Buntut Insiden 25 Mei, Air Asiana Stop Jual Kursi di Barisan Pintu Darurat

Penumpang pesawat berebut mendapatkan sederet keuntungan bila duduk di emergency exit row, mulai dari legroom lebih lega sampai headroom -karena tak ada kompartemen bagasi di atas kepala- lebih tinggi dibanding kursi ekonomi lainnya. Namun, posisi duduk di barisan pintu darurat menjadi petaka dalam penerbangan Asiana Airlines Flight OZ8124, rute Jeju – Daegu, Korea Selatan.

Baca juga: Benarkah Penumpang yang Duduk di Sebelah Pintu Darurat Pesawat Mendapat Legroom Lebih Luas?

Pada hari Jumat, 25 Mei 2023, seorang penumpang pria dengan sengaja membuka pintu darurat (emergency door) di pesawat yang tengah mengudara. Insiden itu terjadi pada pesawat Airbus A321-200 yang membawa hampir 200 penumpang tengah mendekati landasan pacu di Bandara Internasional Daegu, sekitar 240 km tenggara Seoul.

Meski menimbulkan trauma bagi para penumpang, pesawat akhirnya dapat mendarat dengan selamat tetapi beberapa orang dirawat di rumah sakit tanpa ada yang mengalami luka serius.

Sang pelaku yang berusia 30-an mengatakan kepada polisi Daegu bahwa dia ingin keluar dari pesawat karena merasa “tercekik” di dalam kabin. Dia juga berada di bawah tekanan karena sedang menganggur, kata pihak berwenang. Atas aksinya, pria itu kini menghadapi dakwaan pidana 10 tahun penjara.

Lepas dari insiden di atas, manajemen Air Asiana untuk saat ini memutuskan untuk tidak menjual beberapa kursi di dekat pintu darurat. Mulai Minggu ini, kursi darurat 31A dan 26A pada 14 jet A321-200 tidak lagi ditawarkan untuk dijual. “Sebagai tindakan pencegahan keamanan, langkah ini akan berlaku meski penerbangan dalam kondisi penuh (penumpang),” ujar juru bicara Air Asiana.

Baca juga: Katanya Gerah, Wanita ini Buka Pintu Darurat Pesawat dan Berjalan di Sayap

Sebagai catatan, pesawat secara otomatis diatur untuk menyesuaikan tekanan kabin sesuai dengan ketinggian pesawat. Sehingga saat pesawat berada di udara tinggi, tidak mungkin pintu darurat dapat dibuka, tetapi saat pesawat berada di ketinggian rendah dan mendekati pendaratan, maka pintu darurat bisa dibuka, seperti yang terjadi pada insiden Air Asiana, kala itu pesawat tengah berada di ketinggian 213 meter.

25 Mei 1910: Wright Bersaudara Terbang Bersama untuk Pertama dan Terakhir

Pada hari ini, 115 tahun yang lalu, bertepatan dengan 25 Mei 1910, Orville Wright dan Wilbur Wright atau Wright bersaudara, untuk pertama dan terakhir terbang bersama. Penerbangan bersejarah tersebut dilakukan selama enam menit lebih di Simms Station, Dayton, Ohio, Amerika Serikat (AS) setelah mendapat restu dari ayahnya.

Baca juga: 11 Oktober 1910: Theodore Roosevelt Jadi Presiden AS Pertama yang Terbang Naik Pesawat

Selain itu, untuk pertama dan terakhir, Wright bersaudara, dalam hal ini Orville Wright, juga mengajak terbang ayahnya yang berusia 82 tahun, Milton Wright, selama tujuh menit menggunakan pesawat pertamanya. Penerbangan ini bukan hanya bersejarah dan berkesan untuk Milton Wright yang seumur hidup hanya kali itu merasakan naik pesawat terbang.

Dihimpun dari berbagai sumber, sejak era Wright Flyer, yang berhasil terbang perdana pada 17 Desember 1903, Wright bersaudara memang tidak pernah terbang bersama. Saat penerbangan perdana Wright Flyer pun, Wright bersaudara selalu bergantian menerbanginya.

Pertama-tama, Orville Wright yang terbang lebih dahulu dan berhasil terbang sejauh 36,5 meter setinggi 3 meter selama 12 detik dengan kecepatan 6,8 mph di kaki bukit pasir Big Kill Devil Hills, dekat Kitty Hawk, North Carolina, AS.

