Mario Salcedo, Pria Paling Bahagia di Dunia yang Menghabiskan Hidupnya di Laut Lepas

Selama beberapa waktu ke belakang, nama Mario Salcedo sempat hangat diperbincangkan karena dinilai sebagai “pria paling bahagia di dunia”. Predikat ini disematkan bukan tanpa alasan – Mario sukses menarik perhatian dunia berkat gaya hidupnya yang sangat unik, hidup di atas kapal pesiar Royal Caribbean selama lebih dari 20 tahun, menjelajahi dunia dan menikmati kebebasan yang tak tertandingi.

Baca Juga: Kenali Lebih Dekat Klasifikasi Kelas Royal Caribbean International

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Super Mario – begitulah orang-orang memanggil Mario – lahir di Kuba pada tahun 1950, Mario kecil langsung bermigrasi ke Florida bersama keluarganya. Sebelum memulai petualangan lautnya, ia bekerja di bidang keuangan, mengumpulkan pengalaman dan sumber daya yang kemudian memungkinkannya untuk mewujudkan impiannya.

Singkat cerita pada tahun 2000, Mario mengambil keputusan yang mengubah hidupnya: untuk meninggalkan kehidupan konvensional dan menetap di kapal pesiar. Ia terpesona oleh kebebasan, fleksibilitas, dan kesempatan untuk bertemu orang-orang dari berbagai budaya yang ditawarkan oleh kehidupan di laut.

Mario telah menjadi penumpang setia Royal Caribbean selama bertahun-tahun, menghabiskan sebagian besar waktunya di kapal-kapal mereka. Ia memiliki strategi keuangan yang cerdik yang memungkinkannya untuk terus hidup di kapal pesiar, termasuk investasi yang cerdas dan pengelolaan keuangan yang cermat.

Mario Salcedo. Sumber: istimewa

Mario mengatakan ia menghabiskan sekitar $101.000 atau sekitar Rp 1,65 miliar untuk pelayaran per tahun. Selama di kapal ia tetap bekerja, tapi hanya sekitar lima jam sehari. Sisa waktunya ia gunakan untuk bersantai dan bersenang-senang di kapal.

“Saya mencari biaya rata-rata untuk tinggal di panti jompo di Amerika Serikat per tahun dan biayanya adalah $100.380. Anda dapat melihat bahwa jika Anda tinggal di kabin interior, biaya hidup di kapal pesiar akan lebih murah.” ujar Mario, dikutip dari tempo.co.

Kehidupan sehari-harinya di kapal pesiar penuh dengan kegiatan yang menyenangkan. Ia menikmati fasilitas kapal, seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan hiburan malam. Ia juga memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca, menulis, dan berinteraksi dengan penumpang serta kru selama pelayaran.

“Semua kapten mengenal saya,” kata Mario.

Namun di balik semua pemberitaan positif tentang Mario, ia tetaplah manusia biasa yang memiliki kekurangan. Diketahui bahwa Mario mengidap Mal de debarquement Syndrome, sebuah gangguan neurologis langka yang membuat penderitanya merasa seolah-olah mereka terus bergerak, bergoyang, atau berayun, bahkan ketika mereka diam. Sensasi ini sering digambarkan sebagai perasaan berada di atas kapal yang bergoyang, bahkan setelah turun dari kapal.

“Saya kehilangan kaki daratan saya. Saya terlalu sering terayun-ayun, sehingga tidak bisa berjalan lurus,” ujar Mario.

Meski sudah terserang Mal de debarquement Syndrome, ‘Super Mario’ mengaku tidak akan berhenti naik kapal pesiar.

210 Tahun Lalu, Dunia Kehilangan Sosok Penemu Kapal Uap Komersial

Seorang Remaja asal Australia Tinggal di Kapal Uap Tertua Dengan Segudang Cerita Unik di Baliknya

Memiliki hunian di tepi laut atau danau memanglah menyenangkan dan menenangkan, namun apa jadinya jika Anda tinggal di sebuah kapal uap tua dan ternyata kapal uap tersebut menyandang predikat sebagai kapal bertenaga uap tertua di Australia Selatan?

Baca Juga: Auckland Akan Jadi Tuan Rumah Peluncuran Kapal Hidrofoil Listrik Termurakhir Milik Candela

Perkenalkan Luke Carpenter, seorang pemuda berusia 22 tahun yang merupakan pemilik dari kapal uap tersebut. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (15/3), Paddle-Streamer (PS) Daisy yang dibeli oleh Luke dikabarkan akan genap berusia 130 tahun pada bulan Januari 2026 mendatang dan PS Daisy diklaim sebagai kapal bertenaga uap tertua di Australia Selatan, mengalahkan PS Marion yang hanya terpaut 1 tahun.

Luke Carpenter. Sumber: abc.net

Luke yang merupakan seorang pembuat kapal dan insinyur kelautan, telah hampir menyelesaikan perjalanan sejauh 700 kilometer dengan menggunakan PS Daisy dari kota Wentworth di New South Wales ke kota Mannum di Australia Selatan, ditemani oleh tiga teman dekat dan anggota keluarganya.

