Lama Vakum, KA Argo Anjasmoro Kembali Hadir di Jadwal Tambahan Lebaran 2025

Jadwal Gapeka 2025 memang sudah dijalankan sejak awal Februari. Banyaknya perjalanan kereta api yang ditambah, membuat penumpang semakin praktis saat melakukan perjalanan ke luar kota. Sebagai contoh perjalanan KA Taksaka dengan rute Gambir-Yogyakarta, dalam sehari total 6 kali perjalanan pulang pergi. Sama halnya seperti KA Sawunggalih rute Pasar Senen-Kutoarjo yang juga ditambah jadwal perjalanannya pada pagi, siang, dan malam hari. Dari perjalanan reguler yang ditambah, ada pula perjalanan kereta api dengan status Fakultatif (berjalan pada hari-hari tertentu). Seperti yang akan kabarpenumpang bahas kali ini adalah KA Anjasmoro.

Nama Anjasmoro diambil dari nama gunung yang memiliki ketinggian 2.331 meter dan Puncak Anjasmoro dengan ketinggian 2.269 meter keduanya berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Gunung Anjasmoro termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, Jawa Timur.

Fyi, pada tanggal 1 Desember 2019, jenama Anjasmoro dipakai oleh Kereta api Anjasmoro yang melayani relasi Pasar Senen–Jombang melalui lintas selatan Jawa (via Cirebon–Yogyakarta), dengan kelas eksekutif dan ekonomi. Kereta tersebut menggunakan pola operasi bertukar rangkaian dengan kereta api Jayabaya, rangkaian kereta api Anjasmoro dialokasikan oleh Depo Kereta Jakarta Kota. Kereta api Anjasmoro mengalami penjenamaan ulang menjadi kereta api Bangunkarta pada Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2021 yang berlaku mulai tanggal 10 Februari 2021.

Nah, KA Argo Anjasmoro memiliki rute Gambir-Surabaya Pasar Turi yang merupakan kereta api lintas utara Pulau Jawa. Seperti kelas argo lainnya, KA ini sudah menggunakan rangkaian berbadan stainless steel. Dengan waktu tempuh rata-rata 9 jam 5 menit, kereta api ini menjadi satu-satunya kereta api kelas eksekutif Argo yang berstatus Fakultatif. Berdasarkan Gapeka 2025, rangkaian kereta api Argo Anjasmoro terdiri dari 8 kereta eksekutif baja ringan, 1 kereta makan, dan satu kereta pembangkit. Rangkaian tersebut dialokasikan oleh Depo Kereta Jakarta Kota. KA Argo Anjasmoro berjalan hanya satu kali pulang pergi dengan tarif mulai dari Rp600.000 hingga Rp800.000.

Perjalanan KA Argo Anjasmoro selama libur lebaran dimulai pada Jumat, 21 Maret 2025 sampai dengan Minggu, 13 April 2025. Berikut jadwal pemberhentian KA Argo Anjasmoro:

• KA 29F Argo Anjasmoro
Stasiun Surabaya Pasarturi: 12.05
Stasiun Bojonegoro: 13.18 ~ 13.21
Stasiun Cepu: 13.47 ~ 13.50
Stasiun Semarang Tawang: 15.20 ~ 15.32
Stasiun Pekalongan: 16.36 ~ 16.39
Stasiun Tegal: 17.23 ~ 17.26
Stasiun Cirebon: 18.16 ~ 18.35
Stasiun Bekasi: 20.40 ~ 20.42
Stasiun Jatinegara: 20.54 ~ 20.56
Stasiun Gambir: 21.10

• KA 30F Argo Anjasmoro
Stasiun Gambir: 23.35
Stasiun Bekasi: 00.01 ~ 00.03
Stasiun Cirebon: 02.10 ~ 02.16
Stasiun Tegal: 03.08 ~ 03.11
Stasiun Pekalongan: 03.50 ~ 03.53
Stasiun Semarang Tawang: 05.02 ~ 05.13
Stasiun Cepu: 06.54 ~ 06.57
Stasiun Bojonegoro: 07.25 ~ 07.27
Stasiun Surabaya Pasarturi: 08.40

Baca juga:

Angka Kecelakaan Tinggi, Hindari Mudik Pakai Sepeda Motor

Mudik Lebaran tak tersisa tinggal menghitung hari. Anak sekolah sudah mulai libur dan orang tua sudah mengambil cuti untuk bertemu sanak saudara di kampung halaman. tiket bus dan kereta pun mungkin juga tersisa sedikit.

