Ada DC-9 Berlivery Klasik di Hanggar Garuda Maintenance Facility, Buat Apa Ya?

Tak semua orang memiliki kapasitas untuk masuk ke dalam sebuah hanggar, diperlukan sejumlah perijinan terlebih dahulu untuk masuk ke dalam rumah bagi pesawat tersebut. Layaknya sebuah garasi di rumah-rumah, hanggar pun memiliki peran yang hampir mirip. Tidak hanya sebagai tempat pesawat ‘beristirahat’, namun hanggar juga merupakan tempat bagi para ground crew melakukan pengecekkan hingga perbaikan pesawat. Bahkan tidak jarang juga beberapa hanggar dijadikan lokasi seremoni dari sebuah acara, seperti peluncuran pesawat terbaru dari suatu maskapai.

Baca Juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

Nah, kesempatan mengunjungi hanggar milik Garuda Indonesia tidak disia-siakan oleh KabarPenumpang.com di PT Garuda Maintenance Facility (GMF). Dari beberapa pesawat komersial modern yang nampak di keempat hanggar GMF, ada satu pemandangan unik di hanggar 2 tepatnya di line 9. Terdapat sebuah pesawat Douglas DC-9 yang masih menggunakan livery lama yaitu cat dasar berwarna putih dengan garis merah memanjang dari ekor hingga kepala pesawat. Ya, pesawat twin engine ini ternyata di cat menggunakan logo klasik, yang digunakan Garuda Indonesia pada periode 1949 – 1969.

Sumber: airliners.net

Tentu pemandangan ini menjadi sebuah pertanyaan, mengingat DC-9 sudah pensiun setelah mengabdi kepada Garuda Indonesia selama 20 tahun, terhitung mulai dioperasikan sejak 1969. Apakah pesawat tersebut masih dioperasikan secara diam-diam? Tentu saja tidak. Menurut Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, pesawat tersebut kini memang sudah tidak mengudara, tetapi masih digunakan oleh Garuda untuk kepentingan lain. “Itu digunakan untuk pelatihan calon mekanik,” ungkap Ikhsan.

Baca juga: Mengenal “Big Bunny,” Pesawat DC-9 Mewah Peninggalan Boss Playboy

Lebih lanjut, Ikhsan memaparkan bahwa jenis pesawat yang identik dengan tragedi pembajakan Woyla ini sering digunakan calon mekanik untuk mendalami mekanisme dan konfigurasi pesawat. “Seperti bongkar pasang bangku pesawat dan lain-lain,” imbuh Ikhsan. Ya, bagi para pecinta pesawat terbang, mungkin tidak asing lagi dengan DC-9. Kiprahnya di kedirgantaraan RI juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Khusus untuk Garuda sendiri, DC-9 pernah digunakan untuk menghubungkan kota-kota besar di Indonesia dan berjaya sebelum Boeing 737 masuk dan mengambil alih langit Nusantara. Pada masa itu, Garuda diketahui memiliki sekitar 25 unit DC-9.

Masuk AS Bakal Tambah ‘Berat,’ Lima Maskapai Diminta Wawancarai Calon Penumpang

Setelah insiden yang menimpa perjalanan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat, kini untuk masuk ke Negeri Uwak Sam boleh jadi bakal tambah ‘berat.’ Disebutkan ada lima maskapai internasional yang diwajibkan oleh otoritas keamanan AS untuk memberlakukan sesi wawancara bagi setiap calon penumpang. Hal ini menyiratkan bahwa seorang calon penumpang yang telah memegang visa resmi belum tentu bisa diberangkatkan ke AS oleh maskapai yang bersangkutan.

Baca juga: Meski Visa Sudah Ditangan, Bukan Jaminan Bisa Masuk Ke Amerika Serikat, Lho!

Kelima maskapai yang dimaksud adalah Air France, Lufthansa, Cathay Pasific, Emirates dan Egyptair. Namun, isi draft pertanyaan untuk wawancara tidak dijelaskan seperti apa. KabarPenumpang.com merangkum dari laman dailymail.co.uk (25/10/2017), adanya wawancara ini dilakukan atas permintaan pejabat Amerika Serikat dan berlaku mulai 26 Oktober 2017 lalu.

Otoritas yang berperan dalam hal ini adalah US Customs and Border Protection, yang berada dibawah Department of Homeland Security. Diketahui, lembar pertanyaan tersebut diberikan oleh petugas maskapai untuk diisi setiap penumpang tujuan Amerika Serikat seperti akan melakukan sesi wawancara. Lokasi wawancaranya pun ditentukan oleh masing-masing maskapai.