Tak puas melihat penerbangan Orville Wright yang hanya 12 detik, Wilbur Wright mencobanya lagi dan lagi.

Pada penerbangan keempat, Wilbur berhasil menempuh jarak 852 kaki dan pesawat Wright Flyer atau biasa juga disebut Flyer 1 megudara selama 59 detik, menjadikannya sebagai orang pertama yang mendemonstrasikan penerbangan menggunakan pesawat berbobot lebih berat dari udara pertama di awah kendali penuh pilot.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun lalu, Wright Company Produsen Pesawat Pertama di AS Berdiri

Sayangnya, di hari itu, Wright Flyer yang berbobot sekitar 274 kg harus rusak karena hembusan angin kencang yang membuatnya terpontang-panting. Pesawat rusak dan harus direparasi terlebih dahulu hingga pada akhirnya saat ini pesawat diabadikan di Museum Smithsonian di Washington DC, AS.

Sejak saat itu, keduanya berupaya membangun pesawat lain yang lebih sempurna. Selang 5 tahun, tepatnya pada 8 Agustus 1908, pesawat pertama yang lebih canggih dari pesawat pertamanya terbang perdana di depan publik Hunaudieres, Le Mans, Perancis. Dalam uji coba itu, pesawat terbang selama 1 menit 45 detik dan menjadi tonggak sejarah dunia dirgantara dunia.

Lagi-lagi, pada penerbangan ini, Orville Wright dan Wilbur Wright tidak terbang bersamaan melainkan salah satunya saja.

Barulah pada 25 Mei 1910, Orville Wright dan Wilbur Wright atau Wright bersaudara, untuk pertama dan terakhir terbang bersama. Penerbangan bersejarah tersebut dilakukan selama enam menit lebih di Simms Station, Dayton, Ohio, Amerika Serikat (AS) setelah mendapat restu dari ayahnya, Milton Wright.

Sejak merintis dunia penerbangan, Wright Brothers memang sudah berjanji tidak akan pernah terbang bersama untuk menghindari kemungkinan terburuk, kecelakaan bersama dan tidak ada yang melanjutkan eksperimen pesawat.

Baca juga: Hari Ini, 118 Tahun Lalu, Cikal Bakal Penerbangan Modern Dimulai Wright Bersaudara

Ketika itu, Orville Wright, yang memang dikenal lebih pandai terkait seluk-beluk pesawat dibanding Wilbur Wright yang lebih pandai di dunia bisnis pesawat, menjadi pilotnya.

Tak ingin kehilangan momentum, Orville Wright pun juga mengajak ayahnya untuk terbang bersama. Disebutkan, kedua terbang selama hampir tujuh menit di ketinggian sekitar 107 meter.

Setiap Jumat Selama Musim Haji, Operasional Bus Shalawat Dibatasi

Setiap hari Jumat, operasional bus shalawat akan dibatasi. Informasi ini disampaikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Sehingga para jemaah calon haji Indonesia diimbau untuk salat Jumat di masjid atau musala sekitar hotel.

Bila pun ingin beribdah Jumat di Masjidil Haram, jemaah diminta untuk berangkat lebih awal. Pasalnya bus akan masuk ke terminal sekitar Masjidil Haram yakni Terminal Syib Amir, Ajyad dan Jabal Kakbah sekitar pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dikutip dari kemenag.goid, Kepala Seksi Transportasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Syarif Rahman mengatakan, jemaah haji asal Indonesia diimbau berangkat salat Jumat maksimal pukul 07.00 WAS. Keputusan pembatasan ini diambil otoritas setempat mengingat jumlah jemaah yang terus meningkat menjelang puncak haji.

Baca juga: Bus dengan Lift Hidrolik Mudahkan Jemaah Lansia dan Disabilitas

Usai salat Jumat, bus shalawat akan Kembali beroperasi mulai pukul 14.00 WAS. Syarif meminta para jemaah untuk memperhatikan jam operasional bus shalawat dan tidak langsung pulang ke hotel selesai salat Jumat.

Ini dilakukan agar mengurangi kepadatan dan jemaah tidak antri lama. Sehingga jemaah haji Indonesia bisa pulang berangsur-angsur dan tidak sekaligus.

“Kalau bisa satu jam setelahnya, atau ba’da ashar,” pesannya.

