Citilink Indonesia Buka Rute Bandara Halim Perdanakusuma – Silangit

Setelah kedatangan pesawat ke-50, Airbus A320neo dengan nomor lambung PK-GTF dengan kapasitas 180 penumpang yang tiba dari Toulouse, Perancis pada 26 Oktober 2017 kemarin, Citilink tak ingin lama berdiam diri, low cost carrier ini dikabarkan telah membuka penerbangan langsung dari Bandara Halim Perdanakusuma tujuan Silangit, Sumatera Utara. Rute baru ini juga ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara tepatnya di wisata Danau Toba.

Baca juga: Menanti Kedatangan Pesawat Ke-50, Citilink Optimis Penuhi Target di Akhir Tahun

Dalam pembukaan rute baru ini, Citilink menerbangakan Menteri Pariwisata Arief Yahya dari Halim menuju Silangit pada Sabtu (28/10//2017). “Penerbangan perdana ke Silangit ini merupakan bukti nyata dukungan dan komitmen Citilink Indonesia membantu pengembangan pariwisata nasional. Dibukanya Bandara Silangit sebagai gerbang masuk wisatawan internasional diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan, perdagangan dan investasi di Kawasan Danau Toba,” ujar Arief yang dikutip KabarPenumpang.com dari wartaekonomi.co.id (30/10/2017).

Arief mengatakan, bandara Silangit telah menunjukkan pengembangan infrastruktur yang baik sehingga mendorong pertumbuhan yang progresif atau dengan kata lain “supply creates demand” sehingga mempercepat internasionalisasi Danau Toba.

“Dengan diresmikannya Bandara Silangit sebagai bandara Internasional akan mempercepat proses pencapaian target pemerintah dan menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu pelaku utama untuk memenuhi target tersebut,” ujar Arief .

Adanya rute baru ini Citilink Indonesia berharap dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Tapanuli Utara sehingga bisa turut serta dalam mewujudkan Danau Toba sebagai salah satu lokasi wisata Indonesia selain pulau bali.

“Pembukaan rute penerbangan langsung ke Silangit ini merupakan momentum yang tepat dengan tiga pertimbangan yang mendasar yaitu pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang cukup tinggi sebesar 5,09 persen (BPS), mempercepat konektivitas Nusantara serta sebagai bentuk dukungan maskapai terhadap program pemerintah,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo.

Baca juga: Citilink Buka Rute Bersejarah, Koneksikan Semarang, Banjarmasin dan Palembang

Rute Jakarta tujuan Silangit melalui bandara Halim Perdanakusuma merupakan rute keenam yang dibuka Citilink tahun ini. Sebelumnya Citilink Indonesia membuka rute Jayapura, Dili, kendari, Gorontalo dan Ambon.

Belum lama tepatnya 29 Oktober 2017 kemarin, Citilink Indonesia juga membuka rute penerbangan yang menghubungkan tiga pulau besar di Indonesia yakni Jawa, Sumatera dan Kalimantan denga rute Semarang – Palembang dan Semarang – Banjarmasin.

Guestlogix Angkat Citra Layanan Kabin di Low Cost Carrier

Penumpang pesawat yang menggunakan maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) umumnya tidak bisa mendapatkan pelayanan seperti di maskapai dengan layanan penuh. Untuk makan saja harus beli dan terkadang kehabisan sebelum troli yang di bawa awak kabin sampai di tempat duduk Anda.

Baca juga: Inilah Deretan Aplikasi Cuaca Terbaik Untuk Smartphone Android dan iOS

KabarPenumpang.com melansir laman paddleyourownkanoo.com (4/10/2017), layanan penjualanan makanan memang tidak ramah penumpang selain cepat habis, dan membuat penumpang jenuh serta tidak nyaman dalam perjalanan. Ini merupakan masalah yang dilihat oleh Guestlogix sebagai spesialis penyedia layanan tambahan dalam penerbangan yang ingin menangani secara langsung setiap peluang dengan platform yang ada pada maskapai.

Mungkin nama Guestlogix tidak terlalu enak didengar, namun sistem ini bisa membuat maskapai penerbangan tampil lebih eksklusif. Ide ini didapat untuk memperkenalkan layanan ramah pelanggan yang sama seperti ditawarkan oleh perusahaan di darat untuk memperbaiki pengalaman penumpang dan pendapatan tambahan.

Namun, ini bukan hanya mengedepankan point of sale agar pekerjaan awak kabin lebih mudah, melainkan untuk memberikan lebih banyak peluang bagi maskapai untuk mendapatkan tambahan revenue. Sistem ini bisa digunakan dengan baik untuk cara menjual makanan dan minuman dengan membayar di kabin. Aplikasi tersebut dapat terhubung ke sistem penerbangan saat Anda akan mengupgrade kursi penerbangan dan akses lounge.

Baca juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone

Guestlogix mengklaim bahwa pengalaman di darat menunjukkan bahwa konsumen sangat mengadopsi teknologi seperti ini yang menyebabkan kenaikan peningkatan signifikan. Cara kerja aplikasi ini sama seperti aplikasi pemesanan makanan lainnya, hanya bedanya saat penumpang sudah membeli tiket, aplikasi ini bisa digunakan untuk memesan barang yang akan dibawa pada penerbangan Anda. Biasanya pesanan berupa makanan atau minuman serta barang lainnya dan memungkinkan perusahaan penerbangan mengelola pesanan dengan mudah dan memastikan pelayanan ke pelanggan diterima dengan baik.

