Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik, KAI Services Buka Lowongan Daily Worker untuk Loko Cafe

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran 2025, KAI Services membuka lowongan kerja sebagai daily worker untuk posisi waitress di Loko Cafe. Sebanyak 29 tenaga kerja akan direkrut dan ditempatkan di berbagai outlet Loko Cafe yang tersebar di stasiun-stasiun utama, seperti Stasiun Gambir, Pasar Senen, KCIC Halim, Bogor, Cirebon, Semarang Tawang, Tugu Yogyakarta dan Surabaya Gubeng, serta loko café di kawasan Malioboro.

Saat ini, Loko Cafe memiliki 22 outlet yang tersebar di berbagai kota wilayah Pulau Jawa, menjadikannya salah satu brand kuliner yang semakin berkembang dalam menyediakan layanan makanan dan minuman bagi pelanggan KAI maupun masyarakat umum.

Rekrutmen ini dilakukan guna memastikan kualitas pelayanan di Loko Cafe tetap terjaga, mengingat adanya peningkatan jumlah penumpang yang diprediksi akan terjadi baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran. Loko Cafe, yang umumnya berada di lingkungan stasiun, menjadi salah satu pilihan utama penumpang untuk menikmati makanan dan minuman selama perjalanan. Dengan adanya tambahan personil, diharapkan pengalaman pelanggan di Loko Cafe tetap optimal meskipun di tengah tingginya volume pengunjung.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, KAI Services membuka kesempatan bagi tenaga kerja yang ingin bergabung sebagai daily worker di Loko Cafe selama periode Angkutan Lebaran 2025 yang akan dimulai pada 21 Maret 2025 hingga 11 April 2025. Rekrutmen ini tidak hanya untuk memastikan layanan tetap prima, tetapi juga sebagai bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Bagi yang berminat untuk bergabung sebagai daily worker di Loko Cafe, dapat mengajukan lamaran melalui website resmi yang telah dibuka mulai tanggal 9 Maret 2025 hingga 11 Maret 2025. Rekrutmen ini merupakan bagian dari komitmen KAI Services untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan serta mendukung kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran 2025.

Gelombang Kedua Pengiriman 24 Unit KRL dari Cina Tiba di Tanjung Priok

Selasa, (11/3) pengiriman KRL dari Cina gelombang kedua sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Sebanyak 24 unit KRL dari perusahaan CRRC Sifang Co ini telah merapat di dermaga pelabuhan. Sama halnya pada gelombang pertama, KRL tersebut setelah dilakukan bongkar muat, beberapa truk yang membawa rangkaian KRL akan dipindahkan menuju Stasiun Pasoso yang merupakan stasiun bongkar muat petikemas.

Stasiun Pasoso memang khsusus untuk sarana bongkar muat petikemas dan pengiriman kereta api lainnya, seperti mutasi rangkaian kereta ke Pulau Sumatera. Saat rangkaian KRL telah mendarat di atas rel stasiun, penggandengan rangkaian disusun terlebih dahulu. Hingga menyatu dengan masing-masing transformasi 12 unit kereta yang dipisah menjadi 2 rangkaian.

Pasoso, Mengenal Stasiun Bongkar Muat Peti Kemas di Ujung Utara Jakarta

Adapun rangkaian KRL yang didatangkan adalah jenis KCI-SFC120V. Dikutip dari CNBC Indonesia, bahwa spesifikasi rangkaian KRL KCI-SCF120V ini tentunya bakal lebih baik jika dibandingkan dengan KRL eks Jepang yang selama ini beroperasi. KCI-SFC120V dilengkapi teknologi terbaru untuk menjamin kenyamanan dan keamanan perjalanan.

Fitur-fitur seperti sistem kelistrikan yang efisien dan desain interior yang modern menjadi keunggulan kereta ini. KRL KCI-SFC120V memiliki panjang 20.460 mm, lebar 3.000 mm, dan tinggi 3.615 mm. Sebagai perbandingan, KRL JR 205 memiliki panjang 20.000 mm, lebar 2.800 mm, dan tinggi 4.140 mm.