Mengingat padatnya Masjidil Haram, jemaah lansia dan berkebutuhan khusus disarankan untuk salat Jumat di hotel atau masjid sekitar hotel. Ini dilakukan untuk menjaga Kesehatan jemaah dan sebagai persiapan menunaikan ibadah haji yang akan berlangsung sekitar dua minggu lagi.

Untuk diketahui, bus shalawat sendiri adalah layanan bus gratis yang dioperasikan selama musim haji. Di mana kehadirannya untuk memudahkan jemaah Indonesia beribadah ke Masjidil Haram.

Layanan ini dikelola oleh PPIH Arab Saudi bekerja sama dengan perusahaan transportasi lokal dan hanya berlaku untuk jemaah yang tinggal di wilayah yang relatif jauh dari Masjidil Haram.

Untuk tahun ini, PPIH menyiapkan 27 rute Bus Shalawat. Setiap rute disesuaikan dengan lokasi pemondokan (hotel) jemaah agar seluruh jemaah dapat menjangkau Masjidil Haram dengan mudah, aman, dan tepat waktu.

PPIH Siapkan 32 Bus Shalawat Ramah Jamaah Haji Berkursi Roda

Tak Hanya Jawa dan Sumatera, Jejak Historical Jalur KA di Madura Pun Sangat Melegenda

Sebagai daerah yang pernah memiliki jalur kereta api aktif kira-kira aset perkeretaapian apa saja ya yang masih tersisa di sana? Ya, inilah jalur kereta api di Pulau Madura. Madura memang dulunya memiliki jalur kereta api aktif pada zaman kolonial Belanda. Tercatat Pulau Madura mempunyai beberapa bangunan stasiun yang kini sudah tidak beroperasi atau non aktif. Jalur kereta api di Madura, Jawa Timur ini masih berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya.

Berawal dari bangunan yang saat ini menjadi tempat komersialisasi angkutan Madura yang dulunya merupakan gedung bekas rumah dinas Kepala Stasiun (KS) Kamal yang dimiliki oleh Madoera Stoomtram Masshjcaaphij atau Jawatan Kereta Api Madura di Kamal, Bangkalan.

Nah, tak jauh dari kantor ini ternyata ada bekas Depo Kereta Api Kamal yang terletak di dekat Pelabuhan Kamal. Depo ini dulunya adalah tempat perawatan untuk mengganti suku cadang kereta yang rusak dan tempat penyimpanan lokomorif. Namun sekarang sudah disewakan dan beralih fungsi sebagai tempat usaha warga sekitar. Di sekitar bekas Depo Kereta juga terdapat perumahan dinas karyawan yang saat ini juga disewakan.

Tak hanya itu di area Pelabuhan Kamal yang merupakan titik 0 km juga masih terlihat bekas rel kereta api meskipun sudah beberapa tempat tertimbuj dengan beton dan aspal. Serta Stasiun Kamal yang berdekatan dengan Pelabuhan Kamal merupakan stasiun terendah dengan ketinggian hanya 0,41 meter dari permukaan laut. Stasiun Kamal yang merupakan ujung dari Pulau Sumatera yang dulunya ramai untuk angkutan hasil bumi dan penumpang ini, ada beberapa stasiun yang tentunya menarik untuk kita bahas selanjutnya.

Selanjutnya ada Stasiun Labang yang berada di Desa Jukong, Bangkalan. Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembukaan segmen baru Kamal – Talang – Labang – Kwanyar. Ya, dahulu stasiun ini melayani kereta api ke berbagai kota di Pulau Madura sebelum non aktif pada 1984. Stasiun kedua adalah Stasiun Sukolilo Baru atau yang lebih dikenal sebagai Stasiun Buddan. Stasiun ini terletak di puncak bukit dan uniknya penampakan jejak rel-relnya ternyata masih terlihat jelas.

Pada awalnya stasiun-stasiun di Madura difungsikan untuk mengangkut garam namun pada perkembangannya juga dibuka untuk layanan penumpang yang sangat diandalkan. Pada masanya sebelum ditutup layanannya pada tahun 1984-1987.

Selain dua stasiun tersebut sebenarnya masih ada beberapa stasiun yang dilewati jalur KA di Pulau Madura, yaitu Bangkalan, Tanah Merah, Balega, Sampang, Tanjung, Pamekasan, Sumenep, Kalianget dan beberapa stasiun kecil yang sedikit kemungkinan masih terlihat bangunannya.

