Lokomotif CC201 – Lokomotif Tua yang Masih Diandalkan PT KAI, Ini Faktanya!

Usia lokomotif ini bisa dibilang cukup tua karena sudah melewati masa produktif yakni lebih dari 30 tahun. Tapi soal kehandalannya melewati medan sulit seluruh jalur kereta api di Indonesia membuatnya masih tetap dipercaya membawa kereta penumpang dari kelas ekonomi hingga eksekutif. Tak hanya itu, lokomotif CC201 ini bahkan masih mampu menarik rangkaian kereta barang. Hingga kini lokomotif bertenaga diesel ini mendominasi di jalur kereta api Indonesia.

Lokomotif yang sebagian besar telah bercat putih ini memiliki bobot yang sangat ringan tetapi mempunyai tenaga yang cukup handal yakni 1950 hp hingga bisa lari dengan kecepatan 120 km/jam.

Hal ini didukung dengan performa mesinnya berjenis GE7FDLB keluaran pabrik General Elektrik (GE), Amerika Serikat. Lokomotif yang mempunyai ciri bentuk hidung menonjol atau hidung kotak ini dipesan oleh Indonesia dalam 3 tahap yakni tahun 1976, 1984, 1992 dengan 92 unit. Lokomotif ini tersebar di hampir semua Depo Lokomotif milik PT Kereta Api yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.

Di negara asalnya, Amerika Serikat, lokomotif ini bernama U-18C dengan 2 bogie yang masing-masing mempunya 3 gandar atau 6 traksi motor sehingga bersifat multiguna dan dapat dipergunakan di jalur datar maupun pegunungan.

Khusus untuk kereta barang misalnya lokomotif ini dipercaya mengangkut beban hingga 900 ton atau 15-20 gerbong barang. Sedangkan untuk kereta penumpang lokomotif CC201 ini pun sebenarnya bisa membawa 8-12 kereta untuk sekali jalannya. Untuk rangkaian lebih panjang, kini sudah tergantikan dengan lokomotif CC206 yang menggunakan tenaga lebih besar.

Bukannya tanpa kendala, dalam perjalanan karirnya lokomotif yang mempunyai sistem teknologi DC-DC ini terkadang bermasalah yang disebabkan oleh berbagai kecelakaan maupun peristiwa lain. Akan tetapi setelah semua diperbaiki oleh Balai Yasa Yogyakarta, permasalahan pun dapat diatasi. Sehingga lokomotif ini dapat beroperasi kembali di jalurnya masing-masing.

Sebagian lokomotif yang mempunyai nama plat CC201 ternyata tak seluruhnya asli. Ada beberapa lokomotif yang kenyataannya berasal dari BB203, hal ini dikarenakan hampir semua komponennya mirip dengan CC201. Perbedaannya hanya terletak di susunan gandarnya yang mempunyai 6 gandar tetapi hanya 4 gandar yang digerakkan oleh Motor Traksi.

Untuk membedakan mana CC201 yang merupakan rebuilt dari BB203, PT KAI menandakannya dengan menambahkan huruf ‘R’ dibelakang nomer seri lokomotif. Salah satu contohnya CC201 99 01R.

PT KAI Hadirkan Livery 38 Tahun Lalu Pada Lokomotif Seri CC201

Lokomotif CC201 juga ada yang dimodifikasi menjadi seri CC204. Namun bentuk fisiknya tetap seperti semula. Hanya terdapat perubahan karena dilengkapi dengan sistem komputer dan lampu kabut di bawah hidungnya. Lokomotif CC201 yang telah dimodifikasi ini antara lain:

1. CC201 03 menjadi CC204 03 01
2. CC201 11 menjadi CC204 03 02
3. CC201 16 menjadi CC204 03 03
4. CC201 37 menjadi CC204 03 04
5. CC201 32 menjadi CC204 03 05
6. CC201 06 menjadi CC204 03 06
7. CC201 12 menjadi CC204 03 07

 

Jewel of the Seas Siap Memulai Petualangan Eksotis di Amerika Latin Pada 2026

Pada pertengahan tahun 2026 mendatang, kapal pesiar mewah Jewel of the Seas dari Royal Caribbean International akan memulai pelayaran epiknya menjelajahi keindahan Amerika Latin. Pelayaran ini menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para wisatawan yang ingin menikmati pesona alam, budaya, dan sejarah benua Amerika Latin yang kaya. Menurut pemberitaan, kapal kelas Radiance ini akan menawarkan 2 titik keberangkatan: Kolombia dan Panama antara Mei 2026 dan April 2027.

Baca Juga: Lima Kali Lebih Besar dari Titanic, Inilah Profil Icon of the Seas – Kapal Pesiar Terbesar di Dunia

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Jewel of the Seas akan menawarkan pelayaran tujuh malam ke Karibia Selatan. Rencana perjalanan tersebut mencakup kunjungan ke berbagai destinasi, seperti Oranjestad di Aruba, Kralendijk di Bonaire, dan Willemstad di Curaçao.

