Lagi, Perlintasan KA Renggut Korban Jiwa, Sistem Palang Pintu KA Belum Dimodernisasi?

Kabar memilukan kembali terjadi di perlintasan kereta api kawasan Magetan, Jawa Timur. Kejadian yang berlangsung singkat tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Berdasarkan kronologi, pukul 12.45 WIB, petugas penjaga palang pintu jalan perlintasan langsung (JPL) No 08 Km 176+586 Emplasemen Stasiun Magetan, Desa Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan menutup palang pintu jalur perlintasan KA karena ada Kereta Api Matarmaja yang akan melintas dari arah timur menuju barat.

Lalu pukul 12.48 WIB, KA Matarmaja melintas di Jalur Perlintasan 08 Km 176+586 Emplasemen Stasiun Magetan. Semenit setelahnya, Pukul 12.49 WIB, Palang Pintu JPL dibuka oleh petugas, sedangkan dari arah yang berlawanan yakni Barat ke timur masih ada KA 170 Malioboro Ekspres melintas, dan terjadilah tabrakan KA dengan sepeda-sepeda motor yang melintas. Dikabarkan kecelakaan maut di jalur perlintasan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang.

Peristiwa yang ramai di berbagai media menjadikan diskusi seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang sering melewati perlintasan kereta api. Apakah kejadian tersebut tidak selalu evaluasi atau sebaliknya? Dari pencarian berbagai sumber mengabarkan bahwa sistem keamanan perlintasan kereta api di Indonesia, khususnya masih terkait penggunaan palang pintu manual. Hingga saat ini, memang banyak perlintasan kereta api di Indonesia masih mengandalkan palang pintu manual dan juga penjaga sebagai sistem pengaman utama.

Dari segi biaya, pemasangan sistem palang otomatis membutuhkan dana besar, termasuk untuk infrastruktur listrik, sensor, dan teknologi pendukung lainnya. Tak jarang, pembangunan palang pintu dan gaji penjaga dibiayai melalui APBD, dana desa, bahkan swadaya masyarakat. Lantas apakah kejadian di Perlintasan Magetan tersebut akibat kelalaian?

Petugas perlintasan menyapa kereta api yang akan melintas. (Foto: Dok. Ilustrasi Istimewa)

Berdasarkan pernyataan resmi Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa yang dilansir oleh laman Jawa Pos, kecelakaan terjadi akibat dibukanya palang pintu oleh petugas penjaga, meskipun masih ada kereta yang akan melintas dari arah berlawanan. Kelalaian seperti ini sulit dihindari ketika bergantung pada sistem manual.

Minimnya pelatihan, kelelahan petugas, dan keterbatasan komunikasi antarkereta bisa menjadi celah yang berbahaya. Meskipun pemanfaatan teknologi membutuhkan biaya besar, kejadian seperti di Magetan memperlihatkan bahwa risiko dari sistem manual bisa sangat mahal, baik dari segi nyawa manusia maupun kerugian materi.

Berharap pada solusi jangka panjang nantinya harus diarahkan kepada sistem keamanan secara modernisasi yang berbasis teknologi, termasuk penggunaan palang pintu otomatis dengan sistem sensor dan sinyal yang diletakan beberapa meter dari perlintasan. Jadi saat kereta melintas, sensor menyala dan palang pintu berbunyi dan menutup hingga beberapa menit sebelum kereta melintas.

“Operation Top Deck,” Pantau Para Pengemudi yang Gunakan Ponsel dari Bus Tingkat

Aksi Demo 20 Mei, Ojol Bawa Lima Tuntutan

Lagi lagi, dan lagi, para pengemudi ojek online (ojol) kembali melakukan unjuk rasa (unras) besar-besaran pada hari ini, Selasa (20/5/2025). Dalam aksi unras ini akan diikuti sekitar 25 ribu pengemudi ojol dari berbagai penjuru kota di Pulau Jawa dan sebagian dari Sumatera.

Pada aksi ini, para pengemudi ojol, baik yang mengangkut penumpang, pesanan makanan, dan pengiriman barang, sejak pulu 00.00 WIB hingga 23.59 WIB tidak akan menghidupkan aplikasi mereka. Hal ini merupakan bentuk protes terhadap aplikator.

