KMP Portlink III, ‘Tulang Punggung’ Penyeberangan di Selat Sunda

Pemberitaan soal KMP Portlink III yang menabrak movable bridge di dermaga eksekutif Pelabuhan Merak pada 17 Maret 2025 kemarin sempat menghebohkan publik, pasalnya insiden ini terjadi beberapa waktu menjelang puncak arus mudik. Terlepas dari insiden tersebut, tahukah Anda bahwa KMP Portlink merupakan salah satu kapal feri terbesar yang dimiliki oleh ASDP Indonesia Ferry? Dan tahukah Anda bahwa KMP Portlink juga dinilai sangat fleksibel karena sempat membantu TNI dalam mengangkut logistik?

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Moveable Bridge dengan Garbarata di Bandara

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KMP Portlink III merupakan salah satu kapal feri terbesar dan termewah yang beroperasi di rute penyeberangan Selat Sunda, menghubungkan Pelabuhan Merak di Banten dengan Pelabuhan Bakauheni di Lampung.

KMP Portlink III mulai beroperasi pada tahun 2018 dan sejak itu menjadi salah satu kapal feri andalan di rute Merak-Bakauheni. Kapal berjenis feri Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) ini memiliki panjang 143 meter dan lebar 23 meter, dengan kapasitas angkut yang luar biasa; 1.000 penumpang, 105 truk dan 50 mobil pribadi.

Berbekal dua mesin penggerak Mitsubishi B&W 8L58/64 yang menghasilkan total daya 24.000 tenaga kuda, memungkinkan KMP Portlink III untuk mencapai kecepatan hingga 14 knot atau sekitar 26 km/jam.

Menyoal fasilitas, KMP Portlink III menawarkan berbagai fasilitas dan layanan untuk kenyamanan penumpangnya, seperti ruang penumpang yang luas dan nyaman, dilengkapi dengan AC dan tempat duduk yang empuk, restoran dan kafetaria yang menyajikan berbagai pilihan makanan dan minuman, musholla untuk penumpang yang ingin beribadah hingga area bermain anak-anak dan layanan eksekutif lainnya yang bisa memanjakan setiap penumpang.

TNI AD yang tengah loading logistik ke KMP Portlink III. Sumber: indomiliter.com

Nah, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, KMP Portlink III juga sempat ‘di-carter’ oleh TNI AD guna melayani pengangkutan personil dan alutsista dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Panjang, Lampung pada Minggu, 4 Agustus 2019 silam. Dikutip dari laman indomiliter.com, adapun tujuan dari penyewaan KMP Portlink III oleh TNI AD adalah untuk mendukung Latihan Antar Kecabangan (Ancab) TNI AD 2019 di Baturaja, Sumatera Selatan.

Tidak bisa dipungkiri, KMP Portlink III memainkan peran penting dalam transportasi antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, terlebih saat arus mudik seperti saat ini. Tidak hanya dari segi mobilitas penumpang, tapi KMP Portlink III juga berperan aktif dalam mendukung mobilisasi logistik di kedua pulau tersebut.

KRI Tanjung Kambani 971, Kapal Ferry RoRo dengan Cita Rasa Militer

Dishub Semarang Lakukan Ramp Check, 50 Bus Laik Jalan dari 70 Armada

Keika perjalanan mudik Lebaran, bukan hanya fisik yang harus disiapkan untuk melalui perjalanan yang cukup Panjang. Namun kendaraan pun juga harus dipersiapakan dengan baik agar perjalanan menjadi lancar, aman dan nyaman.

Begitupun bila menumpang bus untuk mudik Lebaran ke kampung halaman. Para operator bus haruslah juga mengecek semua unit armada mereka sebelum mengangkut penumpang pada masa jelang Lebara 2025 ini.

Selain untuk kenyamanan, keamanan adalah kunci Utama dalam perjalanan. Sehingga bila bus laik jalan, maka penumpang pun aman dan tenang untuk menikmati perjalanan ke kampung halaman.

Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang yang baru-baru ini menjaring puluhan kendaraan yang tidak laik jalan saat menggelar Ramp Check armada bus yang melayani angkutan mudik Lebaran. Dishub melakukan pemeriksaan kelayakan bus di terminal maupun pool atau garasi bus pariwisata di Kota Semarang.

Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, dari 70 kendaraan yang diperiksa Dishub, 20 di antaranya tidak lolos uji. Sedangkan 50 lainnya laik operasional atau lolos uji.

Dilansir dari berbagai laman sumber, armada bus yang laik beroperasi akan ditempelkan stiket untuk operasional angkutan mudik Lebaran. Sedangkan 20 bus yang tak laik melayani angkutan Lebaran akan diberikan surat perintah untuk melakukan perbaikan.

Dari pengecekan kelayakan, bus yang tidak laik beroperasi ini memiliki masalah dari berbagai bagian. Adapun hasilnya yakni penemuan penggunaan ban vulkanisir, wiper mati dan juga fisik karoseri tidak laik untuk operasional angkutan.

Dalam Ramp Check yang dilakukan, ada dua hal yang dicek petugas yakni persyaratan administrasi seperti uji KIR kendaraan, SIM, dan persyaratan teknis lain jalan. Ini juga termasuk menyasar petugas bus BRT Trans Semarang.

Yang mana, para petugas bus ini dipastikan sudah memenuhi unsur keselamatan perjalanan.

“Ini untuk memastikan seluruh bus aman dioperasionalkan, termasuk nantinya pemasangan rambu-rambu portable di beberapa titik yang sudah kita siapkan bersama jajaran Satlantas Polrestabes Semarang, disesuaikan dengan SOP dari Korlantas Polri. Karena akan ada skenario pembatasan kendaraan saat periode Lebaran, baik di jalur tol maupun non tol, yakni one way, ganjil genap, maupun pembatasan angkutan barang, mulai dari tanggal 24 maret- 8 April 2025,” kata Danang.

Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Gandeng DJKA dan BTP Jakarta Lakukan Ramp Check di LRT Jabodebek

Imbauan KAI: Mulai 25 Maret Perjalanan KA Lokal Merak Hanya Sampai Stasiun Cilegon

Angkutan lebaran 2025 memang tak diragukan lagi bagi para penumpang kereta api yang hendak mudik ke kampung halaman. Terlebih saat ini hingga tanggal 9 April mendatang, semua tiket KA sudah ludes terjual. Tak hanya kereta api jarak jauh, KA lokal pun jadi andalan masyarakat untuk mudik dan bersilaturahmi ke berbagai kota di Pulau Jawa. Tak hanya itu pemudik yang hendak menuju ke Pulau Sumatera pun kereta api menjadi andalan.

Seperti halnya sarana kereta api lokal dengan rute Rangkasbitung-Merak ini. Pantauan kabarpenumpang melihat tiket online di aplikasi KAI pun sudah ludes terjual di tanggal 25-30 Maret 2025. Nah, dari situlah imbauan KAI beredar di media, bahwa penumpang yang menggunakan kereta api Commuter Line Merak untuk turun di Stasiun Cilegon. Kebijakan ini berlaku 25-30 Maret 2025.

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Pemerintah Perhubungan Provinsi Banten bersama PT KAI yang menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memperlancar arus lalu lintas di depan pintu masuk Pelabuhan Merak. Kebijakan ini telah diterapkan selama tiga tahun terakhir dan hasil evaluasi menunjukkan efektivitasnya dalam mencegah kemacetan serta kecelakaan di perlintasan kereta api di depan pelabuhan.

Meskipun tidak sampai ke Stasiun Merak, KA Commuter Line Merak tetap menjadi pilihan moda transportasi yang murah dan bebas macet bagi pemudik dari arah Jabodetabek menuju Merak. PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan 15 unit shuttle bus untuk penjemputan dan pengantaran pemudik dari dan ke Pelabuhan Merak-Stasiun Cilegon. Nantinya jadwal dan kedatangan shuttle bus tersebut akan disesuaikan dengan kedatangan dan keberangkatan KA Lokal di Stasiun Cilegon.

KA Commuter Line Merak saat ini tidak melayani perjalanan sampai Stasiun Merak.

Stasiun Merak memang teruhubung dan sangat dekat dengan pintu Pelabuhan Merak. Tak hanya penumpang, beberapa kendaraan saat mudik Lebaran sudah tentu memadati area pelabuhan. Stasiun Merak sendiri memang akses dan areanya terbilang tidak terlalu besar.