Peraturan baru yang terbilang kontroversial ini diberlakukan setelah Trump melarang laptop masuk kabin pesawat beberapa waktu lalu untuk meminimalisir tindakan terorisme. Karena merupakan aturan baru dan butuh persiapan dalam pelaksanaan, Amerika Serikat memberikan waktu selama 120 hari untuk maskapai dalam mempersiapkan aturan baru ini.

Air France mengatakan akan memulai mewawancarai penumpang pada Kamis, 26 Oktober 2017 di bandara Orly Paris dan seminggu kemudian di bandara Charles de Gaulle. Sedangkan Emirates akan melakukan wawancaranya di konter check in bagi penumpang yang akan berangkat dari Dubai dan di ruang tunggu untuk penumpang transit dan transfer.

Melalui situs resminya, Cathay Pasific yang berbasis di Hong Kong mengatakan akan menangguhkan layanan drop bagasi sendiri dan penumpang tujuan Amerika akan diberikan pertanyaan singkat saat koper dilakukan pemeriksaan. Hal yang sama juga dilakukan pada penumpang yang tidak membawa koper dan dilakukan di ruang tunggu.

Maskapai asal Mesir Egyptair menyatakan bahwa aturan baru ini bisa mencakup penumpang dan barang bawaan mereka dengan prosedur ketat.

“Selain kontrol perangkat elektronik yang sudah diperkenalkan, pelancong ke Amerika Serikat mungkin juga menghadapi wawancara singkat saat check in, atau  di bagian pengecekan dokumen,” kata Lufthansa dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Umumkan Langkah Keamanan Penerbangan Baru

Diluar kelima maskapai yang disebut, ada maskapai keenam yakni Royal Jordania akan memulai mewawancarai penumpang pada Januari 2018 mendatang. Maskapai ini memiliki penerbangan langsung dari Amman ke New York, Chicago dan Detroit. Sedangkan Etihad sendiri mengatakan, pemeriksaan dan operasionalnya masih normal. Dengan adanya peraturan baru yang dibuat Presiden Donald Trump ini memang telah mempengaruhi bisnis penerbangan global.

Hadirkan Seragam Mini, Qantas dan Emirates Harapkan Anak-Anak Cintai Profesi Awak Kabin

Bagi anak-anak banyak sekali cita-cita yang diimpikannya, mulai ingin menjadi dokter, perawat, polisi, tentara dan pastinya seragam-seragam profesi tersebut mudah untuk di temui dalam versi mininya. Namun, bagaimana bila anak Anda bercita-cita sebagai seorang awak kabin, seperti pilot dan pramugari misalnya? Ini sangat repot karena tidak banyak maskapai yang menjual seragam awak kabin.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Nah, keinginan anak-anak tersebut rupanyta berhasil ditangkap dengan jeli oleh maskapai milik Australia, Qantas Airlines yang menghadirkan seragam mini dan unik untuk penggemar awak kabin mereka. Desain yang dibuat sama persis dengan milik awak kabin Qantas dan dirangcang langsung oleh direktur mode kreatif maskapai Qantas, Martin Grant.

Seragam awak Kabin masakapai Qantas (Qantas)

KabarPenumpang.com melansir dari laman paddleyourownkanoo.com (25/10/2017), seragam awak kabin baik untuk pria dan wanita serta seragam pilot unisex sudah dirancang untuk anak laki-laki dan perempuan. Seragam mini ini sudah tersedia untuk pre order dan pengiriman pada Natal 2017 dengan kualitas terjamin.

Seragam awak kabin ini akan dihargai Qantas senilai AUD$59 atau Rp618.085,78. Seragam mini bisa dipesan melalui toko online resmi milik Qantas dan tersedia untuk anak usia 3-8 tahun. Qantas mengatakan, bahwa pembuatan seragam ini untuk menginspirasi pilot dan awak kabin generasi baru.

“Kami berharap rangkaian dress up ini akan membuat anak-anak dengan imajinasi mereka terbang dan merasakan keajaiban perjalanan di penerbangan,” ujar Olivia Wirth, chief customer officer at Qantas.

Dia mengatakan, banyak pilot dan awak kabin Qantas yang memilih karir dalam penerbangan setelah penerbangan pertama mereka dengan Qantas. Sehingga pihaknya menemukan cara untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan dan menginspirasi generasi penerus pelanggan dan karyawan Qantas.

Pada seragam pilot detail yang ditampilkan adalah empat garis bordir emas untuk menandakan pangkat pilot. Topi pilot juga menampilkan raster Qantas yang ikonik untuk melengkapi penampilan pilot cilik nantinya. Bagi awak kabin perempuan seragamnya sebuah gaun dilengkapi dengan warna merah dan fuschia yang trendi.

