Selain Berusia Satu Abad, Stasiun Purwakarta Adalah Awal Jalur KA Menanjak dan Berkelok Menuju Bandung

Kalau melewati stasiun ini, kalian akan melihat tempat peristirahatan terakhir kereta-kereta yang sudah pensiun berdinas. Ya inilah Stasiun Purwakarta yang menjadi andalan para penumpang yang biasa transit menggunakan kereta lokal.

120 tahun yang lalu, tepatnya pada 27 Desember 1902, stasiun ini mulai beroperasi seiring dengan dipindahkannya ibukota Karesidenan Karawang ke Purwakarta oleh gubernur Jenderal Van De Bosch.

Stasiun Purwakarta memiliki arsitektur yang tergolong sederhana, fasadnya jamak ditemui pada bangunan stasiun lain yang dibangun pada periode 1880-1990 dengan sedikit pengaruh gaya Yunani kuno yang hype pada masanya. Selain itu, Stasiun Purwakarta dulunya juga dilengkapi dengan depo lokomotif. Sebab posisi stasiunnya mengarah ke Bandung di mana merupakan awal dari jalur yang menanjak dan berkelok. Sehingga harus disiagakan lokomotif uap cadangan.

Pasca era lokomotif uap berakhir pada dekade 1980-an, depo lokomotif di Purwakarta tidak digunakan lagi. Pada tahun 2019, Depo Purwakarta dialihfungsikan menjadi kantor dan gudang.

 

Keunikan lain dari Stasiun Purwakarta adalah adanya tempat peristirahatan terakhir kereta, mulai dari bekas Kereta Rel Listrik (KRL), Kereta Rel Diesel (KRD), dan kereta penumpang yang tersusun rapi. Nah, pemandangan tak biasa inilah yang membuat Stasiun Purwakarta sangat menarik saat dilewati.

Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

Terdapat lebih dari satu jenis kereta, mulai dari ekonomi, gerbong listrik, sampai eksekutif dengan tahun pembuatan 1966. Semuanya ditumpuk secara rapi di lahan tersebut yang tidak difungsikan. Kemudian bentuk gerbong juga sudah tampak usang, dengan kondisi cat yang mengelupas dan struktur dinding besi yang terlihat berkarat.

Dulunya kereta-kereta tersebut melayani perjalanan lokal jarak dekat maupun jarak jauh. Namun seiring operasional kereta uap yang dihentikan tahun 1990 an, gerbong-gerbong tersebut kemudian masuk ke masa afkir atau sudah tidak bisa digunakan. Tak hanya dari Daop 2, sejumlah kereta bahkan diketahui berasal dari daerah lain di Pulau Jawa, salah satunya dari Stasiun Banyuwangi Baru atau saat ini lebih dikenal sebagai Ketapang.

 

Stasiun Purwakarta melayani banyak perjalanan kereta api dari mulai kereta api lokal seperti KA Walahar (Cikarang – Purwakarta) dan KA Lokal Garut (Garut – Purwakarta). Serta KA komersial jarak jauh antara lain, KA Parahyangan (Bandung – Gambir), KA Ciremai (Bandung – Semarang Tawang), KA Papandayan (Garut – Gambir), KA Pangandaran (Banjar – Gambir), KA Harina (Bandung – Surabaya Pasarturi), KA Cikuray (Garut – Pasar Senen), KA Serayu (Purwokerto – Pasar Senen).

Mengenal Walahar Express, Kereta “Odong-Odong” dari Purwakarta

Sobek Tiket Pesawat Milik Pelancong, Petugas Imigrasi Bandara Vietnam Diganjar Skorsing

Seorang petugas imigrasi Vietnam telah diskors setelah secara terbuka merobek tiket pesawat seorang turis Taiwan di Bandara Internasional Phu Quoc, yang menuai kemarahan di media sosial. Kementerian Keamanan Publik Vietnam pada hari Senin mengatakan bahwa petugas tersebut didisiplinkan karena “sikap yang tidak pantas” terhadap turis.