Wakil presiden asosiasi untuk Amerika Latin dan Karibia di Royal Caribbean International, Itzel Valdés mengatakan bahwa pihaknya sangat antusias dalam menghadirkan kembali pengalaman liburan terbaik ke pasar Amerika Latin dengan petualangan ke Karibia Selatan yang berangkat dari Kolombia dan Panama.

“Selama musim ini (pertengahan tahun 2026) dan perjalanannya (berangkat) dari Kolombia dan Panama, Jewel akan merayakan kekayaan budaya Latin dengan cita rasa, musik, dan aktivitas yang menonjolkan identitas kami,” ujar Itzel. “Ini menegaskan kembali komitmen berkelanjutan Royal Caribbean terhadap pasar lokal.” sambungnya.

Jewel of the Seas

Salah satu kolam renang di Jewel of the Seas. Sumber: istimewa

Seperti yang sudah disinggung di atas, Jewel of the Seas adalah kapal pesiar kelas Radiance yang dioperasikan oleh Royal Caribbean International. Dikenal dengan desainnya yang elegan dan pencahayaan alami yang melimpah, kapal ini menawarkan pengalaman pelayaran yang tak terlupakan bagi para penumpangnya.

Kapal dengan 90.090 GT (Gross Tonnage) ini memiliki panjang sekitar 293 meter dan lebar kurang lebih 32,2 meter, dengan Draf 8,1 meter serta 12 dek penumpang. Dengan sepsifikasi tersebut, Jewel of the Seas mampu menampung hingga 2.501 penumpang dengan jumlah awak kapal mencapai 842 orang.

Jewel of the Seas dirancang untuk memberikan kenyamanan dan hiburan maksimal bagi para penumpangnya. Beberapa fitur dan fasilitas unggulannya seperti pilihan kabin yang nyaman dan mewah (mulai dari kabin interior hingga suite dengan balkon pribadi), restoran dan bar, teater utama yang menampilkan pertunjukan kelas dunia, kasino, area perbelanjaan, hingga kolam renang, pusat kebugaran, spa, lapangan golf mini serta area bermain anak-anak.

Salah satu sudut di Jewel of the Seas. Sumber: istimewa

Salah satu ciri khas Jewel of the Seas adalah desainnya yang memaksimalkan pencahayaan alami. Jendela-jendela besar dan atap kaca di beberapa area menciptakan suasana yang terang dan lapang. Kapal ini juga dilengkapi dengan berbagai karya seni yang menambah kesan elegan dan mewah.

Jewel of the Seas menawarkan kombinasi sempurna antara kemewahan, kenyamanan, dan hiburan. Kapal ini cocok bagi Anda yang mencari pengalaman pelayaran yang santai dan menyenangkan, dengan kesempatan untuk menjelajahi berbagai destinasi menarik di seluruh dunia.

Auckland Akan Jadi Tuan Rumah Peluncuran Kapal Hidrofoil Listrik Termurakhir Milik Candela

Kenali Lebih Dekat Klasifikasi Kelas Royal Caribbean International

Sebagai salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia, Royal Caribbean International memiliki berbagai penawaran pengalaman pesiar yang sulit untuk ditandingi. Jika Anda membaca artikel-artikel sebelumnya yang terkait dengan Royal Caribbean, Anda akan menemukan klasifikasi kelas dari kapal pesiar yang bernaung di bawahnya. Nah, kira-kira apa saja kelas kapal pesiar yang dimiliki oleh Royal Caribbean International? Berikut KabarPenumpang.com sarikan kelas-kelas kapal pesiar yang ada di Royal Caribbean International, dihimpun dari berbagai laman sumber.

Baca Juga: Lima Kali Lebih Besar dari Titanic, Inilah Profil Icon of the Seas – Kapal Pesiar Terbesar di Dunia

Kelas Oasis

Oasis of the Seas. Sumber: wikipedia

Kelas ini memegang rekor sebagai kapal pesiar terbesar di dunia. Kapal-kapal yang tergabung ke dalam kelas Oasis ini menawarkan beragam hiburan, restoran, dan aktivitas yang tak ada habisnya, termasuk taman sentral yang rimbun, teater akuatik, dan berbagai pilihan tempat makan.

Adapun contoh kapal dari kelas ini adalah Oasis of the Seas, Allure of the Seas, Harmony of the Seas, Symphony of the Seas, Wonder of the Seas dan Utopia of the Seas.

Kelas Quantum

Anthem of the Seas. Sumber: istimewa

Kelas Quantum dikenal dengan inovasi teknologi terdepan, seperti North Star, kapsul observasi yang membawa penumpang ke ketinggian untuk pemandangan 360 derajat, dan SeaPlex, ruang olahraga dan hiburan dalam ruangan yang serbaguna.

Kapal-kapal seperti Quantum of the Seas, Anthem of the Seas, Ovation of the Seas, Spectrum of the Seas, Odyssey of the Seas ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang modern dan interaktif.

Kelas Icon

Icon of the Seas. Sumber: istimewa

Bisa dibilang, ini adalah kelas kapal terbaru dari Royal Caribbean, yang menampilkan inovasi terbaru dalam desain dan teknologi kapal pesiar. Adalah Icon of the Seas, kapal yang masuk ke dalam kelas ini di mana Icon of the Seas memperkenalkan berbagai inovasi, termasuk taman air terbesar di laut, dengan enam seluncuran air yang memacu adrenalin.

