Angkutan Lebaran 2025, KAI Services Perkuat Tim Logistik dengan 54 Gudang Operasional

Dalam menghadapi lonjakan kebutuhan operasional selama masa Angkutan Lebaran 2025, tim logistik KAI Services melakukan berbagai kesiapan dalam mendukung kelancaran layanan perusahaan. Sebagai unit yang bekerja dibalik layar, tim logistic KAI Services berperan penting dalam pengadaan barang, penyimpanan di gudang, distribusi, serta pengelolaan fasilitas yang digunakan dalam operasional KAI Services.

Saat ini, tim logistik KAI Services memiliki 560 personel yang tersebar di berbagai wilayah kerja. Selain itu, KAI Services juga mengoperasikan 54 gudang operasional, termasuk 16 di antaranya adalah cold storage yang difungsikan untuk menyimpan bahan makanan beku.

Menyambut Angkutan Lebaran 2025, KAI Services menambah empat gudang tambahan untuk wilayah Semarang, Purwokerto, Surabaya, termasuk satu cold storage untuk wilayah Yogyakarta. Sebelumnya KAI Services telah merekrut 81 personel baru untuk memperkuat tim logistik. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan ketersediaan dan distribusi barang tetap optimal selama masa puncak angkutan lebaran.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services. Rachman Firhan, menjelang masa Angkutan Lebaran 2025, aktivitas pengelolaan barang diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan. Jika pada hari biasa rata-rata aktivitas keluar masuk barang mencapai 168.107 pcs, maka menjelang Angkutan Lebaran jumlahnya meningkat menjadi 271.174 pcs per hari. Jumlah barang yang tersimpan di gudang juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya 8 juta pcs menjadi 13 juta pcs, meningkat lebih dari 60%.

“Tim logistik kami bertanggung jawab penuh dalam memastikan pengadaan, penyimpanan, keamanan, serta pendistribusian barang dapat berjalan dengan baik. Lonjakan permintaan selama Angkutan Lebaran menuntut kami untuk bekerja lebih cepat dan efisien guna memastikan kelancaran operasional KAI Services,” ujar Firhan.

Barang yang dikelola oleh tim logistik KAI Services mencakup bahan baku makanan dalam berbagai bentuk, baik mentah, setengah jadi, maupun barang jadi. Selain itu, tim juga bertanggung jawab atas kebersihan pengelolaan bahan baku serta berbagai peralatan pendukung lainnya yang diperlukan dalam operasional perusahaan.

Selama periode Angkutan Lebaran 2025, tantangan utama yang dihadapi tim logistik adalah memastikan distribusi barang tepat waktu di tengah peningkatan volume permintaan. Koordinasi yang ketat antara gudang, armada distribusi, dan tim operasional di lapangan menjadi kunci agar barang tiba sesuai kebutuhan tanpa hambatan.

Menurut salah satu petugas logistik KAI Services, Nanang Hermanto, Tim logistik KAI Services bekerja dengan ritme yang lebih cepat selama Angkutan Lebaran. Setiap hari tim logistik harus memastikan semua barang siap dikirim ke berbagai lokasi tanpa keterlambatan. “Ini menjadi tantangan, tetapi juga kebanggaan bagi kami bisa berkontribusi dalam kelancaran pelayanan KAI Services.” ujar Nanang.

Untuk memastikan pengelolaan logistik berjalan dengan efektif, KAI Services mengandalkan sistem aplikasi berbasis teknologi informasi yang terhubung langsung dengan Command Center. Dengan sistem ini, perusahaan dapat memantau pergerakan barang secara real-time serta mengoptimalkan proses distribusi guna memenuhi kebutuhan operasional selama periode Angkutan Lebaran 2025.

Dengan peningkatan kapasitas gudang dan jumlah personel, serta dukungan teknologi yang mumpuni, KAI Services berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung kelancaran operasional selama masa Angkutan Lebaran 2025. Kedepannya, KAI Services juga akan terus mengembangkan digitalisasi dalam sistem logistiknya agar lebih efisien dan responsif dalam menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks.

