Sebagai salah satu urat nadi transportasi di Indonesia bagian Timur, penambahan armada kapal ferry untuk menunjang mobilitas penumpang & barang agaknya lumrah dilakukan. Seperti halnya yang dilakukan oleh ASDP, di mana baru-baru ini, merelokasi salah satu armadanya yang semula beroperasi di pulau Jawa ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari siaran pers, adalah KMP Kalibodri yang semula beroperasi di Cabang Jepara kini melayani lintasan Kupang – Rote. Kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang dibangun pada 2008 di Galangan PT Daya Radar Utama ini mulai beroperasi pada Selasa (4/3) kemarin dengan membawa peningkatan kapasitas angkut dan kenyamanan bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi laut.
“Dengan hadirnya KMP Kalibodri, kami ingin memastikan perjalanan masyarakat lebih lancar, distribusi barang lebih efisien, dan konektivitas antarwilayah semakin kuat. Ini bukan sekadar soal transportasi, tetapi juga upaya ASDP dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujar Shelvy Arifin selaku Corporate Secretary ASDP.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Kupang, Partogi Tamba menambahkan bahwa peningkatan kapasitas ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat NTT.
“Kupang dan sekitarnya sangat bergantung pada layanan kapal ferry untuk mobilitas, perdagangan, dan pengiriman barang. Dengan kapasitas yang lebih besar, KMP Kalibodri dapat mengakomodasi lebih banyak penumpang dan kendaraan, mengurangi antrean panjang, serta mempercepat distribusi logistik, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar,” jelasnya.
KMP Kalibodri. Sumber: istimewa
Diketahui, KMP Kalibodri memiliki bobot 2.129 GT dengan kapasitas angkut yang lebih besar dibandingkan kapal sebelumnya, KMP Ranaka. Kapal ini mampu mengangkut hingga 18 truk, 6 trailer berukuran 40 kaki, serta 10 kendaraan kecil, dengan daya tampung 390 penumpang. Dengan kecepatan layanan mencapai 10 knot, waktu tempuh perjalanan juga menjadi lebih efisien.
Selain kapasitas yang lebih besar, KMP Kalibodri juga menawarkan kenyamanan lebih bagi penumpang. Kapal ini dilengkapi dengan ruang ekonomi ber-AC dengan reclining seat, ruang bisnis berkonsep tatami, serta fasilitas mushola dan lavatory yang lebih modern dan bersih, menjamin perjalanan laut yang lebih nyaman bagi pengguna jasa.
Sebelum dialokasikan ke Cabang Kupang, KMP Kalibodri sebelumnya sempat melayani lintasan Merak – Bakauheni, kemudian dipindahkan ke Cabang Jepara untuk rute Kendal – Kumai. Kini, kapal ini resmi beroperasi di NTT dengan melayani beberapa lintasan utama, di antaranya:
* Kupang – Rote
* Kupang – Aimere – Waingapu
* Kupang – Larantuka
* Kupang – Kalabahi
* Kupang – Sabu
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) bersiap untuk melayani angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 H. Periode angkutan lebaran PELNI akan dimulai pada 16 Maret hingga 16 April 2025. Pada Lebaran tahun ini, PELNI berencana untuk mengoperasikan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, total kapasitas angkut untuk 25 kapal penumpang sebanyak 48.323 seat dan 11.889 seat untuk 30 kapal perintis, sehingga gabungan kapasitas kapal penumpang dan perintis mencapai 60.212 seat untuk Lebaran 2025.
Direktur Utama PELNI Tri Andayani mengatakan, PELNI di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan RI berkomitmen untuk menghadirkan angkutan lebaran yang aman dan prima. “Kami telah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk memastikan kelancaran operasional selama periode mudik Lebaran. Seluruh kapal PELNI juga telah menjalani perawatan rutin dan intensif untuk memastikan kondisi prima serta keamanan maksimal selama operasional mudik,” ujar Tri.
Adapun Tri memprediksi puncak arus mudik kapal PELNI akan terjadi pada 26 Maret 2025, sementara puncak arus balik diproyeksikan terjadi pada 7 April 2025. Untuk pelabuhan dengan keberangkatan terpadat, diprediksi akan terjadi di Makassar dan Balikpapan dengan estimasi penumpang mencapai 35 ribu hingga 47 ribu orang. Pelabuhan keberangkatan terpadat juga akan terjadi di Ambon, Bau-Bau dan Batam. Sementara itu, lima pelabuhan kedatangan terpadat diperkirakan terjadi di Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Ambon dan Balikpapan.
PELNI juga memproyeksikan total penumpang kapal pada Lebaran 2025 mencapai 644 ribu orang atau naik 0,4% dari realisasi periode Lebaran 2024 yang mencapai 620 ribu orang. Kenaikan kecil ini disebabkan karena KM Umsini yang sudah tidak beroperasi sejak Juni 2024.