Meski begitu, banyak keluarga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan moda transportasi umum seperti kereta dan bus. Ini biasanya karena mudik Bersama keluarga dan meminimalisir pengeluaran untuk transportasi umum.

Bila menggunakan mobil, hal ini sudah barang tentu pergi dengan keluarga. Namun banyak juga pemudik yang menggunakan sepeda motor mereka. Padahal menggunakan kendaraan road dua untuk mudik tidaklah dianjurkan.

Hal tersebut karena risiko tinggi terlibat kecelakaan. Pasalnya, sepeda motor, menjadi kendaraan yang paling sering terlibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan tercatat, sepeda motor menjadi penyumpang korban lalu lintas tertinggi. Apalagi jika mudik dengan berboncengan lebih dari satu orang dan membawa barang yang berlebihan.

Dari data yang tercatat, Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat mengatakan, pada tahun 2005 lalu, mulai marak mudik lebaran menggunakan sepeda motor.

Demikian pula pada saat mudik lebaran, semula pemudik selalu memadati terminal penumpang untuk berebutan memasuki bus yang akan berangkat. Beralih menggunakan sepeda motor ke kampung halaman, terminal mulai sepi setiap lebaran. Jalan mulai dipadati sepeda motor tidak hanya mobil.

Tanpa ada panduan keselamatan berkendara dari pemerintah untuk menggunakan sepeda motor berperjalanan jarak jauh dari pemerintah telah menambah korban kecelakaan pemudik sepeda motor. Padahal, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan melarang pemanfaatan sepeda motor untuk dimuati lebih dari dua orang tanpa kereta samping.

Sepeda motor bukan kendaraan yang menjamin keselamatan dan keamanan karena fitur perlindungan minim. Perlindungan tidak terjamin dan amat terbatas pada kelengkapan yang dikenakan pengemudi dan penumpang. Sepeda motor tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh.

Mengutip data Korlantas Polri (Februari 2024), selama tiga tahun terakhir cenderung tidak banyak perubahan. Popupasi sepeda motor 84,5 persen dari jumlah kendaraan bermotor. Jika mengacu dari jenis kendaraan, angka kecelakaan masih didominasi sepeda motor. Untuk tahun 2021 sebesar 73 persen, tahun 2022 (77 persen) dan tahun 2023 (76 persen).

Untungnya untuk meminimalisir kecelakaan sepeda motor, sejak tahun 2014, mudik motor gratis dipelopori menggunakan KA. Lalu tahun berikutnya ditambah menggunakan truk.

Mudik Lebaran tahun 2025, Direktorat Jenderal perhubungan Darat mengalokasikan 10 unit truk (mudik 5 truk dan balik 5 truk) guna mengangkut 300 sepeda motor. Sementara Direktorat Jenderal Perkeretapian menyediakan kuota sebanyak 7.424 unit sepeda motor gratis menggunakan moda KA.

Jika tetap mudik pakai sepeda motor, maka harus menyiapkan kondisi fisik dan kendaraan, menyiapkan surat-surat kendaraan, menggunakan helm standar nasional, tidak berbonceng lebih dari satu, tidak membawa barang berlebih, memeriksa kondisi motor sebelum berangkat, memastikan komponen krusial diganti jika kondisinya sudah mengkhawatirkan, dan hindari berkendara pada malam hari.

Terlebih, kondisi jalan masih banyak yang berlubang, pemudik sepeda motor haeus ekstra hati-hati.

Ditinggal Mudik Pelanggan, LRT Jabodebek Manfaatkan untuk Percepatan Perawatan Kereta

Primajasa, dari Bus Pariwisata Hingga layanan Premium AKAP

Primajasa merupakan salah satu perusahaan otobus (PO) yang sudah berdiri sejak 34 tahun silam atau tepatnya pada 6 September 1991. Memulai peluncurnnya di aspal, Primajasa awlanya menyediakan layanan bus pariwisata.