Artinya KCI-SFC120V lebih panjang dan lebar dari KRL eks Jepang namun memiliki tinggi yang lebih pendek, mengikuti regulasi Kemenhub. Untuk desain eksterior bagian depan kereta, hampir mirip seperti rangkaian KRL yang beroperasi di Zhengzhou Metro Line 7. Hanya bedanya livery KRL KCI-SFC120V didominasi warna hitam, dengan sedikit aksen putih dan merah. Lalu perbedaan lainnya adalah KRL Zhengzhou Metro Line 7 pintunya terbuka ke bagian luar kereta, sementara KCI-SFC120V ketika terbuka tetap berada di dalam dinding kereta.

KRL CRRC Cina Uji Coba di Stasiun Depok menuju Stasiun Bogor dan Jakarta Kota

Masih belum diketahui kapan rangkaian tersebut akan dikirimkan menuju Depo KRL Depok. Proses pengecekan akan dilakukan terlebih dahulu di Stasiun Pasoso, sampai dengan datangnya lokomotif bantuan dari Depo Cipinang bersamaan dengan rangkaian kereta api bagasi (bandul) yang berisi alat-alat khusus untuk menyambung rangkaian.

Seperti halnya pengiriman kloter pertama, pengiriman kloter kedua dan ketiga ini tetap akan melintasi jalur dari Stasiun Pasoso, Stasiun Ancol, Stasiun Kampung Bandang, hingga Stasiun Jakarta Kota. Kemudian rangkaian didorong mundur hingga menuju ke Stasiun Kampung Bandan jalur bawah dan selanjutnya kembali ditarik maju melewati Stasiun Angke, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, Stasiun Pasar Minggu, dan berakhir di Stasiun Depok menuju Depo KRL Depok.

Hingga berita ini diturunkan, ujicoba KRL CRRC ini masih terus berlanjut dengan rute Depok-Bogor-Jakarta Kota-Depok pada pagi dan siang hari. Namun tak menutup kemungkinan, uji coba pun dilakukan dimalam hari dengan rute yang sama.

Kabar yang beredar bahwa setelah datangnya kloter 2 dan 3 ini nantinya uji coba akan dilakukan dijalur dan rute yang berbeda, yaitu rute Depok, Manggarai, Tanah Abang, Kampung Bandan, Pasar Senen, Jatinegara, hingga Bekasi. Kemudian kembali lagi menuju Depok melewati Matraman. Diharapkan dengan uji cba KRL ini, nantinya masyarakat bisa merasakan naik KRL baru ini untuk menambah armada transportasi KRL dengan lalu lintas KRL yang lebih banyak.

KRL Kiriman dari Cina Tiba di Jakarta, Ini Penampakannya

32 Tahun Lalu, Airbus A321, ‘DNA’ Penantang Boeing 737 MAX Terbang Perdana

Kamis, 11 Maret 1993, Airbus A321 terbang perdana setelah melalui serangkaian proses pengembangan sejak November 1989. Ketika itu, prototipe pertama dengan nomor registrasi F-WWIA dan menggunakan mesin IAE V2500 berhasil terbang dari fasilitas Airbus, Hamburg, Jerman, tepatnya di Bandara Hamburg Finkenwerder.

Baca juga: Baru 13 Bulan Beroperasi, Airbus A321 Milik Maskapai Terbesar di Rusia Terbakar

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, tak puas dengan penerbangan perdana, Airbus pun melakukan beberapa penyempurnaan, termasuk varian mesin lainnya, CFM56-5B, yang digunakan untuk penerbangan prototipe kedua pada Mei di tahun yang sama.

Selepas itu, pesawat pun terus menerus melakukan uji terbang untuk memenuhi syarat sertifikasi hingga kemudian berhasil memperolehnya juga di tahun yang sama, yakni 1993. Seolah ‘kejar setoran’ Airbus kemudian menggenjot proses produksi hingga berhasil memasuki tahun layanan pertama bersama Lufthansa pada Januari 1994 dan 22 Maret 1994 bersama Alitalia.

Airbus A321 mungkin bukan inovasi baru, mengingat, pesawat tersebut masih turunan atau pengembangan dari keluarga A320. Dibandingkan dengan A320, perubahan terbesar dari A321 adalah lambung yang diperpanjang, dengan tambahan lambung depan dan belakang total sepanjang 6,93 meter. Detailnya, tambahan lambung di depan sayap sepanjang 4,27 meter serta tambahan lambung di belakang sayap sepanjang 2,67 meter.

