Ini Loh Menu Andalan Lain di Dalam Kereta Api Selain Nasi Goreng dan Popso

0
Nasi Goreng Parahyangan. Sumber: istimewa

Di Pulau Jawa, kereta api menjadi salah satu transportasi yang paling sering digunakan. Selain tarifnya murah, pelancong bisa menikmati pemandangan alam seperti sawah, gunung bahkan laut. Namun, ternyata bukan hanya itu saja yang menarik, makanan yang dijual di dalam kereta pun bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong penggemar kuliner.

Baca juga: Nasi Goreng Parahyangan: Racikan Sederhana yang Digandrungi Penumpang ‘Gopar’

Biasanya makanan ini bisa dibeli ketika prami atau prama alias awak kereta berkeliling menjual dari gerbong satu ke yang lainnya. Tapi, penumpang juga bisa mendapatkan makanan tersebut di gerbong makan yang letaknya di tengah-tengah kereta. Penasaran apa saja makanan yang menjadi pilihan di kereta? Salah satunya itu Popso yang biasanya berisikan bakso atau mie kuah yang menggunakan cup ataupun nasi goreng.

 

View this post on Instagram

 

Selamat Pagi semua, gmana sahurnya… Gambar ini merupakan saksi bisu dimana alat kecil bernama microwife mulai menjajah dunia perdapuran sepur . Ada yg tau knapa dinamain microwife? Micro = kecil, wife = istri, microwife = alat kecil yg fungsinya seperi istri, bisa bikin anget . 📷 @mightybowo . #rfprasejarah #railfans #railwayphotography #railwayindonesia #railfansindonesia #indonesiarailfans #indonesiarailwayphotography #indonesiarailway #keretapi #keretaapi #keretaapikita #keretaapiindonesia #keretamakan #restorasi

A post shared by Railfans Prasejarah (@rf.prasejarah) on


Wanginya semerbak dan bikin penumpang itu sering memilih Popso. Selain praktis ketika dimakan juga masih hangat karena baru di buat ketika dipesan. Nah Nasi Goreng Parahyangan juga sering menjadi andalan penumpang lapar ketika naik kereta tujuan ke Bandung atau dari Bandung ke Jakarta loh.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ternyata tak hanya Popso atau Nasi Goreng Parahyangan tetapi banyak juga menu makanan lain yang berbeda dari setiap stasiun. Seorang prami kereta api bernama Gina Salsabila mengatakan, setiap stasiun memiliki menu sendiri, di mana prami dan prama yang mengangkutnya ke dalam gerbong setiap ada pemberhentian.

Kalau pelancong berangkat dari Surabaya mungki tidak akan menemukan Nasi Goreng Parahyangan, tetapi akan menemukan Bebek Mayor, Nasi Goreng Rawon dan Nasi Rawon Cak Bari. Karena banyak kereta yang melintas di Cirebon, makanan khas dari kota penghasil terasi ini pun ikut meramaikan menu pilihan seperti Empal Gentong Mang Aye dan Nasi Jamblang.

Kalau dari Stasiun Purwokerto ada Tempe Mendoan dan Pecel Purwokerto. Tapi ternyata yang menghadirkan pecel tak hanya dari Purwokerto, Stasiun Madiun punya Pecel Madiun dan Stasiun Kroya ada Pecel Kroya. Sedangkan Semarang sudah pasti ada Tahu Bakso dan Kota Yogyakarta menghadirkan makanan andalannya seperti Nasi Gudeng Bu Djum.

Dari Stasiun Blitar ada Nasi Ayam Penyet, Stasiun Jember ada Nasi Ayam Gepuk dan Nasi Krawu. Pelancong yang naik kereta api dari Malang bisa memesan Nasi Liwet ataupun Nasi Campur Ayam. Nah dari Jakarta, kereta yang berangkat dari Gambir dan Pasar Senen punya jagoannya sendiri yakni Nasi Ayam Saos Padang, Nasi Ayam Sambal Ijo dan Nasi Ayam Kremes.

Baca juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta

Semua menu makanan ini tersedia setiap saat tetapi ada juga yang harus dipesan oleh penumpang sebelum keberangkatan. Pemesanan bisa melalui Dispatch Center KAI atau melalui KAI Access.

Leave a Reply