Saat itu, ada 25 armada bus yang melayani rute pula pergi Bogor-Tangerang via Jakarta. Primajasa sendiri masih berkerabat dengan Mayasari Bakti dan mulai mengembangkan layanannya tahun 2001 lalu.

Di mana Primajasa kemudian menambah rute antar kota antar provinsi (AKAP) yang dimulai dengan rute Tangerang-Kampung Rambutan. Yang uniknya dari Primajasa, adalah terbosan dengan membuka rute-rute yang belum atau jarang dilayani competitor.

Mereka juga menyediakan titik penjemputan yang strategis di luar terminal seperti bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hingga di kompleks perumahan. Adapun rute AKAP primajasa ini seperti dari Tanjung Priok menuju ke Mereka dan Bandara Internasional Soekarno-Hataa menuju Bandung.

Tahun 2007, Primajasa memperkenalkan layanan bus pemadu moda, menghubungkan berbagai moda transportasi untuk memudahkan mobilitas penumpang. Antara tahun 2009 hingga 2016, perusahaan ini berkolaborasi dengan Transjakarta, menunjukkan komitmennya dalam mendukung transportasi publik di ibu kota.

Pada tahun 2018, Primajasa meluncurkan layanan Super Executive untuk rute Jakarta – Tasikmalaya dan Bekasi – Majalengka – Cikijing, meningkatkan kenyamanan penumpang dengan fasilitas premium.

Tidak hanya fokus pada layanan bus reguler, Primajasa juga mengembangkan unit bisnis lain, seperti layanan Taksi Primajasa dengan sistem argometer, bus wisata RedWhite Star, serta layanan shuttle bus untuk antar-jemput bandara.

Markas pusat Primajasa sendiri berada di Jl. Mayjen Sutoyo No. 32, di depan halte busway BKN, Cililitan, Jakarta Timur. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Primajasa terus berinovasi dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, menjadikannya salah satu pemain utama dalam industri transportasi darat di Indonesia.

Liverynya busnya simple, hanya tarikan garis merah dan merah maroon yang menyambung hingga belakang diatas warna dasar putih. Karenakan berpusat di Jakarta, Primajasa sendiri membuka trayek di banyak terminal – terminal besar Jakarta dan sekitarnya seperti Kalideres, Kp. Rambutan, Bekasi.

Trayek yang dimiliki rata – rata berjarak tempuh dekat hingga menengah. Seperti misalnya Kp. Rambutan – Balaraja, Tj. Priuk – Rk. Bitung, untuk jarak dekat, dan paling jauh adalah Cililitan, Kp. Rambutan, Lb. Bulus – Tasikmalaya / Garut.

Kenalan dengan Parex, Legenda Bus Jakarta-Bandung Via Puncak

Ada Dua Stasiun Karangsari – “Namanya Sama Lokasinya Berbeda”

Sepertinya julukan untuk stasiun yang satu ini memang sangat pas. Ya, nama Stasiun Karangsari yang berada di jalur lintas Jawa jika diketahui terdapat 2 lokasi yang berbeda namun memiliki 1 nama. Meski stasiun ini merupakan stasiun kecil atau kelas III tapi lalu lintas kereta api yang dilewati pun cukup ramai. Kira-kira wilayah mana saja ya yang terdapat nama Stasiun Karang Sari? Yuk, kabarpenumpang akan mengulasnya:

1. Stasiun Karangsari (KRAI)
Merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Karangsari, Leuwigoong, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +651 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini memiliki panorama yang sangat menawan dengan pemandangan hamparan sawah yang sangat luas. Uniknya stasiun ini dulu memiliki nama yang berbeda yakni Stasiun Gandamirah. Namun, nama stasiun tersebut diubah menjadi Karangsari pada tahun 1980-an.

Stasiun ini bisa terbilang sangat terpencil namun dikelilingi desa dan persawahan apalagi posisinya cukup jauh dari jalan raya yang menghubungkan Garut sampai dengan Bandung. Tapi stasiun ini sangat diminati oleh warga sekitar untuk angkutan perjalanan pulang pergi yang ingin menghabiskan waktu ataupun bekerja di wilayah Bandung dan sekitarnya. Tak heran, begitu banyaknya masyarakat yang naik dari Stasiun Karangsari karena hanya ada KA lokal yang berhenti yakni Commuter Line Garut dengan harga yang relatif sangat murah yaitu Rp7.000-Rp14.000.

