk penambahan landasan pacu ke tiga. Selain itu juga digunakan untuk melengkapi fasilitas yang ada di bandara. Kenaikannya sendiri sekitar S$10-S$15 untuk penumpang yang berangkat dari Changi dan untuk yang transit dikenakan sekitar setengahnya yakni S$6.

Baca juga: Terminal 2 Bandara Soetta Diperluas, Mulai Juni 2018 Semua Penerbangan Rute Internasional Pindah ke Terminal 3

Tetapi, kenaikan tarif PSC di bandara Changi tak semuanya di tanggung penumpang, melainkan ada juga bantuan dari pihak pemerintah. Hal ini agar tidak semuanya diberatkan kepada penumpang. Diketahui, PSC sendiri merupakan tarif yang harus dibayarkan maskapai penerbangan ke pengelola bandara, dalam hal ini untuk Soetta yang dikelola oleh PT AP II.

30 Tahun Airbag Hadir Untuk Keselamatan Dunia Otomotif

Teknologi airbag atau kantong udara sebagai bantalan pengaman di dalam mobil ternyata sudah berusia 30 tahunan di dunia otomotif. Selama itu pun tidak banyak yang berubah dari desain dasar airbag. Airbag sendiri biasanya digunakan untuk mengamankan penumpang dan pengemudi yang duduk bagian depan jika terjadi kecelakaan sehingga tidak membentur dashboard ataupun setir mobil.

Baca juga: Guardian Optical Techonologies, Solusi Selamatkan Anak Yang “Tertinggal” di Dalam Kendaraan

Namun, terkadang juga ada airbag yang berada di sisi mobil ataupun bagian lutut tempat duduk penumpang. KabarPenumpang.com melansir dari laman thedrive.com (21/2/2018), bahwa secara khusus airbag penumpang bisa mengacu sebagai sistem penahan tambahan, yang artinya menjaga sabuk pengaman dan menambahkan airbag serta ada beberapa sistem tambahan yang dikembangkan sebagai pengganti kantung udara yang tidak dapat ditemukan.

Menurut Mercedes Benz bukan hanya airbag yang merayakan kesuksesannya dalam 30 tahun, melainkan airbag yang berada di jendela sudah berusia 20 tahun. Mercedes mengatakan, pertama kali pihaknya meluncurkan airbag tahun 1981 untuk pengemudi, yang kemudian menyusul airbag untuk penumpang pada musim semi 1988 lalu dalam rangkaiaan model S-Class 126 nya.

Hingga akhirnya pihak Mercedes mengakui dan mengerti akan teknologi dalam pengembangan airbag-nya. Sebenanrnya pegembangan airbag milik Mercedes ini sudah dimulai tahun 1966, tetapi mereka baru mendaftarkan hak patennya pada 1971.

Bentuk dan desain airbag sendiri selama 30 tahun ini belum banyak perubahan. Airbag dilengkapi dengan sensor unit pemicu yang bisa mencatat untuk mengaktifkan mekanisme pengembangannya.

Adanya sistem ini membuat wajah pengemudi dan penumpang yang duduk di depan tidak terkena kain dan bender fender kecil. Untuk menggembungkan airbag sendiri sebenarnya sudah diisi dengan nitrogen yang ada di kain poliamida dengan tambahan bahan karet di dalamnya.

Baca juga: Pentingnya Sarung Tangan Saat Berkendara

Jika terjadi benturan kencang atau kecelakaan, biasanya airbag akan keluar dari dalam kompartemen untuk menyelamatkan penumpang dari benturan. Biasanya saat terjadi kecelakaan pada mobil, maka airbag akan mengembang dan bagian dalam mobil seperti kapal pecah karena airbag yang mengembang dari segala sisi.

Kereta Cepat Nan Mewah Siap Layani Jamaah Haji dan Umroh di Rute Jeddah – Makkah

Tak ingkar janji, Pemerintah Arab Saudi yang pada tahun lalu menyebutkan rencananya untuk membuka layanan kereta mewah bagi para Jamaah Haji tinggal selangkah lagi menuju realisasi. Nantinya, Jamaah Haji dan Umrah dari seluruh penjuru dunia dapat menikmati perjalanan dari Jeddah menuju Makkah dan sebaliknya dengan menggunakan kereta super mewah, lengkap dengan instalasi teknologi yang serba canggih.