Seperti dikutip Vnexpress.net, insiden tersebut terjadi pada tanggal 13 Mei 2025, ketika sebuah keluarga Taiwan yang terdiri dari empat orang tiba di bandara Phu Quoc untuk menyelesaikan prosedur penerbangan pulang mereka.

Orang tua tersebut meminta untuk memproses prosedur imigrasi dua orang sekaligus, karena kedua anak mereka tidak sehat dan perlu digendong secara terpisah oleh masing-masing orang tua.

Namun, petugas tersebut menolak permintaan keluarga tersebut dan menyuruh mereka untuk menunggu di samping.

Ketika keluarga tersebut meminta klarifikasi tentang kapan prosedur imigrasi mereka dapat dilanjutkan, petugas tersebut tiba-tiba merampas dan merobek tiket pesawat milik ibu tersebut, sambil mencaci-maki keluarga tersebut di depan umum.

Turis yang tertekan itu membagikan pengalamannya di media sosial, yang dengan cepat mendapat perhatian dan kritik luas. Tiket pesawatnya kemudian dicetak ulang.

Kadang Bikin Ketar-ketir, Inilah Pertanyaan ‘Killer’ Petugas Imigrasi di Luar Negeri

Stasiun Balung, Berawal dari Akses Naik Turun Penumpang Hingga Beralih Jadi Lapak Pedagang Sepeda

Melihat sejarah kereta api di Jawa Timur ternyata masih banyak kawasan atau daerah yang masih jarang diketahui orang. Salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah Stasiun Balung.

Stasiun Balung menjadi saksi bagaimana wilayah tersebut menjadi akses perputaran perekonomian di masa kolonial. Sejumlah ruas rel kereta api juga beberapa utuh di sana. Meski juga tidak sedikit yang hilang dan ditumbuhi rumah-rumah.

Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop 9 Jember), jalur Stasiun Balung terhubung kearah utara menuju Stasiun Rambipuji yang saat ini masih aktif digunakan. Sementara ke selatan, terhubung hingga ke daerah Puger, sampai ke barat arah Kencong. Jalur kereta api Stasiun Balung ini pun dibangun pada 3 Mei 1913 di era kolonial dengan kode stasiun BUG-5822.

Tak hanya bangunannya saja yang bersejarah, keunikan dari Stasiun Balung ini terdapat 2 terminal stasiun, yaitu Stasiun Balung Besar yang menghubungkan lintas Lumajang dengan Rambipuji dengan lebar jalur pada unumnya di Indonesia 1067 mm dan Stasiun Balung Kecil terletak di samping Stasiun Besar menghubungkan transportasi Balung-Ambulu yang memiliki lebar jalur agak kecil, yakni 700 mm.

Rel berukuran 700 mm yang berada di samping Stasiun Balung. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/Jelajah KUY)

Menurut kabar dari berbagai sumber, untuk Stasiun Balung Besar (rute Lumajang-Rambipuji) didominasi oleh penumpang yang merupakan para pedagang baik sayuran maupun buah buahan. Stasiun ini dibangun agar para rakyat-rakyat kecil juga dapat merasakan dan menggunakan transportasi Kereta Api dan juga untuk mempermudah dalam mencari nafkah. Sedangkan untuk Stasiun Balung Kecil (rute Balung-Ambulu) didominasi oleh penumpang umum (campuran).

Keberadaan jalur KA dengan stasiunnya adalah untuk mengembangkan sektor perekonomian jalur selatan Jawa, khususnya di Jember. Namun sayangnya Stasiun Balung akhirnya ditutup secara resmi tahun 1986 karena sepinya penumpang KA, dan kalah dengan kendaraan lainnya, seperti kendaraan umum taksi, motor, dan mobil pribadi.