Hanya memiliki 2 jalur dan persinyalan menggunakan sistem mekanik, praktis stasiun ini kelihatan cukup jadul. Namun sistem pengoperasiannya mengikuti peraturan yang baru sesuai dengan Gapeka 2025. Kebanyakan kereta api yang melintas stasiun ini berbagai kelas, seperti KA Argo Wilis, KA Lodaya, KA Turangga, KA Mutiara Selatan, KA Pangandaran, KA Papandayan, KA Malabar, KA Serayu, KA Kutojaya Selatan, KA Pasundan, KA Kahuripan dan KA Commuter Line Garut. Selain KA Commuter Line, tak ada lagi kereta api yang berhenti disini baik bersilang maupun disusul.

KA Commuter Line Garut berhenti di Stasiun Karangsari. (Foto: Dok. Istimewa)

2. Stasiun Karangsari (KRR)
Stasiun yang terletak pada ketinggian +233 m ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto. Semenjak Stasiun Legok dinonaktifkan sejak September 2009, stasiun ini menjadikan stasiun aktif yang lokasinya paling utara di Kabupaten Banyumas. Stasiun kereta api ini merupakan kelas III/kecil yang terletak di Karangtengah, Cilongok, Banyumas. Jalur yang berada di petak Stasiun Karanggandul dengan Stasiun Patuguran ini adalah satu-satunya stasiun yang memiliki bangunan cagar budaya yang diresmikan oleh pecinta kereta api bersama jajaran pejabat KAI Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto.

Dikutip dari laman IRPS bahwa peresmian bangunan cagar tersebut adalah tower dan corong air satu-satunya di wilayah Daop V Purwokerto yang sudah dipercantik oleh IRPS sebagai bentuk kolaboratif dengan PT. KAI menjadi bagian dari heritage perkeretaapian, dalam hal ini sejarah kereta api semakin dihargai, dicintai dan dijaga. Preservasi menara dan corong air tersebut merupakan saksi bisu sejarah yang tinggi sekaligus mengenang masa kejayaan kereta api saat digunakan pada jaman Kolonial Belanda.

Menara air sebagai cagar budaya yang dilestarikan di Stasiun Karangsari (Foto: Dok. IRPS)

Bagi yang sering menggunakan kereta api pada lintas dari atau menuju Purwokerto area Stasiun Karangsari terlihat cukup luas karena memiliki 4 jalur dan 1 jalur untuk angkutan batu balas. Sayangnya sesuai jadwal perjalanan tahun 2025, tak ada satu pun kereta api yang berhenti di stasiun ini. Untuk akses ternyata terbilang cukup mudah, karena berada di jalan pedesaan dengan kontur jalan yang cukup mulus dari jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Banyumas.

Yang Unik dari Stasiun Karangsari, “Satu Nama Beda Wilayah”

Perkenalkan, Cole Bauer, Wanita Amerika Pertama yang Kelilingi Dunia Nonstop!

Mungkin Anda pernah mendengar kisah tentang seseorang yang berkeliling dunia dengan menggunakan pesawat terbang? Tentunya pencapaian tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata mengingat waktu tempuh, ekonomi dan dedikasi super tinggi untuk bisa menjalankannya. Namun tahukah Anda bahwa ada seorang pelaut muda yang berhasil menyelesaikan pelayaran solo nonstop mengelilingi dunia?

Baca Juga: Mario Salcedo, Pria Paling Bahagia di Dunia yang Menghabiskan Hidupnya di Laut Lepas

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah Cole Brauer, seorang pelaut muda Amerika Serikat, telah mencatatkan namanya dalam sejarah maritim dunia. Lahir pada 24 Mei 1994, Cole dikenal luas atas keberhasilannya menjadi wanita Amerika pertama yang menyelesaikan pelayaran solo nonstop mengelilingi dunia. Pencapaian luar biasa ini diraihnya dalam ajang Global Solo Challenge 2023-2024, sebuah kompetisi yang menguji ketahanan fisik dan mental para pelaut dalam menghadapi kerasnya samudra.

