Diklaim Paling Ekstrem, KA Siliwangi Berjalan 5 km Per jam Saat Lewati ‘Taspat Abadi’, Kenapa?

Pernahkah Anda naik kereta api melewati jalur paling berbahaya dan ekstrem saat dilintasi kereta api dengan kecepatan paling rendah? Ya, biasanya jalur ini akibat dampak dari kecelakaan atau rawan longsor yang membuat kereta api melintas harus mengurangi kecepatan yang seharusnya diijinkan. Jalur kereta api yang terbilang ekstrem ini memang benar adanya. Masyarakat pengguna kereta api khususnya dijalur Sukabumi-Cianjur pasti sudah sering melewati jalur ekstrem ini.

Namanya Spot Taspat Abadi KM 77 atau yang biasa dikenal dengan Taspat Abadi itu tikungannya menyerupai zigzag. Hanya KA Siliwangi yang melintas dijalur ini dengan rute Sukabumi-Cipatat pulang pergi.

Meskipun kereta api yang melintas jalur ini tak banyak, namun pemantauan dan pengecekan selalu dilakukan 24 jam. Meski areanya tak seperti rawan longsor jika dilihat orang awam, tapi jalur ini berada di area patahan Cimandiri dan jika terjadi gempa mengalami pergeseran tanah 10 cm setiap tahunnya. Dengan tentu KA Siliwangi maupun kereta khusus lainnya yang melewati jalur ini harus mengurangi kecepatan 5 km/jam.

Terlihat KA Siliwangi melewati zigzag jalur kereta api di Taspat Abadi KM 77 (Foto: Tangkapan Layar Youtube.com/SendyPrasetya)

Bentuknya juga menyerupai bentuk huruf S yang apabila berasa di dalam kereta berasa sedang meliuk. Ditengah liukan tersebut terbentang jembatan yang tidak terlalu besar yang dialiri Sungai Cikasur dibawahnya. Warga disana menyebutnya Jembatan Ciperdah, namun dikalangan Railfan jalur itu disebut ‘spot KM 77’, yang terletak di Kampung Ciperdah, kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Menikmati Perjalanan Kereta Api Tertua di Jawa Barat, Cuma Goceng

Bukit yang berada disamping rel kereta api membuat KA Siliwangi harus berjalan perlahan saat melewatinya. (Foto: Tangkapan Layar Youtube.com/SendyPrasetya)

Jika ingin melihat bahkan merasakan jalur ‘Taspat Abadi’ ini, Anda bisa naik KA Siliwangi dengan rute Sukabumi sampai dengan Cianjur maupun sebaliknya. Mencoba dijalur ini menjadi sensasi tersendiri karena bisa merasakan kecepatan kereta api yang benar-benar rendah. Untuk akses ke area KM 77, Anda bisa melakukan perjalanan menggunakan roda 2 dari Stasiun Lampegan berjarak 4 kilometer menuju lokasi taspat abadi ini. Wilayahnya yang dikelilingi bukit dan masih banyak rimbunan pohon, membuat area ini memiliki curah hujan yang tinggi.

Tak heran jika hujan turun, lokomotif penarik KA Siliwangi yang menggunakan seri CC 206 itu harus ekstra menambah kekuatannya karena sering kali mengalami roda selip pada rel yang dilewati. Maklum saja saat melewatinya, rel yang digunakan masih tipe R42 dan bantalan besi/baja.

Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng

Singkil, Surga di Selatan Aceh dengan Pesona Alam yang Menakjubkan

Selain menjadi momen untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman, momen libur panjang Hari Raya Idul Fitri juga kerap digunakan sebagian masyarakat Indonesia untuk berwisata. Salah satu destinasi wisata yang wajib Anda kunjungi adalah Singkil yang ada di Aceh. Pesona alamnya yang menakjubkan seolah menjadi penyegar di tengah rutinitas kantoran yang membosankan.

Baca Juga: PT Pelni Siap Kerahkan KM Dobonsolo Untuk Tunjang Mudik Lebaran 2025

Kabupaten Aceh Singkil sendiri merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2002. Sebagai informasi tambahan, Kabupaten Singkil terdiri atas dua wilayah, yaitu daratan dan kepulauan. Wilayah kepulauan di Kabupaten Singkil adalah Kepulauan Banyak. Sementara sebagian wilayah dari Kabupaten Singkil ini terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Taman Nasional Gunung Leuser. Sumber: istimewa

Di Taman Nasional Gunung Leuser sendiri, terdapat beberapa spot menarik yang sayang untuk Anda lewatkan; seperti Lembah Alas, Air Terjun Tangkahan, Danau Laut Tawar yang merupakan danau kawah dengan air berwarna biru kehijauan yang sangat indah serta Bukit Lawang yang merupakan pusat rehabilitasi orang utan.

Bagi Anda yang tertarik untuk menyambangi daerah Singkil ini, Anda dapat dengan mudah menggunakan kapal feri yang disiapkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Menurut Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, Pelabuhan ASDP di Singkil menjadi salah satu gerbang masuk menuju berbagai destinasi wisata alam yang memukau.

“Wisatawan dapat menjangkau Kepulauan Banyak dalam waktu sekitar 3,5 jam menggunakan KMP Aceh Hebat 3. Kapal ini melayani rute dari Singkil ke Sinabang,” ujar Shelvy, dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

KMP Aceh Hebat 3. Sumber: Istimewa

Shelvy juga mengungkapkan bahwa ada banyak aktivitas menarik yang dapat dilakuan di Kepulauan Banyak, seperti snorkeling, surfing, diving, hingga island hopping.

Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi Pulau Bangkaru, yang terkenal sebagai habitat satwa langka, seperti penyu hijau, penyu belimbing, dan penyu sisik. Pulau ini memiliki Pantai Amandangan sepanjang 3 km yang menjadi tempat penyu-penyu bertelur, menjadikannya destinasi menarik bagi pecinta ekowisata dan konservasi alam.

“Kehadiran layanan ASDP di wilayah Singkil tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan sektor pariwisata dan distribusi logistik, sehingga mendorong pembangunan ekonomi daerah.” tutup Shelvy.

Ternyata, masih banyak sekali spot wisata menarik yang bisa Anda datangi di Indonesia. Tunggu apa lagi? Manfaatkan momen libur Lebaran untuk datang ke Singkil dan sejenak melepas penat!

Keren! Dubai Kembali Hadirkan Moda Transportasi Tradisional Dengan Sentuhan Modern

Perdana Berlayar di Asia, Disney Cruise Line Siap Tawarkan Paket Liburan Tak Terlupakan Untuk Keluarga!

Jikalau kemarin tersiar kabar tentang Big Nude Boat, pelayaran kapal pesiar yang dikhususkan untuk orang-orang dewasa, kini juga ada pelayaran khusus untuk Anda sekeluarga yang lebih ramah anak. Adalah Disney Cruise Line, sebuah operator layanan kapal pesiar yang mengangkat tema kartun Disney dan menyuguhkan berbagai pertunjukkan menarik selama perjalanan. Wah, tentu ini bisa menjadi salah satu alternatif liburan yang seru bagi Anda sekeluarga!

Baca Juga: Nyeleneh! Usung Tema Nudis, Penumpang Kapal Pesiar Bebas ‘Berkeliaran’ Tanpa Busana

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, diketahui bahwa Disney Cruise Line pertama kali berlayar pada 30 Juli 1998 dengan mengusung tema Disney Magic. Singkat cerita, Disney Cruise Line sudah pernah menjajal hampir semua destinasi laut di dunia; sebut saja Karibia, Alaska, Eropa hingga Transatlantik. Nah baru di tahun 2025 ini, Disney Cruise Line akan pertama kali melakukan pelayaran di Asia pada 15 Desember 2025 mendatang dan memulai pelayarannya dari Singapura.

Interior mewah di salah satu sudut Disney Cruise. Sumber istimewa

Perjalanan ini nantinya akan memakan waktu 3 hari 4 malam. Para penumpang juga akan mendapatkan pengalaman tak terlupakan dari karakter-karakter Disney yang ikonik, berbagai pertunjukkan yang mengagumkan, fasilitas yang canggih hingga pengalaman berlayar yang menakjubkan di laut Asia. Tidak hanya pertunjukkan, area restoran ‘disulap’ dengan nuansa Disney, lengkap dengan area buffet serta makanan cepat saji.

Agaknya kita tidak perlu lagi meragukan suguhan hiburan dari brand sekaliber Disney. Pertunjukan teater musikal, pesta hingga acara-acara interaktif dikabarkan akan setia menemani perjalanan Anda mengarungi lautan.

Suguhan hiburan selama pelayaran. Sumber: istimewa

Tidak hanya untuk orang dewasa, nantinya anak-anak Anda juga bisa menikmati berbagai aktivitas seru selama pelayaran. Sebut saja bergabung ke Disney Oceaneer Club, sebuah klub eksklusif untuk anak berusia 3-12 tahun yang menawarkan permainan, area pembelajaran hingga interaksi langsung dengan karakter Disney favorit mereka, membuat perjalanan ini semakin sulit dilupakan oleh si buah hati.

Ada juga Disney Oceaneer Lab yang akan menyuguhkan berbagai aktivitas menarik kepada anak-anak, mulai dari area bermain yang dilengkapi layar sentuh interaktif, alat peraga sains hingga properti unik lainnya. Anak-anak juga akan mendapatkan pengalaman belajar yang seru dan mudah dipahami.

Staf ahli yang akan menemani anak-anak Anda. Sumber: istimewa

Menyoal keamanan, Anda tidak perlu khawatir karena staf yang bertugas di Disney Oceaneer Lab ini merupakan orang-orang yang berpengalaman dan telaten dalam berinteraksi dengan anak-anak. Para staf ini nantinya akan setia menemani, membimbing dan menjaga anak-anak Anda tetap aman selama berada di Disney Oceaneer Lab.

Sementara untuk orang dewasa, Disney Cruise Line juga menawarkan hiburan yang tidak kalah menarik; ada klub malam, lounge, kolam renang, spa, toko cinderamata hingga pusat kebugaran.

Menghabiskan waktu libur akhir tahun dengan Disney Cruise Line agaknya menjadi salah satu opsi yang sulit dihindari, mengingat lengkapnya tawaran hiburan yang menyasar semua usia. Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi saksi sejarah dari pelayaran perdana Disney Crusie Line di Asia, silakan kunjungi laman resmi Disney Cruise Line untuk mencari tahu dan memilih sendiri liburan versi Anda!

Pelni Kembali Digaet Perusahaan Kapal Pesiar Terkemuka untuk Dukung Operasional MV Paul Gauguin

Lahore Luncurkan Layanan Bus Listrik untuk Angkut 17 Ribu Penumpang

Kendaraan listrik mulai berkembang pesat penggunaannya di berbagai negara di dunia. Bukan hanya motor dan mobil saja, tetapi bus besar pun mulai digunakan oleh pemerintah sebagai transportasi publik untuk mengangkut penumpang.

Seperti di Lahor, Pakistan yang mulai hari ini, Rabu (19/2/2025), meluncurkan layanan bus listrik mereka untuk operasional komersial. Bus listrik ini merupakan proyek dari Perusahaan Transportasi Punjab.

Layanan bus listrik tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Punjab Maryam Nawaz. Kehadiran bus listrik di Lahore juga memiliki tujuan untuk mengurangi polusi lingkungan dan meningkatkan mobilitas perkotaan.

Baca juga: NOTAM Dikeluarkan, Wilayah Udara Karachi dan Lahore Alami Gangguan Sinyal GPS Parah

Untuk diketahui, Lahore akan mulai mengoperasikan 27 bus listrik yang diimpor dari Cina. Bus bisa membantu 17 ribu penumpang untuk bepergian setiap harinya.

Pada peluncuran bus tersebut, Departemen Transportasi Punjab menampilkan sebuah film dokumenter tentang bus-bus tersebut, yang menyoroti fitur-fitur dan fasilitas-fasilitas modernnya. Setiap bus memiliki kapasitas 83 penumpang, termasuk 32 kursi, ruang untuk 48 penumpang yang berdiri dan dua kursi khusus untuk penyandang disabilitas.

Bus listrik Lahore pun memiliki bagian khusus untuk Wanita serta kabin pengemudi yang terpisah dan dilengkapi control canggih untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang. Bus listrik ini dilengkapi dengan GPS, Wi-Fi, port pengisian daya USB, kamera pengawas di dalam bus, dan jalur landai untuk kursi roda yang dioperasikan secara manual.

Para penumpang dapat membayar ongkos dengan menggunakan dompet digital dan kartu pintar, sementara sebuah aplikasi seluler akan memungkinkan pelacakan bus secara real-time. Sekali pengisian daya, bus mampu melaju dengan Jarak tempuh 300 km dan baterai bisa terisi penuh dalam waktu dua jam setengah.

Lahore menghadirkan stasiun pengisian daya untuk bus-bus tersebut di Green Town. Pengadaan bus listrik ini mengahabiskan biaya sekitar Rs2,4 miliar atau sekitar Rp451 miliar dan menandai sebuah Langkah signifikan menuju transportasi perkotaan yang berkelanjutan.

Bus listrik besutan Cina ini seharga Rs88 juta atau sekitar Rp16,5 miliar per armada dan memiliki masa operasional selama 12 tahun.

Lahore Metro, LRT Pertama di Pakistan Siap Mengular Desember 2017

Taksi Istanbul Punya Desain dan Warna Baru di Tahun 2025

Taksi di Istanbul tahun 2025 ini akan memiliki desain baru. Pilihan desain baru ini merupakan hasil dari proses pemungutan suara yang diikuti ratusan ribu warga Istanbul, Turki pada 2024 lalu.

Istanbul Metropolitan Municipality (İBB) telah mencapai tahap akhir dalam mendesain taksi-taksi tersebut, yang akan beroperasi secara eksklusif melalui aplikasi mobile. Ada lima pilihan desain telah dibuat, semuanya menggunakan warna putih sebagai warna dasar dan satu diantaranya menggunakan warna merah sedangkan lainnya memiliki tambahan warna kuning.

Desain-desain tersebut akan diaplikasikan pada kendaraan Fiat Egea, yang dipilih sebagai model untuk armada baru. Dari ratusan ribu warga yang memilih, desain E menjadi yang paling banyak dipilih dengan 30 ribu suara.

Baca juga: Si Tosca dari Vietnam, Ini Dia Taksi Listrik Xanh SM

Kendaraan-kendaraan tersebut, nantinya akan menggunakan balutan vinil dan bukan cat. Sehingga setelah persiapan teknis, termasuk infrastruktur, peraturan dan prosedur operasional, kendaraan akan menerima pembungkus vinil mereka di fasilitas IBB sebelum mulai beroperasi untuk melayani penumpang.

Desain dan warna baru taksi Istanbul

Untuk diketahui, desain baru tersebut meliputi perubahan warna yang sejalan dengan sistem berbasis aplikasi. Desain baru tersebut menghilangkan lampu atap tradisional.

Hal ini karena taksi sekarang hanya akan menerima penumpang melalui aplikasi berlisensi atau pangkalan taksi yang ditunjuk. Sistem aplikasi bertujuan untuk mengatasi manipulasi rute, penolakan jarak pendek, hingga biaya yang terlalu tinggi bagi para pelancong.

Tak hanya itu tujuan lainnya untuk menyederhanakan proses pemesaan taksi melalui aplikasi dengan peluncuran awal sebanyak 2500 armada. Taksi ikonik Istanbul siap untuk bertransformasi dengan penuh warna seiring dengan rencana kota ini untuk memperkenalkan 2.500 taksi berbasis aplikasi dengan desain yang lebih segar.

Desain akhir akan ditentukan oleh hasil jajak pendapat yang diselenggarakan oleh IBB. Tanggal pasti peluncuran taksi ini masih belum jelas.

Namun, para pejabat mengatakan bahwa proyek ini berjalan dengan cepat, yang bertujuan untuk memodernisasi pilihan transportasi Istanbul sekaligus memberikan tampilan baru pada taksi-taksi ikonik kota ini.

Mau Berlibur ke Istanbul? Baca Dulu Beberapa Tips Berikut Ini!

LRT Jabodebek Sosialisasikan Pin Ibu Hamil, Begini Cara Memperolehnya

Sebagai bagian dari komitmen dalam menyediakan transportasi inklusif bagi seluruh pengguna, LRT Jabodebek terus mensosialisasikan layanan Pin Ibu Hamil, sebuah layanan yang telah diterapkan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna ibu hamil saat bepergian.

Melalui layanan ini, ibu hamil dapat memperoleh Pin Ibu Hamil dengan mudah di loket stasiun. Proses pengambilan pin ini cukup sederhana, pengguna hanya perlu menunjukkan surat keterangan kehamilan dari rumah sakit, dokter, atau bidan kepada petugas di loket stasiun.

Setelah dokumen diverifikasi, ibu hamil akan menerima pin yang dapat dikenakan selama perjalanan dengan LRT Jabodebek. Pin ini berfungsi sebagai tanda pengenal agar pengguna lain lebih memahami kebutuhan ibu hamil, termasuk memberikan tempat duduk prioritas di stasiun maupun dalam kereta.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi menegaskan komitmen LRT Jabodebek dalam menghadirkan transportasi yang inklusif bagi seluruh masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pengguna termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, merasa nyaman dan aman saat menggunakan LRT Jabodebek. Dengan adanya pin ibu hamil serta fasilitas pendukung lainnya, kami berharap perjalanan dengan LRT Jabodebek menjadi lebih mudah dan menyenangkan bagi semua,” ujarnya.

Selain itu, LRT Jabodebek juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi ibu hamil, seperti lift prioritas untuk kemudahan akses di stasiun, tempat duduk prioritas baik di dalam stasiun maupun di dalam rangkaian kereta, serta water station atau air minum gratis yang terdapat di stasiun untuk memastikan ibu hamil tetap terhidrasi selama perjalanan. Jika pengguna membutuhkan bantuan selama perjalanan, pengguna dapat langsung menghubungi petugas di stasiun maupun di dalam kereta untuk mendapatkan pertolongan dengan cepat dan sigap.

Tidak hanya bagi ibu hamil, LRT Jabodebek juga memberikan perhatian khusus kepada ibu menyusui. Seluruh stasiun LRT Jabodebek telah dilengkapi dengan ruang menyusui yang nyaman dan aman. Di dalam ruang menyusui ini, tersedia sofa, dispenser air panas, serta wastafel untuk mendukung kenyamanan pengguna dalam memberikan ASI kepada buah hati mereka.

Sebagai transportasi publik yang ramah bagi seluruh pengguna, LRT Jabodebek juga mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan tempat duduk kepada pengguna prioritas, seperti ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan pengguna dengan anak kecil. Dengan adanya kesadaran bersama, transportasi publik dapat menjadi lebih nyaman dan inklusif bagi semua kalangan.

Ibu Hamil Berdiri, Penumpang Sehat Duduki Kursi Prioritas di Kereta

Dipensiunkan, “Si Gendut” Argo Bromo Anggrek Benar-benar Tak Layak Digunakan

Ada pemandangan tak biasa di Stasiun Brumbung saat rangkaian kereta yang membawa alat berat pada 18 Februari kemarin. Ya, Crane yang didatangkan dari Cirebon ini merapat Stasiun Brumbung disamping rangkaian bekas Argo Bromo Anggrek.

Informasi yang dikabarkan bahwa Crane tersebut melakukan tugasnya untuk mengevakuasi rangkaian “gendut” Argo Bromo Anggrek tersebut yang dipindahkan dari atas rel. Sekitar 10 unit kereta yang mangkrak di stasiun tersebut dilakukan pemindahan. Ini dimaksudkan agar jalur yang berada di Stasiun Brumbung steril dari rangkaian yang tidak beroperasi.

Awalnya rangkaian Argo Bromo Anggrek direncanakan akan dikirim ke tempat pembuangan kereta yang tak layak pakai di Stasiun Cikaum. Namun, entah kenapa proses pemindahan tak kunjung dilakukan hingga saat ini. Bahkan rangkaian gendut ini dikatakan sudah tak layak di jalankan kembali, walaupun dalam kecepatan lebih lambat. Mengingat roda/bogie yang sudah berkarat dan selang rem yang tak berfungsi, sangat dikhawatirkan jika terjadi anjlok atau semacamnya.

Crane yang dioperasikan mengangkut atau memindahkan kereta atau gerbong ini paling efektif sebagai kereta penolong. Tak hanya itu Crane tersebut sempat melakukan evakuasi saat terjadinya longsor di kabupaten Grobogan beberapa bulan lalu. Saat in beberapa kereta eks Argo Bromo Anggrek satu persatu dipindahkan disamping rel Stasiun Brumbung. Belum diketahui selanjutnya rangkaian itu apakah dipindahkan lagi atau dibuat “makam” baru untuk rangkaian kereta mangkrak di Brumbung.

Ini Alasan Rangkaian “Gendut” Bekas Argo Bromo Anggrek Harus Mangkrak

Seperti diketahui kereta jenis ini memiliki desain yang berbeda dengan kereta lain. Dikutip dari roda-sayap.com, body kereta Argo Bromo Anggrek dibuat “menggembung” dengan kaca jendela yang menyatu. Pintu otomatis dengan sistem pneumatik dipasang pada setiap kereta. Kereta-kereta untuk Argo Bromo Anggrek menggunakan bogie jenis CL-234/K9 yang dilengkapi dengan air suspension, lisensi GEC-Alshtom Perancis.

Bagian coupler (alat perangkai) sendiri menggunakan jenis automatic dengan tigh lock, yang mengunci lebih sempurna dan meminimalisir guncangan pada coupler. Insulasi kereta dibuat sebaik mungkin agar suara serta panas dari luar tidak masuk ke kabin.

Argo Bromo Anggrek pada masanya masih menggunakan rangkaian “gendut” dengan bogie jenis K9.

Kereta api Argo Bromo Anggrek merupakan kereta api yang terkenal dengan rangkaian kereta yang memiliki Kereta Spesial dengan Bogie K9. Kereta api ini merupakan kebanggaan Daop VIII Surabaya.

Kini kereta api Argo Bromo Anggrek gendut tidak lagi digunakan karena sudah digantikan oleh rangkaian kereta eksekutif Stainless Steel New Generation. Rangkaian kereta baru ini mulai beroperasi pada 29 dan 30 Maret 2024. Dan kereta api ini sekarang memiliki kecepatan maksimal 120 km/jam dengan waktu tempuh yang relatif cepat dibanding rangkaian kereta api lainnya.

KA Argo Bromo Anggrek, Sejarah Pertama Varian Keluarga Kereta “Argo”

Keren! Dubai Kembali Hadirkan Moda Transportasi Tradisional Dengan Sentuhan Modern

Mungkin beberapa dari Anda masih sedikit asing dengan nama moda transportasi asal Dubai ini. Ya, Abra merupakan moda transportasi air tradisional berbentuk seperti perahu kecil yang digunakan masyarakat sekitar untuk menyeberangi atau menyusuri sepanjang sungai.

Di jaman dulu, Abra merupakan ‘tulang punggung’ transportasi di sekitaran Dubai Creek, sungai yang memisahkan 2 bagian utama kota Dubai, Deira dan Bur Dubai. Kendati Dubai sudah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan di berbagai lini, namun dikabarkan Otoritas Jalan & Transportasi Dubai (RTA) baru saja merilis Abra generasi keempat.

Baca Juga: Nyeleneh! Usung Tema Nudis, Penumpang Kapal Pesiar Bebas ‘Berkeliaran’ Tanpa Busana

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman khaleejtimes.com (17/2/2025), tujuan dari perilisan Abra generasi keempat ini adalah untuk meningkatkan jaringan transportasi air di kota tersebut. Selain itu, pihak RTA juga berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik lagi kepada setiap penggunanya, sekaligus mengintegrasikan Abra dengan jaringan transportasi umum yang lebih luas lagi.

“Hal ini juga bertujuan untuk mendorong pariwisata bahari dan lebih meningkatkan reputasi Dubai sebagai destinasi kelas dunia yang menarik jutaan pengunjung setiap tahun,” ujar salah satu pihak RTA dalam sebuah pernyataan.

Abra generasi keempat ini mendapatkan sedikit ‘modifikasi’ dari generasi sebelumnya, di mana maksimal penumpang yang dapat diangkut dalam sekali perjalanan mencapai 24 orang (sebelumnya hanya mampu menampung 20 orang). Guna memastikan keselamatan, aksesibilitas dan kenyamanan penumpangnya, ‘modifikasi’ Abra generasi keempat ini juga sudah memenuhi standar kelaikan yang berlaku di Dubai.

Abra generasi keempat. Sumber: khaleejtimes

“Peningkatan ini meliputi tempat duduk, lantai hingga tata letak yang lebih baik dan efisien, termasuk ketersediaan ruang khusus untuk penyandang disabilitas,” ujar CEO RTA, Ahmed Hashim Bahrozyan.

“Kami juga telah menerapkan berbagai peningkatan teknologi, termasuk sistem pintar yang canggih untuk transportasi umum, layar informasi penumpang secara real-time, dan peringatan keselamatan. Untuk pertama kalinya, kami memperkenalkan papan tujuan digital yang mendukung upaya RTA untuk meningkatkan jumlah penumpang transportasi laut dan memperkuat konektivitas di seluruh jaringan transportasi umum Dubai.” sambung Ahmed.

Jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi Dubai, jangan lupa untuk menyeberangi Dubai Creek dengan menggunakan Abra agar pengalaman liburan Anda semakin berkesan!

Perahu Eretan, Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Inovasi dan Modernisasi

Hari ini 37 Tahun Lalu, Boeing 737-400 Terbang Perdana, Salah Satu Narrow Body Terpopuler di Indonesia

Hari ini, 37 tahun lalu, yang bertepatan dengan 19 Februari 1988, menjadi momen penting dalam dunia dirgantara, khususnya di keluarga pesawat komersial Boeing 737 classic series, yakni dengan penerbangan perdana prototipe Boeing 737-400, seri 737-400 adalah varian yang sangat populer di Tanah Air, setidaknya Garuda Indonesia, Lion Air dan Citilink pernah atau mungkin masih mengoperasikan pesawat regional narrow body ini dalam jumlah yang lumayan banyak untuk melayani penerbangan domestik.

Baca juga: Profil Boeing 737-400 TNI AU Hibah dari Garuda Indonesia yang Evakuasi WNI di Kabul

Dari sejarahnya, penerbangan perdana Boeing 737-400 dilakukan di Renton Municipal Airport (RNT), sebuah bandara kecil yang terletak di Renton, Washington, Amerika Serikat. Renton Municipal Airport adalah fasilitas uji terbang utama untuk Boeing, dan banyak dari pesawatnya, termasuk varian-varian 737 lainnya, menjalani penerbangan perdana mereka dari bandara ini.

Boeing 737-400 dirancang untuk mengatasi kebutuhan maskapai penerbangan untuk pesawat dengan kapasitas lebih besar daripada varian sebelumnya seperti 737-300. Dengan panjang badan yang lebih panjang, 737-400 dapat mengangkut lebih banyak penumpang dan kargo, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis untuk rute-rute yang padat penumpang.

Boeing 737-400 Citilink (istimewa)

Boeing 737-400 memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, seperti 737-300. Dengan konfigurasi standar, pesawat ini dapat mengangkut hingga sekitar 168 penumpang.

Meskipun memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar, Boeing 737-400 tetap memiliki kinerja yang baik dalam hal jarak tempuh. Pesawat ini dapat digunakan untuk rute-rute jarak menengah hingga jarak jauh dengan efisien.

Meski lebih besar dari varian sebelumnya, Boeing 737-400 tetap relatif efisien dalam konsumsi bahan bakar, terutama dibandingkan dengan pesawat berukuran serupa pada masanya. Ini membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi maskapai penerbangan dalam hal ekonomi operasional.

Boeing 737-400 diperkenalkan dengan pintu darurat tambahan di bagian belakang pesawat, yang memungkinkan evakuasi yang lebih cepat dan aman dalam keadaan darurat. Seri 737-400 dilengkapi dengan avionik yang lebih modern dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, termasuk sistem navigasi dan pengendalian yang lebih canggih.

Ternyata Begini Sejarah Dua Pesawat Boeing 737 Misterius yang Mangkrak di Bali

Boeing 737-400 menggunakan mesin turbofan CFM56-3B1 yang diproduksi oleh CFM International, sebuah perusahaan patungan antara General Electric (GE) dari Amerika Serikat dan Safran Aircraft Engines (dahulu Snecma) dari Perancis. Mesin CFM56-3B1 memiliki daya dorong sekitar 22.000 hingga 23.500 pound (98 hingga 105 kN) dan merupakan varian dari keluarga CFM56 yang telah terbukti handal dan efisien dalam operasi pesawat komersial. Mesin ini banyak digunakan pada pesawat Boeing 737 Classic, termasuk varian -300, -400, dan -500.

Boeing 737-400 juga menghadapi beberapa kritik terutama terkait dengan kebisingan kabin dan konfigurasi kursi yang kurang nyaman. Meskipun demikian, pesawat ini tetap menjadi pilihan yang populer di kalangan maskapai penerbangan di seluruh dunia dan banyak yang masih beroperasi hingga saat ini.

Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Bagi Anda yang kelahiran dekade 70 dan 80-an, mungkin masih sempat melihat desain arsitekur Stasiun Gambir era jaman kolonial, pasalnya masuk ke tahun 1990-an, Stasiun Gambir mengalami perubahan besar, bangunan lamanya 100 persen telah dihancurkan dan diganti dengan model stasiun ‘bertingkat’ seperti yang terlihat saat ini. Padahal sebelum itu, ornamen Stasiun Gambir nampak begitu asri dengan keberadaan bangunan tua di sekitarya, sebut saja Gereja Immanuel, Gedung KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), Istana Negara dan Gedung Kesenian Jakarta.

Baca juga: Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

Namun tuntutan jaman rupanya tak bisa dibendung, terlebih dengan lonjakan trafik perjalanan kereta, peningkatan pelayanan pada stasiun, dan upaya meredam kemacetan di Ibu Kota, maka wajah Stasiun Gambir berubah total. Persisnya seiring pembangunan lintasan rel di atas (upper ground) antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Mangga Dua, maka otomatis Stasiun Gambir yang dilalui mengusung model Stasiun ‘bertingkat,’ wahjah baru Stasiun Gambir diikuti dengan stasiun-stasiun lain di Gongdangdia, Cikini dan Pangeran Jayakarta.

Merujuk ke sejarahnya, siapa sangka bahwa dibalik kokohnya Stasiun Gambir, ternyata sebelum dibangun sebagai pra sarana transportasi, daerah Gambir adalah tanah rawa dengan pemilik tanah tersebut bernama Anthony Paviljoen. Kemudian tahun 1697 tanah ini dibeli oleh Cornelis Chastelein dan membangun sebuah rumah dengan dilengkapi dua kincir sebagai penggiling tebu. Cornelis diperkiran yang memberi nama tempat ini dengan sebutan Weltevreden yang berarti sangat puas.

KabarPenumpang.com kemudian mencoba merangkum dari berbagai sumber, tahun 1871 silam Weltevreden menjadi sebuah halte Koningspelin atau berarti halte lapangan raja dan dikelola sampai tahun 1884 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan bangunan kecil dan sangat sederhana. Halte ini kemudian digantikan menjadi stasiun Weltevreden yang dibuka pada 4 Oktober 1884 di tempat Stasiun Gambir sekarang berada.

Hingga tahun 1906, stasiun ini digunakan untuk pemberangkatan tujuan Bandung dan Surabaya. Desain bangunan stasiun ini atapnya dulu bertumpu pada bantalan besi cor dengan rancangan Staatsspoorwegen (SS). Namun tahun 1928 setelah diambil alih dari SS pada 1913, stasiun kemudian diperbesar dan satu tahun kemudian mengalami perubahan yang cukup signifikan dimana tampak luar bergaya art deco. Atap untuk penumpang di peron juga diperpanjang ke sisi utara hingga 55 meter.

Setelah itu tahun 1937 stasiun ini kemudian diresmikan sebagai stasiun Batavia Koningsplein. Hingga akhirnya 55 tahun kemudian tepatnya tahun 1992, stasiun direnovasi secara besar-besaran menjadi stasiun layang dan berubah nama menjadi stasiun Gambir serta menjadi ruas jalur kereta Jakarta Kota-Manggarai.

Stasiun Gambir sendiri saat ini berada di ketinggian +16 meter dan masuk dalam Daerah Operasional (DaOp) I Jakarta. Memiliki empat jalur dimana jalur 2 dan 3 adalah sepur lurus. Saat ini stasiun gambir memiliki tiga tingkat dimana aula utama, loket, tempat makan dan toko serta layanan perbankan ada di tingkat dasar. Tingkat dua adalah ruang tunggu dan beberapa tempat makan cepat saji. Pada tingkat tiga barulah akan ditemui peron dan jalur sepur. Stasiun Gambir saat ini termasuk salah satu stasiun besar dengan pengumuman yang digunakan bahasa Indonesia dan Inggris. Gambir juga dilengkapi dengan Rail Transit Suite, yakni hotel transit khusus untuk penumpang kereta yang hendak beristirahat.

Baca juga: Lempuyangan, Sejarah Panjang Stasiun KA Ekonomi di Yogyakarta

Dari segi pelayanan, status Stasiun Gambir yang berada tepat di jantung Ibu Kota memang terasa eksklusif, stasiun ini tak melayani pemberhentian KRL Komuter Jabodetabek. Stasiun Gambir pun dikenal khusus melayani keberangkatan dan kedatangan KA kelas Eksekutif tujuan luar kota.

Namun musim kembali akan berganti di Stasiun Gambir, kedepannya Gambir justru tidak akan melayani rute luar kota. “Enggak ada lagi di Gambir. Kereta api enggak masuk ke dalam kota, sehingga enggak ada crossing antara pergerakan (kereta api) luar kota dengan dalam kota (commuter line),” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dikutip dari Liputan6.com (24/7/2017). Sebagai gantinya untuk rute kereta luar kota akan dilayani di Stasiun Jatinegara dan Stasiun Manggarai.