Baca juga: Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya

Diperkenalkannya seragam pilot dan awak kabin cilik dari Qantas, menambah deretan maskapai penerbangan di seluruh dunia yang menawarkan seragam mini untuk anak-anak. Qantas mengatakan bahwa pihaknya memperkenalkan pakaian tersebut sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas untuk meningkatkan penawarannya bagi para pelancong muda. Seiring dengan semakin banyak barang dagangan yang tersedia untuk dibeli di toko Qantas, maskapai ini akan memperbaiki jangkauan saluran hiburan in flight untuk anak-anak dan meningkatkan paket aktivitas anak-anak yang diberikan di pesawat.

Maskapai ini mengatakan bahwa anak-anak sekarang merupakan salah satu segmen program frequent flyer Qantas yang paling cepat berkembang. Qantas bahkan mengklaim beberapa orang tua mendaftarkan anak mereka sejak mereka lahir. Tak hanya Qantas, tahun 2015 lalu maskapai Emirates yang berbasis di Dubai menjadi yang pertama menjual versi mini dari seragamnya yang ikonik tersebut.

Seragam awak kabin Emirates (Emirates)

Koleksi seragam mini ini tersedia untuk anak usia 3-8 tahun dan dapat di beli di gerai resmi milik Emirates di Terminal 3 Bandara Internasional Dubai, kantor pusat penerbangan Emirates atau toko online milik Emirates. Gadis-gadis akan berdandan dengan topi merah dan slayer yang dipakai awak kabin wanita. Sedangkan untuk anak laki-laki hanya memiliki pakaian pilot saja.

Lalu Garuda Indonesia, sebagai maskapai plat merah Indonesia kapan akan mengeluarkan seri mini seragam awak kabin? Padahal dengan sejarah yang panjang, Garuda Indonesia sudah layak menawarkan program serupa.

Chef Vindex Tengker, Sosok Dibalik Lezatnya Hidangan di Kabin Garuda Indonesia

Garuda Indonesia, maskapai plat merah yang baru saja dianugerahi penghargaan keempat kalinya sebagai maskapai bintang lima oleh Skytrax. Tidak melulu soal On-Time Performance dan pride ketika menaiki maskapai yang namanya diambil dari wahana tunggangan Dewa Wisnu dalam mitologi India kuno, tapi sisi lain yang menarik untuk dibahas adalah mengenai layanannya yang selalu prima.

Baca Juga: “Kearifan Lokal,” Kunci Sukses Garuda Indonesia Sabet Gelar Maskapai Bintang Lima

Sebut saja awak kabin yang selalu merunduk ketika berbicara dengan penumpang selama berada di dalam kabin, pengaplikasian beberapa kearifan lokal, hingga senyuman alami para awak kabin yang akhirnya meningkatkan pelayanan Garuda terhadap para penumpangnya. Ini pula yang mendorong Garuda kembali menyabet penghargaan World’s Best Cabin Crew untuk yang keempat kalinya, terhitung sejak 2014 silam. Namun, jangan lupakan satu faktor yang juga berperan serta dalam keberhasilan Garuda mempertahankan predikatnya itu, yaitu segi catering services.

ACS sendiri merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia Group (GIG) yang menaungi dunia Food Services. Ketika KabarPenumpang.com menyambangi markas ACS di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Rabu (25/20/2017), Executive Chef di ACS, Chef Vindex Tengker mengatakan bahwa penghargaan Best Cabin Crew yang diterima Garuda dari Skytrax tersebut tidak lepas dari kearifan budaya lokal orang Indonesia itu sendiri. “Kita bisa menang karena hospitality orang Indonesia, kalau yang polite kan banyak, tapi hospitality kita lebih kental,” ujar Chef Vindex.

Ia mengaku sudah mulai banyak penumpang Garuda yang puas dengan pelayanan ACS. “Kita lihat dari kepuasan pelanggan. Di Internal, kita ada Customer Survey Index (CSI) dimana dari situ terlihat bahwa penumpang menyukai, karena misalnya variasi makanan Indonesianya sudah banyak, dan banyak yang senang karena kami mengangkat makanan daerah,” imbuh Chef Vindex.