Kapal ini juga menampilkan “AquaDome”, sebuah ruang hiburan yang menakjubkan dengan pertunjukan air yang memukau.

Kelas Freedom

Freedom of the Seas. Sumber: wikipedia

Kapal-kapal seperti Freedom of the Seas, Liberty of the Seas serta Independence of the Seas yang masuk ke dalam Kelas Freedom ini menawarkan kombinasi sempurna antara hiburan dan relaksasi, dengan fasilitas seperti FlowRider, simulator selancar, dan arena seluncur es.

Kapal-kapal ini ideal untuk keluarga dan wisatawan yang mencari petualangan yang menyenangkan.

Kelas Voyager

Voyager of the Seas. Sumber: istimewa

Kapal Kelas Voyager menampilkan Royal Promenade, jalan setapak dalam ruangan yang ramai dengan toko-toko, restoran, dan hiburan. Kapal-kapal seperti Voyager of the Seas, Explorer of the Seas, Adventure of the Seas, Navigator of the Seas dan Mariner of the Seas ini menawarkan berbagai pilihan tempat makan dan belanja, serta hiburan malam yang meriah.

Kelas Radiance

Jewel of the Seas. Sumber: istimewa

Kapal Kelas Radiance ini dirancang untuk pelayaran jarak jauh dan menawarkan pemandangan laut yang spektakuler melalui jendela kaca yang besar.

Kapal-kapal seperti Radiance of the Seas, Brilliance of the Seas, Serenade of the Seas hingga Jewel of the Seas ideal untuk wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi eksotis.

Kelas Vision

Grandeur of the Seas. Sumber: wikipedia

Kelas Vision menawarkan pengalaman pesiar yang lebih intim dan sering kali melakukan perjalanan ke destinasi yang lebih terpencil. Kapal-kapal ini cocok untuk wisatawan yang mencari suasana yang lebih santai dan pribadi.

Adapun contoh kapal yang masuk ke dalam Kelas Vision adalah Grandeur of the Seas, Rhapsody of the Seas, Enchantment of the Seas, Vision of the Seas.

Dengan banyaknya pilihan kelas kapal yang ada di Royal Caribbean, menandakan bahwa perusahaan terus berinovasi dan mengembangkan kelas kapal baru untuk memberikan pengalaman pesiar yang tak terlupakan bagi para penumpangnya. Dengan berbagai pilihan kelas kapal, setiap wisatawan dapat menemukan kapal yang sesuai dengan preferensi dan anggaran mereka.

Lagi, Pulau Dewata ‘Kedatangan’ Kapal Pesiar Mewah yang Angkut Ribuan Wisatawan Mancanegara

Terungkap! Ternyata Ini Alasan Pelaku yang Membakar Kereta di Yogyakarta

Kebakaran hebat yang menghanguskan 3 unit kereta di Yogyakarta ternyata ada titik terang. Sebanyak 3 unit kereta yang terbakar merupakan kereta penumpang berbahan stainless steel yang sedang dalam kondisi stabling atau parkir sebelum disiapkan untuk keberangkatan. Kebakaran yang terjadi pada pagi hari pukul 06.44 WIB kemarin hingga memgerahkan 4 mobil pemadam kebakaran. Pemadaman berhasil dilakukan hingga pukul 07.30 WIB lalu diberi garis polisi untuk melanjutkan penyelidikan.

Dari kabar yang beredar pada Kamis (13/3) adanya titik terang setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan secara detail. Akhirnya polisi berhasil mengungkap kasus pembakaran tiga kereta tersebut . Pelaku yang masih berusia remaja dikabarkan bahwa seorang penyandang disabilitas sensorik (tidak bisa bicara) berusia remaja yakni 17 tahun berinisial warga Jakarta. Dari hasil pengungkapan tersangka kepada kepolisian dengan dibantu oleh juru bahasa isyarat mengungkapkan bahwa motif pembakaran tersebut terungkap, ternyata motif pelaku ini adalah dendam terhadap PT Kereta Api Indonesia.

Alasan si pelaku yang menerangkan kepada juru isyarat bahwa pelaku ini mengaku telah bermasalah dengan KAI sebanyak sembilan kali. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Fx Endriadi kepada media menambahkan bahwa pelaku sering kali naik kereta api tanpa tiket sejak tahun 2023 hingga 2024, sehingga beberapa kali diturunkan dari kereta. Dan menimbulkan efek sakit hati pada dirinya.

“Keterangan dari beberapa kepala stasiun, saat kejadian itu si pelaku sering diturunkan di stasiun tanpa bertiket. Setiap kali ketahuan, pasti selalu diturunkan”, tambahnya.

Remaja yang dikabarkan tanpa pekerjaan dan tidak memiliki tempat tinggal ini akhirnya melampiaskan dengan membakar 3 unit kereta masing-masing unit 1 kelas ekonomi dan 2 kelas eksekutif. Setelah kejadian yang tidak diduga tersebut, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari laboratorium forensik agar memperkuat bukti kuat. Sedangkan pelaku sekaligus menjadi tersangka akan dijerat Undang-Undang Kereta Api yang berlaku akibat pembakaran ini.