Bangunan-bangunan yang dimiliki oleh Stasiun Balung, antara lain bengkel kereta, perkantoran & gudang alat pemeriksaan, mesin diesel yang digunakan untuk penerangan listrik, tower (tandon air) yang terletak di perumahan milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), tandon air ini digunakan untuk mengisi air pada kereta api yang akan diberangkatkan.

Kondisi ruang tunggu dengan bangunan yang masih kokoh. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/Jelajah KUY)

Memiliki riwayat sejarah yang cukup panjang, eks Stasiun Balung hingga kini masih utuh. Kokoh berdiri di tengah-tengah pemukiman warga yang semakin padat. Konstruksi bangunan yang khas masa kolonial tampak terlihat belum pernah ada pemugaran. Karena lokasinya berada di jantung Kecamatan Balung dan sangat strategis, maka tak heran sejak awal hingga kini keberadaannya masih eksis, meski telah beralih fungsi menjadi lapak persatuan pedagang sepeda dan sepeda motor oleh warga sekitar.

Jejeran lapak sepeda yang berada diarea Stasiun Balung. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/Kurnia Explore & Food)

Difungsikannya tempat tersebut sebagai lapak berjualan sepeda sudah berlangsung sejak lama. Beberapa warga setempat tidak mengetahui pasti. Namun, mereka memperkirakan, sudah berlangsung puluhan tahun. Pun kepemilikan aset eks Stasiun Balung itu, serta beberapa tanah di sekitarnya, diakui warga masih menjadi milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Karena di beberapa titik eks Stasiun Balung juga terpampang tulisan yang menegaskan bahwa tanah di situ masih menjadi aset milik PT KAI.

Stasiun Tempeh, Sisakan Bangunan Tanpa Jejak Jaringan Kereta

Libur Nasional dan Cuti Bersama, ASDP Imbau Masyarakat Beli Tiket Lebih Awal

Bulan Mei hingga awal Juni 2025, libur nasional dan cuti bersama cukup padat. Karena hal ini, membuat PT ASDP Indonesia Ferry memberikan imbauan kepada masyarakat yang akan bepergian dengan kapal ferry.

Di mana para penumpang melakukan pemesanan tiket secara online lebih awal melalui platform Ferizy. Hal ini penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang serta mencegah potensi kepadatan di pelabuhan.

Baca juga: ASDP Buka Pintu Wisata Dunia dan Dukung Konektivitas Raja Ampat

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, menyampaikan bahwa saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di area pelabuhan. Seluruh pembelian tiket ferry wajib dilakukan secara digital, minimal satu hari sebelum jadwal keberangkatan.

“Kami mengimbau pengguna jasa agar tidak datang ke pelabuhan tanpa tiket. Seluruh transaksi kini hanya bisa dilakukan melalui Ferizy, baik melalui website maupun aplikasi resmi,” tegas Shelvy.

Pembelian tiket secara online yang dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan akan membantu pengguna jasa memilih jadwal yang sesuai, menghindari antrean panjang, serta memastikan ketersediaan tempat di kapal. Libur panjang seperti saat ini selalu menjadi puncak pergerakan penumpang. Dengan merencanakan perjalanan lebih awal, masyarakat akan mendapatkan pengalaman menyeberang yang lebih nyaman, aman, dan tertib.

Baca juga: Intip Kesiapan ASDP “Ferizy” Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Mudik 2025

Ferizy merupakan sistem reservasi tiket digital yang dikembangkan oleh ASDP sejak 2020 sebagai bagian dari transformasi layanan penyeberangan nasional. Hingga Mei 2025, jumlah pengguna aktif Ferizy telah melampaui tiga juta orang, menunjukkan tingkat adopsi digital yang tinggi di kalangan masyarakat.

Saat ini, penggunaan Ferizy mencakup lebih dari 90 persen transaksi di lintasan padat seperti Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, dan Padangbai–Lembar. Tidak hanya menjadi kanal pembelian tiket, Ferizy juga berfungsi sebagai tulang punggung sistem manajemen perjalanan ASDP.