Dilansir dari laman KAI, di Pulau Madura sendiri ada kurang lebih 1,8 juta metet persegi aset-aset KAI yang terdiri dari rumah dinas, bangunan dinas, dan peninggalan prasarana berupa sisa rel dan jembatan. Aset KAI di Pulau Madura dijaga oleh personel unit komersialisasi non angkutan Madura dan bantuan dari tim optimalisasi aset Daop 8 Surabaya. Aset-aset ini dikomersialisasikan melalui kerjasama persewaan tanah dan bangunan dengan berbagai pihak.

Jalur Kereta di Pulau Madura, Terlupakan Meski Nyaris Dihidupkan Kembali

Tingkatkan Kenyamanan, KAI Wilayah Lampung dan Sumatera Selatan Berlakukan Pembatalan Tiket KA Hanya di Stasiun

Beredar kabar tiket kereta api di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan selalu ludes karena masih banyaknya calo yang memanfaatkan tiket tersebut. Akhirnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengeluarkan ketentuan bagi para penumpang yang ingin membatalkan tiket kereta api harus datang ke stasiun.

Ketentuan tersebut mulai di berlakukan pada 23 Mei 2025 kepada penumpang yang ingin membatalkan tiket kereta api seperti KA Kuala Stabas, KA Rajabasa, dan KA Bukit Serelo. Pembatalan dengan cara mendatangi stasiun yang melayani loket pembatalan tiket di stasiun besar.

Penumpang yang ingin membatalkan tiket kereta api yang disebutkan tidak bisa lagi melalui aplikasi Access by KAI, ini mengingat kabar yang sudah beredar bahwa adanya calo yang sengaja memborong tiket kereta api dengan cepat habis. Jika penumpang tak mendapatkan tiket KA tersebut, calo menawarkan tiket yang masih tersedia namun dengan harga yang lebih mahal.

Diketahui bahwa beberapa KA tersebut merupakan kereta api subsidi dengan harga tiket mulai dari Rp30.000 saja kelas ekonomi. Dengan perjalanan lebih dari 5 jam, kereta api tersebut paling diminati masyarakat khususnya warga Lampung dan Palembang. Bagaimana tidak, keterbatasan perjalanan kereta api di wilayah tersebut memang masih sangat minim. Yang paling banyak dilewati jalur KA tersebut hanyalah rangkaian kereta api angkutan batu bara. Tak heran penumpang kereta api di wilayah tersebut selalu membludak, apalagi saat libur panjang.

Adapun ketentuan pembatalan tiket seperti KA Rajabasa, Kuala Stabas, dan Bukit Serelo sesuai dengan yang tercantum di sosial media KAI adalah sebagai berikut:
• Pembatalan pembeli (cancel passenger) hanya bisa dilakukan di loker stasiun pembatalan.
• Apabila pemohon pembatalan dari pemilik tiket bukan pemilik tiket (diwakilkan), maka wajib melampirkan:
– Surat kuasa bermaterai dari pemilik tiket kepada yang dikuasakan untuk melakukan pembatalan tiket
– Menunjukkan bukti identitas asli pemilik tiket
• Proses pembatalan tiket (refund) dilakukan maksimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan KA dengan pengembalian dana H+7 melalui mekanisme transfer atau tunai.
• Tiket KA Rajabasa, Kuala Stabas, dan Bukit Serelo tidak dapat dilakukan perubahan jadwal.
• Ketentuan ini berlaku untuk tiket dengan keberangkatan mulai 23 Mei 2025.

Sebelumnya, warga Sumatera Selatan dan Lampung tengah menghadapi kesulitan mendapatkan tiket kereta api, terutama untuk rute Rajabasa dan Kuala Stabas. Kondisi ini diduga akibat ulah calo yang memborong tiket, menyebabkan harga jual melonjak hingga tiga kali lipat di pasaran.

Mahalnya harga yang dipatok calo, pengguna jasa kereta api juga khawatir terhadap penyalahgunaan data pribadi, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang sering kali diminta dalam transaksi pembelian tiket secara tidak resmi.

Mau Membatalkan atau Merubah Jadwal Tiket Kereta Api? Baca Ini Dulu Ya!