Pelumpuhan layanan yang akan dilakukan secara massal ini juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pemesanan layanan ojol pada hari ini sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan.

Aksi uras ojol hari ini sendiri akan mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Sasaran utama para ojol ini antara lain Kementerian Perhubungan, Istana Merdeka, DPR RI, kantor-kantor aplikator, serta beberapa lokasi yang berhubungan dengan perusahaan aplikasi.

Dalam aksi ini, ada lima tuntutan yang akan dinyatakan para pengemudi. Pertama, meminta Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjatuhkan sanksi tegas kepada perusahaan aplikasi yang melanggar regulasi, yaitu Permenhub PM No.12/2019 dan Kepmenhub KP No.1001/2022.

Kedua, mendesak Komisi V DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan yang melibatkan Kemenhub, asosiasi pengemudi, dan pihak aplikator. Ketiga, menuntut agar potongan aplikasi maksimal hanya sebesar sepuluh persen.

Keempat, meminta adanya revisi terhadap tarif penumpang dan penghapusan program-program seperti aceng, slot, hemat, dan prioritas yang dinilai merugikan pengemudi. Kelima, menuntut agar tarif layanan makanan dan pengiriman barang ditetapkan secara adil dengan melibatkan asosiasi pengemudi, regulator, aplikator, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Tak hanya itu, para pengemudi juga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap sikap pemerintah yang dinilai tidak tegas menindak pelanggaran egulasi oleh aplikator sejak tahun 2022 lalu.Untuk diketahui, sekitar 500 ribu pengemudi ojek online (ojol) dijadwalkan mematikan aplikasi dan menggelar unjuk rasa besar-besaran secara serentak pada Selasa (20/5/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aplikator yang dituding telah melanggar regulasi.

Aksi akan diikuti pengemudi ojol dan taksi online dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon, Palembang, Lampung, dan wilayah Banten Raya. Aksi terpusat di Jakarta namun diperkirakan akan berlangsung serentak di hampir seluruh kota besar di Indonesia.

Sejumlah aliansi seperti APOB, GOGRABBER, TEKAB, SAKOI, dan Gerakan Putra Putri Asli Kalimantan (GEPPAK) turut menyatakan dukungan dalam Aksi Akbar 205.

Menteri Ketenagakerjaan: Momentum THR, Bisa Jadi ‘Bukti’ Pengusaha dan Pengemudi Online Harmonis

Bus dengan Lift Hidrolik Mudahkan Jemaah Lansia dan Disabilitas

Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi menghadirkan bus khusus bagi jemaah haji lansia dan disabilitas. Bus ini dilengkapi dengan lift hidrolik mini dan memang disiapkan untuk untuk melayani jemaah lansia dan disabilitas.

Secara perlahan, kursi roda didorong ke atas lift untuk kemudian diangkat ke atas menuju pintu masuk khusus yang dibuka dengan tinggi sekitar 1 meter dan lebar 60 cm.
Pendorong kursi perlu sedikit merunduk agak bisa masuk ke dalam lalu menggesernya agar posisi sejajar dengan kursi penumpang lain.

Kursi rodanya kemudian dikunci agar tetap aman saat bus melaju menuju hotel tempatnya menginap di Makkah. Letaknya pun cukup strategis berada di samping badan bus, tepatnya di antara puntu masuk depan dan belakang.

Dengan fitur lift hidrolik mini, jemaah pengguna kursi roda dapat dipindahkan dari gate ke dalam bus tanpa harus digendong atau menggunakan alat bantu lainnya. Bus khusus itu kembali digunakan untuk memobilisasi 30 jemaah haji lansia dari Kloter Palembang (PLM) 13.

Setelah dibariskan rapi dari paviliun, para lansia yang duduk di kursi roda kemudian didorong mendekat ke arah bus yang sudah berjaga. Satu per satu mereka masuk dengan kursi roda sebelum dipindahkan ke kursi penumpang biasa.

Kepala Operasi Al Wukalla, perusahaan pengelola bandara, Abdullah Abuzaid mengatakan pihaknya menyiapkan bus tersebut agar memudahkan mereka yang terbatas geraknya, lebih mudah bergerak masuk ke dalam bus.