PS Daisy yang notabene sudah berumur ratusan tahun tentunya memiliki segudang sejarah yang menarik. Mulai dari masalah kepemilikan, ternyata Luke Carpenter merupakan pemilik ketujuh sejak dibangun di Echuca, sebelah utara Victoria, pada tahun 1896 oleh J Jolley.

Luke Carpenter cs di atas PS Daisy. Sumber: abc.net

Cerita unik lain dari PS Daisy adalah ketika kapal uap ini menghabiskan hampir Sebagian besar ‘waktu hidupnya’ di bawah air, setelah pada tahun 1948, kapal ini sempat tenggelam di Sungai Murray, Red Cliffs, Victoria.

Upaya pengangkatan PS Daisy sempat dilakukan pada tahun 1980, namun upaya tersebut gagal. Lalu pada tahun 2001, upaya pengangkatan kapal tersebut kembali ditempuh dan kali ini berhasil. Setelah diangkat, PS Daisy lalu menjalani masa restorasi selama hampir 13 tahun, PS Daisy kembali ke bentuk orisinilnya di tahun 1909.

Sumber: abc.net

Ada kejadian unik saat PS Daisy berada di bawah kepemilikan Luke, di mana Luke bersama temannya berusaha untuk membuat ulang foto-foto lama tempat PS Daisy pernah berlayar saat mereka menyusuri Sungai Murray di Australia Selatan – kendati Luke tidak memiliki bukti otentik apakah kapal tersebut pernah melintasi Sungai Murray apa tidak.

Luke berharap PS Daisy dapat menjadi awal warisan baru bagi keluarganya, yang dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang. “Semoga saja PS Daisy akan hidup lebih lama dari saya dan anak-anak saya, dan cucu-cucu kami harus mulai memperbaikinya lagi,” kata Luke.

Ternyata, #KaburAjaDulu Juga ‘Pernah Viral’ di Amerika Serikat, Cari Tahu di Sini!

Celestia, Kapal Pesiar Tradisional Indonesia Berhasil Sabet Predikat Sebagai Tempat Menginap Terbaik di Dunia

Mungkin namanya tidak sebesar Anthem of the Seas atau kapal pesiar lain besutan Royal Caribbean, namun salah satu kapal pesiar tradisional asal Indonesia, Celestia berhasil merangsek masuk ke dalam daftar The World’s Greatest Places of 2025 versi Majalah Time, kategori tempat menginap. Tentu ini menjadi kabar baik bagi semua masyarakat Indonesia dan dapat dijadikan acuan untuk menghadirkan fasilitas wisata kelas dunia tanpa meninggalkan unsur tradisional warisan nenek moyang.

Baca Juga: Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, tidak bisa dipungkiri bahwa Celestia adalah sebuah mahakarya kapal pinisi tradisional Indonesia, yang menggabungkan aspek kemewahan dan keunikannya. Kapal ini bukan sekadar kapal pesiar biasa, melainkan sebuah pengalaman eksklusif yang menggabungkan keindahan warisan budaya dengan fasilitas modern kelas dunia.

Celestia lahir dari tangan-tangan terampil pengrajin lokal di Bulukumba, Sulawesi Selatan, daerah yang terkenal dengan tradisi pembuatan kapal pinisi. Dibangun dengan menggunakan kayu ulin dan jati berkualitas tinggi, Celestia memancarkan keanggunan dan kekuatan yang khas. Proses pembuatannya yang memakan waktu hingga dua setengah tahun mencerminkan dedikasi dan ketelitian yang luar biasa.

Destinasi

sumber: istimewa

Celestia membawa para penumpangnya menjelajahi destinasi-destinasi impian di Indonesia, seperti Pulau Komodo dan Raja Ampat. Setiap pelayaran dirancang untuk memberikan pengalaman yang mendalam dan tak terlupakan, dengan kesempatan untuk menikmati keindahan alam bawah laut, menjelajahi pulau-pulau eksotis, dan berinteraksi dengan budaya lokal.

Selain itu, wisatawan juga dapat memilih menjelajahi sejarah kepulauan rempah, seperti Banda Neira dan Pulau Rhun, menikmati penjelajahan kuliner yang dipimpin koki Bali terkenal Wayan Kresna Yasa, atau mengikuti carter bertema selancar dan selam skuba.

Interior

Interior Celestia. Sumber: istimewa

Memasuki Celestia, Anda akan disambut dengan interior yang dirancang layaknya hotel bintang lima. Setiap detail diperhatikan dengan seksama, menciptakan suasana mewah dan nyaman. Kamar-kamar yang luas dan elegan dilengkapi dengan fasilitas modern, memastikan pengalaman beristirahat yang tak terlupakan.

Interior kapal ini menampilkan panel rotan tenunan tangan dari Jawa, ubin Bali yang diglasir tangan, dan tekstil jacquard toile tropis yang dirancang oleh Jasmine Chong, salah satu desainer terkenal di New York City yang juga merupakan perancang dari Celestia. Setiap elemen dirancang untuk menciptakan suasana yang bersahaja dan elegan, sejalan dengan keindahan alam Indonesia yang memesona.