“Untuk meningkatkan kenyamanan, PELNI juga menghadirkan fasilitas dan layanan terbaru di kapal penumpang, seperti layanan TV channel dan wifi komersial. Kami berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penumpang selama periode Lebaran,” tambah Tri.
Dari sisi keselamatan, PELNI menyediakan alat keselamatan lengkap untuk 25 kapal penumpang, meliputi 216 lifeboat, 1.716 life-raft, 70.671 life-jacket, 376 life-buoy dan 26 MES dengan total kapasitas untuk 67.892 orang. Sementara untuk 30 kapal perintis, tersedia 84 lifeboat, 600 life-raft, 16.253 life-jacket dan 307 life-buoy yang mampu menampung 19.438 orang. Fasilitas ini memastikan keamanan penumpang selama perjalanan mudik dan balik Lebaran.
Airbus Helicopters telah memperkenalkan helikopter H140 di pameran industri pesawat angkat vertikal VERTICON di Dallas, Texas. Helikopter multi-misi ini meningkatkan standar dalam kategori helikopter ringan bermesin ganda, dalam hal kinerja, efektivitas biaya, serta kenyamanan penumpang dan awak.
H140 adalah helikopter kelas 3 ton yang melengkapi helikopter ringan kembar yang ditawarkan Airbus Helicopters saat ini untuk layanan medis darurat, transportasi penumpang, serta pasar penerbangan pribadi dan bisnis. Helikopter ini direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2028 untuk segmen layanan medis darurat.
Airbus Helicopters mempresentasikan model skala penuh dalam konfigurasi layanan medis darurat di VERTICON. H140 dilengkapi dengan berbagai inovasi, termasuk boom ekor berbentuk T baru dengan Fenestron yang dioptimalkan yang mengurangi tingkat kebisingan, rotor utama tanpa bantalan lima bilah, dan mesin baru yang bertenaga. Helikopter ini juga dilengkapi dengan ruang kabin yang lebih besar, jendela besar, dan tata letak kabin yang dioptimalkan yang dapat menampung hingga enam penumpang dengan nyaman.
Dirancang dengan mempertimbangkan aksesibilitas, berkat pintu clamshell yang besar dan boom ekor yang tinggi, kemampuan pemuatan belakang H140 memungkinkan penggunaan berbagai jenis sistem tandu termasuk yang perawatan intensif dan inkubator transportasi sementara pintu gesernya yang besar memudahkan akses ke kabin.
H140, yang ditenagai oleh mesin Safran Arrius 2E 700 shp, menawarkan muatan/jangkauan terbaik di kelasnya. Kedua mesin helikopter tersebut dikelola oleh sistem kontrol mesin digital otoritas penuh (FADEC) dua saluran, yang menjamin tingkat kinerja yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam operasi semua mesin yang beroperasi (AEO) dan cadangan daya yang cukup besar dalam skenario satu mesin tidak beroperasi (OEI).
H140 baru juga dilengkapi sistem rotor lima bilah yang sama yang diperkenalkan pada H145 pada tahun 2019. Desain rotor utama tanpa bantalan menyederhanakan perawatan, meningkatkan kemudahan servis dan keandalan, serta memberikan tingkat kenyamanan tertinggi bagi penumpang dan awak.
Operator H140 akan mendapatkan keuntungan dari rencana perawatan yang dioptimalkan yang menyelaraskan jadwal perawatan rangka pesawat dan mesin serta memungkinkan interval yang lebih lama antara inspeksi, sehingga mengurangi biaya pengoperasian dan perawatan helikopter.
Airbus Helicopters akan memiliki empat prototipe khusus, dengan pesawat pertama telah menjalani uji terbang di Donauwörth, Jerman. H140 akan dilengkapi Helionix, sistem avionik Airbus Helicopters yang juga melengkapi H135, H145, H160, dan H175. Helionix, selain autopilot 4 sumbu, menawarkan tata letak kokpit yang inovatif untuk meningkatkan kewaspadaan situasional, mengurangi beban kerja pilot, dan meningkatkan keselamatan selama misi.
Jakarta memiliki bus sekolah gratis yang bisa digunakan oleh semua pelajar dan memiliki rute dari berbagai wilayah di Ibukota. Sedangkan di Pekanbaru, Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) ongkosnya digratiskan bagi para pelajar.
Hal ini merupakan kebijakan yang dibuat oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho pada Selasa (11/3/2025) dan diterapkan untu seterusnya. Untuk menikmati ongkos gratis ini, para pelajar hanya menunjukkan kartu pelajar atau menggunakan seragam sekolah mereka.
“Kita gratiskan Bus Trans Metro Pekanbaru, khusus untuk anak-anak kita SD, SMP, dan SMA. Jadi gratis tidak perlu bayar lagi,” kata Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, yang dikutip dari lama resmi Pekanbaru.go.id.