Dalam sehari saja, KA Commuter Line Merak melayani 14 kali perjalanan, dengan masing-masing 7 kali perjalanan dari Merak ke Rangkasbitung dan sebaliknya. Padahal normalnya, Commuter Line Merak berhenti di 11 stasiun, yaitu Rangkasbitung, Jambubaru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjongbaru, Cilegon, Kerenceng, dan Merak. Dengan kebijakan sementara ini, KAI dan pemerintah berharap bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik dan juga bisa memperlancar arus mudik di tahun ini.

Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry

Berdiri Sejak Tahun 1800-an, ‘Stasiun Malasan’ Punya Beragam Kisah Unik

Rasanya jalur KA timur Pulau Jawa tak ada habisnya untuk dibahas. Mulai dari spot menarik untuk diabadikan dalam bentuk gambar, hingga jalur KA-nya yang penuh dengan sejarah panjang. Nah, kabarpenumpang kali ini akan mengajak pembaca untuk melihat stasiun kecil di jalur bersejarah wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember ini.

Stasiun Malasan (MLS) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Malasan Wetan, Tegalsiwalan, Probolinggo; termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember pada ketinggian +138 meter. Dengan bangunan stasiunnya yang sederhana, Stasiun Malasan hanya memiliki 2 jalur yang tersedia dan tidak melayani naik dan turun penumpang.

Stasiun ini merupakan stasiun yang letaknya paling selatan di Kabupaten Probolinggo. Stasiun ini terletak agak masuk ±200 m sebelah kiri dari jalan raya Lumajang-Probolinggo, setelah perlintasan sebidang jalan raya tersebut bila mengarah dari utara.

Sebagai informasi, stasiun dengan sistem persinyalan mekanik yang berada di petak antara Stasiun Ranuyoso dan Stasiun Leces ini ternyata sudah berusia lebih dari 1 abad. Bangunan Stasiun Malasan ini merupakan bangunan peninggalan Hindia Belanda. Pembangunan stasiun ini bersamaan dengan adanya pembangunan jalur rel kereta api dari Pasuruan-Probolinggo-Klakah yang dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah di Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, dari tahun 1884 hingga tahun 1895.

Stasiun ini diresmikan pada 1 Juli 1895 bersamaan dengan stasiun-stasiun lainnya yang ada di jalur rel Probolinggo-Klakah. Jalur tersebut merupakan bagian dari proyek jalur kereta api di Jawa untuk line menuju bagian timur (Oosterlijnen) sepanjang 74 kilometer. Pengerjaannya dimulai dari Pasuruan menuju Probolinggo dan selesai pada tahun 1884, selang sepuluh tahun barulah dilanjutkan pengerjaannya dari Probolinggo menuju Klakah.

Stasiun Malasan hanya memiliki 2 jalur. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/RF Ndeso Channel)

Saksi Bisu Penurunan Penumpang yang Melanggar Peraturan
Sebagai informasi bahwa stasiun ini tidak untuk digunakan sebagai naik/turun penumpang, ternyata ada kisah yang tersebar di media sosial yang menjadikan stasiun ini ramai diperbincangkan. Ya, informasi yang belum lama ini mengungkapkan bahwa adanya ketidaktertiban penumpang kereta api sehingga harus turun di Stasiun Malasan ini.

Ya, dari banyak kabar yang beredar bahwa salah seorang penumpang KA Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan, kedapatan merokok elektrik (vape) diatas kereta. Penumpang itu kedapatan merokok vape oleh petugas On Train Cleaning (OTC) di bordes antara sambungan kereta ekonomi 6-7.

OTC kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kondektur dan berkoordinasi dengan Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api). Padahal sudah jelas sebelumnya peringatan sesuai dengan regulasi yang menyatakan bahwa perjalanan kereta api bebas asap rokok, sudah diinformasikan melalui pengeras suara yang didalam kereta selama perjalanan berlangsung. Setelah diketahui penumpang tersebut melanggar, akhirnya diturunkan di stasiun yang terdekat saat kereta memacu perjalanannya. Stasiun Malasan menjadi stasiun terdekat untuk penumpang yang melanggar tersebut diturunkan.

Jalur Ekstrem, Stasiun Malasan Dilengkapi ‘Sepur Luncur’
Stasiun yang berlokasi di Jalan Stasiun Malasan, Dusun Krajan RT. 08 RW. 02 Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur ini bila ditelaah memiliki jalur dengan tanjakan/turunan agak curam.