“Kami gembira hari ini bisa melayani masyarakat dari Indonesia, alhamdulillah. Seluruh 30 orang dengan keterbatasan, kami mampu memindahkannya, bergerak dari pintu menuju bus menggunakan bus spesial kami. Kami membuatnya mudah, sangat sederhana untuk mereka dan berdoa supaya mereka menjadi haji mabrur,” kata Abdullah.

Kepala Daerah Kerja Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Abdul Basir, mengatakan bahwa fasilitas ini sudah dioperasikan sejak tahun lalu sebagai bentuk kepedulian otoritas bandara terhadap kenyamanan dan keselamatan jemaah. Ia mengapresiasi pihak Arab Saudi, baik Kementerian Haji dan Umrah maupun Wukalla, terkait penyediaan fasilitas tersebut.

PPIH Siapkan 32 Bus Shalawat Ramah Jamaah Haji Berkursi Roda

Stasiun Baturetno Sempat Jadi Stasiun Terakhir Setelah Wonogiri, Namun Jalurnya Dibongkar Karena Alasan Ini

PT Kereta Api Indonesia (KAI) wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta ternyata masih ada “segudang” jalur KA dan bangunan stasiun yang non aktif dan masih dikenang sejarahnya hingga kini. Salah satunya pada jalur KA yang menghubungkan antara Purwosari – Wonogiri.

Jalur yang biasa digunakan sebagai KA Wisata di Kota Surakarta ini digadang-gadang memiliki stasiun akhir yang awalnya bukan Stasiun Wonogiri. Kita kenal saat ini stasiun akhir dijalur tersebut adalah Stasiun Wonogiri, namun ternyata masih ada jalur yang terhubung hingga melewati objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) yang berlokasi di Kabupaten Wonogiri.

Dilansir dari skripsi berjudul Sejarah Keberadaan Jalur Kereta Api di Kabupaten Wonogiri Tahun 1922-1976 oleh Andi Pramono pada 2011, di Wonogiri dulunya terdapat rencana membangun 12 jalur KA. Kala itu, Van Der Wijk mengusulkan pembangunan jalur rel Jakarta-Surabaya lewat Solo, Jogja, dan Bandung.

Salah satu stasiun di Wonogiri yang beroperasi pada tahun 1922 adalah stasiun lintas Wonogiri-Baturetno. Stasiun bersejarah di Wonogiri tersebut dioperasikan oleh perusahaan KA swasta Hindia Belanda NISM (Nederlandsch-Indische spoortramweg Maatschappij).

Pondasi jembatan yang nampak bekas jalur Purwosari – Baturetno. (Foto: Dok. Blog Travel Indonesia)

Fyi, jalut KA lintas Stasiun Purwosari-Stasiun Baturetno berhenti sejak pembangunan WGM Wonogiri. Jalur KA sepanjang lebih kurang 20 km tidak lagi dioperasikan. Jalur rel KA sepanjang 10 km di Nguntoronadi juga ditenggelamkan. Sementara jalur rel KA Wonogiri-Baturetno sepanjang 10 km lainnya melalui WGM sebagian hilang.

Dilansir dari laman Solopos, saat itu, kereta api merupakan alat transportasi utama bagi warga Baturetno untuk bepergian ke Wonogiri kota atau Solo. Banyak warga Baturetno yang memanfaatkan KA untuk pergi berdagang atau bersekolah di Wonogiri atau Solo.

Seiring perubahan-perubahan tersebut, jalur KA Wonogiri-Baturetno pun dibongkar. Penutupan jalur KA Wonogiri-Baturetno pada 1976 seiring dengan adanya proyek pembuatan Bendungan Serbaguna Wonogiri. Dan hingga saat ini Stasiun Wonogiri merupakan stasiun akhir dari Stasiun Purwosari.

Stasiun Wonogiri yang bersejarah berada di Giripurwo. Stasiun berketinggian +144 m ini termasuk ke dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta. Dan kini, satu-satunya kereta api yang melayani angkutan penumpang di Stasiun Wonogiri adalah KA Batara Kresna yang berjalan setiap hari dengan harga tiket hanya Rp4.000 saja.