Perubahan lain termasuk penguatan bagian bawah pesawat untuk mengatasi berat yang lebih besar, mesin yang lebih kuat, dan sistem bahan bakar yang lebih baik dan sederhana, serta ban yang lebih besar untuk pengereman yang lebih baik. Perubahan sedikit di bagian flap sayap dan modifikasi kontrol penerbangan yang memungkinkan karakteristik penanganan A321 mendekati karakterisitik A320.

A321 memiliki dek penerbangan yang mirip dengan A319 dan A320, dan berbagi tipe rating yang sama dengan kedua pesawat di atas. Menariknya, karena karakteristik yang hampir sama, pilot (yang sudah mendapatkan sertifikasi A320) tidak perlu melakukan sertifikasi ulang untuk dapat menerbangkan A321.

Dalam perjalanannya, Airbus A321 ditawarkan dengan lima varian berbeda, mulai dari A321-100, A321-200. A321neo, Airbus A321LR, dan A321XLR. A321-100/200 dikembangkan tak jauh setelah layanan pertama muncul, adapun sisanya, dikembangkan seiring perubahan pasar penerbangan dunia dengan karakteristik yang berbeda, termasuk dalam rangka persaingan dengan kompetitor utamanya, Boeing. Tak terkecuali dengan varian Airbus dari ‘DNA’ A321 lainnya, yakni A321XLR yang secara diam-diam dikembangkan untuk mengambil pangsa pasar Boeing 737 MAX.

Baca juga: Tidak Ikut Euforia, Lufthansa Masih Pikir-Pikir untuk Pesan Airbus A321XLR

Airbus A321XLR memang mulai muncul pada pertengahan 2019, dimana saat itu, Boeing 737 MAX tengah terpuruk, ditandai dengan grounded besar-besar dari maskapai global. Selain itu, pertengahan 2019 juga menjadi waktu yang tepat untuk kemunculan Airbus A321XLR karena di tahun tersebut era pesawat jumbo sedang turun drastis, ditandai dengan keputusan Air France yang mengumumkan akan mempensiunkan armada Airbus A380-nya 2024 mendatang.

Sebaliknya, saat itu pangsa pasar cenderung lebih membutuhkan karakterisitk pesawat tangguh dengan jarak tempuh menengah-jauh serta beberapa pengembangan untuk mendorong tingkat kenyamanan, persis seperti apa yang ditawarkan Airbus A321XLR.

Grab Berikan Bonus Kinerja Bagi Mitra Pengemudi Ojol dan Taksi Online di Lebaran

Akankah tunjangan hari raya (THR) bagi mitra pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online akan terealisasi? Pertanyaan ini akhirnya terjawab oleh Grab, salah satu platform ride hailing yang sudah berada di Indonesia kurang lebih sebelas tahun ini.

Grab Indonesia digadang-gadang akan memberikan boud hari raya pada mitra pengemudi ojol dan taksi online mereka. Di mana bonus tersebut akan dibagikan kepada para pengemudi melalui program bonus kinerja khusus.

“Program bonus kinerja khusus tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan atas dedikasi dan kontribusi para pengemudi dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” kata Group CEO & Co-Founder Grab Anthony Tan melalui siaran pers.

Dia mengatakan, bonus tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan tambahan yang tidak termasuk dalam manfaat rutin yang diterima oleh pekerja sektor ekonomi informal seperti mitra pengemudi platform digital Anthony mengatakan bahwa pihaknya senang berkontribusi dalam inisiatif yang memberikan manfaat langsung bagi mitra pengemudi yang menjadi tulang punggung layanan transportasi dan pengantaran di Indonesia.

Dia juga mengapresiasi kepada para mitra karena telah memberikan layanan terbaik pada pelanggan selama ini. Anthony menjelaskan, Grab sudah menyiapkan program bonus tersebut sebagai bentuk dukungan terbaik yang bisa diberikan saat ini, menyesuaikan dengan kondisi finansial perusahaan.