Dengan jalur yang bisa dibilang ekstrem ini memiliki keamanan untuk perjalanan kereta api. Sepur lurus di Stasiun Malasan ini berada dijalur 2. Nah, di jalur 2 inilah Stasiun Malasan memiliki jalur khusus yang dinamakan ‘sepur luncur’. Alasan dibuatnya sepur luncur ini, tentu saja untuk menghindari perjalanan kereta api yang tidak bisa dikendalikan. Jika tidak ada kereta api melintas, wesel jalur 2 berada diposisi sepur luncur. Namun, jika kereta api akan melintas normal, wesel sepur luncur ditutup mengarah ke jalur raya.

Sepur badug sekaligus sepur luncur di Stasiun Malasan. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/RF Ndeso Channel)

Informasi tambahan bahwa Stasiun Malasan ini merupakan stasiun yang kecil dan lokasinya berada sudut permukiman yang masih jarang atau belum padat, sehingga stasiun ini tidak memperlihatkan aktivitas stasiun pada umumnya, yaitu menaikkan maupun menurunkan penumpang. Stasiun itu hanya untuk persilangan dan persusulan antarkereta api yang melintas di jalur tersebut, sehingga setiap harinya stasiun ini terlihat sepi.

Dengan Airbus A350-900, Malaysia Airlines Kembali Buka Penerbangan Langsung Kuala Lumpur – Paris

Malaysia Airlines menandai kembalinya ke Paris sebagai destinasi ke-68 dengan dimulainya penerbangan langsung (direct flight) dengan flight MH22 ke Bandara Charles de Gaulle. Maskapai nasional tersebut mengatakan penerbangan perdana berangkat dari Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pukul 23.45 waktu setempat pada hari Sabtu dan tiba di Paris pukul 06.40 waktu setempat.

Layanan tersebut mendapat respons yang luar biasa, dengan jumlah penumpang mencapai 95 persen untuk MH22, dan 98 persen untuk penerbangan kembali flight MH21, yang mencerminkan tingginya permintaan perjalanan antara Malaysia dan Perancis.

Malaysia Airlines akan mengoperasikan empat penerbangan mingguan antara Kuala Lumpur dan Paris mulai 22 hingga 27 Maret dengan pesawat jenis Airbus A350-900, sebelum menambah frekuensi menjadi penerbangan harian mulai 29 Maret 2025.

Kepala bagian komersial Malaysia Aviation Group, Dersenish Aresandiran, mengatakan layanan langsung ke Paris memperkuat posisi perusahaan sebagai pintu gerbang ke Asia dan sekitarnya, sekaligus mencerminkan permintaan yang terus meningkat untuk perjalanan yang lancar antara Malaysia dan Perancis.

“Untuk mengantisipasi kembalinya layanan ini, kami memperkenalkan kampanye ‘Time for Paris’ tahun lalu, yang mengajak para pelancong untuk menemukan kembali keajaiban Kota Cahaya dengan Keramahtamahan Khas Malaysia Airlines.

Untuk menyambut layanan penerbangan ini, Malaysia Airlines memperkenalkan buku saku ‘Time for Memorable Journeys’ untuk semua penumpang pada rute baru ini.

Sebagai bagian dari komitmen Malaysia Airlines untuk meningkatkan konektivitas global, dilakukan kerja sama berupa codeshare dengan American Airlines untuk memperluas pilihan perjalanan bagi penumpang yang terbang ke dan dari Paris dan sekitarnya.

Dengan dibukanya kembali rute Paris, penumpang Malaysia Airlines kini dapat mengakses empat tujuan AS tambahan melalui Bandara Charles de Gaulle – New York, Dallas, Miami, dan Orlando – yang semakin memperkuat peran maskapai dalam menghubungkan Eropa dengan Asia dan sekitarnya.

Dari Bandara Charles de Gaulle Mau ke Pusat Kota Paris? Paling Murah dan Tepat Waktu Gunakan RER B

Stasiun Kiaracondong yang Kini Lebih Besar dan Nyaman. Tapi …

Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Stasiun Kiaracondong menjadi urat nadi masyarakat wilayah Bandung dan sekitar sebagai pengguna setia kereta api. Dengan ketinggian +681 meter merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Kiaracondong, Bandung, tepatnya di batas antara Babakansari dan Kebonjayanti.