Stasiun Wonogiri menjadi stasiun akhir untuk perjalanan KA Batara Kresna rute Purwosari – Wonogiri. (Foto: Dok. Mathias Hariyadi)

MAN RR4 480 Jadi Sasis Premium PO Gunung Harta Transport Solution (GHTS)

Sasis premium untuk bus semakin banyak digunakan oleh pemilih perusahaan otobus (PO). Salah satunya adalah PO Gunung Harta Transport Solution (GHTS) yang kini mempersiapkan dua sasis bus baru.

Sasis tersebut menggunakan triple axle atau menggunakan tiga gandar (axle). Sasis ini umumnya digunakan untuk bus premium atau bus berukuran besar yang membutuhkan kapasitas muatan dan stabilitas lebih tinggi.

Yang mana sasis tersebut ramai menjadi buah bibir di jagad media sosial. Pasalnya PO GHTS yang bisanya menggunakan sasis dari Volvo untuk armada UHD atau double decker, kini menggunakan sasis dengan kode RR4 480 dari MAN.

Baca juga: Bus AKAP Sulawesi Lebih Banyak Gunakan Sasis Tenaga Besar

MAN (Maschinenfabrik Augsburg-Nurnberg) sendiri adalah pabrikan kendaraan niaga asal Jerman. Pabrikan ini berlambang singa yang gagah.

Dibalik kemewahannya, hadir pula teknologi kabin yang juga canggih. Pengemudi bus ini nantinya bakal dimanjakan dengan banyak tombol-tombol pengatur di setir, yang tentunya sangat ergonomis dan mudah dijangkau.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, untuk spesifikasi sasis man RR4 480 ini menggunakan mesin yang sudah standar emisi gas buang Euro 5 dengan jenis mesin sistem injeksi Common Rail. Untuk mesinnya sendiri memiliki tenaga sebesar 480 dk (tenaga kuda).

Baca juga: Gillig Transit Coach, Inilah Bus Sekolah dengan Kapasitas Terbesar yang Pernah Dibuat

MAN RR4 480 juga dibekali dengan tangki BBM diesel 480 liter. Adapun kapasitas mesin dan bahan bakar yang besar itu sangat Cocok bus ini menjadi armada Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Sedangkan untuk dimensi sasis dari RR4 480 ini memiliki panjang hingga 14,6 meter, serta lebar 2,45 meter.

Selain menggunakan bodi double decker, sasis ini juga dapat menggunakan bodi UHD, atau sejenisnya. MAN RR4 480 saat ini di Indonesia bukan hanya dipesan oleh PO GHTS, tetapi ada beberapa PO bus lainnya.

Kehadiran sasis triple axle dari MAN RR4 480 sekarang menambah ramai daftar sasis premium yang lebih dulu hadir di Tanah Air seperti Scania, Mercedes-Benz, dan juga Volvo.

Kelas Imperial Royal Damri Jakarta-Malang Promo Mulai 21 April Sampai 21 Mei 2025

Selamat Tinggal Kelas Sleeper, Siap-siap Awal Juni Kelas Compartment Bakal Nempel di KA Argo Bromo Anggrek

Bagi penikmat kereta kelas paling nyaman, sepertinya menjadi kabar gembira pada awal bulan Juni nanti. Sudah tersebar di media sosial termasuk laman resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) bahwa rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek akan menggantikan layanan kereta wisata yang sebelumnya bernama Luxury Sleeper Class menjadi rangkaian Suite Compartement Class atau Kereta Kelas Compartment.

Menggunakan kelas yang bisa dibilang kursi privasi tersebut bakal ‘nempel’ di KA Argo Bromo Anggrek merupakan wujud dari kenyamanan dari PT KAI kepada penumpang setianya. Sebelumnya kereta dengan kelas Luxury Sleeper sudah cukup lama bersama KA Argo Bromo Anggrek dan sudah termasuk pelayanan yang memuaskan saat diperjalanan, namun dengan menggantikannya ke kelas Compartment ini pihak KAI menghadirkan layanan yang lebih memuaskan kepada pelanggannya secara lebih dekat.