Beroperasi Sejak 2016, Bus Sekolah Harapan Pelajar DKI Jakarta

Setiap pagi, deru mesin bus berwarna kuning cerah menyapa jalan-jalan Ibu Kota. Di dalamnya, wajah-wajah muda penuh harapan duduk rapi—para pelajar DKI Jakarta yang kini memiliki akses transportasi gratis dan aman berkat program Bus Sekolah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di salah satu halte di kawasan Cawang, tampak Fikri (15), siswa kelas 9 SMPN 62 Jakarta, menunggu kedatangan bus sekolah. “Kalau naik bus ini, saya bisa berangkat lebih pagi dan tidak capek jalan kaki jauh atau berdesakan di TransJakarta,” ujar Fikri dengan senyum malu-malu.

Program bus sekolah ini telah berjalan sejak 2016 dan diperluas seiring waktu. Hingga kini, ratusan armada beroperasi melayani berbagai rute strategis yang menghubungkan kawasan padat penduduk dengan sekolah-sekolah negeri di Jakarta.

Bukan Sekadar Transportasi
Bagi banyak pelajar, bus sekolah bukan sekadar alat transportasi—ia menjadi ruang aman dan nyaman untuk memulai hari. Petugas sopir dan pendamping bus pun telah dibekali pelatihan khusus untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak-anak.

Lina Sari, seorang ibu dari pelajar SD di daerah Jakarta Timur, mengaku lebih tenang sejak anaknya menggunakan bus sekolah. “Saya nggak khawatir lagi anak saya telat atau terkena macet. Sopirnya juga ramah dan sabar,” katanya.

Efisiensi dan Edukasi Lingkungan
Selain membantu siswa secara langsung, keberadaan bus sekolah juga berdampak pada lingkungan dan lalu lintas. Dengan lebih banyak pelajar menggunakan transportasi bersama, kemacetan saat jam sekolah perlahan berkurang. Program ini sekaligus mengedukasi siswa sejak dini tentang pentingnya transportasi publik yang ramah lingkungan.

“Setiap satu bus sekolah bisa mengurangi puluhan kendaraan pribadi di jalan. Itu artinya kita turut mengurangi polusi,” ujar Denny Haryanto, Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah DKI Jakarta.

Tantangan dan Harapan
Meski program ini mendapat respons positif, masih ada tantangan. Beberapa rute belum mencakup wilayah yang lebih terpencil, dan keterbatasan armada kadang membuat siswa harus menunggu lebih lama. Namun Pemprov DKI terus berupaya menambah jumlah bus dan memperluas jangkauan layanan.

Fikri, sambil bersiap turun dari bus, menyampaikan harapannya, “Semoga bus sekolahnya bisa lebih banyak lagi, biar teman-teman saya yang rumahnya jauh juga bisa ngerasain.”

Dengan bus sekolah, perjalanan para pelajar Jakarta bukan hanya tentang pergi ke sekolah. Ia adalah perjalanan menuju masa depan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih ramah bagi semua.

“Bus Sekolah Gratis,” Aplikasi Monitoring Bus Sekolah di Jakarta

Tips Ibu Hamil Bepergian Menggunakan Kendaraan Pribadi

Libur nasional dan cuti bersama bisa menjadi perjalanan panjang yang kerap dimanfaatkan untuk bepergian bersama keluarga. Namun bagi ibu hamil, perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi membutuhkan persiapan ekstra agar tetap aman dan nyaman.

Dirangkum dari berbagai laman sumber, para dokter kandungan menyarankan sebelum bepergian, ibu hamil harus memperhatikan kondisi fisik mereka. Trisemester kedua menjadi yang terbaik untuk bepergian karena mual di pagi hari sudah mereda dan risiko persalinan dini rendah.

Nah, berikut ini KabarPenumpang.com sudah merangkum berbagai tips yang bisa diterapkan ibu hamil saat liburan dengan mobil pribadi:

1. Konsultasi ke dokter
Selalu lakukan pemeriksaan kehamilan terlebih dahulu. Pastikan tekanan darah, kondisi janin, dan riwayat kesehatan dalam kondisi stabil.

2. Gunakan sabuk pengaman dengan benar
Sabuk pengaman tetap penting. Posisikan tali bawah sabuk di bawah perut, bukan di atas, untuk menghindari tekanan pada janin.

3. Sering beristirahat
Hentikan perjalanan setiap 1,5–2 jam untuk berjalan kaki ringan, terutama jika perjalanan lebih dari 4 jam. Ini membantu melancarkan peredaran darah dan mencegah pembengkakan.