Peningkatan jadwal pemberangkatan di Stasiun Bandung menjadi alasan semua keberangkatan kereta api antarkota kelas ekonomi lintas selatan Jawa dipindahkan ke Stasiun Kiaracondong, sedangkan kereta api antarkota kelas eksekutif, campuran, dan sebagian kecil kelas ekonomi tetap dilayani di Stasiun Bandung.

Saat ini, Stasiun Kiaracondong tetap menjadi stasiun penting di Bandung, karena kebijakan PT KA yang menjadikan stasiun ini menjadi stasiun perhentian untuk KA ekonomi dari dan menuju Bandung, atau yang melewati Bandung. Sama seperti Jakarta yang memisahkan KA eksekutif/bisnis (berhenti Gambir) dan ekonomi (berhenti Pasarsenen). Begitupun bangunan stasiun yang saat ini makin bagus, megah dan juga nyaman bagi penumpang. Namun dengan adanya bangunan baru yang dilengkapi skybridge ini justru dikeluhkan oleh penumpang yang biasa naik dari stasiun ini.

Skybridge Stasiun Kiaracondong. (Foto: Dok. Istimewa)

Terutama belum lama ini penumpang hendak naik kereta api dengan rute Kiaracondong-Kutoarjo tidak bisa boarding dikarenakan tiket tidak bisa digunakan. Melansir dari Tribun Jabar bahwa salah satu penumpang berusia paruh baya yang mengalami hangus tiket dadakan, Lina, selaku warga Antapani mengatakan, dirinya terpaksa merelakan tiketnya hangus padahal ia datang 25 menit sebelum keberangkatan.

Padahal, tambah Lina, jadwal tiket keberangkatan kereta api yang tertera pada tiket miliknya yakni pukul 20.50 WIB. Lina juga mengungkap, bahwa aturan tersebut tidak diberitahukan sebelumnya oleh pihak PT KAI kepada dirinya. Bahkan, ada sekira 5 penumpang lainnya, termasuk penumpang yang membawa anak dan lansia, harus mengalami tiket hangus.

Tak hanya itu selain akses penghubung selepas boarding hingga peron tempat rangkaian KA diparkir yang ditempuh penuh dengan berjalan kaki, bagian lorongnya pun menanjak-menurun karena ketiadaan eskalator. Kapasitas lift yang tersedia juga cenderung terbatas. PT KAI sendiri ingin memoles bangunan baru Stasiun Kiaracondong. Termasuk opsi memasang eskalator dan lift sehingga keberadaannya lebih pantas. Hanya saja, prosesnya tidak mudah. Pasalnya, bangunan Skybridge Stasiun Kiaracondong yang dibangun dari APBN itu masih milik negara. Untuk peningkatan atau mengganti fungsi mesti terlebih dahulu mendapatkan clearance, atau izin terlebih dulu.

Jalur Ganda Kiaracondong – Cicalengka Dibangun, Kereta Api Tambah Kecepatan 100 Km Per Jam

Enam Jemaah Umrah Indonesia Meninggal Setelah Bus Terguling Akibat Disalip Jeep

Enam orang Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia setelah bus yang mereka tumpangi saat umrah mengalami kecelakaan. Insiden mematikan ini terjadi saat bus dalam perjalanan dari Madinah menuju Mekkah, Arab Saudi pada Kamis (20/3/2025) kemarin.

Dilansir dari berbagai laman sumber, keenam korban merupakan bagian dari rombongan Jemaah umrah yang totalnya sebanyak 20 orang. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan, enam jenazah WNI korban kecelakaan bus sudah proses pemakaman di Arab Saudi.

Nasaruddin mengatakan korban meninggal dalam proses pemakanan di Arab Saudi. Sedangkan korban luka masih dalam perawatan di rumah sakit di sana. Ia mengatakan jemaah umrah atau haji memang biasa dimakamkan di tanah Arab Saudi.

“Kebiasaannya kan memang dimakamkan di sana,” kata Nasaruddin kepada awak media.

Kementerian Agama telah berkoordinasi dengan perwakilannya di Arab Saudi, begitu juga dengan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah, Arab Saudi. Namun, Nasaruddin mengatakan dia belum memastikan informasi mengenai pemakaman seluruh korban.

Sebab, pemerintah juga masih berkoordinasi dengan keluarga. Nasaruddin mengatakan total ada enam korban meninggal dan 13 orang luka-luka. Satu jemaah dilaporkan selamat tanpa luka. Adapun rombongan jemaah tersebut berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur.