Dibalik Kemewahan Kereta Compartment Suites, Ada Dukungan KAI Services

 

Selain memberikan pelayanan yang mewah dan kenyamanan yang lebih baik, ternyata layanan kereta ini mulai dioperasikan pada 1 Juni 2025, bertepatan sehari setelah ulang tahun Kota Surabaya ke-732. Informasi tersebut sesuai dengan akun resmi Instagram @kai121_ yang bertuliskan: “Arek-arek Suroboyo, siap-siap! Mulai 1 Juni 2025, kereta Compartment Suites akan hadir di kotamu, di Kereta Api Argo Bromo Anggrek!” Kereta api Argo Bromo Anggrek memiliki empat jadwal perjalanan, yang terdiri dari dua jadwal keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi menuju Gambir dan dua perjalanan dari Stasiun Gambir menuju Surabaya Pasar Turi.

Tak hanya itu, saat merasakan Compartment Suite Class ini, pelanggan juga akan mendapatkan bingkisan yang istimewa dari pelayanan tersebut. Nantinya, penumpang perdana yang naik KA Argo Bromo Anggrek dengan layanan Compartment Suites akan mendapatkan tumbler eksklusif. Sebagai pengingat, jadwal dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, KA Argo Bromo Anggrek berangkat pukul 09:10 dan 21:15 WIB. Sedangkan dari Stasiun Gambir, KA Argo Bromo Anggrek berangkat pukul 08:20 dan 20:30 WIB.

Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya

 

Dilansir dari laman KAI, Compartment Suite Class adalah layanan kelas kereta api mewah dari KAI yang menawarkan kenyamanan dan privasi luar biasa bagi penumpang. Kereta ini dirancang dengan konsep kompartemen pribadi yang dilengkapi berbagai fasilitas mewah, seperti pintu geser otomatis, kursi yang dapat direbahkan 180 derajat dan diputar, serta sistem hiburan pribadi.

Hanya ada 16 ruang pribadi dalam satu kereta, memberikan privasi yang lebih tinggi dibandingkan kelas lain. Penumpang dimanjakan dengan hidangan pembuka, utama, dan penutup, serta berbagai pilihan minuman. Desain livery bagian luar dan dalam yang berkelas pun dirancang mewah dengan kombinasi warna dan motif yang elegan.

 

Drama Terjebak Macet Hingga Ancaman Nyawa di Perlintasan Pondok Jati, Solusinya?

Berbagai kronologi maupun kejadian yang dialami di perlintasan Pondok Jati, Matraman, Jakarta Tmur, sudah santer di telinga masyarakat. Mulai dari kemacetan yang sering terjadi, hingga kecelakaan yang menimpa pengendara kendaraan bermotor akibat kelalaian pun pernah dialami.

Berbagai insiden kerap kali terjadi di perlintasan ini bahkan hingga jatuh korban. Seperti halnya kejadian Februari 2025 lalu, yaitu insiden KA 302 relasi Kampung Bandan-Malang yang tertemper (tertabrak) mobil boks bermuatan tabung gas, terjadi di Jalan Perlintasan Langsung (JPL) jalur hulu lintas Jatinegara-Pasar Senen. Mobil boks tersebut diduga menerobos palang pintu perlintasan kereta api, sehingga menyebabkan korban jiwa. Atas kejadian tersebut, KAI Daop 1 menuntut ganti rugi.

Banyaknya kejadian yang dialami di perlintasan hingga pihak dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghitung kerugian yang dialami akibat ketidakdisiplinan pengendara yang menerobos palang pintu.

Selain perjalanan kereta api yang ramai, arus lalu lintas yang tiap kali padat membuat perjalanan kereta api sempat terhambat. Tak hanya itu, setiap harinya, perlintasan ini menjadi simpul kemacetan yang kerap membahayakan para pengendara yang melintas. Sempitnya ruas jalan dan kurangnya petugas di pintu perlintasan kerap menimbulkan titik kemacetan panjang.