Kejar Sertifikasi, Rusia Terbangkan Yakovlev Superjet 100 dengan Suku Cadang Produksi Lokal

Tak terasa perang Ukraina telah mencapai tiga tahun pada Februari lalu, alih-alih terpuruk, Rusia justru mampu bangkit, termasuk dalam aspek industri dirgantara komersial. Seperti belum lama ini, Rusia mengatakan telah membangun kembali pesawat narrow body Superjet-nya ‘dari awal’ dengan suku cadang lokal setelah terputus dari pasokan Barat

Rostec, konglomerat perusahaan teknologi yang menangungi produksi Superjet, mengatakan telah berhasil menerbangkan jet regionalnya setelah mengganti mesinnya dengan mesin buatan Rusia. Perusahaan itu telah mencoba membuat ulang Superjet 100 (SSJ 100), yang mengandalkan suku cadang Barat, dengan komponen Rusia. Perusahaan milik negara itu berharap dapat mensertifikasi jet yang dimodifikasi tahun ini karena menghadapi sanksi selama masa perang.

Semua Pesawat Komersial Buatan Rusia Kini Berganti Nama Menjadi “Yakovlev”

Sebuah konglomerat milik negara Rusia mengatakan telah membangun kembali jet regionalnya menggunakan suku cadang yang bersumber secara lokal — dan berhasil menerbangkan prototipe selama 40 menit.

Rostec mengatakan pada hari Senin bahwa uji terbang menunjukkan Yakovlev Superjet-100 dapat terbang dengan mesin PD-8 Rusia, yang menggantikan mesin sebelumnya yang bergantung pada produsen Prancis.

Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya Rostec untuk “me-Rusia-kan” pesawatnya karena sanksi internasional memutus aliran dan pemeliharaan suku cadang Superjet, yang sebagian besar sebelumnya berasal dari Barat.

Sebelum perang, perusahaan Perancis Thales, misalnya, memasok avionik Superjet, sementara perusahaan AS menyediakan kontrol penerbangan dan unit daya tambahan. Dengan demikian, sanksi tersebut menimbulkan masalah kritis bagi armada komersial Rusia, sehingga menyulitkan mereka untuk menerima servis yang diperlukan untuk terbang dengan aman.

Solusi Rostec sangat ambisius. Perusahaan tersebut berupaya mengganti semua komponen asing Superjet dengan komponen Rusia dan membuat pesawat itu tersertifikasi untuk mulai beroperasi pada tahun 2025. Pada tahun 2030, perusahaan tersebut berharap dapat memenuhi pesanan sebanyak 89 jet “Rusia”.

Rencana penggantian tersebut telah digulirkan pada tahun 2021 karena ketegangan Moskow dengan Barat memburuk, tetapi kebutuhan akan hal itu diperburuk oleh sanksi Barat yang menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada bulan Februari 2022.

Superjet adalah jawaban Rusia di tahun 2011 untuk pesawat regional seperti Embraer E-jet dan Bombardier CRJ, dengan kapasitas sekitar 100 kursi. Pesawat ini biasanya dirancang untuk perjalanan yang lebih pendek, dengan jarak yang mirip dengan penerbangan dari New York ke Miami.

Rusia Tawarkan Bangun Basis Produksi Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100 ) di India

Balai Yasa Manggarai Hadirkan Kereta Eksekutif Livery Baru (Bergaris Hijau Muda) dan Compartment

Beberapa hari lalu masyarakat penggemar kereta api atau yang biasa di sebut Railfan dibuat sedikit gempar dengan hadirkan rangkaian kereta kelas eksekutif yang keluar dari Balai Yasa Manggarai. Semula banyaknya video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa di area dalam Balai Yasa Manggarai ada 2 unit kereta kelas eksekutif dengan warna livery yang berbeda dari biasanya.

Ya, livery bergaris hijau muda inilah yang dibuat heran bagi Railfans yang penasaran. Dari dalam video yang beredar tampak bahwa rangkaian ini akan siap diuji coba setelah beberapa kali pengecekan serta perawatan yang menerjunkan beberapa kru atau pekerja Balai Yasa Manggarai.