Baca Juga: Kereta Cepat Haramain Siap Layani Tamu Allah Akhir Tahun Ini

Dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kereta ini dilengkapi dengan kafetaria, fasilitas WiFi onboard, hingga tempat duduk yang nyaman khusus untuk para Tamu Allah. “Dari bandara, jamaah haji dan umrah dapat langsung menuju stasiun kereta api di Jeddah yang mewah pula dengan fasilitas yang disediakan untuk mereka yang akan menikmati pelayanan serba elektronik dengan teknologi mutakhir,” kata Manajer Proyek stasiun kereta api Jeddah, Faisal Alghamdi, dikutip dari laman antaranews.com (25/2/2018).

Kereta mewah ini akan diberangkatkan dari stasiun yang berlokasi di King Abdulah Economic City, Jeddah menuju Makkah dengan memakan waktu tempuh yang jauh lebih singkat ketimbang naik bus. “Perjalanan sepanjang kurang lebih 450 kilometer dari Jeddah ke Makkah ini akan memakan waktu sekitar satu setengah jam,” lanjut Faisal Alghamdi.

Sebanyak 13 gerbong akan mengangkut para jemaah haji dan umrah dalam sekali perjalanan dari Jeddah ke Makkah, namun jumlah rangkaian nantinya akan ditambah menjadi 26 gerbong kereta api yang diimpor dari Spanyol. Tidak hanya sarananya saja yang memenuhi aspek modernisasi, pra-sarananya pun tak luput dari perkembangan teknologi. Sebut saja untuk sistem tiket yang sudah mulai terjamah digitalisasi.

Mengingat Arab Saudi merupakan destinasi religi umat Muslim, maka tidak heran jika operator menyediakan fasilitas ibadah seperti Masjid yang mampu menampung ratusan Jamaah. Pembangunan stasiun tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Visi 2030 Saudi Arabia yang antara lain memberi perhatian kepada kepentingan para jemaah haji dan umroh dari berbagai bangsa di seluruh dunia.

Baca Juga: Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro, MRT Unik di Kota Suci Makkah

Visi tersebut yang telah diperkenalkan oleh Putra Mahkota Kerajaan Saudi Arabia, Muhammad bin Salman, mengandung tiga pilar yaitu membuat Saudi Arabia menjadi pusat Arab dan Islam dunia, membuat kerajaan tersebut pusat investasi global dan membuat negara tersebut sebagai pusat yang menghubungkan tiga benua yaitu Asia, Eropa dan Afrika.

Seperti yang sudah diberitakan sebeumnya, kereta mewah ini mampu mengular hingga kecepatan maksimum mencapai 320 km per jam. Pihak Saudi Railways Organization (SRO) selaku operator kereta ini sudah melakukan uji coba perdananya pada 25 Juli 2017 kemarin. Kereta berlari dari Rabigh, Jeddah menuju Madinah dengan kecepatan 330 km per jam, dan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit, lebih cepat 15 menit dari estimasi awal.

‘Macet Puluhan Tahun’, Mobil-Mobil di Chatillon Belgia ini Bertransformasi Jadi Spot Angker!

Kesan mistis dan angker seolah sulit terlepas dari kuburan. Nampaknya selalu ada beberapa pasang mata yang mengawasi setiap gerak-gerik kita selama berada di tempat peristirahatan terakhir ini. Tapi tahukah Anda, ternyata kuburan itu tidak melulu diperuntukkan bagi manusia lho!

Baca Juga: The Boneyard, Inilah Tempat Bersemayam Para Pesawat Setelah Pensiun dari Masa Tugasnya

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, bahwa di Tucson, Arizona, Amerika Serikat terdapat sebuah lahan luas bernama The Boneyard. Area seluas 1.052 hektar ini merupakan tempat bersemayamnya para pesawat pasca masa operasi mereka.

Berbeda dengan The Boneyard, di Belgia ternyata ada juga lokasi khusus yang kerap kali dijuluki sebagai kuburan mobil. Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, sebuah hutan di Chatillon, sebuah desa di bagian utara Belgia, terdapat parkiran luas yang isinya mobil-mobil tua sisa peninggalan Perang Dunia kedua. Menurut catatan sejarah, mobil-mobil ini merupakan kendaraan pasukan Amerika Serikat pada masa perang akbar tersebut.