Celestia menawarkan lebih dari sekadar pelayaran mewah. Para tamu dapat menikmati berbagai fasilitas dan aktivitas, seperti spa yang menenangkan, sesi yoga di atas dek, dan hidangan lezat yang disajikan oleh koki profesional.

Setiap momen di Celestia dirancang untuk memberikan kenangan yang tak terlupakan – perwujudan kemewahan dan keindahan warisan budaya Indonesia. Dengan kombinasi antara tradisi, kemewahan, dan keindahan alam, Celestia menawarkan pengalaman pesiar yang tak tertandingi. Kapal ini bukan hanya sekadar kapal pesiar, melainkan sebuah ikon pariwisata Indonesia yang membanggakan.

Mengenal Jenis Perahu-Perahu Tradisional khas Indonesia yang Keberadaannya Terus Dilestarikan

Sensasi Naik KA Commuter Garut yang Murah Meriah Tapi Bikin Lama, Kenapa? Ini Alasannya

Menggunakan kereta api tak melulu dengan harga tiket yang relatif agak mahal. Pada perjalanan kereta api yang murah meriah masih banyak ditemukan di beberapa wilayah di jalur kereta api antar kota di Pulau Jawa, khususnya pada KA Lokal Garut ini. Saat ini kereta api antar kota dengan rute Purwakarta-Garut pp. ini dikenal sebagai kereta api dengan tarif paling murah.

Bagi masyarakat yang ingin menggunakan KA lokal ini untuk ke Bandung dan Garut, kereta api ini menjadi pilihan favorit karena tentu saja dengan harga yang relatif murah. Untuk jarak dekat dikenakan tarif sebesar Rp7.000 dan jarak jauh dikenakan tarif Rp14.000. Namanya juga kereta lokal, tentu saja perjalanan menempuh waktu yang cukup lama. Kira-kira kenapa, ya bisa menempuh perjalanan yang lama? Berikut kabarpenumpang akan mengulasnya.

KA Commuter Line Garut melintas di kawasan Kadungora, Garut

Perjalanan menggunakan KA Lokal atau saat ini disebut sebagai Commuter Line Garut hanya ada 3 perjalanan dalam sehari, yakni dari Purwakarta 2 perjalanan (pukul 04.25 WIB dan 16.25 WIB) dan 1 perjalanan dari Garut (pukul 11.50 WIB). Perjalanan menempuh selama 5 jam 45 menit.

Tarif yang telah disebutkan merupakan tarif dengan kereta api lokal yang cukup murah namun penumpang harus bersabar. Karena kereta ini berhenti di setiap stasiun dan harus mengalah dengan kereta api lainnya dengan kata lain harus bersilang bahkan disusul dengan kereta api jarak jauh. Nah, Inilah stasiun-stasiun silang/susul KA Commuter Line Garut dengan kereta api jarak jauh sesuai yang tertera pada Gapeka 2025:

1. KA 348 rute Purwakarta-Garut
• Stasiun Maswati
Disini KA Commuter Line Garut harus berhenti sekaligus menunggu karena bersilang dengan KA 131 Parahyangan rute Bandung-Gambir. Lama waktu berhenti di Stasiun Maswati adalah 8 menit.
• Stasiun Rancaekek
Di stasiun ini kereta lokal harus mengalah dengan rangkaian ‘raja selatan’ alias KA 10 Argo Wilis yang menyusul dari Stasiun Bandung. KA Commuter Line Garut harus berhenti hingga 13 menit.
• Stasiun Cicalengka
Dari jadwal yang tertera seharusnya KA ini disusul oleh rangkaian KA 206F Baturraden. Namun, karena KA Baturraden masih belum dijalankan pada Gapake 2025, KA Commuter Line Garut tetap harus berangkat sesuai jadwal dan berhenti selama 24 menit jika tak ada keterlambatan.

Mau Jalan–jalan Naik Kereta Api ke Garut? Catat Jadwal Waktunya

2. KA 350 rute Purwakarta-Garut
• Stasiun Maswati
Pada stasiun ini memang sudah langganan untuk KA Commuter Line Garut untuk berhenti menunggu bersilanh dengan kereta api jarak jauh yakni KA 173 Ciremai (Bandung-Semarang Tawang). Lama berhenti di stasiun ini adalah 6 menit.
• Stasiun Bandung
KA Commuter Line Garut berhenti di Stasiun Bandung cukup lama. Karena jadwalnya bertepatan dengan keberangkatan dengan KA 80 Lodaya (Bandung-Solo Balapan) dengan pemberhentian selama 13 menit.
• Stasiun Nagrek
Pemberhentian berikutnya berada di stasiun tertinggi di Pulau Jawa yakni Stasiun Nagrek. Disini KA Commuter Line Garut tunggu bersilang dengan KA 127 Pangandaran (Banjar-Gambir) selama 7 menit.
• Stasiun Karangsari
3 petak setelah Stasiun Nagrek, KA Commuter Line Garut berhenti cukup lama yakni 19 menit, karena harus disusul dengan rangkaian KA 72 Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya Gubeng).