Dia berharap, kebijakan ini dapat meringankan beban masyarakat Pekanbaru. Di mana orangtua tidak lagi perlu memberi ongkos transportasi Anak ke sekolah.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik, upaya pemberian tarif gratis bagi pelajar juga untuk megajak masyarakat menggunakan transportasi umum.
Kepala UPT Pelayanan Trans Pekanbaru Sarwono mengatakan, bahwa kebijakan ini merupakan salah satu upaya Pemkot Pekanbaru untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik dan memberikan kemudahan bagi pelajar.
Sarwono menambahkan bahwa berdasarkan data, saat ini rata-rata pengguna Trans Metro Pekanbaru adalah sekitar 1,5 juta penumpang per tahun, dengan rata-rata 4.500 penumpang per hari. Dari jumlah tersebut, penumpang dari kalangan pelajar berkisar antara sepuluh hingga 15 persen.
“Dengan digratiskannya Bus Trans Metro bagi pelajar, kami berharap jumlah ini akan meningkat secara signifikan,” ungkapnya.
“Dengan adanya kebijakan ini diharapkan juga akan membuat masyarakat semakin tertarik menggunakan Bus Trans Metro sehingga dapat mengurangi polusi udara dan membantu masyarakat terhadap pengeluaran rumah tangga untuk sektor transportasi,” tambahnya.
Namun, kebijakan ini juga memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku. Pelajar yang ingin menikmati layanan gratis ini harus menunjukkan kartu pelajar dan mengenakan seragam sekolah sebagai identitas.
“Kami mohon kerja sama dari para pelajar untuk mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku agar program ini dapat berjalan dengan lancar,” kata Sarwono.
Pada tanggal 5 Maret 2025, Air India Flight 126 dari Chicago ke New Delhi terpaksa kembali (return to base) ke Chicago setelah delapan dari dua belas toilet di pesawat Boeing 777-300ER tersebut menjadi tidak berfungsi. Insiden ini terjadi sekitar empat jam setelah lepas landas, dan pesawat kembali ke Chicago setelah sembilan jam penerbangan.
Penyelidikan menemukan bahwa penyebab utama adalah penyumbatan oleh kantong plastik, kain perca, dan pakaian yang dibuang ke dalam toilet.
Meskipun penyebab langsung telah diidentifikasi, yaitu pembuangan barang-barang yang tidak semestinya ke dalam toilet, fakta bahwa delapan dari dua belas toilet mengalami masalah secara bersamaan memang tidak biasa.
Biasanya, satu atau dua toilet mungkin tersumbat karena penggunaan yang tidak tepat, tetapi jumlah yang signifikan ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut.
Dikutp People.com, berikut kemungkinan lain yang menjadi penyebab masalah pada sebagian besar toilet di Air India Flight 126 tersebut.
1. Perilaku Penumpang yang Tidak Tepat
Mungkin ada beberapa penumpang yang tidak menyadari atau mengabaikan instruksi mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dibuang ke toilet pesawat.
2. Kurangnya Informasi atau Pengawasan
Mungkin kurangnya pengawasan atau informasi yang jelas kepada penumpang mengenai penggunaan toilet dapat berkontribusi pada masalah ini.
3. Masalah Teknis pada Sistem Toilet
Meskipun penyumbatan oleh benda asing adalah penyebab yang diidentifikasi, kemungkinan adanya masalah teknis atau desain pada sistem toilet pesawat yang membuatnya lebih rentan terhadap penyumbatan juga perlu dipertimbangkan.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, penting bagi maskapai untuk memberikan edukasi yang jelas kepada penumpang tentang penggunaan fasilitas di pesawat dan memastikan bahwa sistem toilet dirawat dan diperiksa secara rutin untuk mengidentifikasi dan memperbaiki potensi masalah teknis.
Bus milik perusahaan otobus (PO) Sinar Jaya gantikan operasional Damri rute dari Malioboro menuju ke Parangtritis. Pengoperasian bus milik Sinar Jaya ini setelah memenangkan lelang yang diselenggarakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) DIY.
Plt. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul, Toto Pamuji menyatakan bahwa penanggung jawab layanan ini berada di Dishub DIY.
Menurutnya, Dishub Bantul hanya membantu sosialisasi ke masyarakat.
“Terutama menjelang libur Lebaran agar bisa jadi salah satu pilihan masyarakat menuju Parangtritis,” ujarnya, Selasa (11/3/2025).
Menurut Penanggung Jawab PO Sinar Jaya Jogja, Yosafat Kertartowiguno, layanan ini menggantikan rute Damri yang sebelumnya beroperasi.
“Sinar Jaya menandatangani kontrak pada akhir Februari 2025 dan mulai mengoperasikan trayek ini sejak 10 Maret,” katanya.