Mengambil data dari sistem yang ada, platform dapat mengidentifikasi peluang penjualan yang melonjak, memberikan penawaran dan pesan yang dipesan lebih dahulu kepada pelanggan untuk memaksimalkan pendapatan. Data tambahan dari program frequent flyer dapat digunakan untuk menawarkan diskon dan penawaran khusus kepada pelanggan yang membeli dengan harga tinggi.

Selama di dalam pesawat, tidak perlu menunggu troli makanan sampai di depan kursi. Penumpang bisa membuka aplikasi dan pesan dari tempat duduk mereka. Dengan memanfaatkan jaringan local area network, pesanan dikirim langsung ke aplikasi awak kabin. Pembayaran diproses dengan aman melalui aplikasi yang membuat pekerjaan awak kabin lebih mudah dan cepat.

Dan setelah penerbangan selesai, Guestlogix kemudian dapat menjual paket tujuan dan mengumpulkan umpan balik yang penting dari penumpang. Data tersebut kemudian diumpankan kembali ke maskapai untuk lebih meningkatkan proposisi layanan mereka. Guestlogix telah mendaftarkan sejumlah maskapai penerbangan untuk sistem ini dan lebih banyak lagi diharapkan segera bergabung. Sampai saat mayoritas penggunanya adalah maskapai bertarif rendah.

“Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis

Menyambut momen Sumpah Pemuda ke-89 pada 28 Oktober lalu, BUMN PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan dan penyedia layanan penyeberangan ferry nasional, mencanangkan kampanye baru yang diberi label #asdpSERU, ini merupakan semangat peningkatan kualitas layanan on board. Lewat kampanye tersebut, PT ASDP perlahan-lahan ingin merubah paradigma pengguna jasa pada layanan di dalam kapal, khususnya pada fasilitas kantin di kapal dan penyediaan On Board Entertainment berupa akses WiFi di kabin penumpang.

Baca juga: Pelabuhan Bojonegara, Mungkinkah Jadi “Pesaing” Pelabuhan Ferry Merak?

Selama ini ada stigma diantara pengguna jasa ferry bahwa kantin di dalam kapal ‘jorok, makanan yang disajikan terkesan tidak higienis serta dilayani dengan petugas yang berpakaian tanpa seragam. Nah, lewat kampanye #asdpSERU kini PT ASDP telah meluncurkan kantin yang lebih bersih, modern dan hangat bagi penumpang. Dari ornamen, kantin ini sarat dengan motif kayu, bahan marmer serta penggunaan lampu LED strip white warm.

“Hadirnya kantin ini diharapkan bisa memberikan kesan yang natural, hangat serta ramah. Kami menyebutnya sebagai Waroeng ASDP dan saat ini telah hadir di KMP Sebuku,” ujar Mario S Oetomo, Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry kepada KabarPenumpang.com. Ia menambahkan, “Waroeng ASDP” memang saat ini baru hadir di KMP Sebuku dan menjadi pilot project untuk re-desain kantin di seluruh kapal PT ASDP nantinya.

Di awal peresmian, menu yang jadi andalan di kantin adalah nasi goreng bakso, nasi uduk, nasi campur bali dan popmie bakso. Menu pada Waroeng ASDP mengacu pada standar makanan dan minuman yang ada di PT KAI. “Kami menggunakan produk dari Popso yang serupa di gerbong PT KAI, sehingga makanan cepat saji terjamin kualitas rasa dan kebersihannya,” kata Mario. Untuk menyiapkan sajian hangat 24 jam, kantin ini dilengkapi dengan microwave.

Baca juga: Francisco, Kapal Ferry Wisata dengan Kecepatan 51,8 Knot!

Waroeng ASDP tidak berada di lounge khusus, namun posisinya berada di kelas eksekutif. Dalam peresmian yang dihadiri para direksi, PT ASDP memberi gratis makanan dan minuman untuk penumpang yang bertandang ke Waroeng ASDP. Mario menuturkan bahwa Waroeng ASDP dijalankan dengan pola kerja sama dengan mitra, adanya inovasi ini menjadi poin untuk meningkatkan pendapatan dari sektor aneka usaha dan jasa.

Kopi dengan Cita Rasa Tinggi Kini Hadir Dalam Penerbangan

Masih ingat air panas yang disediakan di pesawat dalam penerbangan? Ya, ada yang melansir bahwa yang digunakan adalah air keran dengan kandungan bakteri yang cukup banyak. Hal ini membuat banyak penumpang tidak memilih untuk memesan kopi atau teh yang harus di seduh dengan air panas.

Baca juga: Teh dan Kopi Panas Tak Baik Dipesan Dalam Penerbangan? Ini Alasannya!

Tak hanya itu, terkadang kopi yang di sajikan dalam pesawat pun kurang bisa dinikmati, ini bukan karena air yang digunakan, melainkan rasa yang ada terasa kurang nikmat. Tetapi beberapa maskapai saat ini sudah mulai membuka mata dan beralih ke pembuatan minuman yang sudah disempurnakan, khususnya bagaimana menyajikan kopi dengan baik.

KabarPenumpang.com melansir dari laman ausbt.com.au (18/10/2017), tiga maskapai besar internasional saat ini sudah mengganti kopinya dengan berbagai macam kopi, baik itu dengan alat baru bernama Nespresso, ataupun racikan maskapai sendiri. Mesin Nespresso menghasilkan espresso dengan menggunakan jumlah bubuk kopi yang optimum serta sumber daya air dan listrik sesedikit mungkin.