“Lebih dari 70 persen proses operasional kami sudah terdigitalisasi, mulai dari pembelian tiket, check-in, validasi manifest, hingga pemantauan pergerakan kendaraan dan penumpang secara real-time. Ini memungkinkan pelayanan yang jauh lebih efisien dan akurat,” ujar Shelvy menambahkan.

Catat! ASDP Ferry Berlakukan Tarif Satu Harga Jelang Lebaran 2025

Lawan Ngantuk! Segudang Tantangan Petugas Perlintasan Kereta Api yang Harus Dijalankan

Bunyi sirene yang memantulkan telinga dan suara genta yang berdenting keras kerap kali terdengar saat kereta api akan melintas. Ya, itulah “makanan” sehari-hari petugas perlintasan yang selalu sigap dan diharuskan untuk fokus dalam menjalankan tugas.

Bertugas seorang diri, bekerja 8 jam sehari, dan memiliki 3 shift (pergantian petugas) adalah pekerjaan yang dilakukan setiap harinya sebagai pengamanan jalur kereta api. Kereta api yang meluncur terkadang cepat ataupun lambat, dengan bangunan pos perlintasan yang sederhana, merupakan tempat bekerja sehari-hari mereka. Sesekali tampak seorang pria yang melambaikan tangan kepada masinis setiap kereta api yang lewat. Hampir setiap hari di waktu yang ditentukan petugas tersebut menjaga perlintasan. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan.

Aktivitas tersebut tentu membutuhkan konsentrasi dan ketepatan waktu. Jika tidak, maka pengendara roda dua maupun roda empat akan tetap melaju, ketika kereta api hendak melintas. Hal tersebut tentu membahayakan bagi para pengendara maupun masyarakat setempat.

Oleh sebab itu, petugas dituntut untuk sigap menutup dan membuka palang pintu. Segudang tantangan yang dihadapi setiap memulai pekerjaan hingga pergantian shift harus dihadapi. Khususnya ketika bertugas pada malam hingga pagi hari, petugas perlintasan ini hanya sendirian dalam sebuah ruangan kecil yang berukuran tidak lebih dari lima meter itu.

Penjaga Jalan Lintasan Kereta, Terlupakan Tapi Tetap Dibutuhkan

Biasanya ada 3 shift petugas perlintasan yang bertugas setiap harinya secara bergantian. Yakni shift pagi mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 14.00, shift selanjutnya dari pukul 14.00 hingga 22.00. Kemudian shift malam mulai pukul 22.00 hingga pukul 06.00 pagi.

Selain memastikan palang pintu tertutup dengan baik, mereka harus bergerak cepat ketika palang tidak terbuka secara otomatis. Termasuk ketika ada kendaraan yang mogok di atas rel, maka petugas harus berlari secepat mungkin dengan membawa bendera merah. Sebagai tanda agar masinis kereta segera berhenti.

Petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL) memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keselamatan di perlintasan kereta api. Mereka bekerja keras untuk memastikan bahwa tidak ada kecelakaan yang terjadi, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan risiko termasuk melawan kantuk saat bekerja pada malam hari. Peran masyarakat dalam mendukung petugas dengan mematuhi aturan keselamatan dan berpartisipasi dalam edukasi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.

Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan

BeiDou “GPS versi Cina” Kini Digunakan Lebih dari Satu Triliun Kali Per Hari

Sistem navigasi berbasis satelit BeiDou (jawaban Cina untuk melawan GPS,) mengukuhkan posisi terdepannya di pasar Cina tahun lalu, seiring dengan pertumbuhan ekonominya yang mencapai lebih dari 7 persen dan perluasan kompatibilitasnya untuk mendukung perangkat yang lebih beragam.