Bus yang dioperasikan tersebut memiliki kapasitas 13-14 penumpang dalam sekali perjalanan. Ada tiga kali perjalanan yang dilayani dari Malioboro menuju ke Parangtritis yakni pukul 07.30 WIB, 09.30 WIB, dan 11.30 WIB.
Sedangkan arah Kembali dari Parangtritis menuju ke Malioboro juga tersedia tiga kali yakni pukul 09.00 WIB, 12.00 WIB, dan 15.00 WIB. Untuk sekali perjalanan baik dari Malioboro ke Parangtritis atau sebaliknya menghabiskan Waktu sekitar satu jam.
“Perjalanan dari Malioboro ke Parangtritis diperkirakan memakan waktu sekitar satu jam. Titik pemberhentian akhir berada di terminal dekat pantai Parangtritis,” tambah Yosafat.
Untuk tarif perjalanannya akan dikanakan Rp12 ribu per penumpang. Tiket bus bisa dibeli langsung di lokasi keberangkatan yaitu shelter bekas Damri di depan Bank Indonesia, Malioboro, Yogyakarta.
Perdana beroperasi, bus milik Sinar jaya ini terlihat sepi penumpang. Selain karena masa puasa, kemungkian juga masih masa perkenalan kepada masyarakat dengan aktifnya Kembali layanan tersebut.
“Ini sekaligus masa perkenalan agar masyarakat tahu bahwa layanan ini kembali aktif dan kini dioperasikan oleh Sinar Jaya,” jelas Yosafat.
Ke depan, jika terjadi lonjakan penumpang, pihak operator siap menambah armada.
“Kami memiliki tiga unit cadangan yang siap dioperasikan jika permintaan meningkat, terutama saat libur Lebaran nanti,” tutupnya.
Kebakaran hebat melanda rangkaian kereta kelas eksekutif dan ekonomi premium di sepur simpan Stasiun Yogyakarta pada Rabu (12/3) pukul 06.44 WIB. Kobaran api telah menghanguskan 3 unit kereta yang sedang stabling (parkir) di jalur 6 arah timur stasiun.
Masing-masing rangkaian bernomor K1 0 18 126 Depo Induk Surabaya Pasarturi, K1 0 19 21 Depo Induk Yogyakarta, dan K3 0 19 61 Depo Induk Surabaya Pasarturi. Pada saat kejadian petugas mengerahkan bala bantuan dari kru Depo Lokomotif dan Kereta Yogyakarta beserta petugas stasiun dan polisi yang langsung mengamankan sekitar.
Menghindari api merembet ke rangkaian lainnya, pihaknya telah melepas lalu mendorong rangkaian yang sempat tersambung dengan kereta yang terbakar. Dengan sekuat tenaga mereka berupaya untuk menghindari besarnya api, lalu mengerahkan personel damkar agar api cepat padam.
Api membumbung tinggi dari dalam kereta kelas eksekutif (Foto: Tangkapan Layar Video)
Pada saat api berkobar, 1 unit mobil damkar telah tiba dilokasi pada pukul 06.45 WIB. Selanjutnya menyusul empat mobil pemadam kebakaran, sehingga total terdapat lima mobil pemadam kebakaran yang menangani kejadian tersebut. Pemadaman langsung dikerahkan dan menyemprot pada bagian api yang membesar ke rangkaian eksekutif berdinding stainless steel.
Selama proses pemadaman, jalur telah tertutup sementara oleh petugas yang sedang evakuasi. Sedangkan pada pagi itu petugas pembersih kereta harus mengerjakan pencucian rangkaian pada KA Taksaka yang akan diberangkatkan pagi hari pada pukul 07.30 WIB. Namun proses pemadaman masih berjalan, dengan tentu rangkaian KA Taksaka belum bisa dilakukan pembersihan karena jalurnya masih terhalang. Tak hanya itu petugas pemeriksa jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) memeriksa dan memperbaiki jika ada gangguan pada kelistrikan akibat kebakaran tersebut.
Sekitar 1,5 jam tepatnya pukul 07.30 WIB ketiga unit kereta yang terbakar akhirnya berhasil dipadamkan. Tampak luar rangkaian kereta telah hangus di bagian pintu/bordes kereta. Sedangkan di bagian dalam api juga telah menghanguskan kursi kelas eksekutif dan beberapa fasilitas lainnya.
Sementara itu, untuk penyebab insiden kebakaran serta kerugian yang ditimbulkan masih dalam proses penelusuran. Namun sempat ada yang menyimpulkan bahwa titik api berasal dari bagian display running text serta dibawah kotak AC. Pasca insiden ini keterlambatan kereta api pun terjadi, yaitu pada KA 43 Taksaka rute Yogyakarta-Gambir yang seharusnya sudah berangkat dari Yogyakarta pada pukul 07.30 WIB.