Nasaruddin mengatakan sesuai aturan korban meninggal saat ibadah umrah atau haji akan mendapat kompensasi dari asuransi. Kementerian Agama akan tetap membina dan mengkoordinasikan penanganan jenazah. Namun ia belum mendapatkan informasi penyebab kecelakaan.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah memberikan klarifikasi terkait kecelakaan bus yang mengangkut Jemaah umrah asal Indonesia itu. Berdasarkan laporan resmi kepolisian lalu lintas Provinsi Mekkah, kecelakaan bukan akibat bus menabrak jeep. melainkan sebaliknya.

Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambari, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika sebuah Jeep Land Cruiser double cabin yang melaju dari arah berlawanan tiba-tiba melewati pembatas jalan dan menabrak bus yang membawa jemaah umrah asal Indonesia. Benturan keras tersebut menyebabkan bus terguling dan kedua kendaraan terbakar.

Yang mana selain enam penumpang bus, dua orang di dalam jeep juga tewas dalam kecelakaan itu. Diketahui keduanya adalah warga negara Bangladesh. Dalam keterangan tertulisnya, Yusron mengatakan, bahwa bus saat itu menabrak jeep yang menyalip.

Jeep yang terlibat dalam kecelakaan tersebut memiliki plat nomor Qatar dan dikemudikan oleh seorang warga negara Pakistan dengan seorang penumpang berkewarganegaraan Bangladesh. Kedua orang tersebut dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Untuk diketahui, kecelakan bus yang menewaskan enam Jemaah umrah Indonesia terjadi pada Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 13.30 Waktu setempat atau pukul 17.30 WIB. Kecelakaan terjadi di Wadi Qudeid jalan Mekkah-Madinah.

Insiden tersebut membuat bus terguling dan terbakar. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah mengirim tim perlindungan WNI Indonesia untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat, termasuk perwakilan kementerian haji, muassasah atau badan pelayanan haji di Makkah dan perusahaan bus yang membawa jemaah umroh tersebut.

“Kementerian Luar Negeri saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Agensi Umroh,” kata Judha.

Bus Shalawat, Angkutan Gratis Istimewa Untuk Jamaah Haji Indonesia

 

Pulau Onrust – Saksi Bisu Sejarah Maritim Jakarta

Terletak di gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta, Pulau Onrust menyimpan sejarah panjang yang kaya. Nama “Onrust” sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti “tidak pernah beristirahat,” mencerminkan aktivitas pulau ini yang tak pernah sepi sejak masa kolonial. Dahulu, pulau ini merupakan pelabuhan penting dan pusat perbaikan kapal bagi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Baca Juga: Sejarah Pulau Onrust, Tempat Karantina Jemaah Haji hingga Bendung Semangat Nasionalisme

Mengutip dari berbagai laman sumber, Pulau Onrust memiliki catatan sejarah yang panjang dan multifungsi. Pada abad ke-17, VOC membangun galangan kapal dan benteng pertahanan di pulau ini. Lokasinya yang strategis di jalur pelayaran menuju Batavia (yang sekarang menjadi Jakarta) menjadikannya tempat yang vital untuk perbaikan kapal, penyimpanan logistik, dan pertahanan.

Rumah sakit karantina di pulau Onrust, diambil pada tahun 1917. Sumber: wikipedia

Selain sebagai pelabuhan dan benteng, Pulau Onrust juga pernah berfungsi sebagai:
* Rumah sakit karantina: Pada masa penjajahan Belanda dan setelah kemerdekaan Indonesia, pulau ini digunakan sebagai tempat karantina bagi penderita penyakit menular.
* Penjara: Pulau ini juga pernah menjadi tempat tahanan bagi para pemberontak dan tahanan politik.
* Pemakaman: Di pulau ini terdapat kompleks pemakaman yang menjadi saksi bisu berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di sana.

Meskipun waktu telah berlalu, Pulau Onrust masih menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa di antaranya adalah:
* Benteng pertahanan: Sisa-sisa benteng pertahanan VOC masih dapat dilihat, meskipun sebagian besar telah rusak.
* Kompleks pemakaman: Kompleks pemakaman di pulau ini berisi makam-makam dari berbagai periode sejarah, termasuk makam orang Belanda dan makam para tahanan.
* Bangunan-bangunan tua: Beberapa bangunan tua peninggalan masa kolonial masih berdiri, meskipun dalam kondisi yang memprihatinkan.
* Museum Mini: terdapat museum mini yang menyimpan barang barang peninggalan sejarah di pulau onrust.