3. KA 349 rute Garut-Purwakarta
• Stasiun Cibatu
KA Commuter Line Garut berhenti selama 7 menit dan bersilang dengan KA 276 Pasundan (Kiracondong-Surabaya Gubeng).
• Stasiun Leles
Stasiun dengan penumpang lokal yang cukup banyak ini bersilang dengan KA 128 Pangandaran (Gambir-Banjar) dengan lama pemberhentian yakni 7 menit.
• Stasiun Bandung
Disini KA Commuter Line Garut untuk tujuan Purwakarta merupakan pemberhentian dengan waktu yang cukup lama, yakni 13 menit. Karena harus disusul 2 kereta, yaitu KA 639 Feeder KCJB dan KA 129 Papandayan yang berpapasan di Stasiun Ciroyom.
• Stasiun Cilame
Di stasiun kecil ini meski KA Commuter Line Garut diwajibkan berhenti untuk naik dan turun penumpang, namun juga bersilang dengan KA 102 Harina (Surabaya Pasarturi-Bandung). Lama berhenti di Stasiun Cilame adalah 8 menit.
• Stasiun Sasaksaat
Pemberhentian selama 9 menit di stasiun ini juga harus bersilang dengan rangkaian KA 142F Parahyangan Fakultatif (berjalan pada hari-hari tertentu). Meski begitu, jika tepat waktu KA Commuter Line Garut harus berangkat sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
• Stasiun Plered
Disinilah rangkaian sesama KA Commuter Line Garut bertemu baik dari Garut maupun dari Purwakarta. Namun yang harus mengalah lebih lama adalah rangkaian dari arah Garut menuju Purwakarta dengan pemberhentian selama 11 menit, karena rangkaian ini lebih dulu datang di Stasiun Plered.

Stasiun Karangsari yang merupakan stasiun kecil di kawasan Garut, Jawa Barat

Itulah beberapa stasiun-stasiun yang harus mengalah dengan kereta api jarak jauh jika kita menggunakan KA Commuter Line Garut. Dan saat ini KA tersebut sudah berhenti di Stasiun Ciroyom padahal sebelumnya pada Gapeka 2023, KA tersebut tidak berhenti di Stasiun Ciroyom.

“Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta

 

Sah! Uji Lintas KRL Buatan INKA Akan Dilakukan Lintas Solo-Yogyakarta

Pabrik kereta api asal Madiun, PT INKA ini kembali menyelesaikan satu rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) terbaru untuk komuter di Jabodetabek. Pembuatan rangkaian kereta yang mampu beroperasi dengan menempuh kecepatan maksimal 100 km/jam ini, bekerja sama dengan pabrikan asal Jepang. Rencana total penyelesaian sepenuhnya yang dibuat sebanyak 16 rangkaian kereta baru yang akan dibuat PT INKA.

Menurut kabar dari berbagai sumber, rencana juga ada 6 trainset yang akan dibuat PT INKA di Madiun dan 10 trainset akan dibuat di Banyuwangi. Untuk sistem penggeraknya PT INKA menggandeng Toyo Denki, sementara sistem pengeremannya menggunakan teknologi yang dikembangkan oleh Nabtesco. 10 rangkaian kereta tersebut nantinya akan menggunakan suku cadang yang dibuat oleh perusahan lokal.

Sebelumnya kereta-kereta itu menjalani FAT atau Factory Acceptance Test pada 10 hingga 12 Maret 2025 di Inka Madiun. Pengujian dimulai dengan melakukan setting parameter dan dilanjutkan commissioning test (uji pengoperasian) untuk memenuhi parameter uji sarana KRL.

Selain itu uji coba tersebut untuk mengetahui sejauh mana kelayakan fasilitas yang tersedia di dalam kereta saat kereta berjalan. Setelah dicoba dengan matang, akhirnya rangkaian KRL ini pun dikirim ke wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Uji Coba nantinya akan dilakukan di jalur Solo Balapan-Yogyakarta. Jalur tersebut dipilih karena paling dekat dengan jalur menuju Stasiun Madiun serta KRL bisa dipacu dengan kecepatan penuh maksimal 120 km/jam. Rencananya ujicoba akan dilakukan beberapa hari kedepan untuk mengecek kecepatan, keandalan dan saat pengereman dilakukan.

Proses langsir rangkaian KRL dari INKA ke emplasemen Stasiun Madiun. (Foto: Tangkapan Layar Youtube.com/Faiz Andhika Pradana

Pengiriman dilakukan menggunakan stamformasi 1 lokomotif, 8 KRL INKA. 3 kereta bandul ini dikirim pada siang hari dari Madiun menuju Solo. Perjalanan selama sekitar 2 jam dengan jarak kurang lebih 130 kilometer ini menempuh kecepatan rata-rata 45 km/jam. Saat diperjalanan ada jalur yang dilewati rangkaian ini berada di posisi yang tidak seharusnya (jalur kiri/sepur salah). Alasan melewati jalur kiri guna menghindari jembatan yang memiliki atap rendah.