Perjalanan Cole dimulai dari Spanyol, pada Oktober 2023. Dengan kapal berukuran 40 kaki yang di beri nama “First Light,” ia menantang ombak dan badai, melintasi berbagai samudra, termasuk Samudra Selatan yang terkenal ganas. Selama lebih dari enam bulan, Cole hidup seorang diri di tengah lautan, menghadapi tantangan cuaca ekstrem, kerusakan kapal, dan rasa kesepian.

Ketangguhan dan semangatnya yang tak pernah padam menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Melalui unggahan media sosialnya, Cole berbagi pengalaman dan emosinya selama pelayaran, membangun koneksi dengan para penggemar yang mengikuti perjalanannya dari daratan. Setelah hampir 130 hari ‘terombang-ambing’ di lautan, akhirnya Cole menyelesaikan misi mengelilingi dunianya ini pada 7 Maret 2024.

Cole Brauer. Sumber: istimewa

Cole Brauer bukan hanya seorang pelaut yang tangguh, tetapi juga sosok yang hangat dan rendah hati. Ia dikenal karena keramahannya dan kesediaannya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Semangatnya dalam mempromosikan kesetaraan gender di dunia pelayaran juga patut diacungi jempol.

Keberhasilannya dalam Global Solo Challenge telah membuka jalan bagi lebih banyak wanita untuk mengejar impian mereka di dunia pelayaran. Cole membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, batasan gender dapat diatasi.

Setelah menyelesaikan Global Solo Challenge, Cole tidak berpuas diri. Ia terus mengejar impiannya dan berencana untuk mengikuti lebih banyak kompetisi pelayaran internasional. Pada tahun 2025, ia akan bergabung dengan Team Malizia sebagai Co-Skipper, sebuah tim yang berkompetisi dalam ajang The Ocean Race, salah satu lomba pelayaran paling bergengsi di dunia.

Dengan bakat, semangat, dan dedikasinya, Cole Brauer diprediksi akan terus mengukir prestasi gemilang di dunia pelayaran. Ia adalah sosok inspiratif yang membuktikan bahwa impian dapat diraih dengan keberanian dan ketekunan.

Buat Railfans, KAI Services Gelar Lomba Foto Angkutan Lebaran, Hadiah Lebih Dari Rp15 Juta

Dalam rangka mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2025 serta memberikan apresiasi kepada masyarakat khususnya para penumpang kereta api, KAI Services menggelar lomba foto bertajuk “Mudik Ditemenin KAI Services”. Lomba ini terbuka untuk umum dan berlangsung mulai 24 Maret hingga 11 April 2025.

KAI Services mengajak masyarakat untuk mengabadikan momen petugas front liner KAI Services yang berperan dalam mendukung kenyamanan perjalanan mudik Lebaran 2025. Foto yang diikutsertakan dalam lomba ini diharapkan dapat menunjukkan dedikasi dan kerja keras para petugas KAI Services dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Sebagai bentuk apresiasi, KAI Services menyediakan total hadiah sebesar Rp15 juta untuk 10 pemenang terbaik. Selain itu, masing-masing pemenang juga akan mendapatkan voucher Kuliner Kereta senilai Rp150.000 serta merchandise eksklusif dari KAI Services.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, peserta dapat mengunggah foto melalui mekanisme yang akan diumumkan lebih lanjut di kanal resmi KAI Services. Proses penjurian akan dilakukan secara profesional untuk memilih karya terbaik. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 16 Mei 2025 melalui media sosial dan kanal resmi KAI Services.

“Melalui lomba ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mengapresiasi peran penting petugas KAI Services dalam mendukung kelancaran perjalanan selama masa angkutan Lebaran,” ujar Firhan dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (21/3).

Ditinggal Mudik Pelanggan, LRT Jabodebek Manfaatkan untuk Percepatan Perawatan Kereta

Penumpang LRT Jabodebek diprediksi menurun selama periode Angkutan Lebaran tahun 2025, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025 (22 hari). Hal ini dimanfaatkan untuk melakukan percepatan perawatan dan pemeliharaan kereta.