Menjelang angkutan tambahan khususnya pada Lebaran 2025 tepatnya mulai tanggal 26 Maret nanti, rangkaian kereta api tentu saja akan menambah waktu perjalanan bahkan menambah rangkaian kereta harus dilakukan perawatan secara rutin. Memang perawatan selalu dilakukan tak hanya menghadapi libur besar guna menjaga keselamatan saat diperjalanan.
Maka dari itu, wilayah-wilayah yang memiliki bengkel alias depo atau balai yasa kereta harus selalu melakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin. Untuk menjaga performa sarana Lokomotif yang handal, dilakukan perawatan secara perodik berdasarkan masa pakai meliputi Perawatan Harian (Daily Check), Perawatan 1 Bulan (P1), Perawatan 3 Bulan (P3), Perawatan 6 Bulan (P6) dan Perawatan 12 Bulan (P12).
Setiap kategori memiliki fokus dan tingkat kedalaman pemeriksaan yang berbeda, mulai dari inspeksi dasar seperti roda, rem, dan sistem kelistrikan hingga penggantian komponen utama dan pengecatan ulang. Tujuan utamanya adalah menjaga keamanan, kenyamanan, dan keandalan rangkaian kereta selama operasional. Kereta api harus dilakukan pemeriksaan secara berkala supaya menjamin keamanan dan efisiensi pada masing-masing rangkaian. Berikut kategori perawatan pada rangkaian kereta api:
(Foto: Dok.Antara)
1. P1 (1 bulan)
Perawatan ini bersifat cepat dan fokus pada pemeriksaan visual serta uji fungsi, bertujuan untuk menjaga performa dasar kereta dan mengidentifikasi potensi masalah sebelum berkembang menjadi kerusakan serius. Jenis pemeliharaan rutin ini dilakukan setiap satu bulan sekali guna memastikan keamanan operasional sehari-hari. Fokus utamanya pada kondisi Roda yaitu dengan cara memeriksa roda atas keausan, retakan, atau kerusakan ringan yang bisa mempengaruhi stabilitas kereta.
Lalu pemeriksaan sistem rem otomatis dan rem tangan guna menjamin fungsinya optimal. Pengecekan pintu dan lampu untuk kelancaran mekanisme buka-tutup pintu serta memastikan lampu dalam kabin, lampu sinyal, dan lampu lainnya berfungsi baik. Kemudian kebersihan dan kelengkapan kereta yang penting untuk memastikan tidak ada sampah atau kotoran yang mengganggu, serta memeriksa kelengkapan alat darurat seperti pemadam api.
2. P3 (3 bulan)
Perawatan P3 dilakukan setiap tiga bulan dengan pemeriksaan lebih mendalam dibanding P1. Tujuannya adalah memastikan semua komponen utama kereta tetap dalam kondisi optimal. Seperti pada pemeriksaan rem udara, rem otomatis, dan kampas rem untuk memastikan tidak ada kebocoran atau keausan berlebih. Pengujian tekanan udara dalam sistem rem guna menjaga kinerja pengereman maksimal.
Pemeriksaan kondisi suspensi, termasuk per dan bantalan roda, untuk mengurangi getaran selama perjalanan. Mendeteksi adanya keretakan, keausan, atau kerusakan pada roda yang bisa mengganggu keseimbangan.
Sistem kelistrikan terhadap kabel, sambungan listrik, dan lampu untuk mengetahui apakah ada yang dapat menyebabkan korsleting atau kerusakan. Melakukan pemeriksaan sistem penerangan dan AC agar kinerjanya selalu optimum.
Mendeteksi adanya kerusakan secara fisik terhadap bodi dan rangka gerbong berupa retak-retak, penyok, atau karat. Mengencangkan mur dan sambungan-sambungan untuk memastikan struktur tetap kokoh.
Sistem kebersihan dan sanitasi. Memastikan sistem toilet, saluran air, dan kebersihan gerbong dalam kondisi baik tanpa sumbatan atau kebocoran.
3. P6 (6 bulan)
Perawatan P6 pada kereta api adalah perawatan berkala yang dilakukan setiap 6 tahun atau sesuai dengan jarak tempuh tertentu, tergantung dari aturan operator. Fokusnya adalah memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keandalan kereta melalui pemeriksaan menyeluruh, perbaikan, dan penggantian komponen utama.
Pengecekan kerangka, bodi, dan sambungan untuk mendeteksi keretakan atau korosi. Lalu mengevaluasi suspensi, bantalan, roda, dan sistem pengereman untuk memastikan kinerjanya optimal.
Untuk sistem kelistrikan pada perawatan 6 bulan ini memastikan lampu, kontrol, dan kabel berfungsi dengan baik. Kemudian perawatan selanjutnya mengganti bagian yang aus seperti roda, bantalan, dan rem untuk menjaga keselamatan. Dan terakhir melakukan pengecatan ulang untuk mencegah korosi dan menjaga estetika kereta.