4. Pakai bantal penyangga
Gunakan bantal kecil untuk menyangga punggung dan leher agar posisi duduk tetap nyaman. Ini digunakan juga untuk mengurangi pegal selama perjalanan

5. Bawa makanan dan air putih
Siapkan camilan sehat dan air minum dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi dan menjaga energi selama perjalanan.

6. Cek jalur
Pilih jalur yang mulus dan tidak membuat guncangan berlebihan. Guncangan yang kuat bisa membuat ibu hamil cepat lelah atau mual.

7. Pakaian nyaman
Pilih pakaian berbahan katun, longgar, dan menyerap keringat agar tidak mudah gerah dan iritasi kulit. Pakaian seperti ini cocok digunakan ibu hamil di perjalanan yang cukup panjang

8. Siap kontak darurat
Pastikan menyimpan nomor rumah sakit atau bidan terdekat di sepanjang rute, untuk berjaga-jaga jika ada kondisi darurat.

Meski kehamilan bukan halangan untuk menikmati liburan, namun keselamatan tetap harus menjadi prioritas. Dengan persiapan matang, ibu hamil tetap bisa menikmati waktu berkualitas bersama keluarga di momen liburan ini.

Don’t Worry, Ibu Hamil Tetap Aman Untuk Lakukan Penerbangan

Tak Cuma Mengoperasikan Lokomotif, Fakta-fakta Lainnya Tentang Masinis Masih Ada Lagi

Menjalankan sebuah rangkaian kereta api tentu membutuhkan lokomotif sebagai alat penggerak. Nah, di lokomotif agar tetap berjalan harus memiliki seseorang yang harus bisa mengoperasikannya yaitu masinis. Masinis kereta api adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan kereta api dan menjadi pemimpin selama perjalanan kereta api. Mereka memantau jalur, mengatur kecepatan, dan menghentikan kereta api sesuai dengan persinyalan dan semboyan perkeretaapian, serta memastikan keselamatan perjalanan.

Sebagai seorang dengan fungsi krusial, kehadiran masinis tentunya tak bisa dipandang sebelah mata. Perjalanan kereta api Anda tak akan berjalan sempurna tanpa adanya masinis. Nah, terdapat sejumlah fakta lho mengenai masinis, dari yang seru sampai mungkin mengejutkan. Apa sajakah kira-kira fakta masinis kereta api? Berikut kabarpenumpang merangkum ulasannya.

 

• Wajib Mengikuti Pendidikan Militer
Tak hanya di barak tentara, calon masinis juga wajib mengikuti pendidikan kemiliteran. Setelah lulus jenjang SMA, calon masinis wajib mengikuti pendidikan di BPPT (Balai Pendidikan dan Pelatihan Traksi) selama tiga tahun. Setelahnya, mereka akan diarahkan mengambil program magang di Perawatan Kereta Api (DEPOT) sebelum akhirnya mendapatkan sertifikasi masinis. Nah, mereka juga wajib mengikuti pendidikan militer, yang mana mereka dikarantina beberapa minggu atau bahkan bulan, agar dapat diangkat sebagai karyawan PT KAI.

• Pulang dan Pergi dalam Sehari
Setiap harinya, masinis harus menempuh 2 kereta api (pulang dan pergi) dengan rata-rata durasi perjalanan 6-10 jam. Kerja dinas ini berlaku selama dua hari. Sehingga, usai menyelesaikan dinas sehari, masinis akan menginap di mes sebelum melanjutkan sisa kereta api mereka.

Kenapa Kesehatan Mata Masinis Sangat Penting? Ini Dia Jawabannya!

• Saat Mengoperasikan Tak Hanya Lakukan Gas dan Rem, Tapi …
Pekerjaaan seorang masinis kereta api tidaklah semudah yang dibayangkan. Mereka tidak cukup hanya menguasai teknis gas dan rem, namun juga wajib menguasai berbagai hal lain. Dalam pekerjaan ini masinis harus memprediksi lamanya perjalanan, mengatur seberapa cepat kereta harus melaju, hingga mengawasi sinyal di tiap lintasan. Pengereman pun ada teknis khususnya karena harus dilakukan sesuai titik yang sudah ditentukan.