Mengingat kejadian/peristiwa yang telah terjadi di jalur Semarang-Solo dimana rangkaian kiriman KRL untuk kesiapan armada Daop 6 Yogyakarta mengalami insiden hancurnya kotak pendingin udara dibagian atas setelah melewati jembatan dengan atap rendah.

Pengiriman akan dijalankan 2 tahap, tahap pertama dikirim pada Minggu, 16 Maret 2025 sebanyak 6 unit kereta kemudian tahap kedua juga 6 unit kereta pada Senin, tanggal 17 Maret 2025. Informasi yang didapat setelah rangkaian KRL semua tiba di tujuan, kemudian kedua rangkaian ini akan disambung (couple) menjadi 1 set yang terdiri dari 12 kereta.

Dikabarkan bahwa total trainset yang telah dipesan dari INKA untuk kebutuhan KRL Jabodetabek sebanyak 16 trainset. Setelah dilakukannya tes uji lintas di jalur Solo-Yogyakarta, selanjutnya akan diuji coba di lintas Jabodetabek. Setelahnya, INKA menjadwalkan akan mengadakan uji pertama di lintas Jabodetabek sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar,Tata Cara Pengujian, dan Sertifikasi Kelaikan Kereta Api Kecepatan Normal dengan Penggerak Sendiri. Hal itu sebagai persyaratan mutlak kelayakan sarana KRL untuk beroperasi dalam melayani masyarakat.

Teken Kerja Sama, KAI Commuter dan INKA Siap Pengadaan 16 Rangkaian KRL Untuk Operasi 2024

Vietnam Airlines Jadi Maskapai Pertama di Asia Tenggara yang Buka Penerbangan Langsung ke Rusia

Vietnam Airlines bakal menjadi maskapai pertama di Asia Tenggara yang akan membuka jalur penerbangan langsung ke Rusia. Vietnam Airlines belum lama ini telah mengumumkan perluasan rute internasional yang signifikan, memperkuat kehadiran globalnya pada tahun 2025.

Flag carrier Vietnam ini akan melanjutkan layanan Hanoi-Moskow, Rusia setelah tiga tahun berhenti, selain memperkenalkan rute baru ke Bandara Internasional Beijing Daxing, dan meluncurkan penerbangan langsung ke Denpasar, Bali.

Langkah-langkah ini menyoroti komitmen Vietnam Airlines untuk meningkatkan konektivitas, meningkatkan pariwisata, dan membina hubungan ekonomi.

Vietnam Airlines akan membuka kembali penerbangan langsung antara Hanoi (HAN) dan Moscow Sheremetyevo (SVO) pada 8 Mei 2024, setelah menangguhkan rute tersebut pada Maret 2022 karena konflik Rusia-Ukraina.

Bukan Sekedar Urusan Transportasi Warga, Ini Alasan Moskow Punya Tujuh Bandara

Pada awalnya, maskapai akan mengoperasikan dua penerbangan mingguan pada hari Selasa dan Kamis, dengan rencana untuk meningkatkan frekuensi menjadi tiga penerbangan mingguan pada Juli 2026.

Rusia tetap menjadi pasar pariwisata yang penting bagi Vietnam, dengan 220.000 penumpang yang bepergian antara kedua negara pada tahun 2024—lebih dari dua kali lipat angka tahun 2023 tetapi masih hanya 26% dari tingkat pra-pandemi yang tercatat pada tahun 2019.

Koneksi Hanoi-Moskow yang dipulihkan diharapkan dapat membantu pemulihan sektor pariwisata sekaligus memfasilitasi hubungan perdagangan dan budaya.

Selain itu, Vietnam Airlines bermaksud memperluas jejak internasionalnya dengan meluncurkan atau melanjutkan 15 rute ke destinasi termasuk Italia, Rusia, Denmark, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, dan UEA.

Vietnam Airlines juga akan memperkenalkan penerbangan langsung antara Kota Ho Chi Minh (SGN) dan Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS) Denpasar, Bali, mulai 1 Juni 2025.

Awalnya, rute ini akan beroperasi empat kali seminggu (Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu), dan akan ditingkatkan menjadi layanan harian pada Juli 2025. Penerbangan ini akan dilakukan dengan menggunakan pesawat Airbus A321.

Mulai 9 April, Rusia Buka Akses Penerbangan ke 52 Negara Sahabat, Indonesia Termasuk?

3 Daerah di Jalur Pantura yang Patut Dikunjungi Sebelum ke Kampung Halaman

Mudik Lebaran bukan cuma perjalanan pulang kampung untuk bertemu danak saudara. Tetapi juga untuk menikmati indahnya pemandangan alam dan biasanya ini terbentang di jalur yang dilalui para pemudik.