Ada beberapa versi yang melatarbelakangi hadirnya kuburan massal ini,namun yang paling santer beredar adalah mobil-mobil yang ada di sini dulunya milik tentara Amerika. Pasca Perang Dunia Kedua meredam, tentara Amerika yang hendak pulang ke kampung halamannya dibuat bingung oleh kepemilikan mobil mereka di Belgia. Pasalnya, ongkos kirim yang dikenakan untuk mengirimkan mobil kala itu tergolong sangat mahal.

Maka dari itu, serdadu Amerika ini sepakat untuk memarkirkan sekaligus menyembunyikan mobil-mobil yang mereka punya  di sebuah hutan, dengan tujuan agar kelak mereka bisa membawa pulang kembali kendaraan mereka dengan menggunakan kapal laut. Namun karena satu dua hal, hingga kini serdadu Amerika tersebut tidak pernah kembali untuk mengambil mobil-mobil tersebut.

Mobil-mobil beragam jenis tersebut dibiarkan terbengkalai begitu saja, hingga lapuk termakan usia. Semula kendaraan yang memiliki nilai jual tinggi lengkap dengan body-nya yang kokoh, kini hanya menyisakan kerangka yang diselimuti karat. Kaca-kaca yang tidak lagi mampu menahan terpaan angin, mulai tergantikan dengan tumbuhan rambat nan tinggi menjulang.

Nuansa angker di sini bertambah kuat manakala ratusan kendaraan yang terparkir rapi di tengah hutan ini seolah sedang terjebak macet selama puluhan tahun. Bak masing-masing kendaraan saling bercengkarama satu sama lain, hanyalah pepohonan yang setia menyertai ratusan mobil di Hutan Chatillon.

Baca Juga: Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

Sayangnya, tidaklah semua kondisi mobil-mobil di sini dalam keadaan sempurna. Kegilaan para kolektor mobil kerap kali membuat mereka buta, tidak sedikit dari mereka yang ‘mempereteli’ onderdil mobil yang kebetulan serupa dengan miliknya. Sebut saja dashboard hingga emblem logo merek tidak luput dari incaran para kolektor untuk mengkanibalisasi mobil mereka.

Sejak tahun  2010 lalu, pemerintah setempat telah membersihkan area ini karena dianggap merusak lingkungan. Meskipun hanya menyisakan beberapa saja dan tidak sebanyak dulu, namun kesan angker tempat ini seolah enggan menjauh dan lebih memilih  untuk tetap bertahan di sana.

Antisipasi Bom Sepatu Terulang, Perusahaan Asal Inggris Kembangkan Sistem Pemindai Revolusioner

Walaupun bandara terkenal dengan sistem keamanannya yang ketat, namun hal tersebut seolah tidak bisa dijadikan jaminan amannya perjalanan para penumpang. Kembali ke tahun 2001, dimana seorang warga negara Inggris bernama Richard Reid mencoba meledakkan sebuah pesawat yang terbang dari Paris ke Miami dengan menggunakan bahan peledak yang ia sembunyikan di dalam sepatunya. Hebatnya, Richard sukses menyusupkan bahan peledak tersebut melewati pemeriksaan keamanan di bandara.

Baca Juga: Kombinasi Teknologi dan Pemanfaatan SDM Jadi Kunci Turunnya Antrean di Bandara

Richard dibekuk oleh awak kabin dan penumpang maskapai American Airlines setelah beberapa dari mereka melihatnya tengah berusaha untuk menyalakan bom yang ia pasang di sepatunya. Atas ulahnya tersebut, Richard dituntut dengan tuduhan menyerang awak pesawat, dan diancam hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun, ditambah denda. Guna menghindari kejadian tersebut terulang  kembali, sebuah sistem pemindai sepatu dikembangkan oleh perusahaan asal Derbyshire, Inggris dan diharapkan dapat meningkatkan keamanan di dunia aviasi  global.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (24/2/2018), alat pemindai revolusioner ini dikembangkan oleh Departemen Transportasi  Inggris dengan dana mencapai £1,8 juta atau yang setara dengan Rp34,4 miliar. Diketahui, prototipe dari alat pemindai ini juga sudah siap untuk diuji coba dalam jangka waktu satu tahun ke depan.

Menteri Penerbangan Inggris, Baroness Sugg mengatakan bahwa kucuran dana segar ini diinvestasikan untuk pengembangan sistem keamanan inovatif yang akan memberikan dampak positif pada para penumpang perjalanan udara. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa aman bagi para penumpang. Selain itu, hadirnya teknologi pemindai sepatu  ini juga dapat menunjang kelancaran antrean penumpang,” tutur Baroness.