1. Air New Zealand beralih ke kopi Kiwi organik
Para penikmat kopi di darat dan di udara tak akan merasakan perbedaan berarti setelah mencicipi kopi dari kabin Air New Zealand, yakni campuran kopi biasa dan organik diproduksi oleh Hummingbird di Christchurch. Maskapai ini memberikan inovasi kopi baru dan membuat banyak penumpang mengunjungi lounge di bandara yang ada di Sydney dan Melbourne di Australia. Penumpang bisa memesan secangkir kopi segar seperti yang disukai dengan menggunakan aplikasi smartphone maskapai ini dan meminta penumpang untuk memesan saat mereka memasuki lounge. Diketahui sebanyak 2,8 juta pesanan dari kopi sudah masuk ke aplikasi AirNZ.

Baca juga: Nikmati Perjalanan dengan Makanan dan Minuman Sehat

2. Virgin Australia mengekstrak Nespresso di kelas bisnis
Sebagai penumpang Virgin Australia saat berada di pesawat Airbus A330 atau Boeing 777 akan dilayani dengan mesin Nespresso di kabin saat meminta secangkir kopi. Dengan mesin ini, kopi yang Anda pesan seperti espresso, cappuccino dan macchiato bisa disajikan dengan rasa yang berkelas.

“Akhirnya Anda bisa mendapatkan kopi yang layak di pesawat terbang. Saya tahu kedengarannya seperti hal kecil, tapi saya tidak dapat menemukan orang yang menyukai kopi maskapai. Sekarang kopi Nespresso yang ada di maskapai kami sama baiknya dengan yang Anda dapatkan di rumah atau kafe,” ujar CEO AirNZ, John Borghetti.

Kabar baiknya, para penumpang bisa menyesuaikan selera dengan pilihan antara Ristretto Intenso, Espresso Forte atau Espresso Decaffeinato. Layanan kopi ini juga ditawarkan Virgin Australia beserta baristanya di lounge yang mereka miliki di bandara Australia.

3. United Airlines sediakan kopi Illy Italia
Maskapai yang satu ini menyediakan latte mewah dengan menggunakan kopi campuran yang sudah di saring. United diketahui sudah menyediakan kopi hampir 200 ribu cangkir perharinya. Kopi ini di panggang di Italia oleh Illy dengan menggunakan biji kopi yang bersumber dari Brazil, Central Amerika, India dan Afrika. Pencampuran ini karena pelancong akan kehilangan rasa mereka dalam menikmati makanan atau minuman seekitar 30 persen saat berada di ketinggian.

Maskapai ini juga mengetes kopi dan memadukan beragam jenis dan suhu air di kabin. Sebab suhu air bisa mempengaruhi rasa kopi itu sendiri. Di pesawat Boeing 787 Dreamliner milik United, tekanan kabin setara dengan 6000 kaki di ketinggian dan air mendidih harus sekitar 93,6 derajat Celcius. Sedangkan untuk Boeing 767 dan 777 yang bertekanan 8000 kaki lebih tinggi, suhu mendidih turun menjadi 91,6 derajat Celcius. Penumpang United mengatakan, perpaduan baru ini untuk menumbuhkan selain aroma juga rasa yang kuat.

“Aroma bagus, rasa yang kuat tetapi tidak terlalu kuat,” ujar beberapa penumpang.

Dari Italia Sampai Ke Inggris, Berikut 10 Bandara Tersibuk di Benua Biru!

Pemandangan hilir mudik penumpang di bandara memang bukanlah suatu hal yang aneh, terutama jika mendekati peak season, maka tidak heran jika salah satu gerbang masuk dan keluar suatu negara ini mulai dipadati oleh banyak orang. Di luar konteks peak season, berikut adalah 10 bandara tersibuk di daratan Eropa yang KabarPenumpang.com himpun dari laman businessrevieweurope.eu.