Seperti Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) yang menjadi rute favorit untuk perjalan menuju kampung halaman. Pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi hingga ke ujung timur Pulau Jawa bisa menikmati berbagai keindahan alam di Jalur Pantura.

Selain itu juga bisa menikmati kuliner khas daerah yang dilintasi. Bahkan, bisa menikmati tempat-tempat wisata sebelum akhirnya nanti tiba di kampung halaman.

Ada beberapa daerah yang bisa menjadi pilihan pemudik untuk beristirahat dan menikmati kuliner serta destinasinya. Penasaran kota mana saja yang bisa dikunjungi? yuk simak di Bawah ini.

1. Waduk Jatiluhur di Purwakarta
Siapa yang tak kenal dengan waduk yang satu ini sih. Waduk yang dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ini memiliki pemandangan yang indah dan suasana yang tenang sehingga bisa merilekskan pikiran. Selain itu juga dilengkapi dengan tempat rekreasi air. Jadi, kalau melewati Purwakarta, Waduk Jatiluhur bisa jadi tempat bersantai sebelum melanjutkan perjalanan. Pemudik juga bisa memancing dan ikannya bisa dibakar untuk disantap Bersama dengan keluarga.

2. Alun-alun Tegal
Alun-alun Kota Tegal adalah salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal dan gratis. Sehingga alun-alun ini menjadi tempat favorit masyarakat Tegal untuk berwisata malam. Jadi, pemudik yang tiba di kota ini sore atau malam hari bisa berhenti sejenak menikmati keramaian di alun-alun Tegal. Anak-Anak bisa bermain, dan orang tua bisa bersantai dipadang rumput. Kalau mampir ke alun-alun, jangan lupa coba sate blengong atau teh poci gula batu yang jadi khas Tegal.

3. Kota Lama Semarang
Siapa sih yang tak kenal dengan tempat wisata satu ini. Ya, Kota Lama Semarang menjadi pilihan tepat untuk beristirahat pemudik sebelum melanjutkan perjalanan. Di sini, banyak spot foto dengan latar belakang bangunan masa penjajahan kolonial atau bisa dibilang arsitekturnya gaya klasik Belanda. Tak lupa menikmati kopi atau kudapan ringan di kafe vintagenya.

Nah, selain tempat di atas, apakah ada daerah lain di Jalur Pantura yang bisa disinggahi untuk pemberhantian sebelum tiba di kampung halaman?

Inilah Rumah Makan Favorit Khas Bus AKAP di Sepanjang Pantura

Momen Libur Lebaran, KCIC Jual Tiket H-25 Keberangkatan

Libur idul Fitri tidak hanya dinikmati umat Islam, tetapi bagi umat agama lain, ini menjadi hari yang bisa dimanfaatkan untuk liburan. Salah satu destinasi yang kerap kali menjadi tujuan karena cukup dekat dengan Ibukota Jakarta adalah Bandung.

Apalagi saat ini sudah dimudahkan dan bisa dinikmati dengan perjalanan singkat dengan menggunakan Whoosh. Adanya momen libur Lebaran, KCIC resmi memperpanjang masa penjualan tiket Whoosh yang bisa dipesan lebih awal sejak H-25 keberangkatan.

Sehingga, masyarakat yang ingin bepergian di bulan April 2025, sudah bisa membeli tiket keberangkatannya. Inovasi ini dilakukan KCIC untuk memberikan fleksibilitas dan kenyamanan bagi para penumpang dalam menentukan jadwal perjalanan mereka.

Pada hari biasanya, KCIC hanya menjual tiket keberangkatan Whoosh H-14 sebelum keberangkatan. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa tren pembelian tiket Whoosh menunjukkan sekitar 85 persen penumpang membeli tiket pada hari keberangkatan.

Oleh karena itu pada momen libur lebaran ini masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan melakukan pembelian tiket secara online untuk menghindari resiko kehabisan tiket serta agar perjalanan lebih lancar dan nyaman.

“Masyarakat yang melakukan pembelian dihari yang sama dengan jadwal keberangkatan agar memperhatikan bahwa pembelian tiket Whoosh secara online dapat dilakukan hingga 30 menit sebelum keberangkatan melalui kanal online. Untuk pembelian secara offline dapat dilakukan di loket dan vending machine stasiun hingga 15 menit sebelum keberangkatan”, ujar Eva.

“KCIC mendorong masyarakat untuk membeli tiket lebih awal dan memanfaatkan kanal online agar terhindar dari antrean di stasiun. Dengan pembelian online, penumpang mendapatkan kepastian tempat duduk dan dapat lebih santai saat tiba di stasiun,” tambahnya.

Selain itu dikatakan Eva, khusus untuk transaksi melalui aplikasi Whoosh dan website ticket.kcic.co.id, tersedia kemudahan refund dan reschedule secara online, sehingga perjalanan menjadi lebih fleksibel.

Dengan adanya kemudahan dalam pemesanan tiket ini, diharapkan masyarakat dapat lebih nyaman dalam merencanakan perjalanan mudik Lebaran bersama Whoosh. Dengan kecepatan dan ketepatan waktu Whoosh, mudik menjadi lebih efisien dan menyenangkan bagi seluruh pelanggan.