Kereta kelas eksekutif dengan tampilan livery baru buatan Balai Yasa Manggarai (Foto: Tangkapan Layar Video)

Benar saja, uji coba dilakukan pada Jumat (14/3) lalu ini juga membuat ramai di percakapan daring ini. Sekitar pukul 11 siang uji coba pun dilakukan. Tak hanya 2 unit kereta kelas eksekutif yang disebutkan, namun ada pula kereta kelas paling VVIP alias Compartemen juga dirangkaikan untuk menjalankan uji coba tersebut. Rute yang dijalankan sebagai rangkaian Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba ini adalah Manggarai-Cikampek-Manggarai.

Meskipun masih di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, namun pihak dari Balai Yasa Manggarai sudah cukup baik untuk melakukan uji coba. Karena saat diperjalanan pun, KLB ini dilatih dengan kecepatan maksimal 120 km/jam. Ini memungkinkan bisa melihat daya tahan dari kecepatan maksimal kereta tersebut saat diuji coba.

Rangkaian Kereta Compartment generasi berikutnya tengah diuji coba.

Sebenarnya ada sedikit yang membedakan 2 kereta ini selain dari livery-nya yang berbeda yang dibuat oleh balai yasa. Yaitu kereta tersebut bukan terbuat dari badannya yang berbahan stainless steel seperti rangkaian yang dibuat oleh PT Industri Kereta Api (INKA). Rangkaian ini merupakan kelas eksekutif biasa keluaran tahun 2002 dan 2009 ini sudah diubah sedemikian rupa terutama untuk fasilitasnya.

Bagian interior pun di sulap layaknya rangkaian stainless steel new generation. Terobosan yang dilakukan oleh kru Balai Yasa Manggarai ini menjadikan sarana kereta khususnya fasilitas yang selalu diperbaharui, jelas sangat bermanfaat untuk kenyamanan penumpang sebagai pengguna setia kereta api. Tak hanya itu, untuk Kereta Compartemen pun tetap menjadi kereta kelas paling mewah yang dibuat balai yasa yang pasti menambah lebih nyaman dalam perjalanan kereta api.

Berhasil Diuji Coba, KAI Tambah 3 Kereta Wisata Priority Buatan Balai Yasa Manggarai

Lelah Dijalan Saat Mudik? Empat Rest Area Ini Pilihan Mantap di Jalur Pantura

Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) menjadi salah satu pilihan rute favorit pemudik yang melintasi kota-kota besar dari Jakarta hingga Surabaya. Meski perjalanan Panjang, tetapi Jalur Pantura banyak rest area yang cocok dijadikan tempat istirahat.

Biasanya rest area dilengkapi fasilitas yang menunjang bagi pemudik untuk bersantai melepaskan penat sejenak. Selain mengisi bahan bakar kendaraan, di rest area juga bisa menggunakan fasilitas yang tersedia.

Bahkan beberapa di antara rest area yang ada di Jalur Pantura memiliki spot foto menarik. Penasaran rest area mana saja yang bisa disinggahi para pemudik untuk beristirahat, menikmati makanan khas daerah sampai tempat foto estetik?

Berikut ini KabarPenumpang.com merangkum beberapa rest area yang ada di Jalur Pantura.

1. Rest Area KM 19 Cikampek (Bekasi)
Menjadi tempat pertama para pemudik yang akan melintasi Jalur Pantura. Biasanya rest area ini cocok untuk pemudik beristirahat awal sebelum perjalanan panjang ke tujuan. Fasilitas Rest Area KM 19 Cikampek ini ada toilet yang bersih sehingga pemudik bisa nyaman bila ingin buang air. Kemudian ada masjid yang bisa memudahkan pemudik yang akan melaksanak ibadah sholat. Rest area ini juga dilengkapi minimarket dan warung makan. Sehingga pemudik bisa melengkapi perbekalan cemilan atau minuman serta makanan berat selama perjalanan.

2. Rest Area KM 207 (Palimanan, Cirebon)
Hampir sama dengan rest area lainnya yang dilengkapi dengan masjid dan toilet. Rest Area KM 207 ini memiliki area bermain anak dan bisa digunakan pemudik yang membawa anak untuk bermain sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Pemudik juga bisa menikmati kuliner khas Cirebon yakni empal gentong sambal beristirahat.