Sistem navigasi buatan dalam negeri tersebut, yang dinamai berdasarkan tujuh bintang utara terang yang digunakan untuk navigasi di Cina kuno – menghasilkan total output ekonomi sebesar 575,8 miliar yuan (US$79,9 miliar) pada tahun 2024, naik 7,39 persen dari tahun ke tahun, menurut data yang dipublikasikan pada hari Minggu oleh Asosiasi GNSS dan LBS China, badan industri semi-resmi.

BeiDou kini kompatibel dengan 288 juta smartphone – sebagian besar diproduksi oleh merek domestik seperti Huawei dan Xiaomi – di Cina, dan digunakan untuk melacak lokasi lebih dari 1 triliun kali setiap hari, kata asosiasi tersebut.

Setelah 30 Tahun, Sistem Navigasi BeiDou Milik Cina Kini Setara Dengan GPS

Aplikasi navigasi terkemuka di Cina – Baidu Maps dan Amap, mengatakan bahwa mereka menggunakan BeiDou untuk memandu pengguna dalam perjalanan sejauh 4 miliar kilometer per hari.

Beijing telah menggelontorkan investasi ke dalam teknologi domestik di tengah kekhawatiran bahwa negara itu dapat terputus dari layanan AS seperti GPS selama periode meningkatnya ketegangan geopolitik, tetapi pasar Cina yang luas juga mengubah BeiDou menjadi bisnis yang layak.

Untuk memperluas jangkauannya di pasar konsumen Cina, BeiDou memperluas kompatibilitasnya dari telepon pintar dan sistem navigasi satelit di dalam kendaraan ke perangkat yang dapat dikenakan, pesawat nirawak, sepeda listrik dan bahkan robot.

BeiDou juga dilaporkan memperluas jangkauannya di Cina dan meningkatkan teknologinya untuk mengurangi latensi, karena GPS menghadapi hambatan yang semakin besar di pasar Tiongkok karena masalah keamanan nasional.

“Perusahaan asing menghadapi pembatasan tertentu dalam mengumpulkan data pemetaan presisi tinggi di Cina, tetapi banyak smartphone seperti iPhone mendukung GPS dan BeiDou, yang secara otomatis memilih sinyal terbaik,” tambahnya.

Pengembangan sistem BeiDou juga mendorong investasi dalam berbagai perangkat keras dan layanan terkait, termasuk chip, algoritma, pemrosesan data, peralatan terminal, dan infrastruktur darat, serta infrastruktur yang dibutuhkan untuk membangun, meluncurkan, dan memelihara satelit.

Tak Ingin Bergantung pada Asing, Turki Bangun Sistem Navigasi dan Peta Digital Buatan Dalam Negeri

Pemprov NTT Ajak Masyarakat Naik Angkutan Umum di Terminal Bimoku, Bukan di Tempat Lain

Terminal Kelas A Bimoku Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terbilang masih baru menetas. Sebab terminal ini baru rampung seluruhnya dua tahun lalu tepatnya pada Agustus 2023.

Meski begitu, Terminal Bimoku sudah beroperasi untuk bus penumpang sejak 30 Maret 2023. Di mana trayek bus keberangkatan dari Kupang di NTT menuju ke Dili, Timor Leste.

Hadirnya terminal ini membuat Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Kemenhub Ditjen Perhubdat) melalui Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT mengajak semua pengguna jasa angkutan umum agar tidak menumpang kendaraan di seberang tempat.

BPTD Kelas II NTT menekankan kepada semua lapisan masyarakat untuk menggunakan Terminal Tipe A Bimoku Kupang yang sudah dibangun oleh pemerintah. Di mana fasilitas Terminal Bimoku cukup mewah dan bisa dinikmati masyarakat yang akan bepergian.