Kemacetan sering kali dialami di kawasan Perlintasan 46 Pondok Jati. (Foto: Dok. Istimewa)

Kemacetan terus terjadi mulai pagi hingga sore hari di sekitar kawasan tersebut. Terlebih, kemacetan parah terjadi pada jam sibuk kerja maupun jam sekolah. Kawasan ini terlihat semrawut karena sejumlah kendaraan melintas bersamaan dari dua sisi berbeda. Bahkan, ketika palang pintu kereta sudah tertutup, ternyata masih terdapat motor dan mobil yang terjebak macet di tengah rel kereta api perlintasan Pondok Jati. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan masyarakat pengguna jalan.

Beberapa saksi dari masyarakat sendiri mengenai perlintasan Pondok Jati ini pun turut berkomentar. Sebelumnya, bahwa perlintasan Pondok Jati ini awalnya tidak terlalu macet dan beroperasi normal. Hal itu dikarenakan adanya perlintasan khusus motor di wilayah Tegalan. Namun ketika perlintasan liar itu ditutup, seluruh kendaraan warga dari berbagai kelurahan terfokus di perlintasan Pondok Jati sehingga selalu macet. Dengan kata lain seluruh kendaraan pun memadati perlintasan Pondok Jati ini.

Dengan adanya berbagai kejadian yang telah dialami di kawasan tersebut, masyarakat pun berharap adanya solusi terbaik agar tidak menimbulkan hal atau kejadian yang sama. Solusi dari pihak PT KAI pun tetap terus menghimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas saat melewati perlintasan kereta api yang sudah berbunyi untuk tidak menerobos palang pintu yang telah ditutup.

Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara

Gratis! Bus Macito Bawa Pegunjung Nikmati Sejarah dan Keindahan Malang

Bus Macito (Malang City Tour) jadi alternatif wisata edukatif yang wajib dicoba ketika Anda berlibur ke Kota Malang, Jawa Timur. Model bus ini mirip dengan Bandros (Bandung Tour On Bus) karena memiliki desain klasik bertingkat terbuka.

BUs Macito memberikan pengalaman unik berupa edukasi sejarah dan budaya di Kota Malang. Selain itupun pengunjung bisa menikmati suasana dan keindahan Malang dari sudut yang berbeda.

Pengunjung yang menikmati Macito, sepanjang perjalanan akan dikenalkan lebih ekat dengan ikon-ikon kota malang seperti Alun-alun Tugu, Balaikota Malang, hingga Kawasan bersejarah Kayutangan Heritage. Bagi pengunjung dan pelancong yang suka dengan fotografi, perjalanan dengan bus Macito bisa dibilang paket lengkap.

Adapun rute Bus Macito meliputi sejumlah titik penting dan populer di Kota Malang. Beberapa di antaranya adalah Balaikota, Simpang Rajabali, dan Kayutangan Heritage yang terkenal dengan suasana tempo dulu dan bangunan kolonial yang masih terawat.

Tempat-tempat ini menjadi favorit para wisatawan untuk berswafoto karena keindahan arsitekturnya yang khas dan cukup Instagramabel. Nantinya, Pemerintah Kota Malang memiliki rencana untuk memperluas rute bus Macito.

Di mana akan menjadi 36 titik destinasi wisata. Adapun rute yang akan ditambah mencakup Klenteng Eng An Kiong, Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Kampung Tridi yang terkenal akan kreativitas muralnya.

Sehingga wisatawan bisa mendapat gambaran lengkap tentang beragam destinasi menarik yang ditawarkan Kota Malang. Untuk diketahui, bus Macito beroperasi setiap hari, dengan jadwal trip yang telah ditentukan.

Pada hari Senin hingga Kamis, bus berangkat dari Stadion Gajayana mulai pukul 09.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) dan hari libur nasional, keberangkatan dimulai dari Taman Rekreasi Kota Malang.

Dalam satu hari, tersedia hingga empat kali perjalanan yang dapat diikuti oleh wisatawan. Meski layanan ini tidak dipungut biaya alias gratis, calon penumpang tetap diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu.

Pemesanan tiket dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Macito yang tersedia di Google PlayStore. Setelah melakukan pemesanan, penumpang akan menerima kode QR yang digunakan untuk check-in saat hari keberangkatan.