“Keamanan para penumpang yang bepergian dengan menggunakan semua moda transportasi adalah prioritas utama kami dan program Future Aviation Security Solutions ini hanyalah salah satu contoh dari hal penting yang kami tinjau dan suguhkan untuk menunjang keamanan penumpang,” tandasnya.

Di sisi lain, Menteri Keamanan Ben Wallace mengungkapkan bahwa pihaknya bertekad untuk terus memanfaatkan kemajuan jaman dan teknologi untuk meningkatkan keamanan perjalanan para penumpang, khususnya yang menempuh jalur udara. “Kami bertekad untuk memanfaatkan kekuatan inovasi dan program ambisius ini akan membantu kami untuk terus menggunakan teknologi terbaik sebagai bagian dari peningkatan keamanan penerbangan kami,” ungkap Ben.

Baca Juga: Cina Siap Kontrol Warganya dengan Teknologi Pemindai Wajah

Tidak hanya di Inggris, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi asal Negeri  Kincir Angin Belanda pun mengembangkan hal serupa. Adalah Delta R Scanner yang dikembangkan oleh State Gate (SG) 11 dapat mendeteksi bahan peledak hingga narkoba sekalipun. Dengan dikembangkannya alat pemindai oleh perusahaan yang berbasis di dekat Schiphol, mungkin kejadian lolosnya Richard Reid hingga ke dalam maskapai tidak akan terjadi.

Mirip Hachiko, Seekor Anjing di India Menunggu di Peron Setiap Jam 11 Malam

Bila di Jepang ada cerita tentang Hachiko, seekor anjing yang menunggu tuannya turun dari kereta hingga mati di stasiun. Di India baru-baru ini ada seekor anjing yang setiap malam berdiri di atas peron yang sama di depan kereta komuter yang sama.

Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (25/2/2018), anjing betina ini memiliki empat anak dan tampak menunggu seseorang saat menatap penuh harap pada kereta api yang tiba setiap malam di stasiun Kanjurmarg, Mumbai, India. Penumpang yang berada di stasiun tersebut pun tidak ada yang tahu kenapa anjing tersebut melakukan hal itu.

Banyak yang mengiri anjing itu menunggu dan mencari pemilik yang telah meninggalkannya di stasiun sebelum berangkat dengan kereta api. Diketahui, aktivitas anjing ini telah tertangkap kamera CCTV sejak 2 Januari 2018 dan setiap jam 11 malam anjing itu berada di peron 1 dan menatap kereta yang menuju Kalyan.

Anjing tanpa pemilik ini setiap malam ketika kereta pukul 11 tersebut berhenti di stasiun, dia mencari-cari seseorang. Penumpang kereta lain yang sering memperhatikan anjing tersebut beranggapan pemiliknya seorang wanita, karena selalu menunggu di gerbong wanita tersebut.

Karena perlakuan yang aneh ini, kemudian penduduk setempat, Sameer Thorat memvideokan perlakuan anjing tersebut kemudian mengunggahnya ke sosial media dan menjadi viral. “Cara menunggu kereta larut malam dan anjing itu mengintip ke gerbong wanita, seperti sedang mencari orang tertentu yang memberinya makan secara teratur atau meninggalkannya,” ujar Thorat.

Tak hanya itu, pemandangan yang terjadi setiap hari, membuat penduduk setempat atau penumpang kereta iba dan memberi makan induk anjing serta empat anaknya tersebut. Beberapa penumpang juga ada yang menyebutkan kemungkinan pemilik anjing tersebut seorang wanita yang tidak lagi bisa merawatnya.

Baca juga: Karena Sapi Dianggap Suci, Penumpang Rela Turun dari Kereta

Tetapi juga yang mengatakan anjing tersebut menunggu seseorang yang biasa memberinya makanan. Sourav Verma yang sering memberi makan anjing tersebut mengatakan, dirinya dan anjing tersebut sudah menjadi teman serta sering bermain dengan anak-anaknya.

“Saya mencari orang yang akan mengadopsi mereka setelah ada prosedur yang jelas,” tambah Verma.

Akibat Bau dari Sepatu dan Kaos Kaki, Penumpang Bus Ini Terpaksa Diamankan Polisi!