Sebab, pelayanan di Terminal Tipe A Bimoku tersebut sudah menggunakan Standard Operating Procedure (SOP). Di dalam Terminal Tipe A Bimoku KUpang, ada dua layanan transportasi angkutan umum yakni angkutan lintas batas negara Kupang-Dili dan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) rute Kupang-So’E – Kefa – Belu dan Malaka.

Kedepannya pun, angkutan kota akan direncanakan beroperasi di dalam Terminal Bimoku. Saat ini pun, bukan hanya bus yang ada di terminal Bimoku, BPTD Kelas II NTT juga akan memberi ruang kepada pengemudi-pengemudi Grab dan Maxim untuk turut beroperasi di dalam Terminal tersebut sehingga terlihat lebih berwadah.

Pasalnya, Terminal Tipe A Bimoku Kupang ini juga telah menyediakan layanan yang optimal dan bebas biaya/gratis seperti penyediaan ruang pelayanan konsultasi tiket, penggunaan internet gratis di ruang tunggu dan ruang pemeriksaan kesehatan gratis di dalam Terminal. Oleh karena itu, semua masyarakat yang ingin menggunakan angkutan mum baik antar daerah maupun luar negeri (Dili) bisa langsung membeli tiket di Terminal Bimoku.

Untuk diketahui, terminal ini beroperasi dan dilengkapi keamananselama 24 jam. Selain terminal yang bagis, fasilitas yang diberikan pun gratis. Hal ini dilakukan agar dapat memberikan layanan yang baik, tertib, dan aman bagi masyarakat.

Dalam waktu dekat juga BPTD Kelas II NTT bersama Dinas Perhubungan NTT akan turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada Pengguna Jasa Transportasi Angkutan Umum yang selama ini masih parkir disembarang tempat/parkir liar sehingga bisa beroperasi di Terminal Tipe A Bimoku Kupang.

Gerbang Transportasi Utama Surabaya, Terminal Purbaya Punya Luas 11,9 Hektare

Lagi, Uji Coba Kereta Kelas Compartment Hasil Karya Balai Yasa Manggarai

Informasi mengenai pergantian kereta mewah yang digandeng bersama Kereta Api Argo Bromo Anggrek rasanya bakalan terlaksana. Bagaimana tidak, informasi akurat dari media sosial PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai rangkaian pengganti kereta Luxury Sleeper Class menjadi Compartment Suites Class akan dilakukan mulai 1 Juni 2025 mendatang. Dari informasi itulah rangkaian kereta yang digadang-gadang sebagai kelas privasi tersebut pun di uji coba.

Ya, Balai Yasa Manggarai kembali menguji coba rangkaian kereta Compartment Suites pada Selasa 20 Mei 2025. Uji coba dilakukan sore hari pada pukul 15.00 untuk keberangkatan dari Stasiun Manggarai sampai dengan Stasiun Cikampek. Dan pukul 16.00 keberangkatan dari Stasiun Cikampek hingga kembali ke Stasiun Manggarai.

Selama perjalanan, uji coba dilakukan dengan mengerahkan beberapa pegawai serta teknisi dari Balai Yasa Manggara. Saat kereta berjalan, rangkaian tersebut di tes kecepatan hingga 120 km/jam. Ini sengaja dilakukan mengingat kecepatan kereta api saat ini bisa tembus maksimal hingga 120 km/jam.

Tak hanya mengetes kecepatan dari ketahanan bogie dan roda, teknisi bagian interior pun diuji coba. Mulai dari masing-masing kursi dibilik-bilik kereta, monitoring kelayakan fasilitas, hingga pendingin udara yang menjadi kenyamanan bagi penumpang sebagai pelanggan yang ingin menikmatinya.

Sebanyak 2 unit kereta Compartment Suites diujicoba tak hanya sekali dilakukan. Jika dirasa memang mengharuskan untuk diujicoba kembali, maka rangkaian tersebut mengharuskan untulk agar jika sudah bisa digunakan secara reguler, bisa dirasakan secara maksimal oleh penumpang.