Pada tur ini pun, tersedia pilihan untuk pemesanan individu maupun rombongan, baik dari masyarakat umum, komunitas, maupun instansi. Jadi, bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Malang, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pengalaman menarik bersama Bus Macito.

Selain menambah wawasan, perjalanan ini juga bisa memperkaya galeri foto Anda dengan latar ikonik khas Malang.

Mobil Wisata Cirebon Mirip dengan Bandros di Bandung

Terjebak Turbulensi Saat Berada di Dalam Toilet Pesawat, Ini yang Harus Anda Lakukan!

Dalam suatu penerbangan, wajar bila Anda tidak sedang berada di kursi, sebut saja Anda mungkin tengah berjalan di gang (aisle) atau berada di toilet. Namun, sangat mungkin pada saat tersebut pesawat mengalami guncangan hebat akibat turbulensi. Dalam kondisi tidak mengenakan sabuk keselamatan, maka situasi panik bisa saja melanda.

Kondisi di atas memang rawan, sepert pada kasus yang menimpa penerbangan Boeing 777-300ER Singapore Airlines SQ321 yang mengalami turbulensi parah pada 21 Mei 2024, seorang penumpang tewas akibat patah leher akibat terhembas saat turbulensi, yang kala itu Ia sedang berada di toilet.

Nah, saat turbulensi dan Anda sedang berada di toilet, maka ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Pegang permukaan yang stabil
Segera pegang erat salah satu pegangan (handrail) atau bagian dinding kabin. Toilet di pesawat biasanya dilengkapi pegangan kecil di dekat dinding untuk situasi seperti ini.

2. Tetap di tempat
Jangan keluar dulu jika turbulensinya sedang kuat. Justru berusaha kembali ke kursi saat turbulensi berat bisa lebih berbahaya. Tetap diam, miringkan tubuh ke dinding atau duduk di toilet jika memungkinkan untuk menurunkan pusat gravitasi.

3. Tunggu Pengumuman dari kru
Setelah turbulensi mereda, tunggu hingga kapten atau awak kabin mengumumkan aman sebelum kembali ke kursi.

Sementara, jika kamu kehilangan keseimbangan dan jatuh, tetap berusaha melindungi kepala dan leher. Setelah turbulensi reda, laporkan ke awak kabin jika kamu merasa terluka.

Jika Anda harus ke toilet, lakukan saat sabuk pengaman sudah dipadamkan dan kondisi cuaca stabil. Perhatikan sinyal sabuk pengaman—jika menyala kembali saat kamu di toilet, tandanya turbulensi diperkirakan akan terjadi. Usahakan aktivitas buang hajat dilakukan cepat namun hati-hati.

Kebelet Antri Toilet Tapi Takut Pesawat Kena Turbulensi Parah? Baca Dulu Tips Ini

Hari Ini dalam Sejarah, Sukhoi Superjet 100 Terbang Perdana – Jadi Pesawat Komersial Pertama Rusia Pasca Uni Soviet

Pada hari ini, 17 tahun lalu, bertepatan dengan 19 Mei 2008, pesawat Sukhoi Superjet 100 atau SSJ100 sukses terbang perdana, menjadikannya sebagai pesawat komersial pertama Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet. Ketika itu, 800 pesawat ditargetkan terjual di seluruh dunia. Nyatanya, hingga Mei 2019 lalu, hanya 162 unit SSJ100 yang telah diproduksi untuk empat maskapai.

Baca juga: Kena Embargo Mesin dari Perancis, Sukhoi Superjet 100 Rusia Terancam Di-Grounded

Dilansir Airwaysmag.com, ide membangun pesawat komersial pertama Rusia pasca Uni Soviet tumbang muncul pada bulan Mei 2000. Pada tahun 2001, Jet Regional Rusia (RRJ) pun diriset di pasar Rusia. Hasilnya, Sukhoi menemukan kebutuhan pesawat dengan jangkauan antara 3.000 – 4.500 km yang lebih besar dari jet regional ketika itu.