“Program bonus kinerja khusus, menurut dia, ialah bagian dari upaya Grab untuk memberikan penghargaan kepada mitra pengemudi yang perusahaan nilai memiliki kinerja baik,” Kata dia.

Menurutnya, Grab telah kriteria penerima bonus ini berdasarkan keaktifan pengemudi. Kriteria tersebut di antaranya jumlah pesanan yang diselesaikan, tingkat penyelesaian pesanan, jumlah hari dan jam online, serta rating pengemudi.

Sementara itu, Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, mengatakan, program bonus ini dirancang untuk memberikan penghargaan secara adil. Menurut dia, tingkat apresiasi yang diterima nantinya mencerminkan tingkat keaktifan, kontribusi, dan pencapaian masing-masing pengemudi.

“Kami terus menghadirkan inisiatif yang mendukung mitta pengemudi secara adil dan berkelanjutan, memastikan dampak positif jangka panjang bagi semua mitra,” ujar dia.

Adapun Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menyebut pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi pengemudi online yang didasarkan keaktifan kerja itu diskriminatif.

THR Pengemudi Ojek Online Dalam Finalisasi Kemenaker

Prabowo: THR Pengemudi dan Kurir Online Berupa Uang Tunai

Angin segar dating dari Presiden Prabowo Subianto bagi para pengemudi ojek online dan taksi online. Yang mana dia mengumumkan terkait tunjangan hari raya (THR) bagi para pengemudi ojek dan taksi online di Indonesia.

Pengumuman THR bagi pengemudi ojek dan taksi online ini disampaikan oleh Prabowo sekitar pukul 15.15 WIB. Dia didampingi oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan sejumlah perwakilan ojel online.

Sebelum bagi para pengemudi online, Prabowo mengumumkan THR untuk pekerja swasta dan BUMN.

“Jadi saya sampaikan sebagai berikut yang pertama, saya minta agar pemberian THR bagi pekerja swasta, BUMN, BUMD diberi paling lambat tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri,” kata Prabowo.

Kemudian Prabowo langsung mengumumkan THR Lebaran 2025 kepada pengemudi dan kurir online. Dia menyebutkan bawha pemberian bonus tersebut berupa uang tunai.

Pemerintah, kata Prabowo, memberikan perhatian khusus bagi pengemudi dan kurir online. Pasalnya, bagi Prabowo, pengemudi dan kurir online memberikan kontribusi penting dalam mendukung layanan transportasi serta logistic di Indonesia.

“Pemerintah mengimbau kepada seluruh layanan berbasis aplikasi untuk memberi bonus hari raya kepada pengemudi dan kurir online dalam bentuk uang tunai dengan mempertimbangkan keaktifan kerja,” ujarnya.

Prabowo mengatakan saat ini ada sekitar 250 ribu pengemudi dan kurir online yang aktif. Sedangkan yang part time mencapai 1,5 juta. Terkait besaran dan mekanismenya, Prabowo mengatakan akan disampaikan oleh Menaker Yassierli. Aturan itu akan disampaikan rinci melalui surat edaran.

Untuk diketahui, pada pukul 14.10 WIB, CEO GOTO Patrick Walujo tiba di Istana Presiden, Jakarta. Ia didampingi Chief of Public Policy and Government Relations GOTO Ade Mulya dan perwakilan driver ojek online.

Namun, keduanya enggan merinci pembahasan Bersama Prabowo. Tak lama pertemuan keduanya, Menaker Yassierli juga tiba di Istana.

Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati menyatakan para pengemudi ojol dan pekerja aplikasi online menginginkan THR diberikan dalam bentuk uang tunai, bukan bahan pokok.

Status Kemitraan Pengemudi Ojol Lily juga menyoroti hubungan kemitraan antara driver ojol dengan perusahaan aplikasi.

Menurutnya, pengemudi ojol seharusnya sudah bisa dikategorikan sebagai pekerja, bukan mitra, karena mereka memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan dari aplikasi. Dia juga mengatakan, jangan lagi memberi imbauan kepada platform dan bukan lagi berupa insentif.