Baca juga: Mudik ke Sekitaran Jakarta selama Periode Lebaran 2025? LRT Jabodebek Tawarkan Promo Khusus

“Walaupun penumpang sepi, teman-teman kita tetap siagakan untuk posko. Trainset-trainset yang tidak kita jalankan, itu kita lakukan pemeliharaan secara rutin dan bergilir. Hari ini dua (trainset) selesai, besok dua, dua, dua,” jelas Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi.

Perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan secara bergiliran ini diharapkan tetap bisa maksimal melayani penumpang di periode Angkutan Lebaran 2025 sekaligus mempersiapkan diri usai periode Angkutan Lebaran 2025 berakhir.

“Artinya, sampai dengan nanti arus balik dan penumpang kita sudah kembali, sarana atau trainset ini bisa beroperasi dengan baik,” sambungnya.

Di periode Angkutan Lebaran Tahun 2024, penumpang LRT Jabodebek drop sekitar 60 persen dibanding hari biasa. Hal ini dirasa wajar mengingat mayoritas penumpang LRT Jabodebek merupakan para pekerja.

Meski begitu, di periode lebaran tahun ini, LRT Jabodebek ditarget melayani lebih banyak pengunjung dibanding periode yang sama tahun lalu. Di periode lebaran tahun lalu, LRT Jabodebek melayani total 898.592 penumpang. Di tahun ini, LRT Jabodebek menargetkan ada sekitar 1.161.201 penumpang atau naik 29,22 persen.

Baca juga: “Flying Gang”, Rahasia LRT Jabodebek Bukukan OTP Tinggi Walau Terdapat Gangguan

Karenanya, LRT Jabodebek memberikan tarif yang lebih terjangkau selama cuti bersama libur Lebaran (28 Maret – 7 April 2025), yaitu mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000. Selain itu, selama periode ini, masyarakat juga dapat membawa sepeda non-lipat ke stasiun dan kereta, memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi mereka yang ingin berolahraga atau berwisata.

“Kami sudah bisa memotret ya, biasanya di hari ke-2 dan ke-3 (libur lebaran) itu biasanya mesti banyak yang jalan-jalan ke tempat-tempat wisata. Ini sudah kita petakan,” pungkasnya.

 

Menikmati Pemandangan Jalur Timur dengan Kereta Panoramic, Catat Jadwal dan Harga Tiketnya

Menggunakan kereta api di jalur timur Pulau Jawa tak kalah menarik dari jalur lain dengan pemandangan yang memukau. Jalur kereta api yang membentang mulai dari Surabaya hingga Banyuwangi tentunya menarik untuk di nikmati diatas kereta api yang juga memiliki pandangan yang luas.

Salah satu solusi yang dilakukan adalah menggunakan kereta api wisata Panoramic. KAI telah menghadirkan kereta dengan kelas khusus yang bisa melihat suasana perjalanan menjadi berbeda dan juga pandangan jendela yang lebih luas. Kereta Panoramic saat ini sudah bisa dinikmati di rangkaian KA Mutiara Timur dengan rute Stasiun Surabaya Gubeng sampai Stasiun Ketapang pp. Seperti diketahui KA Mutiara Timur kembali hadir setelah vakumnya saat jadwal Gapeka 2023 sempat dihapus akibat Pandemi Covid-19.

Layanan Panoramic ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan yang ingin menikmati perjalanan dengan sensasi berbeda. Jendela kaca yang lebih lebar serta sunroof memungkinkan penumpang melihat pemandangan alam sepanjang perjalanan dengan lebih leluasa. Tentunya saat menggunakan Kereta Panoramic penumpang disuguhkan dengan pemandangan bukit, sawah, sungai, pedesaan, hingga terowongan yang merupakan bangunan cagar budaya.