Di sebagian negara, menyebarkan bau di sarana publik memang tidaklah melanggar aturan merski kemungkinan akan mendapatkan hukuman sosial, seperti di jauhi dan semacamnya. Apalagi bila si penyebar ‘wewangian khas’ ini tengah berada dalam moda transportasi yang minim akan sirkulasi udara, tentu hal semacam ini akan mengganggu perjalanan penumpang lainnya. Ketika malu sudah pasti akan dirasakan oleh si penyebar bau, namun yang lebih dikhawatirkan adalah hukuman sosial yang akan diterimanya.

Baca Juga: KunKun – Alat Pendeteksi Bau Badan, Seperti Apa Cara Kerjanya?

Bau tersebut bisa datang dari banyak sumber, mulai dari ketiak, mulut, buang angin, hingga bau kaki. Nah, menyinggung soal kasus di atas, ada seorang penumpang pria yang terpaksa berdebat dengan penumpang lain akibat bau kaki yang ia sebarkan. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pria yang tidak diketahui identitasnya ini berangkat dari negara bagian Himalaya Himachal Pradesh menuju New Delhi, India.

“Kebetulan, pria ini duduk di samping lorong,” tutur pihak kepolisian, dikutip dari laman TheJakartaPost (3/12/2017). Di tengah perjalanannya, pria ini membuka sepatu dan kaus kaki yang ia kenakan. Sontak, bau yg tertanam di sepatunya itu langsung menyebar memenuhi seluruh ruang kabin bus. Dampaknya ternyata bukan hanya kepada penumpang yang berada di sampingnya saja, melainkan ke hampir seluruh ruang di bus nahas tersebut.

Penumpang yang merasa terganggu dengan bau tersebut langsung melayangkan protes kepada sang pria dan memintanya untuk menyingkirkan atau membuang sepatunya. Namun pria  ini menolak dan bertahan pada pendiriannya untuk tetap menyimpan sepatunya. Perdebatan panas antar penumpang pun tak terelakkan. Kejadian ini memaksa sang pengemudi bus untuk menghentikan kendaraannya di pos polisi di distrik Una, Himachal Pradesh.

Kepolisian distrik Una pun mengaku telah memperhatikan bus ini dari jauh, karena sempat berhenti beberapa kali sebelum akhirnya mereka tiba di kantor polisi tersebut. “Pria ini diamankan petugas dengan tuduhan telah menyebabkan gangguan publik, dan dibebaskan dengan syarat,” tutur Kepala Kepolisian Distrik Una, Sanjeev Gandhi.

Baca Juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina

Sanjeev mengatakan bahwa pria ini juga telah membuat kegaduhan di pos polisi dan melanjutkan gangguan publiknya tersebut. Pria ini berdalih bahwa sepatu yang ia gunakan tidaklah mengeluarkan bau tidak sedap dan malah menuduh pihak yang kontra dengan pendapatnya telah melakukan tindak pelecehan.

Pada tanggal 28 November 2017, atau sehari berselang setelah perdebatan panas di bus tersebut, pria ini lalu dibebaskan secara bersyarat oleh pihak kepolisian dan diperkenankan untuk kembali melanjutkan perjalanannya kembali.

Gegara Ada Kawanan Sapi di Landasan, Manager Bandara di Nigeria Diganjar Skorsing

Sebagai salah satu titik paling vital di bandara, keberadaan landas pacu haruslah steril dari benda apapun yang dapat mengancam kelancaran operasinya. Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika lalu lintas udara yang sibuk, terganggu oleh objek yang menghalangi di landas pacu?

Baca Juga: The Robird Drone, Robot Penangkal Bird Strike di Bandara Edmonton

Sudah barang tentu itu akan menghambat kelancaran operasi penerbangan di bandara terkait. Hal inilah yang terjadi di Akure Airport, Nigeria, Sabtu kemarin dimana aktifitas penerbangan di sini sempat terganggu akibat kerumunan sapi yang memenuhi landas pacu. Lho, kok bisa?

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman vanguardngr.com (23/2/2018), insiden masuknya kawanan sapi ini ke landas pacu pada Sabtu (17/2/2018) kemarin sampai-sampai membuat Federal Airports Authority of Nigeria (FAAN) memberikan sanksi skorsing kepada manajer bandara dan kepala keamanan bandara karena telah membuat aktifitas penerbangan dari beberapa maskapai terganggu.