4. P12 (12 bulan)
Perawatan P12 pada rangkaian kereta api adalah inspeksi dan pemeliharaan yang dilakukan setiap 12 bulan untuk memastikan keamanan dan keandalan operasional. Fokus utamanya adalah memastikan kondisi rangka, roda, suspensi, dan sistem rem berfungsi optimal. Kemudian memastikan sistem kelistrikan, seperti pencahayaan dan komunikasi, berfungsi baik. Membersihkan komponen dan melumasi bagian bergerak untuk mengurangi keausan. Menguji kinerja sistem keselamatan seperti rem darurat dan pintu otomatis serta mengganti bagian yang aus atau rusak sesuai standar.
Berkaca pada 3 tahun ke belakang, ASDP Indonesia Ferry berhasil mengumpulkan data terkait peak hours dan estimasi puncak arus mudik di pelabuhan. Berlandaskan data ini, diharapkan calon pemudik dapat menghindari jam-jam sibuk tersebut agar mudik lebih lancar dan tidak terjadi penumpukan di pelabuhan.
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, puncak kepadatan di Pelabuhan Merak terjadi pada H-5 hingga H-1 Lebaran. Hal ini agaknya lumrah terjadi mengingat banyak karyawan kantoran yang mungkin baru dapat jatah libur di beberapa hari sebelum Lebaran. Namun jika Anda dapat berangkat mudik lebih awal, ada baiknya untuk berangkat lebih awal guna menghindari kemacetan dan penumpukan kendaraan di beberapa titik seperti pelabuhan.
Sementara perkara jam sibuk, ASDP mencatatkan mayoritas pemudik cenderung tiba di Pelabuhan Merak pada pukul 20.00–02.00 dan 05.00–11.00, yang berpotensi menimbulkan kepadatan signifikan. Hal ini juga mungkin saja terjadi di sejumlah pelabuhan lain. “Melihat pola pergerakan pemudik tahun sebelumnya, kami akan mengoptimalkan seluruh sumber daya di momen-momen kritis untuk memastikan kelancaran operasional,” jelas Direktur Utama ASDP, Heru Widodo.
Guna menciptakan suasana mudik yang nyaman, aman dan lancar, ASDP yang berkolaborasi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan operasional pelabuhan guna menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik.
Heru menegaskan bahwa ASDP telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas, khususnya karena Lebaran tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Khususnya Pelabuhan Katapang dan Pelabuhan Gilimanuk, Pengaturan khusus akan diterapkan di dua pelabuhan tersebut untuk menghormati perayaan Nyepi.
“Pada Hari Raya Nyepi, layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk akan dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau mengatur jadwal perjalanan dengan baik untuk menghindari kendala,” ujar Heru.
Kakorlantas Polri, Brigjen Agus Suryonugroho, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik. Langkah ini mencakup jalur tol, jalan nasional, tempat wisata, pelabuhan, bandara, hingga stasiun.
“Operasi Ketupat 2025 diawali dengan survei dan pemetaan jalur-jalur utama, termasuk di kawasan penyeberangan. Kami akan merancang strategi terbaik untuk mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan pemudik berjalan lancar,” kata Agus.
Ia menjelaskan bahwa strategi seperti contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional, terutama pada puncak arus mudik di H-2 dan H-3 Lebaran. Skenario khusus juga telah disiapkan untuk lintasan utama seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, termasuk penerapan buffer zone dan sistem penundaan (delayed system) jika terjadi kepadatan ekstrem.
Diketahui, Pemerintah telah menetapkan kebijakan libur sekolah mulai 21 Maret 2025 dan work from anywhere (WFA) pada 24 Maret 2025 untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Diharapkan, kebijakan ini dapat mendistribusikan arus perjalanan sehingga tidak terkonsentrasi pada tanggal-tanggal tertentu.
Disaat kita naik kereta api ada saja lokomotif memiliki beraneka ragam warna yang unik. Tak hanya yang saat ini dikenal sebagai warna dominan yaitu putih-oranye, beberapa lokomotif pilihan pun menjadi daya tarik terutama Railfan yang mengagumi bahkan menjadi lokomotif paling favorit bagi mereka. Ya, lokomotif-lokomotif bertemakan “vintage” inilah yang menjadi andalan mereka, karena dari livery-nya yang unik dan juga flashback saat jaman tahun 80 hingga 90-an.
Sebutan vintage merupakan kata dalam bahasa Inggris yang berarti sesuatu yang sudah lama atau klasik. Kata ini bisa digunakan sebagai kata sifat atau kata benda. Lokomotif vintage ini sudah dijalankan bahkan wara wiri di jalur lintas Jawa. Rata-rata lokomotif vintage ini bernomor seri CC 201 dan CC 203.