SPBU Muri, Rest Area dengan Berbagai Fasilitas Plus

3. Rest Area KM 379 (Batang)
Nah, di sini pemudik yang suka mengabadikan pemandangan alam bisa berfoto ria. Selain ada pemandangan sawah, bukit yang hijau juga bisa jadi latar belakang foto yang bagus. Tenang, buat yang mau melaksanakan sholat, rest area di Batang juga ada kok. Jangan lupa cicipi soto tauto yang jadi makanan khas daerah ini.

4. Rest Area KM 726 (Mojokerto, Jawa Timur)
Kalau mampir ke rest area ini, pemudik jangan lupa icip-icip ayam bakar atau pecel lelenya sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu, bagi yang mudik ke ujung timur pulau Jawa, Rest Area di Mojokerto ini juga dilengkapi tempat untuk beristirahat keluarga.

Karena perjalanan mudik yang memakan Waktu panjang, baiknya pemudik tidak memaksakan berkendara terus menerus. Mengistirahatkan tubuh denga stretching atau tidur sejenak juga bisa membuat tubuh fit. Jadi, perjalanan selanjutnya pun tubuh lebih bugar dan lelah terobati.

Jangan Asal Melipir, Ini Dia Tips Aman Gunakan Fasilitas di Rest Area

 

Dibalik Sukses ‘Dewi Sri’, Dinasti Politik Jadi Polemik

Dewi Sri seperti nama seseorang, tapi, ini merupakan salah satu perusahaan otobus (PO) yang ada di Indonesia. PO Dewi Sri sendiri berdiri sejak 40an tahun silam atau tepatnya pada tahun 1980-an.

Di dirikan di Tegal, Jawa Tengah oleh Haji Ismail, Dewi Sri melayani rute pesisir Pantai utara (Pantura) Jawa Tengah bagian Barat. Pada awal beroperasi, Dewi Sri melaju di trayek Tegal-Jakarta pulang pergi.

Saat itu, persaingan bus antarkota antarproinsi di jalur Pantura cukuplah ketat. Dewi Sri Bersama dengan saudaranya PO Dedy Jaya, bersaing dengan Sinar Jaya yang tengah naik daun kala itu.

Persaingan ketiganya bukan hanya dalam mengejar penumpang, tetapi juga kejar-kejaran saat bertemu di jalan. Namun tahun 2000-an, tongkat kepemimpinan PO Dewi Sri diturunkan kepada Ikmal Jaya, Anak dari Haji Ismail.

Saat itu, Ikmal memiliki pengalaman yang terbilang sukses dalam mengelola bidang transportasi. Sebelum menampuk kepemimpinan PO Dewi Sri, dia pernah berhasil dalam mengelola angktan kota di Bumi Serpong Damai (BSD) dan sekiranya.

Sekitar enam tahun kemudian, kepemimpinan PO Dewi Sri turun kepada saudarnya Ikmal yang lain yakni Idza Priyanti. Dalam masa berjayanya PO Dewi Sri bahkan sudah berganti pemegang kekuasaan hingga empat kali dengan yang terakhir dipegang oleh Anak bungsu Haji Ismail yakni Mukti Agung Wibowo tahun 2012.

Meski begitu, nama Dewi Sri masih terus Berjaya dan trayek busnya pun bertambah. Sebagai bus AKAP yang melintas Jawa, kini trayek Dewi Sri ada dua yakni dari Jabodetabek/Merak-Brebes-Tegal-Pekalongan-Banyuputih-Waleri, selanjutnya adalah Jabodetabek/Merak-Brebes-Tegal-Slawi-Margasari-Bumiayu-Purwokerto.

Bus yang dioeprasikan Dewi Sri memiliki kelas AC 2-2, Bisnis Rs dan Ekonomi 2-3. Bus-bus yang dioperasikn PO Dewi Sri didukung oleh sasis dari Mercedes-Benz, Hino, hingga Volvo.

Tak hanya memiliki trayek di bus AKAP, PO Dewi Sri juga bermain dan melaju di sektor bus pariwisata. Adapun perjalanan yang diberikan menuju Jawa dan Bali.