Poin tersebut tentu tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pihak ACS, karena itu kepuasan penumpang merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi mereka. Ada yang unik di sini, dimana pihak ACS membuat sebuah terobosan, dimana mereka mengangkut makanan khas dari suatu daerah ke dalam penerbangan. “Sekarang, katakanlah Garuda hendak terbang dari Makassar menuju Jakarta, kami angkat makanan lokal khas Makassar, seperti pisang ijo dan lain-lain,” terang Chef yang pernah menjadi juri di salah satu ajang pencarian bakat di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal SkyTeam, Aliansi Penerbangan Internasional Garuda Indonesia

Walaupun pengangkatan menu lokal belum bisa dilakukan menuju destinasi  tujuan (misalnya membawa pisang ijo dari Jakarta menuju Makassar), tapi inovasi pengangkatan menu lokal ke dalam kabin ini membawa keuntungan, bukan hanya bagi pihak ACS saja. “Kami juga menguatkan katering-katering lokal,” imbuhnya.

“Jika di dalam suatu penerbangan terdapat 10 menu, kami memasukkan dua hingga tiga menu lokal di dalamnya,” kata Chef Vindex. Pria kelahiran Jakarta, 24 November 1968 ini membocorkan salah satu menu yang paling banyak di pesan selama penerbangan. “Menurut demand yang kami terima, penumpang banyak yang pesan nasi kuning.” Tutupnya sembari tertawa.

Jelang Olimpiade 2020, Toyota Rilis Bus “SORA” Yang Super Ramah Lingkungan

Toyota, manufaktur otomotif asal Negeri Sakura, baru-baru ini meluncurkan sebuah konsep bus dengan sel berbahan bakar super ramah lingkungan yang disebut Sora. Bus tersebut rencananya akan diproduksi 2018 mendatang dengan lebih dari 100 yang akan digunakan di wilayah metropolitan Tokyo, khususnya menjelang Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2020.

Baca juga: Perangi Polusi, Australia Selatan Manfaatkan Energi Terbarukan dari Hidrogen

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (20/10/2017), bahan bakar Sora yang akan digunakan Toyota pada bus tersebut merupakan kepanjangan dari Sky, Ocean, River dan Air atau unsur yang ada di bumi yang dipadukan oleh Toyota Fuel Cell System, dimana dikembangkan juga untuk kendaraan sel bahan bakar Mirai. Powertrain Sora ini terdiri atas dua tumpukan sel bahan bakar 114 kW dan motor penggerak ganda 113 kW dan torsi 355 Nm, masing-masing 152hp dan 262 lb-ft.

Tak hanya itu, pada bus ini juga akan terpasang baterai nikel-metal hibrida (NiMH) yang relatif kecil, kemudian juga ada 10 tangki hidrogen dengan kapasitas total 600 liter. Selain powertrain sebagai penggerak, bus dengan sel Sora ini juga mampu mengeluarkan tenaga saat keadaan darurat atau bencana dengan menawarkan output maksimum 9 kW dengan total pasokan 235 kW saat bahan bakar penuh.

Toyota Sora (Toyota)

Bus sel Sora ini dirancang dan mampu menampung penumpang sebanyak 79 orang dengan 22 bangku, satu supir dan sisa penumpangnya berdiri. Panjang bus ini 10,525 meter, lebar 2,49 meter dan tinggi 3,34 meter. Desain interiornya juga dibuat untuk memudahkan semua penumpang dan ramah untuk penyandang disabilitas.

Hal ini dikarenakan ada ada tempat duduk yang bisa di lipat pada bus Sora yang bisa memuat kereta bayi ataupun kursi roda. Untuk sokongan teknologinya, Toyota Sora dilengkapi pemantauan perferal, kontrol percepatan, kontrol pintu otomatis dan komunikasi kendaraan ke control station.

Baca juga: Peduli Lingkungan dan Manfaatkan Energi Terbarukan, Bandara Oslo Jadi Yang “Terhijau” di Dunia

Pemantauan periferal menggunakan delapan kamera yang ada di dalam dan diluar bus. Fungsi kamera digunakan untuk mendeteksi pejalan kaki, sepeda dan rintangan lainnya untuk mengingatkan pengemudi dengan citra video dan suara. Kontrol akselerasi akan hilang dari bus ini, karena tidak ada pergantian gigi yang dipasang pada Sora, alias bus memakai transmisi otomatis.

Nantinya jika bus ini sudah meluncur di jalanan, jarak antara halte dan pintu keluar adalah 3-6 cm dengan pintu otomatis. Tak hanya itu, pintu bus akan langsung menghadap ke halte dan memudahkan penumpang untuk naik atau turun apalagi pengguna kursi roda dan pembawa kereta bayi.

Toyota Sora akan menggunakan ITS Connect sebagai sistem komunikasinya dari kendaraan ke kendaraan dan kendaraan ke infrastruktur yang membantu mendukung agar bus dapat melaju dengan aman. Hal ini juga memungkinkan sinyal lalu lintas di persimpangan terlengkapi dengan sistem pengaturan berbasis sensor otomatis.