Sebelumnya, layanan kereta kompartemen yang mewah oleh Balai Yasa Manggarai tersebut menggunakan bekas kereta eksekutif yang diproduksi tahun 2008. Kereta tersebut diluncurkan oleh PT KAI pada tanggal 10 Oktober 2023, bertepatan dengan Hari Kereta Api Nasional ke-78, dengan sebutan Kereta Api Compartment Suite Class. Bersamaan dengan itu, diresmikan pula pengoperasian Argo Semeru sebagai bagian dari Gapeka 2023. Gerbong Bima dan Argo Semeru menggunakan sistem tukar rangkaian. Dalam sistem ini, Bima melayani perjalanan malam hari, sedangkan Argo Semeru siang hari.

Kereta Kelas Compartment Suites ini seperti proyek menghidupkan kembali yang telah mati, yaitu kejayaan kereta Bima dan fasilitas kereta tidur. Bima mulai dioperasikan sebagai kereta tidur pada tanggal 1 Juni 1967. Ini merupakan kereta pertama di Indonesia yang menggunakan pendingin udara. Kereta berwarna biru sehingga disebut Biru Malam atau Bima ini merupakan buatan Jerman Timur.

Delegasi ASEAN Railway CEO Nikmati Layanan KAI Services di Kereta Compartment Suite Class

Tak Ikut Demo, Pengemudi Ojol Cari Nafkah Meski Merugi Akibat Orderan Fiktif

Apakah semua pengemudi ojek online (ojol) mematikan aplikasi mereka saat unjuk rasa pada Selasa (20/5/2025) kemarin? Ternyata tidak semua pengemudi ojel melakukan hal tersebut.

Ini karena masih banyak yang memilih untuk mencari nafkah bagi orang rumah dibandingkan unjuk rasa yang tidak menghasilkan pendapatan. Beberapa pengemudi ojol yang tidak ikut demo mengatakan, aksi unjuk rasa ini tak akan membawa hasil seperti yang diharapkan para mitra ojol.

Menurut mereka, yang dilawan adalah kapitalis dan mau para pengemudi ojol ketergantungan dan selalu bekerja. Tak hanya itu, mereka juga mengaku, selama ini menerima hak sesuai dengan kewajiban yang dijalankan.

Selain itu, para mitra ojol pun harus lebih realistis dalam melihat kondisi dibandingkan membuang energi untuk unjuk rasa tanpa hasil.

“Ya, demo begini sama saja nggak bakalan ada hasil. Lihat saja kemarin pas demo THR. Memang sesuai? Memang sepadan? Nggak toh. Buktinya sama saja dan lebih baik narik ojol atau anter jemput makanan atau barang dari pada demo. Narik ada hasil, demo nggak,” ungkap Suntoso salah satu pengemudi ojol yang tak ikut demo dan ditemui KabarPenumpang.com.

Selain Suntoso, Andi mengaku bila pendapatan selama ini cukup untuk menghidupi kebutuhan. Dia mengatakan, ikut demo pun tidak ada manfaat apapun.

“Saya itu sehari paling sedikit Rp100 ribu bawa pulang ke rumah paling banyak pernah sampai Rp400 ribu. Itu sudah bersih dan tidak dipotong lagi untuk bensin atau jajan saat saya ngojek,” ungkap Andi.

Dengan perkiraan Rp100 ribu per hari dan bekerja selama 30 hari penghasilan pengemudi ojol Rp3 juta dan bisa lebih tergantung pendapatan per hari nya. Meski begitu, di kala unjuk rasa pada Selasa (20/5/2025) kemarin, banyak juga pengemudi ojol yang harus boncos alias merugi.

Pasalnya mereka justru mendapatkan orderan fiktif. Orderan ini lebih banyak dari laanan anatar makanan yang menggunakan pembayaran tunai. Di mana pembeli saat makanan tiba di tujuan tidak ada orang atau alamat yang dicari tidak ditemukan.