Namun ada masalah di dalam tapuk kepemimpinan PO Dewi Sri yakni dinasti politik. Di mana ketiga pemilik atau Anak dari haji Ismail semuanya menjadi kepala daerah di Brebes, Pemalang dan Tegal.

Karena hal ini, muncul pro kontra di kalangan masyarakat, khususnya pelanggan setia bus Dewi Sri. Mereka menganggap dengan adanya dinasti-dinasti politik seperti ini dapat membuat ketidakfokusan dalam mengelola perusahaan bus yang bisa berujung pada penurunan kualitas pelayanan.

Mau Jauh dari Calo Saat Naik Bus? Cek Tips Berikut ini

Mulai September 2025, LRT Jabodebek Hadirkan QRIS Tap Sebagai Opsi Pembayaran

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan dan kemudahan bagi pengguna, LRT Jabodebek terus mengadopsi berbagai inovasi dalam sistem pembayaran. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah penerapan QRIS Tap, teknologi pembayaran digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran.

Sistem ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi hanya dengan memindai QR Code menggunakan ponsel yang memiliki fitur Near Field Communication (NFC).

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi mengungkapkan saat ini LRT Jabodebek tengah dalam tahap persiapan dan pengembangan teknis untuk mengadopsi QRIS Tap sebagai salah satu metode pembayaran. Penyediaan metode pembayaran yang beragam merupakan langkah strategis untuk menjadikan transportasi publik lebih inklusif.

Rencananya, pembayaran menggunakan QRIS Tap akan mulai dioperasikan pada September 2025. Saat ini, tim teknis tengah melakukan proses development untuk memastikan sistem QRIS Tap dapat berfungsi dengan optimal di seluruh stasiun LRT Jabodebek.

“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam bertransaksi di LRT Jabodebek. Dengan adanya QRIS Tap, pengguna akan semakin mudah mengakses layanan LRT Jabodebek, sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat yang menjadikan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi mereka,” ujar Purnomosidi.

Adapun metode pembayaran di LRT Jabodebek telah tersedia yakni menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line, Kartu Uang Elektronik perbankan, Acess by KAI, dan LinkAja.

Intip Kesiapan ASDP “Ferizy” Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Mudik 2025

Sambungan Rel Harus Diberi Celah, Kenapa? Simak Penjelasannya

Bunyi gujes-gujes saat kita naik kereta api paling kita dengar dan rasakan dalam perjalanan. Apalagi saat melewati wesel saat memasuki stasiun. Nah, ternyata bunyi yang dikeluarkan itu namanya sambungan pada konstruksi rel. Celah rel ini bisa ditemui pada sambungan rel, yang merupakan sebuah konstruksi yang mengait dua ujung rel dengan menggunakan pelat sambung, mur dan baut.

Rel kereta api ini kan terbuat dari baja yang bisa memuai. Jadi saat siang hari yang cenderung panas, batang rel akan mengalami pemuaian. Sementara di malam hari, batang rel akan menyusut karena suhu udara yang dingin. Perubahan ukuran ini jika tidak diantisipasi, maka bisa menyebabkan rel berubah konstruksinya seperti melengkung atau bengkok, sehingga membahayakan perjalanan KA. Karena itulah, sambungan rel tidak boleh dipasang rapat satu dengan lainnya.

Pemberian celah di sambungan rel kereta api ini menggunakan penghitung khusus, dengan memperhatikan sifat pemuaian dan penyusutannya. Celah pada sambungan rel ini, juga untuk mengurangi gesekan dengan roda kereta dan mencegah rel kereta tidak terlepas dari bantalannya saat memuai.

Celah yang diberikan pada sambungan rel kereta api bervariasi tergantung pada jenis rel dan kondisi geografis tempat rel tersebut berada. Secara umum, celah yang diberikan berkisar antara 3 hingga 5 mm. Hal ini sudah dihitung secara cermat dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti suhu udara, panjang rel, dan kecepatan kereta saat melintas.

Dengan memberikan celah yang cukup pada sambungan rel, kereta api dapat bergerak dengan lancar tanpa terhambat oleh masalah teknis akibat kurangnya celah pada sambungannya.