Menteri Ketenagakerjaan: Momentum THR, Bisa Jadi ‘Bukti’ Pengusaha dan Pengemudi Online Harmonis

Lebih Kenal “Seabourn Quest”, Kapal Berbendera Bahama yang Bersandar di Ternate

Menjelang akhir pekan kemarin, Ternate kedatangan sebuah kapal pesiar mewah berbendera Bahama, Seabourn Quest. Kedatangan kapal ini dibarengi dengan tumpahnya sekitar 439 wisatawan dan kru pelayaran yang berasal dari berbagai negara. Para wisatawan yang turun dari kapal pun langsung menikmati keindahan alam dan kentalnya budaya yang ada di bumi Maluku Utara.

Baca Juga: Lagi, Pulau Dewata ‘Kedatangan’ Kapal Pesiar Mewah yang Angkut Ribuan Wisatawan Mancanegara

Jika dilihat dari jenis kapal yang digunakan, Seabourn Quest yang dioperasikan oleh Seabourn Cruise Line ini hanya di-setting untuk mengangkut sekitar 458 penumpang saja; jauh lebih sedikit ketimbang kapal pesiar lain yang rata-rata bisa menampung hingga ribuan penumpang. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Seabourn Quest dirakit oleh sektor naval kenamaan asal Genoa, Italia, T. Mariotti dan mulai melalukan pelayaran perdananya pada 20 Juni 2011.

Seabourn Quest sendiri dibangun menggunakan desain yang sama dengan 2 kakaknya yang sudah terlebih dahulu memasuki masa operasi, Seabourn Odyssey dan Seabourn Sojourn.

Seabourn Quest saat bersandar di Ternate. Sumber: istimewa

Kapal yang masuk ke dalam Seabourn Odyssey Class ini memiliki 32.348 gross tonnage, terhitung sejak 2013 hingga sekarang. Di awal peluncurannya, gross tonnage Seabourn Quest hanya berada di angka 32.346 saja. Ya, kendati baru beroperasi selama kurang lebih 2 tahun, Seabourn Quest sempat drydocking di Genoa untuk menambahkan 2 derek baru di ruang luar dek belakang 6, penataan ulang ruang insinerator hingga peningkatan kapasitas retensi.

Seabourn Quest sendiri memiliki Length Overall (LOA) 198,15 m dengan beam sekitar 25,6 m. Berbekal 4 unit mesin Wärtsilä 12V32, Seabourn Quest mampu merengkuh kecepatan maksimum 25,5 knots; atau 19 knots ketika sedang beroperasi mengangkut penumpang.

Beberapa wisatawan mancanegara yang ikut pada pelayaran Seabourn Quest ke Indonesia. Sumber: istimewa

Mengingat Seabourn Quest adalah kapal pesiar yang beurukuran kecil, maka tidak heran jika pihak operator menawarkan pelayaran menuju destinasi eksotis yang terbesar di seluruh penjuru dunia; sebut saja Karibia, Eropa hingga Asia. Khusus di Indonesia, selain Ternate dan Bitung yang ada di Sulawesi Utara, Seabourn Quest juga tercatat pernah menyambangi daerah-daerah lain yang sarat akan keindahan alamnya, seperti Baubau di Sulawesi Tenggara, hingga ke Malinau dan Nunukan yang ada di Kalimantan Utara.

Terlepas dari destinasi yang dituju, Seabourn Quest memiliki layanan yang terbilang sangat prima. Kapal ini dikenal karena layanannya yang sangat personal, dengan rasio kru terhadap penumpang yang tinggi. Hal ini memungkinkan setiap penumpang untuk mendapatkan perhatian yang lebih detail. Selain itu, akomodasi yang mewah, masakan kelas dunia, hingga berbagai pilihan hiburan dan aktivitas menjadikan pelayaran dengan Seabourn Quest sebagai pengalaman yang tak terlupakan.

Dualisme Kapal Pesiar, Monoton Dengan Kapal Besar atau Variatif Dengan Kapal Kecil?

Lebaran Naik Ojek Online? Ini Tempat Wisata yang Bisa Dijangkau

Libur Lebaran menggunakan ojek online? Kenapa tidak. Ini karena selain bisa mengakses tempat yang hanya bisa dijangkau motor, juga bisa mengurangi kebosanan di dalam mobil karena macet.