Meski dimiliki depo induknya masing-masing, namun tak heran lokomotif livery lawas ini sudah banyak jadwal jam terbang untuk menarik rangkaian ke berbagai kota di Pulau Jawa. Bahkan ada pula yang harus “ditahan” di depo lokomotif yang bukan “rumahnya” untuk bantuan menarik rangkaian khusus atau bahkan menarik rangkaian kereta api lokal di wilayah tersebut.
Dikutip dari laman Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), kini ada enam lokomotif jalur utama yang menggunakan livery lawas dari berbagai era dan diperkenalkan ke publik sebagai lokomotif vintage livery. Selain keenam lokomotif jalur utama tersebut, tentu saja ada beberapa lokomotif dengan penggunaan terbatas untuk langsir atau backup yang juga menggunakan livery lawas. Kali ini kabarpenumpang akan mengenalkan seri-seri lokomotif mana saja yang menggunakan vintage livery, berikut rangkumannya:
1. Lokomotif CC 2018331
Lokomotif ini merupakan vintage livery pertama yang diperkenalkan pada lintas jalur kereta api di tanah Jawa. Sejatinya, Livery ini digunakan sejak jaman Djawatan Kereta Api (DKA), Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) sampai dengan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
Lokomotif CC 2018331 saat ini milik Depo Induk Semarang Poncol menjadi pilihan utama livery lawas ini. Livery lawas yang dikenakan oleh lokomotif ini adalah livery krem-hijau yang diperkenalkan oleh Djawatan Kereta Api pada tahun 1953, livery yang menandai awal era dieselisasi perkeretaapian Indonesia. Livery yang pertama kali dikenakan oleh lokomotif CC200 ini digunakan sampai 38 tahun kemudian di tahun 1991, di mana livery ini mengalami dua kali pergantian nama perusahaan dari Djawatan Kereta Api ke Perusahaan Negara Kereta Api, dan kemudian Perusahaan Jawatan Kereta Api.
(Foto: Dok. Istimewa)
2. Lokomotif CC 2018334
Masih di lingkup milik Depo Semarang Poncol, lokomotif vintage seri ini pun melanjutkan dan sebagai pelengkap dari lokomotif CC 2018331 tersebut. Menurut kabar yang beredar, pengecatan livery krem-hijau ini dilakukan secara mandiri oleh Depo Semarang Poncol, di mana sebelumnya lokomotif ini sudah terlebih dahulu menjalani perawatan 72 bulanan di Balai Yasa Yogyakarta dan keluar dengan menggunakan livery standar.
Lokomotif ini pertama kali beroperasi dengan livery lawas pada 16 Desember 2021. Perdana kedua lokomotif milik Depo Induk Semarang Poncol ini menjalankan tugasnya hanya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dengan menarik rangkaian kereta api jarak menengah saja, salah satunya KA Kaligung rute Semarang Poncol-Tegal-Cirebon Prujakan pp. dan KA Banyu Biru rute Semarang Tawang-Solo Balapan pp.
Menggunakan ornamen yang mirip dengan lokomotif CC2018331, perbedaan pada lokomotif CC2018334 adalah absennya pelat nomor depan-belakang dan bentuk abjad pada pelat nomor samping yang berbeda. Awalnya, tone warna lokomotif ini juga sedikit berbeda dengan tone warna lokomotif CC2018331. Namun tone warna ini menjadi sama setelah lokomotif ini juga menjalani perawatan 24 bulanan pada tahun 2023 silam.
(Foto: Dok. Istimewa)
3. Lokomotif CC 2019201
Tak mau ketinggalan dengan momen vintage livery era DKA sampai dengan PJKA ini, wilayah Daop 9 Jember pun turut mengganti vintage livery-nya juga pada lokomotif seri CC 201. Kehadiran lokomotif ini bertepatan dengan bulan HUT KAI ke-77 yaitu September 2022. Pada bulan tersebut, KAI pertama kali membuka open house di tiga balai yasa di Pulau Jawa yaitu Manggarai, Yogyakarta, dan Surabaya Gubeng, di mana lokomotif CC2019201 menjadi “artis” untuk vintage locomotive show pada acara open house Balai Yasa Yogyakarta. Berbeda dari kedua rekannya, lokomotif ini merupakan satu-satunya livery lawas menggunakan pendingin udara pada bagian kabin masinis.
Bagi yang awam melihat livery milik Depo Lokomotif Jember ini memang sama dengan vintage livery krem-hijau seperti miliki Depo Lokomotif Semarang Poncol, namun jika dilihat secara jeli atau detailnya posisi garis hijau kecil lebih renggang. Seperti kedua rekannya, lokomotif ini awalnya menghabiskan waktu dinasnya di wilayah Daop 9 Jember dan Daop 8 Surabaya, dengan tentu menarik rangkaian kereta lokal dan juga jarak menengah. Namun akhir-akhir ini lebih sering mampir ke wilayah Daop 1 Jakarta untuk menarik rangkaian kereta api jarak jauh. Ketepatan memilih seri Lokomotif CC 2019201 ini merupakan sejarah membuktikan bahwa lokomotif CC201 yang tiba di Indonesia tahun 1992 masih tetap dicat menggunakan livery krem-hijau oleh General Electric. Saat ke-20 lokomotif CC201 ini tiba, Perusahaan Jawatan Kereta Api telah berubah nama menjadi Perusahaan Umum Kereta Api yang juga diikuti dengan perubahan livery lokomotif dari krem-hijau menjadi merah-biru.