Sebelumnya akibat kejadian tersebut, keterlambatan kereta api pun terjadi pada KA 43 Taksaka, keberangkatan dari stasiun Yogyakarta pada pukul 07.30 WIB. Namun karena adanya insiden tersebut, rangkaian tidak bisa dilangsir akibat sterilisasi untuk memudahkan pemadaman. Namun akibat kejadian kemarin, pihak KAI kembali memastikan pada setiap kereta yang akan diberangkatkan selalu melalui proses perawatan dan pembersihan sebelum digunakan.

Kebakaran Melahap Rangkaian Kereta di Stasiun Yogyakarta, Ternyata Disini Titik Apinya

Cuaca Ekstrem, Ini Tips Aman Bagi Pengemudi Bus dan Truk di Malam Hari

Kendaraan yang beroperasi hingga malam seperti bus dan truk wajib berhati-hati, karena angka kecelakaan kendaraan berat masih tinggi. Apalagi Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang berlangsung dari 11 hingga 20 Maret 2025 mendatang.

Pasalnya, mengemudi pada malam hari memiliki tantangan tersendiri bagi pengemudi bus dan truk yang bertanggung jawab pada keselamatan penumpang dan barang yang mereka bawa. Dengan cuaca ekstrem, maka pengemudi harus lebih memperhatikan kondisi aspal yang licin dan jarak pandang yang terbatas saat hujan malam hari dan membutuhkan perhatian yang ekstra.

KabarPenumpang.com memiliki beberapa tips aman bagi pengemudi bus dan truk saat membawa penumpang malam hari dan kondisi cuaca ekstrem. Yuk simak tipsnya.

Mengurangi kecepatan
Dalam kondisi hujan, mengurangi kecepatan kendaraan akan lebih baik. Ini karena jalan yang licin bila kecepatan tinggi bisa mengurangi daya cengkram ban. Sehingga pengemudi disarankan menurunkan kecepatan 20 persen dari batas kecepatan yang berlaku di tol dan tak melebihi 50-60 km per jam. Selain itu, menurunkan kecepatan mengemudi juga memberikan kontrol kemudi yang lebih baik dan Waktu lebih untuk bereaksi bila terjadi sesuatu.

Jaga jarak aman
Pastikan selalu enjaga jarak yang aman dari kendaraan lainnya. Karena saat hujan dan jalanan yang licin, dapat memperpanjang jarak pengereman. Sedangkan keterbatasan visibilitas membuat reaksi terhadap kondisi darurat menjadi lebih lambat. Dengan memastikan jarak aman, ini juga mengurangi risiko kecelakaan.

Gunakan lampu utama
Pastikan lampu utama kendaraan menyala untuk meningkatkan visibilitas di jalan. Stop lamp juga harus berfungsi dengan baik agar kendaraan di belakang dapat melihat saat Anda memperlambat atau berhenti. Namun, hindari penggunaan lampu sorot yang terlalu terang agar tidak membuat silau pengendara di depan.

Hindari genangan air
Saat hujan di malam hari, genangan air di jalan bisa menjadi jebakan tak terduga bagi pengemudi truk dan bus. Air yang tampak dangkal mungkin menyembunyikan lubang atau permukaan jalan yang licin, berisiko membuat kendaraan kehilangan kendali. Menghindari genangan bukan hanya soal menjaga truk tetap stabil, tetapi juga mencegah risiko aquaplaning yang bisa membuat roda kehilangan cengkeraman.

Simak Imbauan ASDP Indonesia Ferry Kepada Calon Penumpang di Tengah Cuaca Ekstrem

Jangan Terobos! Selalu Utamakan Keselamatan Lalu Lintas Saat di Perlintasan Kereta Api

Beberapa hari lalu media dikejutkan oleh tampilan video yang membuat gempar masyarakat. Dimana KA 167 Kertanegara tertemper sebuah truk di perlintasan antara Stasiun Kras-Ngadiluwih pada Senin (10/3). Rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan suasana mencekam sesaat sebelum kecelakaan terjadi.

Salah satu warga yang menyaksikan kejadian sempat meneriaki sopir truk agar berhenti, namun terlambat. Truk tetap melaju ke rel, tepat ketika kereta melintas dengan kecepatan tinggi. Kerasnya tabrakan hingga membuat lokomotif CC2039502 yang menghela KA 167 Kertanegara ringsek. Asisten masinis dikabarkan terjepit kabin yang ringsek sementara masinis dilaporkan selamat dengan luka di bagian kaki. Sementara di truk terdapat pemberitaan yang simpang siur. Hal ini karena ada informasi yang mengatakan terdapat korban jiwa dari pihak truk, namun ada juga yang mengatakan supir dan kernet truk hanya luka-luka.

Saat dilokasi truk yang membawa muatan pupuk Phonska seberat 10 ton ringsek dan pupuk tercecer di sisi kiri dan kanan rel. Evakuasi truk menggunakan mobil derek dilakukan karena kendaraan dalam kondisi rusak berat dan tidak bisa dikendarai lagi. Sementara itu, kereta api berhenti sekitar 500 meter dari lokasi titik awal kecelakaan sehingga mengalami gangguan operasional akibat roda yang keluar dari jalur rel. Akibatnya kereta tersendat dan mengalami keterlambatan perjalanan.