Sebab, saat musim libur Lebaran, banyak keluarga yang menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil untuk berjalan-jalan. Sehingga, bagi Anda yang suka bepergian sendiri atau Bersama teman tapi tak mau macet-maceta, ojek online (ojol) solusinya.

Nah, KabarPenumpang.com sudah merangkum tempat wisata di berbagai daerah Indonesia yang bisa diakses ojek online saat menikmati Libur Lebaran.

1. Kota Tua dan Ancol
Di Jakarta, Anda bisa mengunjungi Kawasan Kota Tua. Selain mengunjungi museum yang ada di Kota Tua, spot foto menarik dengan bangunan masa penjajahan kolonial pun masih bisa di rasakan. Tak hanya Kota Tua, Ancol juga jadi pilihan favorit libur Lebaran. Kedua tempat ini bukan hanya mudah dijangkau, tetapi juga bisa sampai lebih cepat karena lalu lintas yang padat dan sulitnya lokasi parkir.

2. Taman Sari dan Malioboro
Jika Anda mudik ke Jogja, pilihan naik ojek online ke Taman Sari dan Malioboro jadi pilihannya. Di Taman Sari, jalannya sedikit sempit dan menggunakan ojol lebih praktis dari pada mobil. Di Taman Sari, Anda bisa berfoto di kompleks bekas pemandian kerajaan yang unik serta ikonik. Sedangkan berjalan-jalan naik ojol ke Malioboro, ini karena cukup repot mencari parkir. Apalagi musim liburan yang pastinya penuh di mana-mana

3. Tebing Keraton
Berada di daerah Bandung, jalur menuju Tebing Keraton cukup sempit dan menanjak. Sehingga ojol menjadi pilihan terbaik untuk tiba di lokasi dengan pemandangan hutan pinus dan sunrise terbaik di Bandung. Jangan lupa bawa jaket atau pakaian hangat, karena suhu bisa sangat dinging di pagi hari.

4. Bukit Bintang
Di Semarang juga ada Bukit Bintang. Untuk menuju lokasi ini jalurnya berliku dan curam, sehingga lebih praktis menggunakan ojol. Panorama malam hari dengan gemerlap lampu kota Semarang. Coba kuliner khas seperti tahu gimbal di sekitar area wisata.

5. Pantai Losari
Berada di Makassar, pantai Losari juga menjadi pilihan yang sering dikunjungi saat Libur Lebaran. Karena Kawasan ini lebih sering padat, ojol menjadi solusi terbaik. Tempat ini memiliki sunset yang spektakuler dan jangan lupa nikmati pisang epe atau mampir ke warung coto Makassar di sekitaran pantai.

Kalian ada rekomendasi apa lagi untuk menikmati perjalanan dengan ojol di libur Lebaran?

Liburan Nataru, Jepang Jadi Pilihan Teratas Destinasi Pelancong dari Indonesia

Saab Bangun Digital Apron Management Centre di Bandara Internasional Lima, Peru

Saab, manufaktur teknologi dan pertahanan dari Swedia, akan memasok Digital Apron Management Centre modern di Bandara Internasional Jorge Chávez, bandara internasional dan domestik utama Peru di dekat Lima.

Sistem pengawasan Saab mencakup sensor ADS-B, sistem manajemen permukaan Aerobahn, integrasi komunikasi suara TactiCall, dan menara ATC digital yang dilengkapi dengan kamera definisi tinggi untuk memberikan visualisasi digital permukaan bandara.

Untuk proyek tersebut, Saab akan membangun Digital Apron Management Centre di dalam terminal baru yang diharapkan akan dibuka tahun depan di Bandara Internasional Jorge Chávez, yang juga dikenal sebagai Bandara Lima.

Digital Apron Management Centre akan memungkinkan operator di bandara untuk mengelola, merekam, dan mengukur aktivitas di seluruh apron dari tiga posisi kerja, Membantu mengatasi kemacetan lalu lintas dan memperkuat kesadaran situasional yang terintegrasi.

Lima Airport Partners (LAP) mengoperasikan bandara utama Peru dan 80% sahamnya dimiliki oleh grup bandara Jerman Fraport dan 20% sahamnya dimiliki oleh International Finance Corporation yang merupakan bagian dari Grup Bank Dunia.