Salah satu maskapai yang aktifitasnya terganggu akibat kerumunan sapi ini adalah Air Peace, maskapai pribadi dan charter yang bermarkas di Lagos State, Nigeria. Maskapai yang mulai beroperasi  sejak  tahun 2013 ini terpaksa menunggu ground crew mengusir gerombolan sapi dari landas pacu Akure Airport. Alhasil, Air Peace mengalami keterlambatan mendarat selama beberapa menit.

Juru bicara FAAN, Henrietta Yakubu segera meminta maaf atas ketidaknyamanan perjalanan yang baru  saja dialami oleh Air Peace.

Padahal, sudah menjadi rutinitas petugas bandara untuk mencegah para gembala bersama sapi-sapinya berada di sekitaran landas pacu. Entah apa yang membuat sapi-sapi ini merangsek masuk ke area steril tersebut. Guna memberikan efek jera, FAAN lalu memberlakukan skorsing kepada kedua pejabat dari Akure Airport atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Apa Arti Nomor di Ujung Landas Pacu, Cari Tahu di Sini!

Menurut laman sumber, diketahui sapi-sapi tersebut baru saja menyelesaikan jam makannya di daerah terlarang (landas pacu) dan waktunya mereka untuk bersantai di sekitar sana. Sialnya waktu bersantai si sapi malah berujung pada pemberian sanksi skorsing pada manajer bandara dan kepala keamanan Akure Airport. Tidak hanya itu, landas pacu pun dipenuhi dengan kotoran sapi pasca kejadian tersebut.

Mungkin karena absennya pagar pembatas antara bandara dan lingkungan di luar menjadi salah satu penyebab vokal sapi-sapi ini masuk ke daerah terlarang tersebut. Duh, ada-ada saja ya!

Grand Danyang-Kunshan, Jembatan Kereta Yang Panjangnya Melebihi Jarak Jakarta-Bandung!

Jembatan Cikubang yang berada di daerah Jawa Barat dinobatkan sebagai jembatan kereta terpanjang yang ada di Indonesia. Jembatan yang terletak di jalur yang menghubungkan Bandung dengan Jakarta ini memiliki panjang 300 meter, dan hingga kini belum ada jembatan kereta api lain di dalam negeri yang bisa menyainginya.

Baca Juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Berbicara soal jembatan terpanjang, tahukah Anda bahwa di Negeri Tirai Bambu ada jembatan kereta yang panjangnya jauh melebihi Jembatan Cikubang? Walaupun letaknya bukan di Indonesia, namun jembatan yang dibangun hanya dalam kurun waktu empat tahun dan menyandang predikat sebagai jembatan kereta terpanjang di dunia.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman livescience.com, Jembatan Grand Danyang-Kunshan ini merupakan jembatan yang menghubungkan jalan kereta api dari Shanghai dan Nanjing di Provinsi Jiangsu, Cina. Jembatan yang dilewati oleh kereta cepat Beijing-Shanghai ini mulai beroperasi sejak Juni 2011. Menyinggung soal panjangnya, jembatan yang melibatkan lebih dari 10.000 pekerja dalam proses pembangunannya ini membentang sejauh 165 km! Jarak yang lebih jauh daripada Bandung-Jakarta.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Yangtze ini menelan dana pembangunan hingga US$8,5 juta atau yang setara dengan Rp113 triliun. Berdiri 31 meter di atas permukaan tanah, jembatan Grand Danyang-Kunshan ini diklaim oleh Guiness Book of World Record sebagai jembatan terpanjang yang ada di dunia.

Ternyata, Cina tidak hanya mencantumkan nama sebagai negara yang memiliki jembatan terpanjang di dunia saja. Salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia ini juga turut menyumbangkan beberapa nama jembatan lain masuk ke dalam kategori jembatan terpanjang unia. Sebut saja Tianjin Grand Bridge dengan panjang 113,7 km dan Weinan Weihe Grand Bridge dengan panjang 79,7 km menjadi dua jembatan yang ada di Tiongkok berhasil merangsek masuk ke dalam daftar jembatan terpanjang yang ada di dunia.

Baca Juga: Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya

Berkat panjangnya yang ‘tidak masuk di akal’, kemahsyuran jembatan ini bahkan bisa menyaingi kedigdayaan Golden State Bridge yang berada di San Francisco, Amerika Serikat. Jika Anda berkesempatan untuk berkunjung ke Cina, pastikan Anda menyempatkan diri untuk melintasi jembatan ini ya!