Gaya tarik dan dorongan yang terjadi pada saat kereta api melintas juga mempengaruhi celah pada sambungan rel. Gaya tarik yang ditimbulkan oleh kereta yang melintas akan menyebabkan rel menjadi sedikit terpisah, sehingga diperlukan celah yang cukup agar rel tidak bersentuhan satu sama lain.

Sedangkan gaya dorongan yang ditimbulkan oleh kereta yang bergerak dengan kecepatan tinggi juga dapat mempengaruhi celah pada sambungan rel. Oleh karena itu, perhitungan yang cermat diperlukan untuk menentukan besarnya celah yang diberikan pada sambungan rel agar kereta dapat melintas dengan aman tanpa terkendala oleh gesekan antar relnya.

Jadi sudah tahukan bahwa sambungan rel kereta api selalu diberi celah agar dapat mengakomodasi perubahan suhu, gaya tarik, dan dorongan yang terjadi saat kereta melintas. Besarnya celah yang diberikan pada sambungan rel juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suhu udara, kecepatan kereta, dan kondisi rel itu sendiri.

Dengan memberikan celah yang cukup pada sambungan rel, kereta api dapat bergerak dengan lancar tanpa terhambat oleh masalah teknis akibat kurangnya celah pada sambungan relnya. Oleh karena itu, perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang sangat diperlukan dalam penentuan besarnya celah yang diberikan pada sambungan rel kereta api.

Sejak Dahulu, Hubungan Antara Rel Kereta dan Batu Kerikil Tak Terpisahkan

Jelang Arus Mudik 2025, KAI Gelar Kekuatan Armada Lokomotif yang Siap Beroperasi

Menghadapi arus mudik 2025 KAI sudah mempersiapkan sarana dan prasarana kereta api yang siap operasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan bersilaturahmi. Untuk mendukung kesiapan operasi tersebut, KAI khususnya wilayah Jawa memiliki berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertugas merawat jalur rel, jembatan, serta perangkat persinyalan.

Sementara itu, beberapa Depo Lokomotif yang tersebar di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 sampai 9 pun mempunyai peranan masing-masing bertanggung jawab untuk perawatan lokomotif dan kereta yang akan digunakan selama masa angkutan lebaran.

Selain itu, petugas di lapangan juga bertugas untuk memeriksa dan memperbaiki berbagai komponen jalur rel, seperti bantalan, baut, sambungan serta geometri jalan rel. Selain itu, mereka memastikan perangkat persinyalan berfungsi dengan baik dan kesiapan operasional lokomotif serta kereta dalam kondisi optimal. Semua upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan dan kenyamanan penumpang.

(Foto: Dok. IRPS)

Menurut berbagai data dan sumber informasi, banyaknya unit lokomotif yang tersebar di depo lokomotif pun sudah mempersiapkan unitnya masing-masing dengan rincian kereta api apa yang akan berdinas. Berikut data kesiapan masing-masing lokomotif yang tersebar di berbagai depo lokomotif:

1. Depo Lokomotif Cipinang sebanyak 45 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 14 unit lokomotif seri CC 201, 7 unit lokomotif seri CC 203, dan 24 unit lokomotif CC 206.

2. Depo Lokomotif Bandung sebanyak 25 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 11 unit lokomotif seri CC 201, 3 unit lokomotif CC 203, dan 11 unit lokomotif CC 206.
3. Depo Lokomotif Cirebon sebanyak 14 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 4 unit lokomotif seri CC 201 dan 10 unit lokomotif seri CC 206.

4. Depo Lokomotif Semarang Poncol sebanyak 16 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 8 unit lokomotif seri CC 201, 3 unit lokomotif seri CC 202, dan 5 unit lokomotif seri CC 206.

5. Depo Lokomotif Purwokerto sebanyak 29 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 12 unit lokomotif seri CC 201, 8 unit lokomotif seri CC 203, dan 9 unit lokomotif seri CC 206.

6. Depo Lokomotif Yogyakarta sebanyak 34 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 12 unit lokomotif seri CC 201, 2 unit lokomotif seri CC 203, dan 7 unit lokomotif seri CC 206.

7. Depo Lokomotif Madiun sebanyak 10 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 6 unit lokomotif seri CC 201 dan 4 unit lokomotif seri CC 203.