Foto udara pulau Onrust, diambil pada 1925. Sumber: wikipedia

Saat ini, Pulau Onrust menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di Kepulauan Seribu. Pulau ini menawarkan pesona sejarah yang kuat, dengan peninggalan-peninggalan masa lalu yang tersebar di seluruh pulau. Pengunjung dapat menjelajahi pulau ini, mengunjungi situs-situs bersejarah, dan menikmati suasana pulau yang tenang.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Pulau Onrust sebagai cagar budaya, sebagai upaya untuk melestarikan warisan sejarah yang berharga ini. Pulau ini diharapkan dapat menjadi tempat yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang sejarah maritim Indonesia.

Pulau Onrust adalah tempat yang tepat bagi mereka yang ingin menjelajahi sejarah maritim Jakarta dan menikmati suasana pulau yang tenang. Dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya yang kaya, pulau ini menawarkan pengalaman wisata yang unik dan berkesan.

Sejarah Ibadah Haji Sejak 1.400 Tahun Lalu: Pernah 20 Tahun Ditiadakan Gegara Hajar Aswad Dicuri!

Pahami Bendera dari Setiap Kapal Pesiar Mewah dan Masing-Masing ‘Keuntungannya’

Jika Anda membaca artikel berita tentang moda laut, baik itu yacht hingga kapal pesiar, tidak sedikit yang mencantumkan kalimat, “kapal berbendera Bahama” atau “kapal berbendera Kepulauan Cayman” dan lain sebagainya. Nah, mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, apakah maksud dari kalimat tersebut? Apakah bendera tersebut merupakan representasi dari mana kapal tersebut berasal?

Baca Juga: Profil Silver Nova, Kapal Pesiar Ramah Lingkungan yang Sempat Mampir ke Bali

Contoh sederhananya seperti ini, Anthem of the Seas yang tergabung ke dalam jaringan kapal pesiar Royal Caribbean International. Kapal pesiar super besar ini memiliki bendera Bahama, padahal Royal Caribbean International sendiri berkantor pusat di Florida. Amerika Serikat. Atau Seabourn Quest, yang juga berbendera Bahama, padahal Seabourn Cruise Line berkantor pusat di Seattle, Amerika Serikat.

Untuk memecah kebingungan ini, KabarPenumpang.com melansir dari berbagai sumber dan menemukan bahwa bendera yang berkibar di atas sebuah kapal merupakan penanda di mana kapal tersebut di daftarkan. Ada sebutan tersendiri untuk negara-negara ini, yaitu flags of convenience. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan, mengingat negara-negara ini menawarkan keuntungan dan kemudahan bagi para operator kapal. Biasanya, kapal-kapal yang di daftarkan ke flags of convenience adalah kapal-kapal pesiar mewah dan kapal komersial.

Mungkin Bahama adalah negara yang kerap didaftarkan oleh para operator kapal, tapi sebenarnya masih banyak negara-negara lain yang tergabung ke dalam flags of convenience:

Liberia
Republik tertua di Afrika ini adalah salah satu negara pendaftaran kapal terbesar di dunia. Mulai dari regulasi yang fleksibel, proses pendaftaran yang disederhanakan, minimnya birokrasi, hingga lingkungan pajak yang menguntungkan pemilik kapal (pajak rendah bahkan nol) menjadi daya tarik utama bagi para operator kapal untuk mendaftarkan armada mereka di Liberia.

Panama
Tidak jauh seperti Liberia, Panama juga menawarkan beragam keringanan pada para operator kapal untuk mendaftarkan armada mereka di sana. Sebut saja regulasi pendaftaran yang relatif mudah dan tidak rumit, tarif pajak yang rendah (bahkan di sebagian kasus ada pembebasan pajak), hingga diketahui Panama memiliki sistem pendaftaran kapal yang sudah mapan dan efisien, yang memungkinkan proses pendaftaran berlangsung dengan cepat dan lancar. Tentu poin-poin di atas seolah menjadi hal yang tidak bisa dihindari oleh para operator kapal.