Awalnya, tiga model direncanakan; RRJ60, RRJ75, dan RRJ95, masing-masing dengan 60, 78, dan 98 kursi dengan konfigurasi lima sejajar atau 3-2 (five abreast). Sukhoi optimis, proyek ini bakal sukses dengan total penjualan sebanyak 800 pesawat dimana 250-300 unit pesanan di antaranya datang dari Rusia dan negara Federasi Rusia.

Setahun setelahnya, Sukhoi menginvestasikan sekitar US$63,5 juta dalam program tersebut untuk pembangunan empat mesin yang direncanakan, mulai dari mesin Pratt & Whitney PW800, Rolls-Royce BR710, General Electric CF34-8, dan Snecma/NPO Saturn SaM146 produksi dalam negeri.

Pada Juli di tahun yang sama, BR710 dan CF34-8 dihapus dari proyek RRJ60, RRJ75, dan RRJ95 hingga menyisakan dua lainnya. PW800 akhirnya juga dihapus Sukhoi dengan alasan memiliki risiko teknis dan menyisakan SaM146 buatan asli Rusia.

Meski mesin menggunakan asli buatan Rusia, komponen lainnya tetap bergantung pada Barat, seperti avionik dari Thales Perancis, landing gear dari Messier-Bugatti-Dowty atau biasa disebut Safran dari Perancis, APU dari perusahaan Amerika Serikat (AS) Honeywell, flight control dari Liebherr Jerman, sistem bahan bakar pesawat dari Intertechnique Perancis, sistem hidrolik dari AS, dan interior dari B/E Aerospace AS.

Demi memastikan program RRJ60, RRJ75, dan RRJ95 memenuhi spesifikasi Barat, Sukhoi mengadakan diskusi dengan Air France dan aliansi SkyTeam. Pada tahun 2004, Sukhoi resmi mengajukan sertifikasi ke EASA.

Berjalan waktu, Sukhoi dan mitra Rusianya terus mengebut pengembangan dan pembangunan mesin SaM146 dan pada 21 Februari 2008 itu mulai diuji untuk pertama kalinya. Gromov Flight Research Intitute, yang ditunjuk melakukan tes, menggunakan Ilyushin Il-76LL sebagai flying testbed. Uji coba ini dilaporkan sukses dengan beberapa penyempurnaan.

Februari 2005, pabrik Komsomolsk-on-Amur (KXK) dipilih menjadi tempat perakitan akhir SSJ100. Bersamaan dengan ini, Sukhoi juga mereview produksi RRJ60 dan RRJ75 serta lebih memprioritaskan RRJ95. Tipe ini diharapkan bisa bersaing dengan Bombardier CRJ1000 dan Embraer E190 yang sama-sama menggunakan konfigurasi 3-2. Dari dalam negeri, pesaing terdekat ialah Antonov An-148.

Pada momen perhelatan Farnborough Air Show di bulan Juli 2005, RRJ95 berganti nama menjadi Sukhoi Superjet 100 atau disebut juga SSJ10 (SJ100). Pesanan pertama datang dari Seroflot pada 7 Desember 2005 sebanyak 30 unit.

Pada tahun 2007, tepatnya tanggal 28 Januari, SSJ100 pertama diangkut dari KXK ke Zhukovsky, Oblast Moskow, dengan Antonov An-124 untuk menjalani uji darat oleh Central Aerohydrodinamic Institute (TsAGI).

Di bulan Juni 2007, Boeing memberikan bantuan teknis berupa flight and maintenance crew instruction and manuals, serta manajemen dan suplai suku cadang.

Baca juga: Sukhoi Modifikasi SJ100 Jadi Jet Pribadi, Gegara Tak Laku?

22 Agustus 2007, Sukhoi dan Alenia Aeronautica membentuk usaha patungan SuperJet Internasional untuk menyediakan layanan pelanggan di luar Rusia dan Asia. Pada tanggal 19 Mei 2008, Sukhoi Superjet 100 atau SSJ100 akhirnya terbang perdana dari KXK dan diharapkan menjadi tonggak baru perkembangan industri dirgantara Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet.

Setelah bertahun-tahun, nyatanya Sukhoi Superjet 100 tidak begitu menjual. Hingga Mei 2019 lalu, hanya 162 unit SSJ100 atau SJ100 yang telah diproduksi untuk empat maskapai.