Q3 2017: Citilink Sumbang 14 Persen Untuk Laba Garuda Indonesia Group

Sebagai salah satu maskapai Low Cost Carrier (LCC) yang sekaligus merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia, Citilink mencatatkan namanya sebagai salah satu penyumbang terbesar dari keuntungan yang diperoleh Garuda Indonesia Group (GIG) pada kuartal ketiga tahun 2017. Secara otomatis, sumbangsih yang dilakukan oleh Citilink ini merupakan dampak dari kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan pada periode 9M-2017.

Baca Juga: Kinerja Keuangan Garuda Indonesia Tunjukkan Sinyal Positif, Laba Bersih Q3 2017 Naik 216,1 Persen

Sebagaimana pantauan langsung KabarPenumpang.com pada acara konferensi pers yang diadakan oleh Garuda Indonesia, Rabu (25/10/2017) di Gedung ACS, Bandara Soekarno Hatta kemarin, sebesar 22,1 persen dari total operating revenue GIG disumbang dari seluruh anak perusahaan. Artinya, dengan keuntungan sebesar US$3,1 miliar yang diperoleh GIG dalam waktu sembilan bulan terhitung sejak awal tahun 2017, keuntungan dari anak-anak perusahaan GIG sendiri mencapai US$687,2 juta.

Khusus Citilink, perusahaan ini mampu menyumbang 14 persen atau setara dengan US$436.000 terhadap operating revenue GIG dalam sembilan bulan ini. Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury menyampaikan, kinerja yang profitable dan kemampuan anak perusahaan yang bisa berkompetisi dengan para kompetitor di industri serupa merupakan dua kunci yang dapat mendongkrak keuntungan dalam grup tersebut. “Harus bisa kompetitif dengan cost yang sebanding dengan perusahaan lain yang sejenis,” ungkap Pahala.

Sementara itu, GIG mencatat kenaikan pada jumlah penumpang yang diangkut oleh Citilink, yaitu dari 8.2 juta penumpang pada 9M-2016 menjadi 9 juta penumpang pada 9M-2017. Sedangkan Citilink sendiri mencatatkan kenaikan penumpang sebesar 11,4 persen, dari 3,1 juta penumpang pada Q3-2016 menjadi 3,4 juta penumpang pada 3Q-2017.

Secara keseluruhan, sepanjang periode Q3-2017, Garuda Indonesia Group (Garuda Indonesia dan Citilink) mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 1,4 persen, yaitu dari angka 9,5 juta penumpang pada Q3-2016 menjadi 9,6 juta penumpang pada Q3-2017.

Baca Juga: Rangkul Bank Mandiri, Citilink Indonesia Luncurkan E-Money Untuk Segala Transaksi. Efektifkah?

Sebelumnya, diketahui Citilink menerima kucuran dana segar dari induk perusahaannya, Garuda Indonesia senilai US$ 15 juta yang ditandatangani tertanggal 29 September 2017. “Dasar pertimbangan perseroan melaksanakan transaksi tersebut adalah untuk memperkuat struktur permodalan Citilink di tengah persaingan industri penerbangan yang sangat kompetitif, khususnya segmen Low Cost Carrier (LCC),” ujar Helmi Imam Satriyono, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Selasa (3/10/2017). Adapun jangka waktu pinjaman ini adalah selama 13 bulan dan merupakan transaksi afiliasi.

Transaksi afiliasi ini dikecualikan dari kewajiban untuk mengumumkan keterbukaan informasi kepada masyarakat, pasalnya ini merupakan transaksi perseroan dengan perusahaan terkendali yang sahamnya atau modalnya dimiliki secara langsung ataupun tidak langsung paling kurang 99 persen.

Tingkatkan Efisiensi Penerbangan, Airnav Perkenalkan Aplikasi Oasis

Airnav selaku penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia membuat terobosan baru dengan memperkenalkan layanan berupa aplikasi yang digadang dapat meningkatkan efisiensi serta monitoring bagi para maskapai komersial di Tanah Air. Dalam acara INACA Annual General Meeting 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta (26/10), Airnav secara resmi memperkenalkan “Oasis” – Online Airnav Services Information System.

Baca juga: Frekuensi Melonjak, ATC Bandara Soekarno-Hatta Peringatkan Risiko Keselamatan Penerbangan

Aplikasi yang disebut-sebut free of charge untuk para maskapai anggota INACA ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi di industri penerbangan. “Lewat aplikasi yang bersifat realtime, para maskapai pengguna Oasis nantinya dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar, on time performance, peningkatan proses bisnis internal lewat otomatisasi data, dan implementasi host to host,” ujar Kristanto, Kepala Divisi Perencanaan dan Strategi Keuangan Airnav dalam presentasinya.