Kepulauan Marshall
Kepulauan Marshall telah menjadi salah satu negara “flags of convenience” yang berkembang pesat dalam industri pelayaran internasional. Kepulauan Marshall menawarkan sistem pendaftaran kapal yang sangat modern dan efisien. Prosesnya cenderung cepat dan mudah, menarik bagi pemilik kapal yang menginginkan penyelesaian yang cepat. Negara ini juga memiliki regulasi yang dirancang untuk bersaing secara global dalam industri pendaftaran kapal. Mereka menawarkan fleksibilitas yang menarik bagi pemilik kapal. Pun dari segi tarif pajaknya yang terbilang rendah atau bahkan nol.

Di luar 3 negara di atas, sebenarnya masih ada Malta dan Kepulauan Cayman yang kirang lebih menawarkan hal-hal serupa. Kendati 5 negara ini dikenal sebagai flags of convenience, namun semuanya tetap berusaha untuk mempertahankan standar keselamatan dan kepatuhan internasional yang tinggi. 5 negara ini akan terus memastikan bahwa kapal-kapal yang terdaftar di bawah bendera mereka mematuhi peraturan maritim internasional.

Celestia, Kapal Pesiar Tradisional Indonesia Berhasil Sabet Predikat Sebagai Tempat Menginap Terbaik di Dunia

Sekelumit Cerita di Balik Asal Usul Nama Kapal Feri

Kapal feri, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “feri”, adalah salah satu moda transportasi laut yang memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah-wilayah yang dipisahkan oleh perairan. Nama “feri” sendiri, yang terdengar sederhana, ternyata memiliki akar sejarah yang cukup panjang dan menarik untuk ditelusuri.

Baca Juga: Bukan Cuma Faktor Sejarah, Ini Alasan Kecepatan Kapal Diukur dalam “Knots”

KabarPenumpang.com mengutip dari berbagai laman sumber, asal usul kata “feri” dapat ditelusuri hingga ke Piagam Kerajaan Inggris. Dalam dokumen-dokumen kerajaan tersebut, istilah “hak feri” (ferry right) digunakan untuk merujuk pada hak operasional yang diberikan kepada kapal-kapal untuk melakukan penyeberangan. Hak ini mencakup izin untuk mengangkut orang, hewan, dan barang melintasi perairan tertentu.

Secara etimologis, kata “feri” berasal dari bahasa Inggris “ferry”, yang memiliki arti “membawa di atas kapal”. Makna ini sangat sesuai dengan fungsi utama kapal feri, yaitu sebagai sarana transportasi yang mengangkut penumpang dan muatan dari satu sisi perairan ke sisi lainnya.

Penggunaan istilah “feri” kemudian menyebar luas, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki tradisi maritim yang kuat, seperti Inggris dan negara-negara yang pernah berada di bawah pengaruhnya. Seiring berjalannya waktu, istilah ini menjadi istilah yang umum digunakan untuk menyebut kapal penyeberangan, tanpa memandang ukuran atau jenis kapal tersebut.

Selain itu, ada juga pengaruh dari bahasa Jerman. Dalam bahasa Jerman, terdapat kata “Fähre” atau “fahren” yang memiliki arti “berlayar”. Hal ini menunjukkan bahwa konsep kapal penyeberangan telah dikenal dan digunakan sejak lama di berbagai budaya.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kapal feri juga mengalami evolusi yang signifikan. Kapal feri modern kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan teknologi canggih, seperti sistem navigasi yang akurat, mesin yang lebih efisien, dan desain yang lebih aman dan nyaman.

Selain itu, jenis-jenis kapal feri juga semakin beragam, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perairan. Ada kapal feri yang dirancang khusus untuk mengangkut kendaraan, ada pula yang dirancang untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

Hingga saat ini, kapal feri masih memegang peranan penting dalam sistem transportasi modern, tidak terkecuali di Indonesia. Kapal feri menjadi penghubung yang vital bagi komunitas-komunitas yang tinggal di pulau-pulau atau wilayah pesisir, dan juga menjadi alternatif transportasi yang populer bagi wisatawan.

Dengan demikian, asal usul nama kapal feri tidak hanya sekadar sebuah kata, tetapi juga cerminan dari sejarah panjang dan perkembangan peradaban manusia dalam memanfaatkan jalur laut sebagai sarana transportasi.

Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia