Papatheo, Eks Kapal Kargo yang Kini Jadi ‘Hunian’ Biota Laut Cantik di Kepulauan Seribu

Ada banyak cara yang dapat dilakukan terhadap kapal laut yang sudah tidak beroperasi lagi, sebut saja mengambil beberapa komponen yang masih layak digunakan untuk didaur ulang atau dijadikan artificial reef atau terumbu karang buatan. Ya, praktik penenggelaman kapal laut untuk dijadikan terumbu karang sudah lazim digunakan sejak beberapa dekade ke belakang, dan praktik semacam ini bisa dibilang ampuh untuk membantu melestarikan biota laut.

Baca Juga: Pelabuhan Sunda Kelapa, Dari Pusat Perdagangan Hingga Ancaman Banjir Rob

Di Indonesia sendiri, ada 1 spot terumbu karang buatan yang sudah cukup terkenal dan masih ramai dikunjungi hingga saat ini. Dilansir dari berbagai sumber, adalah kapal Papatheo, sebuah kapal kargo yang tenggelam pada tahun 1981. Kendati semasa beroperasi kapal Papatheo tidak memiliki nilai sejarah yang berarti, namun nama Papatheo justru mulai harum sejak kapal tersebut tenggelam.

Kapal Papatheo dapat Anda temukan di perairan Pulau Sepa, Kepulauan Seribu. Dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, kapal ini berada di kedalaman 14 hingga 30 meter. Jika kondisi cuaca dan perairan sedang bagus, maka jarak pandang di sekitar kapal ini berada di angka 10 meter. Di sepanjang dinding dan dasar kapal, Anda dapat menjumpai tanaman-tanaman seperti akar bahar atau cemara laut, gorgonian, hingga karang Ellisella dan aneka karang keras serta lunak.

Terumbu karang buatan yang menyelimuti Kapal Papatheo. Sumber: istimewa

Ikan-ikan yang hidup di sekitar karang seperti ikan kepe-kepe, kerapu, kakap, ikan ekor kuning hingga ikan wrasse juga dapat Anda temui di sekitar Kapal Papatheo. Bangkai kapal yang notabene terbuat dari besi sudah hampir sempurna diselimuti oleh karang dan biota-biota laut yang cantik.

Namun, ada sedikit perbedaan perbedaan antara kapal Papatheo dengan SS United States pada pemberitaan sebelumnya. Jika SS United States sengaja ditenggelamkan untuk dijadikan terumbu karang buatan, lain cerita dengan kapal Papatheo yang kemungkinan besar tenggelam akibat adanya kecelakaan.

Sumber: istimewa

Terlepas dari latar belakang bagaimana Kapal Papatheo bisa tenggelam dan akhirnya menjadi terumbu karang buatan, namun Kapal Papatheo telah menjadi bagian dari pelestarian biota laut Indonesia dan menjadi daya tarik bagi para penyelam yang ingin menikmati keanekaragaman hayati di sekitar lokasi.

Kapal Papatheo sendiri memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ekowisata bahari, khususnya wisata menyelam dan taman arkeologi bawa air.

Bagi Anda yang tertarik untuk menikmati keindahan Kapal Papatheo di bawah air, Anda bisa berlayar dari Muara Angke menuju Pulau Harapan, yang kemudian dilanjutkan menuju lokasi Kapal Papatheo.

Kenapa Jarak Putar Kemudi Kapal Bisa Besar? Ini Dia Penjelasannya!

Tak Beroperasi 6 Tahun, Jalur Kertapati-Indralaya Ditargetkan Bangkit Pertengahan 2025

Masyarakat yang merindukan aktifnya jalur Indralaya-Kertapati sudah cukup lama. Ketika masa pandemi 2019 lalu perjalanan kereta api rute Kertapati-Indralaya atau biasa disebut KA Kertalaya ini sudah tidak beroperasi untuk mengantarkan khususnya warga Palembang ini. Tak hanya mengantarkan penumpang biasa, rute KA ini mengantarkan para pelajar/mahasiswa dari dan ke Kota Palembang. Mengingat Stasiun Indralaya merupakan stasiun yang strategis dan dekat dengan Universitas Sriwijaya.

Menurut pendapat dari warganet mengenai ulasan dari Google Map banyak sekali mengharapkan sekali kalau stasiun ini bisa diaktifkan kembali. Perjalanan ditempuh dengan kendaraan umum selain kereta api saja banyak memakan waktu yang cukup lama, belum lagi dihadapi dengan kemacetan yang sering kali menghambat perjalanan dan menyita banyak waktu. Masyarakat yang dulu biasa menggunakan KA Kertalaya dapat mempersingkat waktu perjalanan, yaitu kurang lebih setengah jam perjalanan. Rangkaian KA Kertalaya waktu beroperasi menggunakan eks KRD yang ditarik lokomotif. Karena KRD tersebut tidak bisa digunakan kembali mengingat suku cadang rangkaian itu sudah tak ada lagi.

Stasiun Kertalaya adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Indralaya, Ogan Ilir. Stasiun yang terletak pada ketinggian 16 mdpl ini termasuk dalam Divisi Regional (Divre) III Palembang. Stasiun ini memliki 2 jalur yang merupakan stasiun akhir di petak Pos Indralaya dengan Stasiun Indralaya.

Dahulu saat stasiun ini aktif, kereta api yang melayani hanya satu rangkaian saja, yaitu KA Indralaya dengan keberangkatan Pagi dan Sore baik dari Stasiun Kertapati maupun Stasiun Indralaya. Jadwal pagi dan sore dipilih karena penumpang yang sebagian besar saat itu adalah mahasiswa Universitas Sriwijaya. Sayangnya hingga kini belum ada kegiatan sama sekali untuk naik dan turun penumpang di Indralaya.

Bangunan modern Stasiun Indralaya yang terhubung ke Universitas Brawijaya

Tahun demi tahun Stasiun Indralaya yang sudah 6 tahun tak beroparsi ternyata ada titik terang yang nantinya terdapat aktifitas kembali. Ya, informasi dari berbagai sumber mengabarkan bahwa Stasiun Indralaya akan direncanakan kembali aktif pada pertengahan 2025. Menurut Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan nantinya menargetkan reaktivasi rute Kertapati–Indralaya ini. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses transportasi bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) serta menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Reaktivasi jalur ini dianggap sebagai solusi transportasi bagi ribuan mahasiswa Unsri yang setiap hari beraktivitas di kampus Indralaya. Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun, kebutuhan akan transportasi massal yang efisien semakin mendesak. Untuk mengoperasikan kembali rute ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan PT KAI berencana memanfaatkan kereta yang tidak lagi terpakai di Pulau Jawa. Saat ini, inventarisasi sedang dilakukan untuk memastikan ketersediaan armada yang layak digunakan.

Tak Lagi ‘Mangkrak’, SS United States Siap Bertransformasi Menjadi Terumbu Karang Buatan

Sebuah kapal laut tua yang berasal dari Negeri Paman Sam dikabarkan akan ditenggelamkan mengingat kondisinya yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk beroperasi. Setelah ditenggelamkan, rencananya kapal tersebut akan menjadi ‘rumah’ bagi ratusan hingga ribuan terumbu karang buatan dan di masa yang akan datang, diharapkan kapal tersebut dapat menjadi daya tarik wisata dan meningkatkan pendapatan daerah tersebut.

Baca Juga: Perdana Berlayar di Asia, Disney Cruise Line Siap Tawarkan Paket Liburan Tak Terlupakan Untuk Keluarga!

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah SS United States, kapal laut Amerika yang dibangun di awal tahun 1950-an untuk perusahaan pelayaran asal Amerika Serikat, United States Lines. Sebagai informasi tambahan, SS United States merupakan kapal laut terbesar yang sepenuhnya dibangun oleh pihak Amerika Serikat dan sempat tercatat sebagai kapal laut tercepat yang melintasi Samudera Atlantik di kedua arahnya.

Di sepanjang ‘karirnya’ (1952-1969), SS United States yang dirancang oleh arsitek angkatan laut Amerika William Francis Gibbs ini juga sempat mengangkut selebritas dan imigran hingga menyandang status sebagai flagship yang ikonik bagi Amerika Serikat. SS United States juga sempat menjadi ikon keunggulan teknologi di dunia. Kendati dirancang untuk mengangkut masyarakat sipil dengan kapasitas maksimal mencapai 1.900 penumpang, namun SS United States juga dapat disulap menjadi kapal pengangkut tentara dengan kapasitas maksimal 15.000 tentara.

Foto terakhir dari SS United States. Sumber: istimewa

Mengutip dari laman apnews.com (20/02/2025), SS United States yang sempat ‘terdampar’ sejak tahun 1996 di tepi sungai Delaware di selatan Philadelphia ini akhirnya memulai pelayaran terakhirnya menuju Mobile, Alabama. Di Mobile, SS United States akan menjalani serangkaian persiapan sebelum nantinya akan ditenggelamkan di lepas pantai Okaloosa County, Florida, di Teluk Meksiko. Untuk biaya penenggelaman ini sendiri, dibutuhkan dana lebih dari $10 juta USD atau setara dengan Rp. 157 miliar, mengingat angka tersebut hanyalah biaya akuisisi SS United States – belum termasuk biaya persiapan penenggelaman dan lain-lain.

Para pejabat yang terlibat dalam perubahan fungsi SS United States ini mengatakan bahwa pengubahan kapal menjadi terumbu karang buatan dianggap sebagai cara yang berkelanjutan untuk melestarikan warisan kapal tersebut, alih-alih dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa ada fungsi esensial.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa kapal laut yang juga beralih fungsi menjadi terumbu karang buatan. Sebut saja Kapal Papatheo, sebuah kapal kargo yang tenggelam pada tahun 1981 di perairan Kepulauan Seribu, dan kini menjadi salah satu situs penyelaman bangkai kapal yang populer. Struktur kapal yang tertutup terumbu karang menghadirkan pemandangan bawah laut yang luar biasa, dan tentu saja, menjadi ‘rumah’ bagi berbagai jenis kehidupan laut, seperi terumbu karang hingga beragam spesies ikan karang.

Singkil, Surga di Selatan Aceh dengan Pesona Alam yang Menakjubkan

Memperihatinkan. Inilah Kondisi Railbus Kertalaya yang Lama Tak Dioperasikan

Masih ingatkah dengan Railbus yang pertama kali dibuat oleh PT INKA untuk Sumatera Selatan? Ya, Railbus Indralaya yang diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin menggunakan perjalanan dari Stasiun Kertapati ke Stasiun Indralaya pulang pergi ini menempuh jarak hanya setengah jam saja. Fyi, dikutip dari laman redigest.web.id, Railbus Kertapati-Indralaya (Kertalaya) merupakan angkutan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat itu Syahrial Oesman membeli Railbus ini dari INKA pada tahun 2008. Railbus ini memiliki kapasitas 98 tempat duduk dan dapat mengangkut maksimum 258 orang penumpang. Kereta ini juga nemiliki fitur pendingin udara dan articulated bogie.

Railbus Kertalaya ini terdiri dari 3 kereta dengan konfigurasi MeC-T-Mec yang berarti dua kereta berpenggerak berkabin masinis dan satu kereta pengikut (trailer). Bentuknya yang unik layaknya kereta cepat TGV dari Perancis membuat kereta ini terlihat elegan. Saat Railbus ini beroperasi, penumpang dikenakam tarif tiket sebesar Rp 3.000, dan merupakan harga paling murah untuk melakukan perjalanan setengah jam saja dengan jarak 25,8 km. Perjalanan Kertalaya ini ditempuh dengan kecepatan maksimal 70 km/jam. Dan hanya terdapat 2 perjalanan pulang pergi. Keberangkatan awal dari Stasiun Kertapati pada pukul 07.30 tiba di Stasiun Indralaya pukul 08.05 sedangkan keberangkatan dari Stasiun Indralaya pukul 14.20 dan tiba di Stasiun Kertapati pukul 14.55.

Sayangnya saat rangkaian Kertalaya ini berhenti beroperasi di tahun 2019 dan belum ada perbaikan sama sekali. Kondisi Railbus saat ini pun sangat memprihatinkan dan dibagian tubuh keretanya sendiri ditumbuhi rerumoutan dan semak belukar. Dengan kondisi kereta yang tidak dijalankan, sempat diganti pengoperasiannya dengan layanan bus Transmusi dengan rute yang sama. Alih-alih sedang ramainya beroperasi angkutan bus tersebut, sayang beribu sayang transportasi hanya bertahan di akhir 2019. Sampai saat ini belum diketahui, apakah Railbus ini akan dipergunakan kembali atau tidak, mengingat informasi yang didapat bahwa reaktivasi jalur Kertalaya ini menggunakan rangkaian kereta api yang tidak terpakai. Meski menggunakan rangkaian bekas, namun perjalanan rute Kertapati-Indralaya bisa aktif kembali dan mengantar penumpang dengan jarak yang singkat terutama mahasiswa di Universitas Brawijaya.

(Foto: Afif Abirama)

9 Tahun Lalu, Jalur Kura-kura Dibangun di Bawah Rel Kereta Jepang

Kereta api di Kyoto dan Nara antara tahun 2002 dan 2014 telah mengalami 13 gangguan. Mungkin orang akan berpikir gangguan ini karena masalh sinyal, namun setelah diselidiki, kura-kuralah yang menjadi penyebabnya.

Ini kemudian membuat West Japan Railway Company bekerja sama dengan Suma Aqualife Park di Kobe mencari solusi untuk masalah tersebut. Di mana mereka akhirnya memutuskan untuk membuat terowongan dangkal yang memungkinkan reptile berangkang ini berjalan dengan aman di bawah rel yang sudah ada.

Kura-kura terjebak di jalur kereta Jepang

Terowongan jalur kura-kura ini berbentuk huruf U dan memungkinkan reptil ini menyeberangi rel tanpa terjebak atau tertabrak saat kereta api tengah melintas. Ada lima parit beton berbentuk U yang dibagun di dua stasiun kereta di Prefekur Nara dan sudah menyelamatkan sepuluh nyawa kura-kura yang berharga.

Jalur ini sendiri dekat dengan titik-titik persimpangan yang berbahaya di mana kura-kura sering terperangkap. Pembangunan terowongan untuk jalur kura-kura ini selesai dibuat pada November 2015 silam. Sebagai Tindakan pencegahan tambahan West Japan Railway Company memantau jalur tersebut setiap bulan.

Kura-kura yang ditemukan terjebak di sana kemudian dikirim ke akuarium Suma. Meskipun sistem ini mungkin belum cukup luas untuk menyelamatkan semua kura-kura di Jepang dari bahaya kereta api, setidaknya beberapa reptile bercangkang itu sekarang sudah lebih tenang dan aman.

Untuk diketahui, jalur ini menerima banyak pengunjung reptile selama bulan Mei dan September. Ini karena letaknya tak jauh dari akurium dan lautan.

“Kura-kura tersebut pada dasarnya hanya melakukan kegiatan sehari-hari dan harus menyeberangi rel untuk menuju kolam. Ketika palang pintu bergerak, sayangnya mereka terjepit di antara palang pintu dan mati,” kata juru bicara West Japan Railway Company.

Terowongan ini juga bertujuan untuk mengurangi keterlambatan kereta api setelah kura-kura bertanggung jawab atas 13 gangguan pada layanan kereta api antara tahun 2002 dan 2014 dengan jatuh ke dalam ruang di antara sakelar kereta api dan tergencet, menurut pejabat West Japan Railway Company.

“Mereka dapat menyebabkan penundaan yang lama pada operasi, jadi kami berkonsultasi dengan spesialis kura-kura untuk menemukan cara terbaik untuk membantu mereka,” tambah juru bicara tersebut.

East Japan Railway Resmi Operasikan Kereta Komuter Otomatis di Jalur Terpadat Yamanote Line

Hiling Murah Meriah Sambil Menikmati Jalur KA yang Bersejarah

Menikmati pemandangan alam dari kereta api membuat terkagum yang melihatnya. Gunung, bukit, sawah, sungai bahkan pedesaan yang dilewatinya menambah kesan indah dari ciptaan Sang Pencipta. Apalagi menikmati perjalanannya di sepanjang jalur pertama kereta api yang dibangun sejak jama Kolonial Belanda.

Jalur kereta api ini terbentang mulai dari Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur, bahkan sampai Bandung. Saat kereta api wara wiri dijalur ini, banyak sekali masyarakat yang hanya berjalan-jalan hanya untuk menghabiskan waktu seharian.

Ya, jalur yang berkesan dan memiliki sejarah yang tinggi ini berada di lintas antara Bogor sampai dengan Cianjur. Stasiun yang dilewati jalur ini pun beragam. Mulai dari stasiun besar hingga stasiun kecil. Kereta api yang melintas dijalur itu tak sebanyak di jalur utama utara Jawa. Jalur kereta api ini hanya dilewati 1 kereta api saja yaitu KA Pangrango dengan rute Bogor-Sukabumi pulang pergi. Nama dari kereta api ini diambil dari nama gunung di kawasan Bogor, Jawa Barat. Karena kereta api di Indonesia lebih dominan menggunakan nama pegunungan, sungai, bahkan legenda dan tokoh pewayangan.

Kereta Api Pangrango diberangkatkan dari Stasiun Bogor sebanyak 4 kali, begitu pula dengan keberangkatan 4 kali dari Stasiun Sukabumi. Menikmati keindahan pemandangan selama naik KA Pangrango, penumpang disuguhkan dengan pemandangan aliran Sungai Cisadane dari Staisun Batu Tulis hingga Stasiun Maseng. Kemudian saat memasuki Stasiun Cigombong, panorama Gunung Salak yang menawan terlihat jika cuaca dalam keadaan cerah. Stasiun Cigombong merupakan stasiun tertinggi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Tak heran hawa sejuk diarea ini masih terasa.

Aktivitas langsir lokomotif KA Pangrango di Stasiun Sukabumi (Foto: Dok. Daop 1 Jakarta)

Berlanjut menuju Stasiun Cicurug yang merupakan batas akhir dari jalur ganda kereta api. Stasiun ini sebenarnya akan dijadikan angkutan air mineral yang terkenal disana. Sempat dijalankan beberapa tahun lalu, namun dampak dari longsor di kawasan Ciomas, Bogor membuat angkutan air mineral ini tidak dioperasikan lagi menggunakan kereta api sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kemudian beberapa stasiun setelah Cicurug penumpang disuguhkan dengan stasiun-stasiun kecil yang merupakan tempat pemberhentian KA Pangrango termasuk melewati beberapa jembatan besar yang terbentang hingga akhirnya tiba di Stasiun Sukabumi yang merupakan batas dari wilayah Daop 1 Jakarta. Karena hanya KA Pangrango yang nelewati jalur bersejarah ini, jadi tak ada aktivitas persilangan atau susul dengan kereta api yang berlawanan arah.

Dengan tentu jika tak ada hambatan, seringkali perjalanan KA Pangrango ini selalu datang dan berangkat tepat waktu. Waktu tempuh perjalanan dari Stasiun Bogor ke Stasiun Sukabumi pulang pergi adalah 1 jam 45 menit. Harga tiketnya pun murah meriah untuk perjalanan menengah ini. Harga tiket kereta api kelas ekonomi ini mulai dari Rp30.000 – Rp45.000, sedangkan untuk kelas eksekutif mulai dari Rp50.000 – Rp80.000.

Total jalur kereta api Bogor-Sukabumi sebenarnya memiliki 14 stasiun yang dilewati kereta api. Namun ada 2 stasiun diantaranya sudah tidak beroperasi, seperti Stasiun Cijambe dan Pondokleungsir. Kedua stasiun itu sudab tidak digunakan karena dari okupansi penumpang pada waktu itu yang selalu sepi. Namun, Cijambe dan Pondokleungsir masih terlihat bangunan stasiunnya saat naik kereta api hingga saat ini.

Fyi, Bogor-Sukabumi saat ini hampir genap 140 tahun usia jalur tersebut. Pada 21 Maret 1882, pemerintah kolonial Hindia Belanda meresmikan jalur kereta api Bogor-Sukabumi. Peresmian itu dilakukan oleh perusahaan milik pemerintah Staatsspoorwegen (SS). Iming-iming keuntungan melimpah ada di baliknya. Kehadiran jalur kereta api baru buat Belanda dapat menyingkat waktu pengiriman komoditas ekspor. Belanda pun untung besar. Karenanya, kehadiran jalur Bogor-Sukabumi dianggap sebagai simbol kemajuan zaman.

Sudah Tahu Beda Kereta Wisata by KAI Wisata dengan Kereta Api Reguler by KAI? Simak Di Sini

Bandara Changi Luncurkan Kampanye Ritel Terbaru, Disebut Sebagai Pembaruan Paling ‘Berani’

Status Changi sebagai airport mall menjadikan kegiatan ritel menjadi sangat penting, dan belum lama ini Bandara Changi telah meluncurkan kampanye ritel terbaru yang diyakini sebagai pembaruan paling berani dari kampanye ritel khasnya untuk memberikan kesempatan kepada pembeli untuk mendapatkan pengalaman perjalanan mewah terbaik ke destinasi liburan impian mereka.

Kampanye ‘Changi Millionaire Experiences’ yang berlangsung selama setahun akan memperlihatkan pemenang undian triwulanan memilih dari apa yang disebutnya sebagai “satu dari lima destinasi ikonik di seluruh dunia” untuk dikunjungi bersama seorang teman – Bahama, Afrika Selatan, Paris, Finlandia (untuk melihat Cahaya Utara) dan Kyoto.

Kampanye ini menjanjikan bahwa setiap pemenang dan teman mereka akan disuguhi perpaduan yang memanjakan dari santapan lezat, pengalaman budaya, dan aktivitas mewah yang mengasyikkan.

Paket-paket ini akan mencakup penerbangan kelas suite, akomodasi mewah, tur pribadi, dan layanan pramutamu pribadi, yang menjanjikan mereka pengalaman liburan kelas dunia dan kenangan yang tak terlupakan. Dari penggemar budaya hingga petualang sejati, nantikan kemewahan terbaik yang tersedia untuk setiap tipe pelancong.

Dengan peningkatan penjualan ritel perjalanan yang sejalan dengan pemulihan jumlah lalu lintas penumpang, Changi mengalami peningkatan penjualan konsesi di seluruh bandara sebesar 18% dari Januari hingga November 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini terutama didorong oleh konsumen dari Cina, India, dan Indonesia, yang muncul sebagai pasar terbesar bagi Changi pada tahun 2024. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Barang mewah, minuman keras dan tembakau, serta parfum dan kosmetik tetap menjadi tiga pendorong penjualan teratas di kalangan pembeli.

Sepanjang tahun, lebih dari 170 sewa baru diberikan di seluruh bandara. Dari jumlah tersebut, 28 adalah merek dan konsep baru bagi Changi, yang mencerminkan upaya berkelanjutan bandara untuk meningkatkan pengalaman berbelanja dengan opsi baru dan menarik.

Hal ini, sebagaimana dicatat, juga berlaku bahkan bagi penumpang yang transit melalui Changi, yang dapat dengan mudah mencicipi atau merasakan Singapura tanpa perlu meninggalkan bandara, berkat hampir 60 merek lokal yang hadir di area transit.

7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi

Sejarah Pelabuhan Tertua di Dunia – Titel Sebagai Pusat Perdagangan Tak Pernah Bergeser!

Siapa sangka negara kecil di Timur Tengah ini memiliki pelabuhan tertua di dunia? Adalah Lebanon, negara yang berbatasan langsung dengan Suriah ini ternyata memiliki pelabuhan tertua di dunia yang diperkirakan sudah mulai beroperasi sejak sekitar tahun 3000 SM. Untuk Anda yang belum tahu, berikut KabarPenumpang.com rangkum serba-serbi tentang Pelabuhan tertua di dunia, Pelabuhan Byblos.

Baca Juga: 127 Tahun Lalu, USS Maine Meledak, 260 Orang Tewas dan Menjadi Penyebab Pecahnya Perang Spanyol-Amerika

Seperti yang dirangkum dari berbagai sumber, di masa awal-awal pelabuhan ini beroperasi, Byblos masih menjadi pusat perdagangan Kayu Cedar yang kala itu sangat dicari oleh peradaban Mesir Kuno untuk pembangunan makam dan kapal. Lambat laun, Pelabuhan Byblos menjelma menjadi titik penting di jalur perdagangan Lebanon – Mesir.

Pelabuhan Byblos sendiri berada di puncak kejayaan pada masa kekuasaan bangsa Fenisia, pedagang dan pelaut ulung yang mendiami wilayah pesisir timur Laut Tengah, yang sekarang dikenal sebagai Lebanon, Suriah, dan sebagian Israel. Kala itu bangsa Fenisia menjadikan Pelabuhan Byblos sebagai basis untuk menjelajahi dan berdagang di seluruh Mediterania. Mereka berlayar ke berbagai wilayah, termasuk Mesir, Yunani hingga bahkan Spanyol, membawa barang-barang dagangan seperti kayu, anggur, minyak zaitun, dan kerajinan tangan.

Lalu pada abad ke-6 SM, kekuasaan bangsa Fenisia mulai ‘mengendur’ dan Pelabuhan Byblos diambil alih oleh Yunani – tepatnya setelah Alexander the Great berhasil menaklukan Persia pada abad ke-4 SM. Di masa kekuasaan Yunani, Pelabuhan Byblos tetap menjadi pusat perdagangan penting, meskipun tidak lagi mendominasi seperti di masa kekuasaan bangsa Fenisia.

Pelabuhan Byblos di sekitar awal tahun 1900-an. Sumber: istimewa

Kekuasaan terhadap Pelabuhan Byblos kembali bergeser setelah bangsa Romawi menduduki wilayah Lebanon dan sekitarnya. ‘Taji’ Pelabuhan Byblos sebagai pusat perdagangan juga agaknya enggan bergeser kendati sudah bergonta-ganti penguasa.

Di bawah kependudukan Romawi, Pelabuhan Byblos terus digunakan untuk mengekspor anggur dan minyak zaitun ke berbagai wilayah Kekaisaran Romawi. Anggur dan minyak zaitun dari Lebanon sangat dihargai di Roma dan wilayah lainnya. Setelah runtuhnya kekuasaan Romawi, Pelabuhan Byblos kembali berganti tuan, mulai dari Bizantium, Arab, dan kekaisaran Ottoman.

Kini, Pelabuhan Byblos memang sudah tidak gemilang seperti dulu, tidak lagi menjadi pusat perdagangan internasional. Tapi keberadaannya masih penting bagi masyarakat lokal hingga wisatawan. Pelabuhan Byblos sekarang lebih banyak digunakan sebagai pelabuhan perikanan. Perahu-perahu nelayan kecil berlabuh di sini, membawa hasil tangkapan mereka untuk dijual di pasar ikan setempat.

Pelabuhan Byblos di masa kini. Sumber: istimewa

Bagi wisatawan, Pelabuhan Byblos lebih dari sekadar pelabuhan kuno yang sarat akan nilai dan cerita sejarah – tapi juga para wisatawan terpuaskan karena pemandangan alamnya yang indah. Bak menjelma menjadi salah satu daya tarik di Lebanon, Pelabuhan Byblos kini sudah dilengkapi dengan berbagai restoran yang menyajikan penganan laut segar hingga penyewaan feri untuk berkeliling di sekitar.

Jadi, apakah Anda siap untuk menyambangi Pelabuhan Byblos dan menikmati setiap sudutnya sembari bernostalgia?

Profil Bandara Internasional Rafic Hariri – Gerbang Utama Keluar-Masuk Beirut (Lebanon)

Cuaca Dingin Ekstrem, Kota Regina Hadirkan Bus Penghangat

Cuaca ekstrem yang melanda Kota Regina di Kanada, membuat pemerintah berinisiatif menghadir bus penghangat. Bus tersebut beroperasi dengan bermitra bersama Regina Treaty/Status Indian Services Inc (RTSIS), Regina Street Team, dan sukarelawan masyarakat.

Bus akan tersedia setiap hari pukul 21.00 malam hingga 09.00 pagi wakti setempat yang akan beroperasi antara Carmichael Outreach di lingkungan Heritage dan Awasiw tempat penampungan peghangat di North Central.

Adapun rutenya, bus penghangat akan berangkat dari Carmichael Outreach di blok 1500 12 th Ave menuju All Nations Hope Network Awasiw Warming Center. Kemudian akan berhenti di sepanjang jalan di Salvation Army, YWCA, dan 11th Avenue by Newo Yotina.

Dalam pengoperasian bus penghangat, operator bersama stafpenjangkauan dan keamanan akan berada di dalam bus. Yang mana nantinya bus akan memberikan kehangatakan dan menawarkan tempat penampungan yang hangat bagi orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal di Regina.

“Kota ini berkomitmen untuk keselamatan dan kesejahteraan semua orang di komunitas kami, terutama mereka yang tidak memiliki tempat tinggal. Ketika suhu turun ke titik terendah yang mengancam jiwa, sangat penting untuk menyediakan tindakan darurat tambahan seperti bus penghangat, “kata Dave Slater, Manajer Kesejahteraan Masyarakat, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Lahore Luncurkan Layanan Bus Listrik untuk Angkut 17 Ribu Penumpang

Untuk diketahui, suhu di Regina beberapa hari belakangan cukuplah ekstrem dan tercatat -37 derajat Celcius dan angin dingin hingga -46 derajat Celcius. Data ini didapat oleh Environment anda Climate Change Canada.

Dari kabar yang tersiar, suhu dingin ekstrem ini diperkirakan akan mencapai titik tertinggi di akhir pekan ini. Sehingga kehadiran bus penghangat ini mampu menampung orang-orang yang membutuhkan tempat.

“Ketika suhu turun ke titik terendah yang mengancam jiwa, maka ada ‘kebutuhan mendesak untuk tempat penghangat sementara,’” kata pernyataan itu.

Selain bus penghagat, mereka juga menawarkan sarapan, makan siang, dan minuman hangat gratis. Ada akses ke obat-obatan dan noda, serta pakaian dan makanan jika tersedia. Ada juga beberapa layanan kesehatan, seperti tes infeksi menular seksual (IMS), vaksinasi dan imunisasi.

Tourista SR 2300 Ultimate Edition, Jadi Bodi Baru Bus Pariwisata Merpati Transport

Mudik Lebaran Gratis 2025, Kemenhub Siapkan Lebih dari 60 Ruas Trayek Jalur Laut

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali menyiapkan program mudik gratis dengan menggunakan kapal laut. Di tahun 2025 ini, Kemenhub menyediakan sekitar 67 ruas trayek yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk kembali ke kampung halaman.

Baca Juga: Intip Kesiapan ASDP “Ferizy” Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Mudik 2025

Dalam Rapat Koordinasi Gapasdap yang dilaksanakan Rabu (19/2/2025) kemarin, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Hartanto mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dan melakukan evaluasi agar program mudik gratis 2025 ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Terkait program mudik gratis, kira-kira akan ada 67 trayek yang disediakan. Anggarannya cukup lumayan yang harus kami keluarkan, dan harapannya program ini langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Hartanto, dikutip dari laman ekonomi.bisnis.com (19/02/2025).

Hartanto juga memprediksi bahwa di tahun 2025, akan ada peningkatan jumlah penumpang mudik Lebaran sebesar 10% dibandingkan tahun 2024 kemarin. “Kami telah menyiapkan langkah-langkah agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Dengan meningkatnya jumlah penumpang, kami harus memastikan bahwa pelayanan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, di tahun 2024, Ditjen Perhubungan Laut menyiapkan kuota mudik gratis sebesar 9.800 penumpang dan 4.800 sepeda motor.

Hartanto melanjutkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelayaran Nasional Indonesia guna memastikan ketersediaan armada kapal hingga layanan di pelabuhan saat mudik Lebaran 2025. Kendati sudah semakin dekat dengan ‘peluncuran’ program mudik gratis ini, Hartanto masih enggan membocorkan lebih rinci terkait rute mana saja yang dapat diakses secara gratis oleh calon pemudik.

Baca Juga: Geliat ASDP Ferry yang Kian Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Musim Mudik 2025

Tidak bisa dipungkiri, program mudik gratis yang disiapkan oleh banyak instansi ini, baik swasta maupun pemerintah, masih digemari oleh banyak lapisan masyarakat. Selain bisa kembali ke kampung halaman dengan cuma-cuma, calon penumpang juga tidak perlu capek mengemudikan kendaraan mereka yang besar kemungkinan akan terjebak macet – khususnya untuk pengendara sepeda motor yang kerap memenuhi beberapa ruas jalan dan dinilai membahayakan untuk perjalanan jarak jauh. Belum lagi pada pengendara ini juga turut memboyong barang bawaan dengan jumlah yang sangat banyak.

Berlayar Saat Berpuasa? Tidak Perlu Khawatir! Simak Tips Berikut Agar Puasa Tetap Lancar