Kristanto menambahkan, dengan Oasis para maskapai juga bisa mendapatkan berbagai data penerbangan dengan lebih akurat dan cepat. Karena berjalan by system, Oasis juga mampu meminimalisir kesalahan informasi. Sementara dari aspek keuangan, Oasis dapat mengurangi ‘holding’ maskapai di udara dan di darat. Untuk melengkapi informasi, fitur lain yang disematkan pada Oasis adalah NOTAM (Notice to Airmen) yang diterbitkan di seluruh dunia.

Pihak maskapai pengguna Oasis nantinya akan mengakses aplikasi ini lewat dashboard di website, dimana termasuk dalam fitur Oasis adalah peta rute penerbangan realtime. Kristanto menyebut bahwa tampilan peta di Oasis memang mirip yang ada di aplikasi AirNav RadarBox. Airnav sendiri untuk aplikasi Oasis mengadopsi teknologi Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B).

Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

ADS-B adalah teknologi yang dapat menentukan posisi pesawat serta navigasinya melalui gelombang radio dan sebuah satelit. Teknologi yang digunakan sebagai radar sekunder ini memungkinkan sebuah pesawat dapat dilacak keberadaannya oleh stasiun kontrol di darat serta pesawat lain untuk menghindari terjadinya tabrakan pada sebuah jalur.

Didera Sinus Saat Berada di Pesawat? Ambil Langkah Ini Agar Derita Tak Bertambah

Sinusitis salah satu penyakit yang mengganggu pernafasan dimana sering mengganggu saat dalam kondisi udara terlalu rendah suhunya. Sebagai penumpang pesawat dan memiliki sinus, Anda harus bisa menghindari masalah-masalah ini untuk menikmati perjalanan menuju tujuan.

Baca juga: Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini

KabarPenumpang.com merangkum dari laman careworkshealth.com, sinus bisa terjadi saat tekanan rendah, udara kering, berkurangnya oksigen sehingga menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh dan sinus meradang. Masalah lainnya adalah ruangan yang terbatas dan Anda harus duduk dalam jangku waktu lama, aliran udara yang terbatas membuat Anda tidak bisa melepaskan diri dari penumpang sebelah Anda yang sakit.

Berikut ini, ada bebeberapa hal yang bisa membuat sinus Anda tidak kambuh saat berada di pesawat.

1. Terhidrasi dengan baik adalah kunci
Beberapa penumpang yang memiliki masalah sama, menyarankan untuk minum lima sampai delapan gelas sebelum terbang. Tak hanya itu, saat di pesawat juga, Anda disarankan untuk minum untuk membantu terhidrasi dan sinus tidak kambuh. Hindari kafein dan alkohol karena menyebabkan dehidrasi pada tingkat tinggi. Jika bisa, minumlah teh herbal panas yang bisa di coba terutama untuk dengan menghirup uapnya agar tetap lembab. Terakhir Anda bisa gunakan larutan air garam untuk membasuh hidung sebelum dan sesudah terbang untuk membunuh alergen, patogen jamur dan virus.

2. Kurangi tekanan
Jika Anda terbang dan mengalami gejala sinus, maka boleh jadi perjalanan akan terasa berat. Perubahan tekanan ini bisa sangat menyakitkan apalagi sinus berdarah. Beberapa dari Anda biasanya mengalami kesulitan saat berada dalam tekanan yang berbeda. Baiknya gunakan semprotan dekogestan sekitar dua jam sebelum lepas landas. Ini bisa mengurangi peradangan terutama jika sudah merasa sesak. Atau Anda bisa gunakan teknik valsalva dimana dengan menggunakan jempol dan telunjuk untuk menahan hidung tertutup saat menekan hidung seperti meniup balon. Kemudian hirup hidung Anda dengan lembut, bisa dilakukan beberapa kali dalam satu jam dan tekanan tertahan.

Baca juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya!

3. Makanan yang mengurangi peradangan
Berikut kenali makanan yang bisa mengurangi peradangan sinus yakni Omega 3, kacang-kacangan dan telur. Tart dengan ceri, buah beri, apel, pir, alpukat, tomat, brokoli, dan sayuran hijau. Selain itu makanan dengan bumbu kunyit, jahe, kemangi atau cabe rawit bisa membantu mengurangi peradangan. Anda juga bisa mencoba mengonsumsi suplemen herbal yang dikkenal sebagai penguat kekelan tubuh. Enchinacae, elderberry, beta-glukan atau gingseng dapat membantu menjaga sistem keekebalan tubuh Anda tetap kuat saat terbang.