Korban sopir truk atas nama Dafiq Ainul Fatoni (51), warga Kecamatan Wates, mengalami luka-luka bersama penumpangnya Saiful (46), warga Kecamatan Pesantren. Kemudian sang masinis Mas Arif Syaifudin (33) dan asisten masinis Muchammad Dhofir (36), keduanya bertugas dari wilayah DAOP VIII Surabaya, juga mengalami cedera akibat benturan keras.

Keadaan lokomotif pasca ditemper sebuah truk di perlintasan tanpa palang pintu di Kediri, Jawa Timur (Foto: Dok. Istimewa)

Disaat yang bersamaan bertepatan hari yang sama pula, insiden di perlintasan juga terjadi tepatnya di perlintasan Rejotangan. KA 149 Singosari relasi Blitar-Pasar Senen bertabrakan dengan mobil di perlintasan di petak antara Blitar dengan Rejotangan pada pukul 17.10 WIB. Bagian cowcatcher lokomotif mengalami kerusakan hingga hampir menyentuh rel. Sementara mobil yang terlibat tabrakan mengalami kerusakan parah hingga terguling. Akibat peristiwa ini, KA 149 Singosari pun mengalami keterlambatan.

Dari kedua informasi insiden kecelakaan di perlintasan tersebut, pihak dari KAI dan Kementerian Perhubungan selalu menghimbau untuk waspada dalam berkendara. Terlebih lagi saat melintasi perlintasan, baik yang berpalang pintu maupun yang tidak berpalang. Banyaknya pengendara yang ceroboh saat melintasi perlintasan resmi alias berpalang pintu.

Mereka seenaknya saja menerobos palang pintu KA yang telah tertutup. Kalau dihitung dengan waktu, penutupan palang dengan datangnya kereta api, tak lebih dari 5 menit. Jika kondisi kemacetan disekitaran palang pintu sudah terlanjur, para pengendara berusaha untuk bersabar akan lewatnya kereta api terlebih dahulu.

Sebelumnya ada beberapa palang pintu menggunakan sirine khusus yang berupa himbauan tertib berlalu lintas. Himbauan tersebut berbunyi: “Mohon perhatian bagi pengguna jalan raya. Perlu kami beritahukan bahwa sesuai undang-undang No. 23 Tahun 2007 tentang perkerataapian bahwa setiap pemakai jalan raya yang hendak melintasi jalur kereta api, wajib mendahulukan lewatnya kereta api.

Jumlah Perlintasan Sebidang Liar di Indonesia, Tembus Angka 4.000!

Palang pintu perlintasan bukan alat pengamanan utama dan bukan merupakan rambu lalu lintas, tetapi hanya alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Untuk itu berhati-hatilah setiap akan melewati perlintasan kereta api. Dilokasi lain masih banyak perlintasan yang tidak dijaga dan tidak berpintu. Oleh sebab itu patuhilah rambu-rambu lalu lintas yang ada.

Dengan mematuhi peraturan lalu lintas berarti Anda telah berusaha menyelamatkan diri sendiri, keluarga, dan rekan-rekan Anda dari bahaya kecelakaan. Sampai saat ini telah banyak korban meninggal dunia sia-sia karena kelalalian dan ketidakdisiplinan ketika melewati pintu perlintasan kereta api. Terima kasih atas kedisiplinan Anda dalam berlalu lintas. Semoga selamat ditempat tujuan.”

Keadaan truk saat akan menerobos palang pintu KA (Foto: Dok. Istimewa)

Bagaimana jika melintas diperlintasan tidak berpintu? Nah, cara ini mungkin bisa diterapkan sekaligus diikuti bagi pengendara yang belum mengetahui sistem ini. Diluar negara Indonesia, justru sudah banyak edukasi tentang keselamatan lalu lintas saat melewati perlintasan kereta api, bahkan tak berpalang pintu sekalipun.

Mereka menerapkan sistem “Stop, Look, and Listen”, yang artinya “Berhenti, Lihat dan Dengarkan.” Saat mau bertemu perlintasan kereta api, usahakan untuk berhenti terlebih dulu. Kemudian lihat sekeliling kiri-kanan-kiri atau sebaliknya, lalu mendengarkan apakah ada deru suara kereta api atau klakson dari kereta api yang berbunyi dari kejauhan.

Sistem tersebut sebenarnya bisa kita terapkan di perlintasan tak berpalang pintu dan tak dijaga. Berusaha untuk berhenti terlebih dulu, kemudian tengok kiri-kanan-kiri lalu dengarkan kemudian jika dirasa tidak ada kereta api, boleh jalan. Jika berada didalam mobil, berusaha untuk membuka kaca mobil agar penglihatan lebih luas.

Hindari menggunakan musik dengan headset yang membuat pendengaran tidak sempurna dan tidak fokus saat berkendara. Dengan sistem tersebut, keselamatan dalam mengendarai kendaran saat melintas di perlintasan kereta api pastinya akan membawa dampak keamanan yang dimulai dari diri masing-masing.

Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Indian Railways Adopsi Teknologi Satelit

Akuisisi Asiana, Korean Air Tampilkan Corak dan Logo Baru

Korean Air memulai transformasi untuk menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar di Asia, menyusul akuisisi senilai US$1,3 miliar terhadap pesaingnya, Asiana.

Inti dari misi ini adalah corak pesawat baru dan merek perusahaan yang diluncurkan malam ini di acara gala yang diadakan di hanggar kantor pusat maskapai di Seoul. Corak baru Korean Air mempertahankan warna khas biru langitnya, meskipun sekarang dalam nuansa yang sedikit lebih gelap dan menggunakan cat yang baru dikembangkan untuk efek metalik.

Transisi ke warna putih dilakukan melalui lengkungan halus dan mengalir yang menyapu sepanjang badan pesawat “untuk tampilan yang lebih halus dan kontemporer.” Tulisan nama maskapai direduksi dari ‘Korean Air’ menjadi hanya ‘Korea’ dengan font yang lebih besar dan lebih berani yang terinspirasi oleh sapuan kuas.

Sama-sama Maskapai Nasional Negeri K-Pop, Tapi Mengapa Korean Air Lebih ‘Dikenal’ Ketimbang Asiana Airlines

Simbol Taegeuk yang didesain ulang pada bagian ekor menghilangkan kesan ‘Pepsi’ dan menggunakan satu warna, serta digambar dengan garis-garis yang lebih organik agar “selaras dengan tren merek minimalis modern dan global,” kata maskapai tersebut.

Walter Cho, Chairman dan CEO Korean Air, mengatakan bahwa “Korean Air yang bersatu” – yang lahir dari integrasi Asiana Airlines – berarti “peran kami sebagai maskapai penerbangan utama Korea telah tumbuh lebih signifikan.”

Identitas perusahaan baru akan “diperkenalkan secara bertahap” di seluruh corak pesawat, layanan dalam pesawat, lounge, dan titik interaksi pelanggan utama.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, suite kelas utama pribadi akan bergabung dengan kelas bisnis Prestige Suites 2.0 dan ekonomi premium baru pada pengiriman jet Airbus A350, Boeing 777, dan Boeing 787 yang akan datang.

Korean Air telah berkolaborasi dengan Chef Seakyeong Kim, pemilik Cesta di Seoul, untuk menyusun pilihan eksklusif “hidangan yang terinspirasi dari santapan lezat” yang menyajikan bahan-bahan musiman dan teknik kuliner inovatif untuk menghadirkan pengalaman bersantap lezat di udara.

Pilihan makanan kelas ekonomi juga telah diperluas melampaui bibimbap sapi tradisional dengan menyertakan bibimbap salmon dan gurita goreng pedas dengan daging babi.

Mencerminkan tren kuliner global, menunya kini menyajikan hidangan seperti pad thai tahu, tumis terong pedas, dan pasta rosé, yang memberikan variasi lebih banyak bagi penumpang.

Untuk melengkapi pengalaman bersantap yang lebih mewah, Korean Air telah bermitra dengan merek-merek mewah untuk peralatan makan premiumnya.

Penumpang kelas satu akan bersantap dengan porselen Bernardaud dengan peralatan makan Christofle dan gelas Riedel, sementara kelas Prestige akan menyajikan peralatan makan dan gelas Armani/Casa.

Untuk kenyamanan yang lebih baik, perlengkapan tempat tidur kelas satu akan menggunakan bahan-bahan premium dari merek mewah Italia Frette, disertai dengan kasur Air Coil yang inovatif dari Eco World.

Penumpang kelas satu juga akan menerima pakaian santai Frette untuk pengalaman yang lebih santai selama penerbangan. Perlengkapan fasilitas kelas bisnis baru Korean Air merupakan hasil kolaborasi dengan merek mewah Inggris Graff.

Asiana dan Korean Air Merger, Komisi Penerbangan Eropa Kebakaran Jenggot

 

Ini Jarak yang Dibutuhkan Kereta Api Saat Berhenti

Seperti diketahui bahwa kecepatan kereta api kali ini menyentuh angka maksimal 120 km/jam. Angka tersebut merupakan rata-rata yang dimunculkan pada Gapeka 2025. Terdapat daerah tertentu yang bisa mempercepat laju pada kecepatan tersebut terutama dijalur yang mendatar.

Tapi kereta api pun membutuhkan jarak saat mengerem jika ingin memasuki stasiun perhentian atau bahkan melihat semboyan/sinyal yang memungkinkan kereta api harus berhenti. Kira-kira berapa, ya kereta api memerlukan jarak saat ingin berhenti? Nah, ternyata Kereta api memerlukan jarak tertentu untuk berhenti setelah mengerem dari kecepatan normalnya. Direktur Keselamatan dan Keamanan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Sandry Pasambuna mengatakan, kereta api yang tengah melaju pada jalurnya membutuhkan jarak 500 meter untuk benar-benar bisa berhenti.