(Foto: instagram/@arf.ian_)
4. Lokomotif CC 2017717
Digadang-gadang sebagai “artis” Cirebon, lokomotif ini menjadi andalan para pecinta kereta api khususnya wilayah Cirebon. Lokomotif vintage livery generasi ke-4 ini merupakan salah satu lokomotif CC201 kelompok produksi pertama yang mulai beroperasi pada tahun 1977. Depo induk yang dimiliki lokomotif ini merupakan satu-satunya yang berada di wilayah Daop 3 Cirebon.
Sejatinya dahulu Depo Induk Cirebon lebih dominan memiliki seri lokomotif seri CC 201 dan rata-rata digunakan untuk menarik rangkaian KA jarak jauh dan menengah. Sayangnya, lokomotif kebanggaan dan yang paling tertua untuk seri dengan livery lawas ini tidak berkarir panjang. Insiden yang menimpa saat berdinas di wilayah Daop 2 Bandung, menjadi berita paling menyedihkan dijagat lingkup KAI. Lokomotif ini terlibat dalam tragedi Cicalengka pada 5 Januari 2024 dan mengalami kerusakan yang cukup berat. Lokomotif pun dibawa menuju Balai Yasa Yogyakarta dan hingga saat ini belum diketahui pasti apakah lokomotif ini akan diperbaiki atau karirnya sudah efektif berakhir untuk selamanya.
(Foto: Dok. IRPS)
5. Lokomotif CC 2018348
Julukan “jago kandang” sepertinya sangat cocok untuk lokomotif livery merah-biru ini. Bagaimana tidak, lokomotif milik Depo Induk Sidotopo yang berada di wilayah Daop 8 Surabaya, selalu bertengger dan dinas di area itu saja. Dinas KA Lokal menjadi keseharian lokomotif ini, bahkan hanya dinas langsir di terminal petikemas di Stasiun Kalimas.
Fyi, lokomotif seri CC 2018348 ini diresmikan dan bertepatan pada perayaan 100 tahun Depo Sidotopo pada Desember 2023. Mengganti livery merah-biru pada lokomotif ini dilakukan setelah menjalani perawatan akhir di Balai Yasa Yogyakarta. Keunikan dari lokomotif ini adalah bentuknya yang sangat mirip seperti seri CC 203 dimana lokomotif ini telah mengahbiskan waktu dinasnya di wilayah Sumatera.
Saat ini pun livery merah-biru masih digunakan secara umum di wilayah Sumatera bagian selatan, namun penggunakan livery ini diperkenalkan kembali ke publik di wilayah Jawa sebagai livery yang “langka”. Lokomotif CC2018348 berpindah tugas ke Pulau Jawa sejak tahun 2012, bersama lima lokomotif lainnya termasuk CC2018349 yang juga menggunakan kabin widecab aerodinamis yang sayangnya sudah hilang wujudnya setelah berhenti beroperasi akibat tragedi Kedunggalar tahun 2018. Di awal beroperasi di Pulau Jawa, lokomotif ini masih menggunakan livery merah-biru era 1991-2008, namun kemudian berganti menggunakan livery standar setelah menjalani perawatan akhir di Balai Yasa Yogyakarta.
(Foto: Dok. Istimewa)
6. Lokomotif CC 2030203
Beralih ke seri lokomotif CC 203, kali ini livery lawas yang digunakan sangat berbeda di beberapa rekannya yang menunjukkan ciri khas klasiknya mulai dari era DKA. Lokomotif CC2030203 merupakan lokomotif kedua milik Depo Sidotopo yang menggunakan livery lawas sejak Februari 2024 lalu. Tentu saja, livery lawas yang dikenakan lokomotif ini adalah livery dua garis biru era 1995-2011. Livery ini bisa dikatakan sama halnya seperti livery pada lokomotif CC 204 yang saat ini masih digunakan di wilayah Sumatera Selatan. Pola livery dua garis biru yang dikenakan lokomotif ini mirip dengan pola livery buatan Balai Yasa Lahat untuk lokomotif CC204. Bedanya hanya pada tidak digunakannya warna kuning untuk dudukan dongkrak. Layaknya livery merah-biru, livery dua garis biru ini di Pulau Jawa diperkenalkan pada publik sebagai vintage livery. Lokomotif ini juga sekaligus menjadi lokomotif CC203 pertama yang menjadi lokomotif vintage livery.