Ini Hasil Investigasi PT MRT Jakarta Tentang Hujan Salju di Jalan Jenderal Sudirman

0
Foto: Wartakota

Buntut dari munculnya hujan salju di kawasan Ratu Plaza, Jalan Jenderal Sudirman sempat membuat kehobahan di lokasi dan tanggapan dari netizen. Hujan salju yang bukan berasal dari peristiwa alam ini memang sudah diketahui sumbernya, yakni dari proyek pengerjaan jalur kereta bawah tanah MRT Jakarta.

Baca juga: Ada Hujan Salju di Kawasan Ratu Plaza, Ini Dia Penjelasannya!

Guna menindaklanjuti insiden yang terjadi hari Sabtu sore (6/5/2017), maka dalam waktu 1 x 24 jam pihak PT MRT Jakarta melakukan investigasi agar mendapatkan informasi yang lebih jelas dan detail atas kejadian di depan kawasan Ratu Plaza tersebut. Dan berikut petikan hasil invesitigasi PT MRT yang didapat KabarPenumpang.com lewat siaran pers yang diterima hari ini.

1. Cairan berbusa dikenali sebagai material “Kankyo-8” yang digunakan kontraktor proyek untuk memudahkan proses pengeboran tanah. Sifat material ini melonggarkan ikatan antar butiran tanah. Kankyo-8 sudah digunakan dalam pengerjaan pembuatan terowongan bawah tanah di Jepang dan di negara-negara lain. Kankyo-8 juga dikenal sebagai bahan yang ramah lingkungan karena masuk dalam kategori bahan kimia yang tidak berbahaya dan mudah larut secara alami.

Baca juga: Di Jakarta Segera Beroperasi MRT dan LRT, Tahukah Artinya?

2. Insiden terjadi karena salah seorang pekerja konstruksi membuka keran penyimpanan di lokasi pengerjaan dan mengambil sejumlah material cair tersebut dengan tujuan membersihkan alat kerja, namun lalai menutup kembali keran penyimpanan cairan dengan rapat. Hal tersebut menyebabkan mengalirnya cairan keluar dari lokasi proyek.

3. Tumpahan cairan tersebut kemudian bercampur dengan air hujan dan tergilas oleh mobil-mobil yang melintas sehingga menyebabkan genangan busa di sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

4. Sesuai dengan Standard Operational Procedures (SOP) dan Material Safety Data Sheet (MSDS) yang berlaku, kontraktor segera membersihkan busa dengan menyiramkan air dan membuat bund wall (pembatas) untuk mencegah material meluas keluar menuju jalan.

5. Atas insiden ini, pihak PT MRT Jakarta akan segera berkonsolidasi dan melakukan evaluasi secara menyeluruh guna memperbaiki seluruh sistem dan metode kerja dalam proses pengerjaan proyek MRT Jakarta.

Leave a Reply