• Tidak Libur Saat Hari Besar/Hari Raya
Hari libur besar merupakan yang dinanti-nanti para pekerja untuk menghabiskan waktu luang karena bisa bersantai. Namun tidak untuk profesi sebagai masinis, lantaran sebagai pelayanan publik, seorang masniis tidak mengenal hari libur Lebaran maupun Natal. Jika Natal dan Lebaran tiba, kerja dinas mereka akan semakin padat. Tapi justru di situ lah seorang masinis mendapatkan kepuasan dalam bekerja.

• Paling Tidak Minimal 2.000 Jam Terbang yang Harus Dimiliki Masinis
Meski telah berhasil lulus pendidikan, mereka tak bisa langsung mengendarai kereta api lho. Mereka harus magang terlebih dulu dan kerja sebagai asisten masinis. Minimal punya jam terbang 2.000 jam sebelum bisa mengajukan diri sebagai masinis utama. Prosesnya pun tidaklah mudah, mereka wajib mengendarai kereta dalam kota dan keret antarkota. Tak Cuma di Jawa, tetapi juga di Sumatra.

Nah itulah beberapa fakta-fakta yang kalian bisa ketahui apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang masinis. Meski sebagai profesi yang pekerja keras, namun jika menjalankan dengan kedisiplinan pasti makin mencintai apa yang sudah dikerjakan. Nah, siapa yang tetap ingin menjadi masinis?

Bahaya! Cuma Biar Cepat Sampai, Sejumlah Kendaraan Bermotor Nekat Melintasi Jalur Kereta Api

Aksi berbahaya dan paling nekat dilakukan sejumlah kendaraan bermotor di perlintasan JPL 40 yang berada di kawasan Jalan Pramuka, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Terlihat pengendara tengah melintas bukan di pinggir rel kereta api, tapi melintas ditengah-tengah rel kereta api.

Sejumlah pengendara nekat melewati rel kereta api lantaran jalur memutar di kawasan tersebut adanya penutupan karena pembangunan LRT Jakarta. Seperti diketahui jalur kereta yang melewati perlintasan Jalan Pramuka tersebut kerap kali melintas. Karena jalur ini menghubungkan dari arah Jatinegara sampai dengan Pasa Senen. Praktis yang melintas tak hanya Kereta Rel Listrik (KRL), melainkan kereta api reguler jarak jauh maupun angkutan barang, bahkan beberapa diantaranya terdapat lokomotif yang lalu lalang dari dan menuju Depo Lokomotif Cipinang.

Ketidakdisipilinan dalam pengendara harus nekat melewati jalur kereta api demi mempersingkat perjalanan. (Foto: Dok. Antara)

Dilansir dari laman Antara memperlihatkan beberapa hasil tangkapan foto yang diunggah, tak hanya pengendara sepeda motor yang sendiri saat menyeberang namun terlihat ada penumpang juga yang terlihat berboncengan saat melewati rel kereta api. Seperti yang dikutip dari laman Antara bahwa, “Pengendara sepeda motor melintasi jalur kereta di Jalan Pramuka, Jakarta, Rabu (21/5/2025). Tindakan yang dilakukan pengendara tersebut sangat berbahaya karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta yang melintas.”

Dari beberapa kejadian yang tak patut dicontoh tersebut ternyata hal yang sama pernah terjadi yang dilakukan beberapa pengendara lainnya melewati jalur kereta api di kawasan Petamburan, Jakarta Barat tahun 2017 silam.

Minimnya tingkat kesadaran masyarakat akan keselamatan pengendara motor terlihat di sini. Meski tahu jalur tersebut aktif, mereka tetap nekat melintas. Demi mempersingkat waktu tempuh, para pengendara motor ini rela melintasi rel kereta api tersebut. Jika dilihat dari lokasi di lapangan, memang jarak tempuh dikawasan tersebut cukup jauh untuk memutar. Maka dari itu dengan melewati rel kereta api sangat mudah dan lebih mempersingkat waktu menuju ke tujuan.

Tetap nekat melintas walaupun ancamam bahaya tersambar kereta lebih besar. (Foto: Dok. Detik)

Dari beberapa kejadian yang diperlihatkan bahwa ketidakdisiplinan sudah terlihat akan masyarakat kita yang kurangnya pengetahuan akan bahaya yang mengintai. Mencari jalan singkat namun tidak memikirkan keselamatan baik diri sendiri maupun orang lain.