Tak hanya itu, layanan Kereta Panoramic dengan layanan free flow beverages, pelanggan dapat menikmati berbagai pilihan minuman tanpa batas selama perjalanan. Hidangan berkualitas dalam meal box yang disediakan juga memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Tampak bagian dalam Kereta Panoramic. (Foto: Dok. Kereta Api Kita)

Tidak untuk perjalanan reguler, KA Mutiara Timur yang menggunakan Panoramic adalah rangkaian Fakultatif (berjalan pada hari-hari tertentu) yang seluruh kelasnya adalah eksekutif. Keberangkatan KA 211F Mutiara Timur dari Stasiun Surabaya Gubeng pukul 21.50 dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 03.40 WIB.

Sedangkan untuk KA 212F Mutiara Timur keberangkatan dari Stasiun Ketapang pukul 08.40 WIB dan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 14.38. KA Mutiara Timur Panoramic akan berhenti di beberapa stasiun, antara lain Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, dan Banyuwangi Kota sebelum akhirnya tiba di Ketapang.

KA Mutiara Timur Panoramic menawarkan tarif mulai dari Rp425.000 sampai Rp460.000 dengan berbagai fasilitas premium, seperti ruang tunggu eksklusif di beberapa stasiun, meal box, snack, free flow beverages, serta layanan free WiFi.

Selain itu, terdapat dedicated train attendant yang siap melayani kebutuhan pelanggan selama perjalanan. Harapan dengan hadirnya Kereta Panoramic ini, dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan, terutama bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan dengan pemandangan indah di sepanjang rute perjalanan Surabaya – Banyuwangi.

Kereta Panoramic Belum Bisa Dioperasikan Secara Reguler, Kenapa? Ini Jawaban dari PT KAI

Tertua di Makassar, PO Pipoos Beroperasi Lebih dari Enam Dekade

Bukan hanya di jalur Sumatera saja yang memiliki perusahaan otobus (PO) dengan usia cukup tua Di Sulawesi juga ada PO Piposs. Nama ini merupakan singkatan dari Padaidi Padaelo Sipatuo Sipatokkong.

PO Piposs didirkan tahun 1959 silam oleh keluarga La Useng Ali. Perusahaan ini diawali dari ide M. Zain U yang bermimpi memiliki bus dan kemudian pada tahun 1959 tersebut mereka merintis usaha ini dengan legalitas penetapan pengadilan tahun 1959 dan lalu diaktenotariskan pada tahun 1962 bersama keluarga dan saudara-saudaranya.

La Useng Ali (Ayah dari Sanusi Husen), Sanusi Husen (Anak pertama La Useng Ali dan Pendiri PT. Sanusi Trading Coy), M Zain U (Adik kedua Dari Sanusi Husen), Ambo Djetta (Adek ipar M Zain U) dan Abu Baddi (Paman dari Sanusi Husen) merupakan pendiri awal Piposs.

Kemampuan PO PIPOSS bertahan pada tahun-tahun sulit memang patut diacungi jempol. Karena, sebelum tahun 1960, menjalankan perusahaan angkutan yang cukup besar bukanlah perkara mudah.

Sanusi Husen adalah orang yang berperan penting dalam berkembang dan dikenalnya PIPOSS di daerah, nasional, maupun mancanegara. Di tangannya jumlah armada dan trayek terus berkembang.

Pada masa awal berdirinya, perusahaan ini beroperasi tanpa nama resmi dan menggunakan empat armada bus dengan masing-masing diberi nama Padaidi, Padaelo, Sipatuo, dan Sipatokkong.

Hingga akhirnya keempat nama armada bus tersebut ditahun 1985 digabung menjadi akronim Piposs yang kemudian menjadi nama PO Piposs tersebut. Masa awal beroperasi, Piposs melayani rute Makassar ke Wajo dan terus berkembang hingga memiliki bus sebanyak 67 armada pada tahu 2020 lalu.

Kemudian, dengan berkembangnya Piposs, trayek yang dilayani pun semakin banyak seperti dari Makassar-Pasangkayu, Makassar-Mamuju, dan Makassar-Palopo. Kemudian juga dari Makassar-Tarailu, Makassar-Topoyo, Makassar-Malangke, Makassar-Belopa atau Bajo, Makassar-Bone, Makassar-Pelottoang, hingga Makassar-Polewali Mandar.

Dengan semakin berkembangnya era modern, PO Piposs pun ikut juga berkembang. Menjawab tantangan zaman, PO asal Makassar Ini kemudian berbenah dan menghadirkan penjualan tiket secara online malaui situr resminya piposs.id.