PT MRT Jakarta Resmi Jadi Operator Utama Kawasan Transit Oriented Development Fase 1

Pemprov DKI Jakarta resmi menugaskan PT MRT Jakarta sebagai Operator Utama Kawasan Transit Oriented Development (TOD) koridor utara – selatan fase 1 MRT Jakarta. Penugasan sebagai operator utama ini tercantum dalam Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 140 Tahun 2017 tentang Penugasan Perseroan Terbatas Mass Rapid Transit Jakarta sebagai Operator Utama pengelola kawasan Transit Oriented Development koridor utara – selatan fase 1 Mass Rapid Transit Jakarta.

Baca juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors

Terdapat delapan kawasan TOD di fase 1 koridor ini yang akan dikelola oleh PT MRT Jakarta. Dengan penugasan ini, PT MRT Jakarta mempunyai empat tugas utama yaitu mengkoordinasikan pemilik lahan dan/atau bangunan dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan; mendorong upaya percepatan pembangunan sarana dan prasarana kawasan TOD sesuai Panduang Rancang Kota; mengkoordinasikan pemilik lahan dan/atau bangunan, penyewa, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengelolaan, pemeliharaan, dan pengawasan di kawasan TOD; serta memonitor pengelolaan kawasan TOD, baik dalam hal perencanaan, pemeliharaan, maupun pengembangannya.

“Penugasan kepada BUMD PT MRT Jakarta dilakukan dengan pertimbangan PT MRT Jakarta sebagai pihak yang paling strategis bagi terciptanya lingkungan yang nyaman dan aman bagi pengguna angkutan umum massal di DKI Jakarta. Dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur ini pengembang diwajibkan berkoordinasi dengan PT MRT Jakarta untuk bersama-sama menyusun perencanaan pengelolaan kawasan TOD,” ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah. “PT MRT Jakarta merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pengaturan kawasan TOD dan bentuk keberpihakan pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial,” jelasnya.

“Kami siap menjalankan penugasan sebagai Operator Utama untuk kawasan TOD dengan visi Value Capture yang berdampak positif bagi semua pihak. Peran kami sebagai Operator Utama akan menjamin safety dan security kawasan sekitar stasiun sehingga semakin banyak pengguna yang menggunakan MRT Jakarta,” jelas Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar. “Bagi pemilik lahan, kenaikan nilai dapat diinvestasikan kembali untuk pengembangan kawasan, dan bagi Pemerintah Provinsi, nilai perkotaan akan semakin tinggi sehingga secara berkesinambungan meningkatkan penghasilan daerah dan membangun infrastruktur,” jelasnya.

Berdasaekan siaran pers PT MRT Jakarta, Pemprov DKI Jakarta berupaya mewujudkan transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) yang akan menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Hingga 30 September 2017, perkembangan konstruksi sipil pengerjaan MRT Jakarta telah mencapai 80,15 persen. Pengerjaan MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 90,22 persen (±6 km), sementara struktur layang dan Depo Lebak Bulus sendiri telah selesai 70,16 persen (±10 km). Terdapat 13 stasiun yang sedang dibangun saat ini: 7 stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja), dan 6 stasiun bawah tanah (Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia).

Pada fase pertama, panjang jalur Lebak Bulus – Bundaran HI adalah 16 kilometer dan akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta; 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh rute ini adalah 30 menit dengan jarak antar kereta 5 menit sekali. Kereta akan dioperasikan secara otomatis melalui sistem persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC) dan sistem operasi Automatic Train Operation (ATO) grade 2, yang merupakan teknologi baru bagi Indonesia.

Baca juga: Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro, MRT Unik di Kota Suci Makkah

Fase kedua Bundaran HI – Kampung Bandan ditargetkan mulai dibangun pada bulan Desember 2018. Pemerintah berencana membangun MRT Jakarta untuk dua koridor, yakni Selatan – Utara dan Timur – Barat. Koridor Timur – Barat, dari Cikarang, Bekasi, hingga Balaraja, Banten, ini akan dimulai pada tahun 2020, membentang sepanjang 87 km.

MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Pencanangan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Saefullah mewakili Gubernur DKI Jakarta, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, di Balai Agung, Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jakarta (25/10/2017).

Sriwijaya Air Group ‘Sapa’ Tiga Kota di Kalimantan Barat

Sriwijaya Air Group yang terdiri dari Sriwijaya Air dan Nam Air dijadwalkan dalam waktu dekat akan meluncurkan penerbangan dari Jakarta ke tiga kota yang ada di Kalimantan Barat. Ketiga kota tersebut akan disambangi Sriwijaya Air Group pada 26 Oktober 2017 ini.