Padahal sudah jelas ada undang-undangnya yang berlaku dan jika melanggar terhadap aturan perlintasan kereta api, seperti menerobos palang pintu, dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00, menurut Pasal 296 UU LLAJ. Tidak mau kan, dikenakan sanksi pasal yang mengharuskan mendapat hukuman hanya karena ketidakdisiplinan saat mengendarai kendaraan bermotor? Yuk, mulai dari sekarang hindari hal-hal yang berbahaya saat berkendara dan selalu patuhi rambu lalu lintas saat melewati perlintasan kereta api.

Selain Sosialisasi, Ternyata Solusi Ini Bisa Cegah Kendaraan Terobos Palang Pintu Kereta Api

“Si Mas Ganteng” dari Tuban, Mudahkan Pelancong Berwisata di Jawa Timur

Bus yang dinamakan dengan julukan “Si Mas Ganteng” atau singkatan dari Transportasi Masyarakat Tuban yang Elegan, Aman, dan Terintegrasi ini pertama kali muncul dengan misi memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda bagi para penumpang. Dikenal dengan desain eksterior yang menarik dan interior yang nyaman, bus ini dengan cepat menarik perhatian masyarakat.

Dari namanya, sudah bisa dipastikan bahwa bus ini memiliki identitas yang mencolok. “Si Mas Ganteng” tidak hanya sekadar soal penampilan, tetapi juga kualitas pelayanan yang menjadikan perjalanan lebih nyaman. Nama unik ini sendiri mengacu pada karakter bus yang lebih modern dan stylish, serta ramah di mata para penumpangnya.

Salah satu daya tarik utama “Si Mas Ganteng” adalah desain luar dan dalam yang sangat mencuri perhatian. Bus ini dihiasi dengan warna cerah dan grafis yang memikat. Di dalam, penumpang dapat menikmati kursi yang lebar dan empuk, dengan sistem pendingin udara yang menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Selain fasilitas fisik, pelayanan yang diberikan oleh kru bus juga menjadi faktor penting. Setiap pengemudi dan pramugari yang bekerja di “Si Mas Ganteng” selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan senyum ramah dan sopan, menjadikan perjalanan lebih menyenangkan.

Bukan hanya sekadar tempat duduk yang nyaman, bus ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti WiFi, USB port untuk pengisian daya, dan sistem hiburan onboard yang memungkinkan penumpang menikmati perjalanan dengan berbagai pilihan film atau musik.

“Si Mas Ganteng” melayani rute-rute utama di Jawa Timur, dengan tujuan utama dari Tuban ke Surabaya dan sebaliknya. Tak hanya itu, beberapa rute antar kota seperti ke Madiun, Malang, dan Jember juga dilayani dengan jadwal yang cukup fleksibel. Keberadaan bus ini semakin mempermudah akses bagi para wisatawan dan penduduk setempat yang ingin bepergian ke kota-kota besar dengan kenyamanan lebih.

Jumlah peminat “Si Mas Ganteng” terus meningkat setiap harinya, apalagi pada musim liburan atau arus mudik. Banyak penumpang yang memilih bus ini karena reputasi kualitasnya yang sudah dikenal, serta harga tiket yang masih terjangkau.

Dari berbagai tanggapan penumpang, bus “Si Mas Ganteng” mendapatkan banyak pujian atas kenyamanan dan pelayanan yang diberikan. Salah satu penumpang, Tina, 30 tahun, mengatakan, “Saya sering naik bus untuk pulang ke kampung halaman, dan Si Mas Ganteng jadi pilihan favorit saya. Selain nyaman, petugasnya juga sangat ramah. Busnya juga tepat waktu, jadi saya tidak khawatir terlambat.”

Dengan keberhasilan yang diraih saat ini, “Si Mas Ganteng” berencana untuk terus mengembangkan layanan dan armadanya, dengan menambah jumlah unit bus dan memperluas rute perjalanan. Ini semua bertujuan untuk memberikan lebih banyak kenyamanan kepada penumpang dan meningkatkan daya tarik transportasi umum.

Bagi para pelancong yang ingin merasakan kenyamanan dan pelayanan terbaik dalam perjalanan antar kota di Jawa Timur, “Si Mas Ganteng” bisa menjadi pilihan tepat.

Gratis! Bus Macito Bawa Pegunjung Nikmati Sejarah dan Keindahan Malang