“Kemarin saya dua kali dapat orderan fiktif. Makanan yang saya ambil dan antar itu cukup besar totalannya sekitar Rp200 ribu. Mereka bayar tunai dan saya saat cari orangnya nggak ada. Sudah gitu yang satu lagi alamatnya ada tapi nomor tujuannya tidak ada,” ungkap Pepeng.

Namun meski begitu, Pepeng tetap bersyukur makanan tersebut bisa dibawa pulang untuk orang rumah.

“Rugi sih. Tapi kalau disesali kan uangnya nggak kembali. Anggap saja, ini rejeki orang rumah tapi dalam bentuk makanan bukan uang,” ungkapnya.

Aksi Demo 20 Mei, Ojol Bawa Lima Tuntutan

8 Tips Nikmati Perjalanan dengan Kapal Pesiar

Sesekali, menikmati liburan mewah ala kapal pesiar bisa menjadi pilihan yang menarik. Apalagi pelancong asal Indonesia tak perlu jauh-jauh ke Eropa hanya untuk merasakan mewahnya kapal pesiar, karena di Singapura pun sudah ada.

Tapi apakah cukup menguras kantong? Pertanyaan ini seringkali ditanyakan. Ternyata, untuk menikmati kapal pesiar tak perlu merogoh kocek dalam hanya sekitar RP2,6 juta di kelas interior dengan perjalanan dua malam.

Nah, KabarPenumpang.com juga sudah merangkum tips yang perlu dilakukan untuk menikmati kapal pesiar. Yuk cek tips di Bawah ini.

1. Kapal sesuai pilihan
Kapal pesiar memberikan pengalaman yang berbeda. Ada yang cocok untuk keluarga dengan anak-anak, pasangan bulan madu, hingga pencinta petualangan. Pastikan Anda memilih kapal dan rute yang sesuai kebutuhan.

2. Jangan terlambat
Sama seperti menumpang pada pesawat, baiknya datang lebih awal, karena bisa memberi Anda Waktu untuk proses check in. Selain itu, mungkin juga bisa menikmati fasilitas pelabuhan.

3. Gunakan aplikasi kapal
Kapal pesiar modern biasanya menyediakan aplikasi yang dapat membantu Anda melihat jadwal aktivitas, memesan restoran, hingga mengecek tagihan kamar. Gunakan aplikasi ini untuk mempermudah pengalaman selama berlayar.

4. Ikut kegiatan di kapal
Dari kelas memasak, pertunjukan malam, hingga yoga di dek — banyak aktivitas yang sudah termasuk dalam harga paket. Jangan lewatkan kesempatan mencoba hal-hal baru tanpa biaya tambahan.

5. Kuliner spesial
Meski kapal menyediakan buffet gratis, ada juga restoran premium dengan menu dari chef internasional. Cobalah setidaknya satu malam bersantap di sana untuk pengalaman kuliner yang berbeda.

6. Siapkan obat pribadi
Meski kapal pesiar besar jarang goyang, ada baiknya tetap membawa obat pribadi dan penangkal mabuk laut, terutama untuk Anda yang baru pertama kali naik kapal.

7. Prosedur keamanan
Setiap penumpang wajib mengikuti drill keselamatan di hari pertama. Jangan anggap remeh, karena ini penting untuk keselamatan Anda selama pelayaran.

8. Siapkan kamera
Kapal pesiar penuh dengan spot fotogenik: dari kolam renang infinity, lounge terbuka, hingga balkon kamar pribadi. Siapkan kamera atau ponsel Anda agar tak melewatkan momen terbaik.

Dengan persiapan yang tepat, liburan di kapal pesiar bukan hanya menyenangkan tapi bisa menjadi pengalaman tak terlupakan seumur hidup. Siap berlayar?

Unik! Hotel ini Hadirkan Suasana Buka Puasa di Kapal Pesiar