  1. Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino, Italia
    Terletak di luar kota Roma, Italia, bandara ini melayani 41,2 juta penumpang pada tahun 2016. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 3 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun yang sama, Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino mencatat 314.167 pergerakan pesawat sepanjang tahun 2016.
  2. Bandara Munich, Jerman
    Sepanjang tahun 2016, bandara yang terletak di dekat Freising, Jerman ini melayani 42 juta penumpang. Dalam kasus tertentu, bandara ini juga memegang beberapa predikat; bandara tersibuk ke-15 di dunia yang melayani penumpang internasional, bandara tersibuk kedua di Jerman, dan bandara dengan tujuan penerbangan terbanyak di dunia (248 destinasi). Pada 2016, Bandara Munich ini juga menangani hampir 395.000 pergerakan pesawat dan 354.000 metrik ton kargo.
  3. Bandara London-Gatwick, Inggris
    Bandara terbesar kedua di Eropa ini melayani 43.119.628 penumpang dalam periode tahun 2016 atau meningkat 7 persen dari tahun sebelumnya. Bandara London-Gatwick ini juga mencatat 281.000 pergerakan pesawat dari 115 destinasi yang ditawarkan pada tahun 2016 kemarin.
  4. Bandara Barcelona El Prat, Spanyol
    Bandara Barcelona El Prat ini menangani lebih dari 44,1 juta penumpang pada tahun 2016 kemarin atau meningkat sebesar 11,2 persen dari tahun 2015. Angka tersebut lalu mencatatkan sejarah tersendiri bagi bandara ini. Tidak hanya dari segi penumpang, Bandara Barcelona El Prat ini juga mencatat peningkatan pergerakan pesawat yang cukup signifikan, yaitu 307.864 pergerakan pesawat sepanjang tahun 2016 atau meningkat 6,6 persen dari tahun sebelumnya.
  5. Bandara Adolfo Suárez-Madrid Barajas, Spanyol
    Posisi keenam ditempati oleh Bandara terbesar di Spanyol, Bandara Adolfo Suarez-Madrid Barajas, dimana pada tahun 2016 silam, bandara ini tercatat melayani 50,4 juta penumpang. Bandara ini juga menangani 378 pergerakan pesawat dan 415.000 metrik ton kargo pada tahun yang sama.
  6. Bandara Istanbul Atatürk, Turki
    Bandara Ataturk Istanbul, yang terletak di Istanbul, Turki ini melayani total 60.119.215 penumpang sepanjang tahun 2016 silam, dengan 41 juta diantaranya merupakan penumpang Internasional. Data terbaru menyebutkan bahwa bandara ini merupakan bandara yang melayani rute penerbangan terbanyak kedua di dunia.
  7. Bandara Frankfurt, Jerman
    Sebagai kota terbesar kelima di Jerman, Frankfurt dinominasikan sebagai bandara tersibuk keempat di Eropa. Data statistik menyebutkan bahwa bandara ini menangani hampir 60,8 juta penumpang yang terbang dari dan ke Bandara Frankfurt pada periode 2016. Bandara ini juga menangani lebih dari 2,1 juta ton kargo dan memfasilitasi lebih dari 462.000 pergerakan pesawat pada 2016.
  8. Bandara Amsterdam Schiphol, Belanda
    Melayani lebih dari 63,6 juta penumpang, memproses sekitar 1,7 juta ton kargo, dan memiliki catatan 479.000 gerakan pesawat menjadikan Bandara Amsterdam Schiphol ini menduduki peringkat ketiga bandara tersibuk di Eropa. Bandara ini juga diketahui menyediakan 176 rute penerbangan yang dapat Anda pilih.
  9. Bandara Charles de Gaulle, Perancis
    Per tahun 2016 kemarin, bandara yang terletak di kota Paris ini melayani hampir 66 juta penumpang dan menjadikannya bandara tersibuk kedua di Benua Biru. Bandara yang juga dikenal sebagai Bandara Roissy-Paris ini menawarkan penerbangan langsung ke sekitar 256 kota di seluruh dunia.
  10. Bandara Heathrow, Inggris
    Menurut volume lalu lintas penumpang, Bandara Heathrow yang melayani 75,7 juta penumpang pada tahun 2016 ini menjadikannya jawara bandara tersibuk di Eropa. Bandara ini juga menangani lebih dari 1,54 juta metrik ton kargo dan memfasilitasi hampir 475.000 pergerakan pesawat. Bandara Heathrow menyediakan lebih dari 180 destinasi di 90 negara.

Sebagai perbandingan, Bandara Atlanta Hartsfield-Jackson di AS dianugerahi gelar bandara tersibuk di dunia, dengan melayani lebih dari 104 juta penumpang pada tahun 2016 kemarin. Kira-kira, Bandara Internasional Soekarno Hatta berada di posisi berapa ya?

 

Iwasaki Yataro – Titisan Keluarga Samurai Yang Sukses Mendirikan Mitsubishi

Dari mulai L300, beragam truk, hingga Pajero Sports, hampir tidak ada orang yang meragukan kualitas produk Mitsubishi. Sejak ditemukan pada 1870 atau sekitar 147 tahun yang lalu, tentunya perusahaan ini sudah banyak sekali memakan asam garam dalam memproduksi bermacam kendaraan. Lalu, kira-kira siapa ya pendiri perusahaan ini? Kalau dilihat dari nama perusahaannya sih, kemungkinan besar yang merintis usaha ini pertama kali adalah orang Jepang, benar tidak ya?

Baca Juga: Joseph Armand Bombardier – Ketika Minat, Bakat, dan Kegigihan Membuahkan Hasil Manis

Perkenalkan, Iwasaki Yatarō, pria kelahiran 9 Januari 1835 ini merupakan founder dari perusahaan multinasional yang kini sudah merangkul beberapa anak perusahaan dan mengganti namanya menjadi Mitsubishi Group. Iwasaki terlahir dari keluarga petani di Aki, provinsi Tosa, dimana kondisi keluarganya bisa dibilang kurang mampu. Terbukti bahwa ia merupakan cicit dari seorang pria yang telah menjual status samurai yang melekat di keluarganya untuk membayar hutang. Iwasaki memulai karirnya sebagai pegawai di klan Tosa, yang disinyalir klan ini memiliki beragam kepentingan bisnis yang tersebar luas di hampir seluruh wilayah di Jepang.

Ketika menginjak usia 19 tahun, Iwasaki memilih untuk bertolak menuju Edo atau yang kini dikenal  dengan Tokyo untuk mengenyam bangku pendidikan. Sayangnya, setahun berselang ia terpaksa untuk berhenti sekolah sementara dan kembali ke kampung halamannya mengingat kondisi ayahnya yang terluka parah setelah terlibat perselisihan dengan kepala desa.