8. Depo Lokomotif Sidotopo sebanyak 58 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 20 unit lokomotif seri CC 201, 8 unit lokomotif seri CC 203, dan 30 unit lokomotif seri CC 206.

9. Depo Lokomotif Jember sebanyak 11 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 9 unit lokomotif seri CC 201 dan 2 unit lokomotif seri CC 203.

Sebanyak 9 depo lokomotif yang disebutkan, pada masa angkutan lebaran akan mulai beroperasi pada 21 Maret hingga 11 April 2025. Untuk rangkaian yang akan ditarik oleh lokomotif yang siap operasi tersebut tak hanya rangkaian reguler saja, melainkan rangkaian tambahan Perjalanan Luar Biasa (PLB) dan Kereta Luar Biasa (KLB) termasuk rangkaian KA Barang. Dengan menambahkan rangkaian kereta api, KAI tentunya mengantisipasi lonjakan arus mudik nanti.

Rangkaian KA Papandayan dari Stasiun Gambir tiba di Stasiun Garut.

Dengan tambahan tersebut, kapasitas tempat duduk meningkat dari 982.784 menjadi 999.744 kursi, atau naik sekitar 2 persen. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 31 Maret dan 1 April 2025.

Pada periode ini, tiket terjual 72.457 atau 81 persen dari kapasitas, dengan okupansi Stasiun Pasar Senen 100 persen. Selain itu, ia mengatakan, KAI juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap fasilitas pelayanan di stasiun dan di atas kereta. Pemeriksaan ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, KAI Pusat, serta KAI di seluruh Daop untuk memastikan armada siap beroperasi.

Lokomotif CC201 – Lokomotif Tua yang Masih Diandalkan PT KAI, Ini Faktanya!

Mudik Gratis? Penyelenggara Jangan Lupa Ingatkan Pemilik Bus Cek Keadaan Armada Sebelum Berangkat

Mudik gratis yang diselenggarakan berbagai pihak, menjadi salah satu incaran masyarakat. Ini karena masyarakat hanya perlu mendaftar dan mengisi data serta memilih tujuan untuk mudik Lebaran mereka.

Meski begitu, pihak pemberi mudik gratis juga tak boleh luput akan keselamatan penumpang. Sehingga kendaraan atau bus yang akan digunakan dalam perjalanan mudik gratis haruslah dicek secara berkala sebelum berangkat.

Pasalnya, ini agar pemudik selamat sampai tujuan. Adapun yang harus dilakukukan oleh pemberi mudik gratis yakni, mengingatkan para pemilik bus untuk senantiasan mengecek keadaan bus mereka.

Hal ini agar bus-bus yang digunakan pada saat mudik gratis dalam kondisi laik jalan. Berikut ini KNKT memiliki rekomendasi untuk pemilik bus agar dalam perjalanan tidak terjadi kecelakaan.

1. Dilakukan rampcheck baik pada bus regular, bus pariwisata maupun bis mudik gratis, hal ini untuk menjamin bahwa bus-bus tersebut dalam kondisi laik untuk digunakan
2. Perawatan besar khusus untuk sistem remnya, hal ini untuk menghindari terjadinya kegagalan pengereman atau rem blong. Dimana rem blong berdasarkan data investigasi yang ada di KNKT sebagian besar adalah merupakan kegagalan mekanik akibat tidak dilakukan perawatan dengan baik.
3. Pengawasan dan pembatasan pada jam kerja dan istirahat pengemudi, hal ini untuk menjamin para pengemudi tidak mengalami dengan baik
4. Pengawasan dan pengecekan terhadap kondisi kesehatan para awak pengemudi bus, Dimana berdasarkan hasil sampel penelitian sebagian besar mereka memiliki masalah penyakit yang berkaitan dengan metabolic, seperti kolesterol, darah tinggi, diabetes, dan sebagainya. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan mengemudi dan dapat membahayakan keselamatan.
5. Memberikan sosialisasi kepada para pengemudi angkutan penumpang, kendaraan pribadi maupun roda dua untuk melakukan istirahat ketika mengalami kelelahan, berdasarkan evaluasi kami sebagian besar kecelakaan pada saat mudik lebaran disebabkan oleh fatigue atau kelelahan. Untuk ini penyediaan kantong-kantong rest area sangat diperlukan.