Biasanya karena bobot kereta yang dapat mencapai ribuan ton memerlukan energi yang besar agar dapat menghentikan lajunya. Makin panjang dan berat rangkaiannya, jarak yang dibutuhkan kereta api untuk dapat benar-benar berhenti akan semakin panjang. Di Indonesia, rata-rata satu rangkaian KA penumpang terdiri dari delapan sampai 12 kereta (gerbong) dengan bobot mencapai 600 ton. Bobot tersebut belum termasuk penumpang dan barang bawaannya. Dengan kondisi tersebut, maka akan dibutuhkan energi yang besar untuk membuat rangkaian KA berhenti.

Kemudian pada sistem pengereman. Pengereman yang dipakai pada KA saat ini menggunakan jenis rem udara. Cara kerjanya adalah dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman terjadi. Saat masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara tadi akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda dan membuat friksi pada roda. Friksi ini yang akan membuat kereta berhenti. Walaupun kereta telah dilengkapi rem darurat, rem ini tetap tidak bisa berhenti mendadak. Rem ini hanya menghasilkan lebih banyak energi dan tekanan udara yang lebih besar, untuk menghentikan kereta lebih cepat.

Dikutip dari akun Instagram resmi KAI, simulasi jarak yang dibutuhkan KA untuk berhenti, sebagai berikut:
1. 45 km/jam membutuhkan jarak 132 meter untuk berhenti
2. 50 km/jam membutuhkan jarak 157 meter untuk berhenti
3. 60 km/jam membutuhkan jarak 221 meter untuk berhenti
4. 70 km/jam membutuhkan jarak 336 meter untuk berhenti
5. 80 km/jam membutuhkan jarak 379 meter untuk berhenti
6. 90 km/jam membutuhkan jarak 480 meter untuk berhenti
7. 100 km/jam membutuhkan jarak 505 meter untuk berhenti
8. 110 km/jam membutuhkan jarak 750 meter untuk berhenti
9. 120 km/jam membutuhkan jarak 860 meter untuk berhenti

Adapun mekanisme yang mengurangi tekanan udara di kereta api, akan memaksa rem mengunci dengan roda. Jika tekanan dilepaskan secara tiba-tiba akan menyebabkan pengereman yang tidak seragam, sehingga rem bekerja lebih dulu dari titik keluarnya udara. Akibatnya, pengereman yang tidak seragam bisa menyebabkan kereta dan gerbong tergelincir, terseret, atau terguling.

Ada Bau Tak Sedap di Kereta Api Saat Pengereman? Ini Penjelasannya

Pecah! Demo Ojol Tuntut Kenaikan Tarif di Makassar Bikin Lumpuh Perjalanan

Lagi, ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan aksi demonstrasi mereka di depan kantor Gubernur. Mereka menuntut aplikator untuk merealisasikan Surak Keputusan (SK) Gubernur Sulsel Nomor 2559/XII/Tahun 2022 tentang kenaikan tarif ojek online.

Dirangkum dari berbagai laman sumber, pada demo tersebut, massa membawa perangkat aksi berupa mobil komando dan pengeras suara. Tak hanya itu, mereka juga membakar ban di tengah jalan.

“Mohon maaf perjalanan anda terganggu, kami menuntut hak driver online yang dirampas oleh aplikator,” tulis mereka dalam spanduk yang dibentangkan di tengah jalan dengan tagar #Gerobak.

Massa ojol ini juga memblokade jalan dari jalan Urip Sumoharjo menuju Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar dan sebaliknya. Sehingga arus lalu lintas menuju arah Jalan Perintis lumpuh total karena adanya demo ojol besar-besaran.

Kemacetan karena demo ini pun mengular hingga satu kilometer dan kendaraan tidak bisa melintas sama sekali.

“Kami datang di sini menuntut keadilan kami sebagai driver,” teriak seorang orator di atas mobil pikap.

Dalam orasinya, salah satu perwakilan demonstran, Takdir, menyatakan bahwa semua aplikator telah menandatangani berita acara untuk menjalankan SK Gubernur Sulsel terkait kenaikan tarif, yang seharusnya mulai berlaku sejak 27 Februari 2025.

Namun, hingga kini, kebijakan tersebut belum diterapkan.

“Poin utamanya yang dibawa di aksi kali ini adalah pengimplementasian SK Gubernur 2559. Kami meminta Pemprov Sulsel tegas terhadap aplikator terkait tarif sesuai keputusan yang telah disepakati. Jika aplikator tidak menjalankannya, maka sangat merugikan kami sebagai driver,” tegas Takdir.

Dalam SK tersebut, tarif batas bawah ojek online ditetapkan sebesar Rp5.444,22 per kilometer dari sebelumnya Rp3.700 per kilometer. Sementara tarif batas atas naik 15 persen menjadi Rp7.485,84 per kilometer, dari sebelumnya Rp6.500 per kilometer.

Tak hanya menuntut kenaikan tarif, para pengemudi ini juga mendesak agar Kepala Dinas Perhubungan Sulsel dicopot dari jabatannya. Mereka menilai Dishub Sulsel kurang tegas dalam mengawasi pelaksanaan regulasi tarif oleh aplikator.

