Ingin ‘Kuasai’ Bandara Kabul Afghanistan, Erdogan Minta Restu AS

0
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berjalan di atas karpet merah usai turun dari pesawat kepresidenan negara itu, Boeing 747-8. Foto: Anadolu Agency

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah meminta dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk menguasai Bandara Internasional Hamid Karzai atau biasa disebut Bandara Kabul. Ini dilakukan sebagai upaya Turki untuk menggantikan peran AS dan sekutu yang belum lama ini menarik pasukannya dari negara tersebut.

Baca juga: Setelah Tertunda 13 Tahun, Iran dan Afghanistan Akhirnya Terhubung dengan Jalur Kereta

Laporan Al Jazeera, Erdogan telah melakukan pembicaraan dengan Biden selama beberapa pekan. Keduanya juga sempat membahas terkait itu di sela-sela KTT NATO pada Juni lalu.

Disebutkan, Erdogan meminta dukungan AS terkait keuangan, logistik, dan diplomatik untuk misi Turki di Afghanistan. Tak disebutkan bagaimana kelanjutan dari permintaan ini. Yang jelas, saat ini, Erdogan tengah bersiap mengirim pasukannya dalam jumlah besar ke Bandara Kabul.

Dukungan dari AS penting bagi Turki untuk menggantikan kehadiran AS dan sekutu di Afghanistan. Sebab, AS mempunyai segalanya, mulai dari fasilitas logistik, aliran dana, serta hal-hal lainnya yang bersifat administratif.

“Jika kondisi ini (dukungan logistik, keuangan, dan diplomatik) bisa dipenuhi, kami sedang memikirkan untuk mengambil alih pengelolaan Bandara Kabul,” kata Erdogan dalam pidatonya.

“Akan ada kesulitan keuangan dan administrasi yang amat serius. (Amerika Serikat) akan memberikan dukungan yang diperlukan untuk Turki dalam hal ini juga,” tambah Erdogan, usai menjalani salat Subuh di hari raya Idul Adha.

Taliban, yang beberapa kali sudah melakukan pembicaraan dengan AS, sudah banyak mengambil alih wilayah di Afghanistan sejak NATO menarik diri. Karenanya, sudah pasti, organisasi yang pernah memimpin negara tersebut sejak 1996 hingga 2001 menolak rencana Turki mengambil alih Bandara Kabul.

Turki sendiri menurut laporan wartawan Al Jazeera, Resul Serdar, ingin mengambil alih operasional Bandara Kabul dikarenakan bandara tersebut merupakan satu-satunya pintu gerbang kedatangan internasional ke Afghanistan dan Erdogan ingin memastikan itu tetap terbuka untuk dunia internasional.

“Turki ingin membuatnya tetap internasional karena takut suatu hal buruk terjadi begitu komunitas internasional keluar dari negara itu, dan berkonfrontasi dengan Taliban,” jelas Erdogan.

Selain itu, Ankara juga ingin mengambil peran aktif sebagai negara yang konsisten membangun perdamaian di Afghanistan, di samping meningkatkan hubungan dengan AS dan Uni Eropa lewat jalan ini.

Baca juga: Cegah Deportasi Warga Afghanistan, Aktivis Muda Swedia Pasang Aksi ‘Berdiri’ di Kabin Pesawat

Kendati nantinya sudah mendapat restu AS, Erdogan tetap tak ingin jumawa. Ia berniat membangun komunikasi dengan Taliban secara langsung terkait Bandara Kabul.

“Erdogan juga mengatakan dia ingin melakukan pembicaraan langsung dengan Taliban mengenai Bandara Kabul, jadi dalam hal itu -jika dalam waktu dekat pembicaraan secara langsung dimulai- maka itu tidak akan mengejutkan dunia,” lapor Resul Serdar.