Sergio Martins, direktur Saab ATM dan radar pengawasan untuk Amerika Latin mengatakan, “Mengambil alih sepenuhnya pengelolaan apron dan menerapkan berbagai teknologi untuk meningkatkan kewaspadaan situasi secara maksimal akan meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kapasitas bandara Lima secara signifikan.”

Turgay Kircar, kepala operasi Lima Airport Partners mengatakan, “Tonggak sejarah bagi operasi kami di Lima ini akan meningkatkan efisiensi bandara kami, menempatkan kami di garis depan di antara bandara-bandara besar di seluruh dunia yang telah menggunakan teknologi ini.

Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Jalur Mudik Lebaran Lewat Tol? Ini Daftarnya

Menjelang musim mudik Lebaran 2025, infrastruktur jalan tol di Indonesia kembali menjadi perhatian utama. Sejumlah ruas tol utama di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi siap mengakomodasi jutaan pemudik yang akan pulang kampung.

Dengan jalur tol ang rata-rata cukup panjang ini, Anda harus mengisi -toll. Selain untuk memudahkan pembayaran, agar tidak terhambat di gerbang tol. Nah, berikut ini daftar jalan tol yang menjadi jalur utama mudik serta kondisi terkini di lapangan.

1. Tol Trans Jawa: Jalur Favorit Pemudik Pulau Jawa
Rute: Jakarta – Surabaya (1.167 km)
Tol Trans Jawa masih menjadi pilihan utama pemudik karena menghubungkan kota-kota besar seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, Solo, dan Surabaya. Ruas ini terdiri dari:
– Tol Jakarta-Cikampek: Diperkirakan akan mengalami kepadatan di KM 47 (Karawang) dan KM 66 (Cipali).
– Tol Cipali (Cikopo-Palimanan): Rest area akan diperluas untuk mengurangi kemacetan akibat antrean kendaraan.
– Tol Semarang-Solo: Waspadai jalur menanjak di daerah Salatiga.
– Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo): Jadi jalur utama menuju Jawa Timur.

Kondisi terkini dari Tol Trans Jawa adalah pemerintah menyiapkan sistem contra flow di titik rawan macet dan peningkatan layanan di rest area dengan fasilitas tambahan.

2. Tol Trans Sumatra: Alternatif Mudik ke Pulau Andalas
Rute: Bakauheni (Lampung) – Banda Aceh (2.704 km)
Tol Trans Sumatra kini lebih panjang dan siap melayani pemudik yang menuju Palembang, Jambi, Pekanbaru, hingga Medan. Ruas utama yang sering digunakan antara lain:
– Tol Bakauheni-Terbanggi Besar: Jalur utama pemudik dari Pulau Jawa ke Sumatra.
– Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung: Kondisi jalan baik, namun perlu waspada di titik tertentu yang rawan genangan air saat hujan.
– Tol Pekanbaru-Dumai: Menghubungkan ibu kota Riau dengan kawasan industri Dumai.

Kondisi terkini, ada tambahan SPBU dan rest area baru di beberapa titik serta peningkatan layanan jalan tol untuk kendaraan berat.

3. Tol Trans Sulawesi: Alternatif untuk Pemudik di Sulawesi
Rute: Makassar – Manado
Meski belum sepanjang Trans Jawa atau Sumatra, beberapa ruas tol di Sulawesi mulai banyak dimanfaatkan untuk mudik:
– Tol Makassar New Port: Memudahkan akses ke pelabuhan dan kawasan industri.
– Tol Manado-Bitung: Mempercepat perjalanan dari ibu kota Sulawesi Utara ke kawasan ekonomi khusus.

Kondisi terkini yakni ada perbaikan jalur di beberapa ruas untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Selain itu, rencana penambahan jalur penghubung ke daerah wisata.