Dari ini semua, nantinya bukan hanya perjalanan yang lancar. Penumpang mudik gratis pun nyaman serta tidak was-was dalam perjalanan mereka bertemu keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.

Cegah Kecelakaan Bus, KNKT Himbau Pemda Berikan Fasilitas Istirahat Pengemudi

Mario Salcedo, Pria Paling Bahagia di Dunia yang Menghabiskan Hidupnya di Laut Lepas

Selama beberapa waktu ke belakang, nama Mario Salcedo sempat hangat diperbincangkan karena dinilai sebagai “pria paling bahagia di dunia”. Predikat ini disematkan bukan tanpa alasan – Mario sukses menarik perhatian dunia berkat gaya hidupnya yang sangat unik, hidup di atas kapal pesiar Royal Caribbean selama lebih dari 20 tahun, menjelajahi dunia dan menikmati kebebasan yang tak tertandingi.

Baca Juga: Kenali Lebih Dekat Klasifikasi Kelas Royal Caribbean International

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Super Mario – begitulah orang-orang memanggil Mario – lahir di Kuba pada tahun 1950, Mario kecil langsung bermigrasi ke Florida bersama keluarganya. Sebelum memulai petualangan lautnya, ia bekerja di bidang keuangan, mengumpulkan pengalaman dan sumber daya yang kemudian memungkinkannya untuk mewujudkan impiannya.

Singkat cerita pada tahun 2000, Mario mengambil keputusan yang mengubah hidupnya: untuk meninggalkan kehidupan konvensional dan menetap di kapal pesiar. Ia terpesona oleh kebebasan, fleksibilitas, dan kesempatan untuk bertemu orang-orang dari berbagai budaya yang ditawarkan oleh kehidupan di laut.

Mario telah menjadi penumpang setia Royal Caribbean selama bertahun-tahun, menghabiskan sebagian besar waktunya di kapal-kapal mereka. Ia memiliki strategi keuangan yang cerdik yang memungkinkannya untuk terus hidup di kapal pesiar, termasuk investasi yang cerdas dan pengelolaan keuangan yang cermat.

Mario Salcedo. Sumber: istimewa

Mario mengatakan ia menghabiskan sekitar $101.000 atau sekitar Rp 1,65 miliar untuk pelayaran per tahun. Selama di kapal ia tetap bekerja, tapi hanya sekitar lima jam sehari. Sisa waktunya ia gunakan untuk bersantai dan bersenang-senang di kapal.

“Saya mencari biaya rata-rata untuk tinggal di panti jompo di Amerika Serikat per tahun dan biayanya adalah $100.380. Anda dapat melihat bahwa jika Anda tinggal di kabin interior, biaya hidup di kapal pesiar akan lebih murah.” ujar Mario, dikutip dari tempo.co.

Kehidupan sehari-harinya di kapal pesiar penuh dengan kegiatan yang menyenangkan. Ia menikmati fasilitas kapal, seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan hiburan malam. Ia juga memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca, menulis, dan berinteraksi dengan penumpang serta kru selama pelayaran.

“Semua kapten mengenal saya,” kata Mario.

Namun di balik semua pemberitaan positif tentang Mario, ia tetaplah manusia biasa yang memiliki kekurangan. Diketahui bahwa Mario mengidap Mal de debarquement Syndrome, sebuah gangguan neurologis langka yang membuat penderitanya merasa seolah-olah mereka terus bergerak, bergoyang, atau berayun, bahkan ketika mereka diam. Sensasi ini sering digambarkan sebagai perasaan berada di atas kapal yang bergoyang, bahkan setelah turun dari kapal.

“Saya kehilangan kaki daratan saya. Saya terlalu sering terayun-ayun, sehingga tidak bisa berjalan lurus,” ujar Mario.

Meski sudah terserang Mal de debarquement Syndrome, ‘Super Mario’ mengaku tidak akan berhenti naik kapal pesiar.

210 Tahun Lalu, Dunia Kehilangan Sosok Penemu Kapal Uap Komersial