Sudah jatuh, terimpa tangga pula. Mungkin peribahasa ini cocok untuk menggambarkan situasi yang dialami Iwasaki kala itu. Ketika ia tengah berusaha untuk menuntaskan kasus ayahnya, pihak pengadilan justru lebih berpihak pada sang kepala desa, dan malah menuduh Iwasaki telah melakukan tindak korupsi. Sedihnya, bukan keadilan yang di dapat, melainkan Iwasaki terpaksa mendekap di balik jeruji besi selama tujuh bulan atas tuduhan tersebut. Selepas masa kurungan, Iwasaki berencana untuk memutihkan status mantan narapidananya terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali bekerja sebagai guru.

Sekembalinya Iwasaki ke Edo, ia lalu bersosialisasi dengan para aktivis politik dan belajar di bawah asuhan seorang reformis bernama Yoshida Toyo, yang akhirnya sedikit banyak memengaruhi pola pikir Iwasaki. Sejak menerima banyak ilmu dari Yoshida, gagasannya pun mengerucut untuk membuka dan mengembangkan industri lokal Jepang yang kala itu tertutup oleh industri dan perdagangan luar negeri. Tidak hanya itu, Yoshida juga berperan dalam kembali diangkatnya Iwasaki sebagai pegawai pemerintahan di Tosa hingga ia berhasil membeli kembali status samurai yang pernah digadaikan oleh keluarganya ketika ia masih kecil.

Iwasaki Yatarō. Sumber: iostream.info

Sejurus kemudian, ia dipromosikan ke posisi puncak di kantor perdagangan klan Tosa di Nagasaki, dan Iwasaki bertanggung jawab untuk mengurus pertukaran minyak kapur barus dan kertas dengan kapal, senjata, dan amunisi.

Meledaknya Restorasi Meiji pada tahun 1868 memaksa Iwasaki hengkang ke Osaka untuk menyewakan hak perdagangan untuk klan Tsakio Trading Company milik Tosa. Lima tahun berselang, perusahaan yang dipegang oleh Iwasaki berganti nama menjadi Mitsubishi. Nama tersebut dipilih karena memiliki etimologinya sendiri. Mitsu artinya tiga ; sedangkan Bishi, sering digunakan dalam bahasa Jepang untuk mengganti kata berlian. Maka tidak heran jika lambing Mitsubishi bergambarkan tiga berlian.

Periode 1874 hingga 1875, Iwasaki dan perusahaan tengah fokus terhadap perintah dari pemerintah Jepang yang memintanya untuk bisa mengatasi masalah transportasi para serdadu Jepang dan pengangkutan senjata. Mitsubishi menerima sejumlah kapal pada tahun 1875 pasca Japanese Expedition yang bergulir sejak 1874. Hal tersebut menguatkan hubungan yang dijalin oleh Mitsubishi dan pemeritah Jepang sendiri. Sebagai rasa terima kasih, perusahaan yang dikomandoi oleh Iwasaki tersebut terjun langsung untuk memfasilitasi dan membawa pasukan Jepang memenangi Satsuma Rebellion di tahun 1877.

Baca Juga: Gottlieb Wilhelm Daimler – Serap Ribuan Ilmu Jadi Kunci Kesuksesan Bapak Otomotif Asal Jerman Ini

Sejak saat itu, Iwasaki yang berada di balik otak perusahaan Mitsubishi turut tumbuh berkembang seiring transformasi Jepang menuju negara modern. Lepas saat itu, Iwasaki lalu berinvestasi di sektor pertambangan, perbaikan kapal, dan keuangan. Pada tahun 1884, Mitsubishi berpeluang untuk membuat kapal dalam skala besar setelah Iwasaki menandatangani kontrak kerja sama dengan Nagasaki Shipyard.

Di usianya yang menginjak 50 tahun, Iwasaki dipaksa kembali untuk pulang, bukan ke kampung halamannya melainkan ke hadapan Sang Pencipta pada 7 Februari 1885. Ia harus menyerah pada penyakit kanker lambung yang kian hari kian menggerogoti tubuhnya. Mitsubishi pun diambil alih oleh saudara laki-lakinya, yang kemudian diambil alih oleh Hisaya, anak dari Iwasaki.

Arigatō gozaimashita, Iwasaki!

Moda Transportasi di Bandara Ngurah Rai dan Hasanuddin, Antara Fakta dan Harapan

Apa yang ada dipikiran Anda saat berbicara mengenai bandara? Mungkin Anda lebih berpikir mengenai penanganan keberangkatan dan kedatangan seperti di konter check in atau pelayanan maskapai saat klaim bagasi. Lain dari itu yang kerap pengguna jasa bayangkan adalah seberapa modern si bandara yang mau disambangi.

Nah menyangkut ‘kadar’ modern diantaranya seperti apa fasilitas yang disediakan seperti tempat makan, nursery, ruang tunggu dan moda transportasi penunjang dari dan ke bandara tersebut. Yang disebut terakhir yakni moda transportasi penunjang di bandara menjadi bahasan menarik, pasalnya meski ada beragam update dan upaya peningkatan fasilitas, masih ada beberapa faktor yang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan operator bandara. Kali ini KabarPenumpang.com mengulas terkait masalah moda transportasi yang ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar dan Sultan Hasanuddin di Makassar.

Baca juga: Usai Kembangkan 9 Bandara, Angkasa Pura I Canangkan Benahi Infrastruktur di El Tari dan Frans Kaisiepo

Bandara Ngurah Rai 
Bandara internasional andalan PT Angkasa Pura I ini belum lama telah menyabet penghargaan The 3rd World Best Airport 2016, namun masih satu tingkat di bawah Cina. Kenapa? Ternyata pangkal musababnya karena di Ngurah Rai belum tersedianya kereta bandara.

Co GM Commercial Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Rahadian D Yogisworo mengatakan, Bali merupakan daerah yang unik dimana tidak ada transportasi massa seperti angkutan umum, apalagi kereta. Sebab Bali tidak dirancang dengan moda transportasi kereta. Menurut Yogi, ini dikarenakan Bali lebih di dukung dengan rental mobilnya.

“Sebenarnya ada Damri, selain rental mobil, tetapi hanya sampai ke Denpasar dan Terminal Ubung. Apalagi bandara di Bali ini kan dekat dengan jalan, moda online juga banyak jadi penumpang banyak yang pilih itu,” jelasnya saat ditemui KabarPenumpang.com di Graha Angkasa Pura I, (24/10/2017).

Sedangkan untuk turis asal luar negeri, Yogisworo mengatakan, sudah ada jemputan langsung dari pihak tour dan travel yang menyelenggarakan atau kembali menggunakan taksi yang ada di bandara. “Untuk turis asal luar negeri biasanya mereka di jemput pakai bus. Makanya untuk transportasi lain kita menjalankan yang kerjasama dengan Angkasa Pura I saja saat ini dan tidak banyak hanya taksi dan Damri saja,” tambahnya. Untuk moda berbasis online belum bisa masuk bandara, sebab pihak operator bandara masih mengikuti amanat dari undang-undang yang berlaku saat ini dan menyesuaikan tempat parkir yang ada.

Bandara I Gusti Ngurah Rai

Ciri khas dari Bandara Ngurah Rai lainnya, lokasi bandara dekat sekali dengan jalan raya dan memiliki akses transportasi yang lebih mudah. Tetapi, memang untuk pengguna jasa sendiri lebih banyak yang menggunakan mobil rental.

Bandara Hasanuddin
Bandara yang berstatus internasional dan juga berada di bawah manajemen PT Angkasa Pura I ini telah mendapatkan penghargaan The Most Improved Airport in Asia-Pasific 2016 dari Airport Council International (ACI) dalam ajang ASQ Award 2016.

Selain Bali, Makassar juga menyediakan bus Damri dan bekerjasama dengan 15 operator taksi yang ada di Makassar. GM Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Cecep Marga Sonjaya mengatakan, Damri yang ada di bandara ini memiliki rentang waktu keberangkatan 30 menit sampai satu jam sekali untuk akses dari bandara menuju kota.

Sehingga menurutnya, transportasi yang ada di bandara Makassar bisa dikatakan banyak pilihan. Sebab, berbeda dengan Bali yang jaraknya tak jauh dengan jalan raya, bandara Sultan Hasanuddin memiliki jarak sekitar tiga kilometer untuk sampai ke jalan raya.

Baca juga: Bandara Silangit Terintegrasi Shuttle Bus Menuju Pulau Samosir

“Jaraknya dari bandara ke jalan raya itu cukup jauh sekitar tiga kilometer, bus dan taksi inilah yang digunakan sebagai penghubung dari bandara ke kota atau mobil rental. Tergantung pilihan penumpangnya sendiri,” ujarnya.

Cecep menegaskan, bandara Sultan Hasanuddin yang bekerjasama dengan 15 operator taksi dan  sudah menggunakan metode digital untuk mendapatkan taksi. Menurutnya, metode ini lebih mudah dibandingkan dengan adanya kontak manusia. “Dulu problem yang kita hadapai itu ramai dengan konter taksi, sekarang sudah ada sistem digital, jadi penumpang bisa memilih taksi yang mana dan kami mengurangi kontak dengan orang tetapi perbanyak kontak dengan mesin. Ini untuk memudahkan penumpang,” jelasnya.

Cecep menambahkan, dengan adanya era digital di bandara Makassar, penumpang jadi memiliki pilihan yang lebih baik. Sebab tidak semua penumpang ingin menggunakan taksi mewah, ada juga yang masih menggunakan bus. Ia mengatakan bila tahun depan ada kereta yang melalui bandara, pilihan moda penumpang pastinya lebih banyak lagi. Adapun taksi berbasis online, menurut Cecep, saat ini hanya bisa mendrop penumpang di bandara dan tidak diperolehkan untuk mengambil penumpang.

“Taksi online bisa masuk tapi hanya menurunkan dan tidak bisa mengambil penumpang. Karena kan kita sudah bekerjasama dengan 15 operator taksi yang sudah terorganisir. Kalau nantinya taksi online bergabung bisa saja dan akan kembali ke sistem, soalnya aturan pemerintah belum ada, nah kalau ada mungkin bisa,” tutur Cecep.

 

 

 

 

 

 

Atasi Kebosanan Selama Penerbangan, Emirates Rancang Program Khusus Untuk Anak

Anak-anak memiliki tingkat kebosanan yang cukup tinggi, apalagi dengan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan dengan menggunakan pesawat. Biasanya mereka jenuh karena perjalanan dilakukan dalam jangka waktu lama serta tak banyak yang bisa dilakukan di tempat duduknya.

Baca juga: Nasehat Baik Saat Bawa Anak Jalan-Jalan dengan Pesawat

Tak hanya itu, orangtua yang membawa anak mereka dalam penerbangan pun merasa khawatir dengan kebosanan yang terjadi pada anak. Hingga ada yang memutuskan beberapa keluarga menghindari penerbangan.

KabarPenumpang.com merangkum dari paddleyourownkanoo.com (25/10/2017), Emirates salah satu maskapai penerbangan yang berbasis di Dubai bisa membantu orangtua dan anak-anak mereka merasakan pengalaman penerbangan yang nyaman. Bekerja sama dengan seorang Psikolog dan spesialis kebosanan dari University of Central Lancashire, dr Sandi Mann, sudah melakukan penelitian yang melibatkan 2000 orangtua di Inggris dengan anak mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Dalam penelitian ini, Emirates bersama Mann membantu membuat sebuah penerbangan panjang menjadi tak begitu terasa untuk anak-anak. Dari hasil penelitian sebenarnya para orangtua memiliki kekhawatiran dimana resiko saat anak-anak bosan dan berpikir, mereka akan mengganggu penumpang lain saat bermain.

Sedangkan seperempat orangtua justru khawatir anak mereka tidak terhidrasi dengan baik di lingkungan kabin pesawat yang dingin dan kering.

“Kami tahu bahwa orang tua sering takut jika bepergian dengan anak-anak yang akan merasa cepat bosan. Bila hal ini terjadi, awak kabin siap membantu,” ujar Jade Cobbs salah satu anggota awak kabin Emirates.

Emirates mengatakan, dari hasil penelitian didapat bahwa seorang anak dibawah 12 tahun bisa tidak merasakan bosan hingga 49 menit dari pertama memasuki sebuah penerbangan. Untuk melawan kebosanan yang terjadi pada anak-anak, Emirates bersama dr Sandi Mann merancang Child Boredom Quotient (CBQ).

Baca juga: Ingin Bawa Anak Naik Pesawat? Perhatikan Beberapa Poin Penting Ini

Ini merupakan sebuah tabel sederhana yang menyediakan daftar aktivitas dimana harus membuat anak-anak terhibur selama penerbangan yang panjang. Mann mengatakan, CBQ sendiri membagi aktivitas dengan kategori aktif, pasif, interaktif, kreatif dan sensori.

Jadi jika aktivitas pasif terjadi pada anak saat mereka menontot film atau mendengarkan musik. Sedangkan kegiatan interaktif seperti membaca buku dan aktivitas sensori dapat disegarkan dalam bentuk makanan berat atau makanan ringan dalam penerbangan.

Perlakuan seperti ini banyak sekali dilakukan orag tua yang memiliki banyak pengalaman. Sebenarnya 41 persen orangtua mengatakan bahwa mereka merayu anak-anak dengan permen, coklat ataupun makanan ringan agar berperilaku dengan baik.

Sedangkan 33 persen orangtua memberikan anak mereka pengasuh elektronik seperti tablet agar menonton film anak-anak dan tak mengganggu sekitar. Dengan adanya CBQ, bisa menyarankan urutan yang benar untuk mengenalkan aktivitas baru agar anak-anak terhibur.

Mann mengatakan, kebosanan pada seorang anak bukanlah hal yang harus dianggap buruk. “Jangan takut mereka bosan, seperti yang ditinggalkan perangkat mereka sendiri dengan bahan dasar. Mereka akan menemukan cara kreatif yang melibatkan otak mereka.”

Peringati HUT Ke-30, Enam Armada MRT di Taipei Tampilkan Nuansa Theater

Dalam memperingati hari jadinya yang ke-30, Mass Rapid Transit (MRT) di Taiwan yang dalam pengoperasiannya diawasi langsung oleh Taipei Rapid Transit Co. (TRTC) melakukan sedikit perubahan pada beberapa armadanya. Perubahan tersebut tentu bukanlah bersifat permanen, melainkan hanya berlaku dalam kurun waktu tertentu.

Baca Juga: Seni Tingkat Tinggi Siap Hiasi Stasiun-Stasiun di Ottawa

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman focustaiwan.tw (3/10/2017), gerbong-gerbong MRT tersebut disulap layaknya sebuah Pusat Pertunjukan Seni Nasional. Salah seorang dari TRTC mengatakan bahwa enam kereta MRT di Taipei akan dikelompokkan menjadi tiga kategori, dimana setiap kategorinya mengangkat tema yang berbeda. Dua kereta akan didesain menyerupai National Theater, dua lagi menyerupai National Concert Hall, dan sisanya akan didesain layaknya perpustakaan budaya.

Sumber: Travel.taipei

Khusus untuk kereta yang mengambil nuansa National Theater dan National Concert Hall, lampu di dalam gerbong akan diredupkan. Ini bertujuan untuk menciptakan suasana serasa berada di dalam kedua bangunan yang seakan sudah menjadi identitas bagi Taipei sendiri. Tidak hanya meredupkan lampu, tapi gerbong tersebut juga akan dilengkapi dengan wallpaper tangga, kursi, hingga lampu gantung yang akan menguatkan nuansa tempat tersebut.

Hal lain yang juga menarik perhatian khalayak ramai terhadap perombakan desain sementara ini terletak pada gerbong pertama dan terakhir. Dimana di dua gerbong tersebut, lima deret kursi akan diubah menggunakan susunan empat kursi yang mensimulasikan kursi flanelet merah yang digunakan di ruang konser dan teater. Sungguh unik!

Sumber: Travel.taipei

Humas TRTC, Ling Chi-Yao mengatakan bahwa kemitraan yang mereka jalin dengan National Performing Arts Center akan memungkinkan perusahaan penyedia jasa tersebut menyajikan beragam ide tentang beberapa spot kota yang hampir setiap hari bersentuhan dengan para penumpang. “MRT Taipei bukan hanya sekedar sarana transportasi, namun telah menjadi bagian dari kehidupan warga negaranya,” ungkap Ling Chi-Yao.

Baca Juga: Bus Tanpa Awak Segera Beroperasi di Taiwan

Rencananya, enam kereta yang sudah didesain ulang ini akan mengular di sepanjang jalur Tamsui-Xinyi hingga tanggal 31 Januari 2018 mendatang. Kereta juga akan berhenti di Chianghi-Shek memorial Hall Station, dimana stasiun tersebut merupakan titik terdekat menuju National Theater dan National Concert Hall.

Ini bukanlah kali pertama kereta MRT di Taipei mengalami perubahan desain. Pada bulan Agustus 2017 kemarin, sebanyak enam gerbong disulap menggunakan tema olahraga, ada yang di desain menyerupai lanagan sepak bola, bisbol, basket, hingga kolam renang. Tujuan dari perubahan desain tersebut adalah dalam rangka mempromosikan 2017 Summer Universiade, dan berhasil mencuri perhatian dunia.

Toyota Lansir JPN Taxi, Prototipe Taksi dengan Bahan Bakar Hybrid

Toyota telah meluncurkan prototipe JPN Taxi pada Tokyo Motor Show 2017. Diketahui, taksi ini menggunakan gas alam cair (LPG). Pada taksi tersebut juga dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang menjadi bagian besar dari model taksi baru ini dan akan segera masuk pada dealer-dealer di Jepang.

Baca juga: Oslo, Kota Dengan Tarif Taksi Termahal di Dunia, Jakarta Ada Diurutan Berapa Ya?

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (25/10/2017), JPN Taxi disebut-sebut memiliki beberapa fitur untuk kenyamanan pengendara dan ergonomi pengemudi. Lantai yang rendah dan datar memudahkan penumpang masuk dan keluar dari taksi.

Uniknya pintu taksi ini pada bagian kiri menggunakan pintu geser dan bagian kanan pintu seperti yang ada di mobil biasanya. Pintu sebelah kiri untuk memudahkan penumpang yang menggunakan kursi roda atau penyandang disabilitas.

Toyota juga memindahkan pilar da cermin samping pada JPN untuk meningkatkan visibilitas pengemudi. Di tempat pengemudi, dashboard di modifikasi dan telematika dipasang agar lebih mudah dan menjaga agar mata pengemudi tetap di jalan.

Tak hanya itu, setiap penumpang bisa melihat kecepatan kilometer pengemudi saat mengendarai JPN Taxi ini. Sebab meteran terintegrasi yang bisa dilihat semua orang dalam kendaraan.

JPN Taksi (Toyota)

JPN Taxi yang saat ini dipamerkan pada Tokyo Motor Show 2017,  terdiri dari level standar dan premium. Dimana masing-masing menawarkan jumlah perlengkapan yang berbeda dan keduanya akan memiliki pilihan LPG hybrid untuk drivetrain. Saat ini untuk mesin bahan bakar gas yang akan menggantikan bensin ataupun solar dengan penyimpanan LPN di bagian belakang kendaraan.

Mesin pembakaran dan komponen hybrid berada di bagian depan dan taksi di desain front wheel drive. Menggunakan JPN Taxi ini adalah insiatif Toyota untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi kemacetan lalu lintas dijalur tertentu yang juga bekerjasama dengan Hire-Taxi Associations of Japan.

Proyek ini sudah dimulai pada April 2017 kemarin dan akan diintegrasikan dalam aplikasi Navigasi Smartphone JPN TC. Informasi untuk aplikasi kemacetan lalu lintas dikumpulkan melalui kombinasi video mengemudi mengemudi dan data kendaraan dari 500 taksi yang saat ini beroperasi di wilayah metropolitan Tokyo.

Layanan di semua Taksi JPN yang memilihnya akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2018. Ini akan beroperasi melalui modul komunikasi data yang sama seperti DCM, karena kebanyakan kendaraan Toyota terjual secara komersial sejak tahun 2005. Sistem baru ini adalah spesifik, tapi mungkin diluncurkan di bagian lain Jepang karena Toyota menganalisis data pemakaian.

Baca juga: Ketika Oversupply, Armada Taksi Blue Bird Nantinya Tawarkan Jasa Antar Barang

Informasi kemacetan lalu lintas dikumpulkan melalui kendaraan individu dan dikirim ke sistem cerdas buatan yang menganalisis data. Ini kemudian menghasilkan tidak hanya kondisi lalu lintas untuk segmen jalan raya, seperti sistem informasi lalu lintas generasi sekarang, namun juga jalur-spesifik termasuk kepadatan kendaraan, kecepatan rata-rata, konstruksi, penutupan sementara, dan sebagainya. Ini kemudian dikirim ke kendaraan lain dengan DCM, memperbarui lansiran navigasi mereka dengan yang terbaru.