Selain melalaui online, pembelian tiketnya pun bisa datang langsung ke kantor pusatnya di jalan uru No. 34, Makassar, Sulawesi Selatan. Pippos, juga meningkatkan kualitas armadanya dengan menggunakan sasi dari Mercedes-Benz dengan konfigurasi kursi 2-2 untuk memberikan kenyamanan penumpang.

Dengan pengalaman lebih dari enam dekade, PO Piposs terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi, menjadikannya salah satu perusahaan otobus paling terpercaya dan berpengalaman di wilayah tersebut.

Bus AKAP Sulawesi Lebih Banyak Gunakan Sasis Tenaga Besar

 

Mudik ke Sekitaran Jakarta selama Periode Lebaran 2025? LRT Jabodebek Tawarkan Promo Khusus

Selain mudik meninggalkan Jakarta dan sekitarnya, ada juga yang tidak mudik atau pemudik dari luar kota yang kembali ke Jakarta. Bagi mereka yang mudik di Jakarta dan sekitarnya selama periode angkutan lebaran 2025, LRT Jabodebek menawarkan berbagai hal menarik, mulai dari tarif Rp5.000 sampai penggunaan sepeda non-lipat ke stasiun dan kereta.

Baca juga: Mulai September 2025, LRT Jabodebek Hadirkan QRIS Tap Sebagai Opsi Pembayaran

“LRT Jabodebek memberikan tarif yang lebih terjangkau selama cuti bersama libur Lebaran (28 Maret – 7 April 2025), yaitu mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000. Selain itu, selama periode ini, masyarakat juga dapat membawa sepeda non-lipat ke stasiun dan kereta, memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi mereka yang ingin berolahraga atau berwisata,” jelas Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi, kepada media.

LRT Jabodebek, lanjut Purnomosidi, juga memperkuat fasilitas dan keamanan selama angkutan Lebaran dengan menempatkan 242 petugas frontliner di seluruh stasiun untuk memberikan informasi dan layanan yang ramah, serta 460 petugas keamanan di stasiun, kereta, dan area strategis untuk memastikan kenyamanan pengguna.

Selain itu, LRT Jabodebek akan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional, memastikan seluruh fasilitas dan perjalanan berjalan aman dan tertib selama periode angkutan Lebaran ini.

“Selama masa angkutan Lebaran ini, kami akan terus memastikan bahwa LRT Jabodebek beroperasi dengan lancar. Kami ingin mengimbau seluruh pengguna untuk selalu menghormati sesama pengguna, menjaga kebersihan, serta mematuhi aturan yang ada di stasiun dan kereta, demi kenyamanan bersama,” tambahnya.

Selama periode angkutan Lebaran yang berlangsung dari 21 Maret hingga 11 April 2025 (22 hari), LRT Jabodebek akan mengoperasikan 6.804 perjalanan, mengalami peningkatan sebesar 10,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6.152 perjalanan. Pada hari kerja (weekday), LRT Jabodebek akan melayani 366 perjalanan per hari, sedangkan pada weekend dan hari libur nasional, LRT Jabodebek akan melayani 270 perjalanan per hari.

LRT Jabodebek juga menargetkan untuk melayani 1.161.201 pengguna selama periode angkutan Lebaran 2025. Target ini mengalami peningkatan sebesar 29,22 persen dibandingkan dengan jumlah pengguna pada periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebanyak 898.592 pengguna.

Baca juga: Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Gandeng DJKA dan BTP Jakarta Lakukan Ramp Check di LRT Jabodebek

Meskipun LRT Jabodebek bukan moda transportasi utama untuk mudik jarak jauh, LRT Jabodebek tetap berperan sebagai transportasi penyambung menuju moda transportasi lainnya.

Bagi pengguna yang akan menuju Bandara Soekarno-Hatta, pengguna dapat turun di Stasiun Dukuh Atas BNI dan melanjutkan perjalanan dengan KA Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City. Bagi pengguna yang akan menggunakan kereta cepat Whoosh, pengguna dapat turun di Stasiun Halim dan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Whoosh Halim.