Baca juga: Horee! Sriwijaya Air Akhirnya Buka Rute Menuju Raja Ampat

KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, penerbangan yang akan dilakukan yakni dari Jakarta menuju Ketapang di Kalimantan Barat via Pontianak PP dan akan dijadwalkan setiap hari dengan menggunakan perpaduan pesawat dari maskapai baik itu Sriwijaya Air ataupun Nam Air.

Tak hanya Ketapang yang akan disambangi maskapai ini, melainkan penerbangan langsung dari Jakarta menuju ke Puttusibau dan Sintang dimana keduanya juga berada di provinsi Kalimantan Barat. Penerbangan yang dilakukan Sriwijaya Air Group yang melalui kota Pontianak juga memungkinkan penerbangan ke kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Semarang, Surabaya dan Yogyakarta.

“Antara Kalimantan Barat dan kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Semarang, Yogya, Surabaya dan Jakarta sejak dulu sudah terjalin hubungan yang baik. Banyak masyarakat dari Jawa yang merantau dan bekerja di Kalimantan Barat. Begitu pula banyak orang-orang di Kalimantan Barat yang melakukan bisnis di Pulau Jawa,” ujar Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group Agus Soedjono melalui siaran pers yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com (24/10/2017).

Dengan pembukaan rute penerbangan ini, Agus berharap hubungan antar dua wilayah yakni Kalimantan Barat dan Jakarta akan semakin kuat karena adanya peningkatan konektivitas serta perkembangan ekonomi keduanya.

“Untuk penerbangan dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 ini, Sriwijaya Air Group memberikan gratis biaya bagasi hingga 10 kg,” ujar Agus.

Jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Ketapang pada pukul 05.45 WIB, 10.00 WIB dan 14.30 WIB. Khusus Jakarta menuju Putussibau diberangkatkan pada pukul 04.45 WIB dan 18.25 WIB, sementara Jakarta menuju Sintang diberangkatkan pukul 05.45 WIB dan 10.00 WIB.

Baca juga: Didera Sejumlah Masalah, Kalstar Aviation Untuk Sementara Tak Mengudara

Untuk penerbangan dari Semarang menuju Ketapang dijadwalkan pukul 06.10 WIB, 12.20 WIB dan 17.05 WIB. Untuk Semarang menuju Putussibau dijadwalkan pukul 12.20 WIB dan 17.05 WIB. Dan Semarang menuju Sintang diberangkatkan pukul 06.10 WIB dan 17.05 WIB.

Penerbangan dari Yogyakarta menuju ke Ketapang diberangkatkan pada pukul 16.45 WIB dan 20.30 WIB. Yogyakarta menuju Putussibau diberangkatkan pada pukul 11.00 WIB dan 20.30 WIB. Sedangkan Yogyakarta menuju Sintang diberangkatkan pukul 20.30 WIB.

Sementara penerbangan dari Surabaya menuju ke Ketapang diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB, 06.40 WIB, 10.50 WIB, 16.30 WIB dan 18.50 WIB. Rute Surabaya menuju Putussibau akan terbang pada pukul 10.50 WIB, 16.30 WIB dan 18.50 WIB. Sedangkan Surabaya menuju Sintang berangkat pada pukul 06.00 WIB, 16.30 WIB dan 18.50 WIB.

Untuk penerbangan dari Pontianak-Ketapang akan dilayani tiga kali sehari dengan menggunakan pesawat ATR 72-600. Yaitu berangkat dari Pontianak pukul 10.35 WIB, 14.30 WIB dan 16.30 WIB. Untuk baliknya, berangkat dari Ketapang pukul 06.45 WIB, 11.25 WIB dan 15.25 WIB.

Penerbangan Pontianak-Putussibau akan dilayani satu kali penerbangan per hari dengan menggunakan pesawat ATR 72-600. Berangkat dari Pontianak pukul 07.50 WIB sampai di Putussibau pukul 08.50 WIB. Selanjutnya penerbangan dari Putussibau pukul 09.05 WIB sampai ke Pontianak pukul 10.05 WIB.

Sementara penerbangan Pontianak-Sintang juga akan dilayani satu kali penerbangan per hari dengan menggunakan pesawat ATR 72-600. Berangkat dari Pontianak pukul 12.30 WIB sampai di Sintang pukul 13.05 WIB. Selanjutnya penerbangan dari Sintang pukul 13.25 WIB sampai ke Pontianak pukul 14.00 WIB.