Sambut Libur Imlek, KCIC Siapkan 173.000 Kursi dan Luncurkan Kartu Langganan Whoosh Edisi Tahun Ular

Yuk Disimak, Ini yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Kita Naik Kereta Api

Kereta api menjadi salah satu moda transportasi jalur darat yang banyak digunakan masyarakat. Tak hanya cepat dan aman, kereta api menawarkan tarif beragam mulai dari yang ekonomis hingga premium. Saat kita melakukan perjalanan dengan kereta api tentu saja ada fasilitas yang dimanjakan kepada penumpangnya. Selain menikmati fasilitas yang tersedia selama naik kereta api, ada pula larangan-larang yang tentu tidak boleh dilakukan. Kira-kira apa saja sih yang tidak boleh dilakukan saat naik kereta api, berikut rangkumannya:

1. Turun Tidak Sesuai Tiket Kereta
Sebelum membeli tiket pastinya ada pilihan dari arah mana dan menuju kemana kita turun. Nah, saat memilih rute pastikan bahwa jika turun di stasiun tujuan harus sesuai yang tertera di tiket. Namun ada pula yang diperbolehkan saat naik dan turun di stasiun yang tidak sesuai pada tiket. Sebagai contoh, jika penumpang menggunakan KA Taksaka dengan rute yang tertera di tiket Gambir-Yogyakarta, namun turun di stasiun Kutoarjo, itu masih diperbolehkan. Lalu jika penumpang naik dari Stasiun Cirebon sedangkan tiket dari Stasiun Gambir, itu juga masih diperbolehkan.

Yang tidak diperbolehkan adalah penumpang tak diperbolehkan jika hendak naik dari stasiun yang posisinya sebelum stasiun keberangkatan yang tertera di tiket. Misalkan penumpang menggunakan KA Taksaka rute yang tertera di tiket adalah Cirebon-Kutoarjo, tapi ingin naik dari Stasiun Gambir dan turun di Stasiun Yogyakarta, dengan tentu tidak diperbolehkan. Nantinya kondektur akan memperingatkan kepada penumpang tersebut dihimbau untuk turun di stasiun berikutnya.

2. Duduk atau Tidur di Lantai Kereta
Hal ini dulu sering terjadi pada saat melakukan perjalanan kereta api dengan fasilitas dan minim keamanan serta kenyamanan. Namun saat ini kereta api membuat terobosan yang lebih baik kepada penumpangnya saat melakukan perjalanan. Terutama kenyamanan saat penumpang duduk sesuai dengan kursi yang tertera pada tiket. Tidur di lantai-lantai kereta jelas tidak diperbolehkan saat penumpang berada selama perjalanan, terlebih saat berada di bordes (pintu) kereta saat kereta berjalan, karena area bordes bukan untuk penumpang.

3. Membawa Sepeda Selain Sepeda Lipat
Meskipun jarang penumpang melakukan ini, namun aturan di kereta api tetap tertera dan informasinya yang akurat. Penumpang kereta api diizinkan membawa sepeda, namun harus sepeda yang bisa dilipat. Alasan ini dikeluarkan agar tidak mengganggu kenyaman penumpang lainnya. Mayoritas penumpang yang membawa sepeda biasanya pekerja yang menggunakan KRL Komuter.

4. Membawa Barang/Obat-obatan Terlarang dan Makanan Bau Menyengat
Aturan yang satu ini memang sangat diperhatikan dan sangat vital bagi penumpang lainnya. Membawa barang-barang terlarang seperti senjata tajam atau senjata api, sangatlah tidak diperbolehkan. Tak hanya senjata, obat-obatan terlarang seperti narkoba atau obat yang tidak dianjurkan dokter pun tidak diperbolehkan. Bahkan jika penumpang membawanya, konsekuensi yang didapat adalah pihak KAI akan segera membawa ke pihak yang berwajib dan mendapat hukuman berat.

Selain itu membawa makanan yang memiliki aroma bau yang menyengat pun tidak dianjurkan untuk dibawa kedalam kereta api. Tak semua penumpang menyukai aroma-aroma yang berlebih di kereta api. Selain aromanya yang menyengat, kondisi interior kereta saat ini sudah memiliki fasilitas pendingin ruangan. Tentu saja aroma tersebut lebih mudah tersebar dengan cepat.