Aksi ini diperkirakan akan berlanjut hingga malam hari, dengan massa berencana bertahan di depan Kantor Gubernur Sulsel hingga Gubernur Andi Sudirman Sulaiman (ASS) menemui mereka.

Pendapatan Ojek Online Melonjak Saat Libur Lebaran, Ini Skema Tarif dan Bonusnya

Auckland Akan Jadi Tuan Rumah Peluncuran Kapal Hidrofoil Listrik Termurakhir Milik Candela

Auckland akan menjadi tuan rumah peluncuran perdana Candela C-8 di Selandia Baru, kapal hidrofoil listrik terlaris di dunia. Candela C-8 juga akan menjadi kapal hidrofoil pertama di Selandia Baru, di mana kapal feri berkontribusi signifikan terhadap emisi transportasi Auckland—sesuatu yang dapat dikurangi dengan teknologi dari Candela.

Baca Juga: Moda Transportasi Laut Selandia Baru Mulai ‘Berdayakan’ Kapal Listrik yang Ramah Lingkungan

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman marinebusinessnews.com.au, Candela C-8 dinilai sebagai kapal hidrofoil listrik tercepat, dengan jangkauan terjauh, paling senyap, dan paling efisien di pasaran. Candela C-8 akan memulai debutnya di Selandia Baru pada Auckland Boat Show, yang dibawa ke negara tersebut dengan menggunakan Carbon Yachts.

Sebagai ‘pemimpin global’ di sektor kapal hidrofoil listrik, Candela yang berpusat di Stockholm telah mengirimkan lebih dari 100 kapal, terhitung sejak tahun 2016 silam. C-8 dipuji sebagai ‘game changer’ berkat sistem hidrofoilnya yang inovatif, yang mampu mengangkat lambung kapal di atas air, mengurangi konsumsi energi hingga 80% sekaligus memungkinkan kapal merengkuh jarak jauh dengan kecepatan tinggi.

C-8 telah mencetak banyak rekor dunia, termasuk penyeberangan internasional pertama dengan kapal listrik dan jarak terjauh yang ditempuh oleh kapal listrik dalam satu hari—423 mil laut atau yang setara 784 kilometer. Menurut laman sumber, Candela juga akan mengirimkan kapal feri hidrofoil listrik pertama di Selandia Baru, Candela P-12 – yang sudah beroperasi di Stockholm.

‘Terbang di atas ombak’, kapal ini menawarkan perjalanan yang benar-benar senyap, berkat motor Candela C-POD yang sepenuhnya terendam dan berpenggerak langsung. Kapal ini beroperasi tanpa transmisi mekanis, sehingga bebas perawatan sekaligus menghilangkan kebutuhan akan oli atau cairan pendingin. Inti dari kapal ini adalah Flight Controller, sistem digital yang menggunakan berbagai sensor canggih untuk menjaga ketinggian, kemiringan dan memastikan perjalanan yang stabil bahkan di tengah terpaan ombak dan angin.

“Ini adalah pengalaman yang tiada duanya. Mirip dengan perjalanan di atas karpet ajaib—senyap, mulus, dan stabil. Karena kapal tidak bergoyang atau terguncang, Anda tidak akan mabuk laut,” kata Gustav Hasselskog, CEO dan pendiri Candela.

Candela P-12. Sumber: istimewa

Seperti yang diumumkan pada tahun 2024 silam, perusahaan listrik Selandia Baru, Meridian akan menerima pengiriman Candela P-12, yang diperkenalkan tahun lalu.

P-12 berkapasitas 30 penumpang ini sudah beroperasi di sistem transportasi umum Stockholm, dan telah meraih kesuksesan besar, memangkas waktu perjalanan hingga setengahnya dengan kecepatan jelajah 25 knot. Sejauh ini, P-12 telah menunjukkan pengurangan emisi karbon dioksida sebesar 95% per kilometer penumpang dibandingkan dengan feri konvensional.

Dirancang untuk transportasi massal yang efisien, P-12 juga menawarkan kemudahan saat penumpang hendak naik ke atas kapal berkat jalur haluan yang lebar. Dengan kata lain, kapal ini juga ramah terhadap penyandang disabilitas (pengguna kursi roda).

Jaringan feri Auckland memainkan peran penting dalam sistem transportasi umum kota, dan seiring dengan semakin parahnya kemacetan di jalan raya, kebutuhan akan alternatif transportasi yang cepat, efisien, dan berkelanjutan tidak pernah bertumbuh sebesar ini. Namun, meskipun hanya mengangkut 6% penumpang, feri saat ini menyumbang 20% ​​emisi transportasi umum, mengonsumsi hingga 13 juta liter solar per tahun. Terlebih, feri konvensional tidak hanya boros karbon tetapi juga mahal untuk dioperasikan dan dirawat, sehingga membatasi kelayakan perluasan transportasi air.

“Kami yakin P-12 memiliki potensi besar untuk transportasi di Auckland, itulah sebabnya kami gembira memamerkan teknologi kami di sini,” kata Gustav Hasselskog.

Siap-Siap! Maldives Akan Punya Kapal Feri Tenaga Surya Pertama Pada April Mendatang