Pemprov DKI Lanjutkan Program Pembangunan Halte TransJakarta di Jalur Tol

“Indonesia Airlines”, Nama Laksana Flag Carrier Tapi Perusahaan dari Singapura, Ini Tanggapan Ditjet Hubud

Jagad netizen dihebohkan dengan hadirnya Indonesia Airlines. Disebut bikin heboh lantaran Indonesia Airlines adalah maskapai penerbangan komersial internasional yang akan mengudara di wilayah Indonesia, namun badan usaha maskapai tersebut bukan di Indonesia, pasalnya Indonesia Airlines didirikan oleh Calypte Holding Pte. Ltd, perusahaan yang berbasis di Singapura

Seperti dikutip sintesanews.com, Indonesia Airlines akan mengoperasikan 20 armada yang terdiri dari pesawat berbadan kecil Airbus A321neo atau A321LR serta pesawat berbadan lebar Airbus A350-900 dan Boeing 787-9.

Dari aspek SDM, Indonesia Airlines mempekerjakana tenaga-tenaga ahli dan berpengalaman dari maskapai global papan atas. Sebut saja posisi direktur operasional berasal dari Singapore Airlines dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, sementara direktur komersial berasal dari Emirates dan Asiana Airlines. Kemudian layanan kabin merekrut para profesional dari British Airways dan Emirates.

Kabarnta, satu orang Indonesia akan memimpin departemen operasi penerbangan, yang disebut-sebut merupakan salah satu pilot terbaik Indonesia yang saat ini bekerja di maskapai asing.

Indonesia Airlines berambisi menggabungkan kemewahan perjalanan jet pribadi dengan kenyamanan penerbangan komersial melalui layanan premium yang eksklusif.

Sesuai namanya, Indonesia Airlines akan beroperasi dengan melayani penerbangan internasional dari Bandara Soekarno-Hatta. Nah, ini kemudian yang menjadi kontroversi, dengan layanan premium dan menyandang nama ‘Keindonesiaan’ yang kuat, maka Indonesia Airlines justru mencerminkan sebagai flag carrier.

Meskipun berbasis di Singapura, pendiri sekaligus CEO dari Calypte Holding Pte. Ltd. adalah seorang pengusaha Indonesia asal Aceh yaitu bernama Iskandar. Menurut laman resmi Calypte, Iskandar lahir di Bireuen, Aceh, pada 7 April 1983.

Iskandar merupakan lulusan Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Ia sempat bekerja di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias serta Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 2006-2009. Kariernya berlanjut di dunia perbankan dan asuransi, yang membawanya bertemu dengan para ahli kelistrikan.

Dari pengalaman tersebut, Iskandar mulai memahami bisnis energi dan investasi. Pada 2015, ia memutuskan untuk meninggalkan dunia perbankan dan mulai mengembangkan proyek kelistrikan di Indonesia dengan dukungan investor asing.

Pada 2017, ia mendirikan perusahaan kelistrikan sendiri, meski awalnya menghadapi tantangan besar. Namun, ketekunannya membuahkan hasil, dan saat pandemi Covid-19 melanda, Iskandar justru melihat peluang baru dengan mengembangkan bisnis kelistrikan di Singapura.

Dari sinilah lahir Calypte Holding, dimana Iskandar sebagai Executive Chairman. Calypte Holding kini melebarkan sayapnya ke industri penerbangan. Jadi Indonesia Airlines merupakan pengembangan bisnis dari perusahaan Calypte Holding yang telah didirikan oleh Iskandar sejak 2017 di Singapura.

Tanggapan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
Mokhammad Khusnu, Plt Kepala Bagian Kerja sama Internasional Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) mengatakan, sehubungan dengan beredarnya informasi di media massa dan media sosial mengenai adanya maskapai baru bernama Indonesia Airlines, dapat disampaikan bahwa hingga saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan belum menerima pengajuan perizinan ataupun permohonan terkait pendirian dan operasional perusahaan angkutan udara niaga berjadwal tersebut.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 35 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara, setiap badan usaha yang akan menjalankan kegiatan angkutan udara niaga berjadwal di Indonesia wajib memiliki Sertifikat Standar Angkutan Udara Niaga Berjadwal dan Sertifikat Operator Pesawat Udara/ AOC (Air Operator Certificate) sesuai dengan PM 33 tahun 2022 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 119 tentang Sertifikasi Pengoperasian Pesawat Udara untuk Kegiatan Angkutan Udara yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara setelah memenuhi seluruh persyaratan administratif, teknis, dan operasional yang telah ditetapkan.

Beroperasi Singkat, Maskapai Indonesia Ini Tinggal Cerita