5. Barang Bawaan Melebihi Batas Ketentuan
PT KAI telah memberikan himbauan kepada seluruh penumpang untuk selalu mengingatkan agar membawa barang bawaan tidak melebihi kapasitas maksimal 20 kg per penumpang. Volume maksimumnya 100 dm3 dengan dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm. Jika penumpang kedapatan membawa melebihi kapasitas, KAI tak segan menginformasikan untuk dikenakan biaya tambahan, berikut adalah daftar tarif tambahannya:
1. Kereta Api Kelas Eksekutif: Rp10.000,-/kg
2. Kereta Api Kelas Bisnis: Rp6000,-/kg
3. Kereta Api Kelas Ekonomi: Rp2000,-/kg

6. Penggunaan Stop Kontak yang Tidak Boleh Berlebihan
Semakin dimudahkannya penumpang dengan fasilitas yang sangat digunakan oleh penumpang. Ya, stop kontak yang berada di setiap kursi, memudahkan penumpang untuk mengisi daya alat-alat elektronik. Namun, ketentuan penggunaan stop kontak ini tidak boleh berlebihan. Aturan dai PT KAI sendiri penggunaan stop kontak hanya diperbolehkan untuk mengisi ponsel, laptop, tablet atau perangkat lainnya dengan daya watt yang kecil. Penumpang tidak diperbolehkan menggunakan stop kontak untuk barang-barang yang memiliki daya listrik besar. Beberapa contohnya hair dryer, catokan rambut, penanak nasi, dan power bank.

7. Dilarang Merokok atau Vaping di Atas Kereta
Ini yang paling banyak dilakukan oleh penumpang yang terbiasa dengan rokok. Peraturan larangan merokok ini berlaku saat menggunakan kereta api. Baik diatas kereta api saat berjalan, di bordes, maupun di toilet. Aturan merokok hanya diperbolehkan saat kereta berhenti di stasiun dan posisi penumpang berada di lantai peron stasiun. Kondektur dan petugas keamanan kereta pun tak segan menegur penumpang jika ada yang melanggar atau kedapatan merokok di luar peraturan KAI.

Nah, demikianlah 7 larangan saat naik kereta api. Semoga dengan adanya peraturan tersebut, perjalanan jadi lebih aman, nyaman dan kondusif. Dan peraturan ini sudah disahkan oleh PT KAI yang berlaku kepada penumpang termasuk kru didalamnya.

Mudik ke Jogja dan Surabaya? Bus Sinar Jaya Bisa Jadi Pilihan

Bus masih menjadi salah satu moda transportasi favorit untuk mudik Lebaran. Selain tarifnya terjangkau, berbagai fasilitas premium pun hadir melengkapi perjalanan para penumpangnya.

Seperti salah satunya perusahaan otobus (PO) Sinar Jaya yang masih memberikan Harga ramah kantong pemudik. Rute populer po bus yang satu ini adalah dari Jakarta ke Surabaya atau sebaliknya.

Tarif tiketnya pun cukup murah yakni dari Rp330 ribu hingga Rp505 ribu dengan jadwal keberangkatan pukul 07.00 dan 19.00 WIB. Perjalanan ini cukup memakan Waktu kurang lebih 12 jam perjalanan.

untuk rute favorit lainnya dari Sinar jaya adalah Jakarta menuju ke Yogyakarta. Tarifnya pun cukup terjangkau dari Rp180 ribu hingga Rp370 ribu dengan keberangkatan pukul 07.00 dan 19.30 WIB.

Meski memberikan tarif yang cukup ramah kantong, Sinar Jaya menggunakan bus double decker untuk perjalanannya dan sudah melengkapi diri dengan fasilitas yang memadai bagi penumpang yang akan mudik. Memiliki kursi atas Bawah dengan total 50 seat, dengan pembagian 38 kursi bagian atas dan 12 di bagian bawah.

Sinar Jaya memiliki posisi kursi 2-2 reclining seat yang dilengkapi Arm Rest & Leg Rest untuk kenyamanan penumpang. Menghadirkan kesan sedikit mewah dengan seat cover kombinasi fabric dan vinyl, Sinar Jaya juga dilengkapi dengan Audio Video On Demand di setiap kursi penumpangnya.

Dilengkapi tempat penyimpanan barang-barang penumpang, untuk bagian kabin atasa ada rak dan ruang koper di bagian bawah. Toilet juga berada di bawah. Selain itu juga ada kompartmen dengan model buka tutup pakai pneumatic system pada bagian kiri, manual system pada bagian kanan.

Pintu keluar masuk penumpang model swing dengan pneumatic system. Lengkap dengan kamera cctv di bagian depan & belakang ruang penumpang.

Untuk memesan tike bus Sinar Jaya, Anda bisa memesan melalui Red Bus dengan membuka situs https://www.redbus.id. Kemudian pilih kota keberangkatan dan tujuan, masukkan tanggal perjalanan (jika pp, tambahkan tanggal kepulangan).

Cari bus dan pilih Sinar Jaya, tentukan jadwal keberangkatan yang sesuai. Kemudian ikuti proses hingga pembayaran.

Sedangkan melalui Tiket.com, bisa menggunakan aplikasi atau masuk ke situsnya tiket.com. Pilih opsi Bus&Travel, lalu masukkan kota keberangkatan dan tujuan.

Jangan lupa pilih tanggal keberangkatan dan kepulangan, lalu pilih bus Sinar Jaya. Pilih jadwal yang sesuai dan selesaikan proses pembayaran untuk menyelesaikan pemesanan tiket.

PO Sinar Jaya, Tawarkan Kenyamanan dengan Harga Bersahabat