Inilah Alasan, Mengapa Meja Baki Wajib Dilipat Sebelum Lepas Landas dan Mendarat

0
meja baki kabin pesawat

Banyak aturan yang harus ditaati ketika penumpang sudah berada di dalam kabin dan pesawat hendak lepas landas. Selain menggunakan sabuk pengaman, penumpang mematikan ponsel, meneggakkan senderan kursi hingga melipat meja baki di depan.

Baca juga: Meja Lipat di Pesawat Jarang Dibersihkan, Awak Kabin: Penumpang Sebaiknya Bawa Tisu Basah

Ini adalah aturan yang selalu diingatkan kembali saat awak kabin memeragakan alat keselamatan. Ternyata meja baki cukup penting untk dilipat bila pesawat akan segera lepas landas ataupun mendarat.

KabarPenumpang.com melansir laman express.co.uk (20/9/2020), terkait meja baki ini, awak kabin kemudian berbagi sesuatu yang mengkhawatirkan tentang meja baki di depan penumpang. Meskipun semua penumpang terbiasa mengikuti aturan ini, mereka mungkin tidak tahu alasan sebenarnya di balik penting aturan tersebut.

Awak kabin menjelaskan alasan meja baki harus di lipat kembali, karena jika ada keadaan darurat penumpang akan sulit untuk bergerak. Mereka mengatakan, hal ini bukan masalah untuk penumpang yang menggunakannya tetapi pada mereka yang ada di belakangnya.

“Alasan yang sama kamu tidak bisa memiliki apa pun di lorong. Jika ada sesuatu yang menghalangi, Anda dapat mengenai kepala Anda dan itulah yang paling sering terjadi,” kata awak kabin.

Bisa dikatakan, keadaan darurat dalam penerbangan paling umum terjadi selama lepas landas dan mendarat. Sehingga ini sebabnya tindakan pencegahan khusus di ambil sebelum terjadi hal yang tak diinginkan.

Meskipun jarang, kecelakaan pesawat paling mungkin terjadi selama tiga menit pertama dan delapan menit terakhir penerbangan menurut Ben Sherwood seorang penulis The Survivors Club-The Secrets and Science That Could Save Your Life.

Tak hanya itu, penumpang juga disarankan untuk tidak melepas sepatu atau menggunakan headset ketika lepas landas ataupun sesaat sebelum mendarat. Tetapi setelah pesawat mengudara, penumpang boleh melakukan hal tersebut karena biasanya lebih aman.

Kabar baiknya, statistik menunjukkan bahwa terbang tetap menjadi salah satu bentuk perjalanan teraman. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menemukan bahwa pada tahun 2016 rata-rata terjadi satu kecelakaan untuk setiap 2,86 juta penerbangan.

Meskipun benturan kecil, seperti turbulensi, dapat membuat beberapa wisatawan merasa cemas, namun hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Kunci untuk mengetahui keadaan darurat yang sebenarnya adalah mengarahkan pandangan Anda kepada kru.

Baca juga: Jijik! Ini Alasan Mengapa Penumpang Pesawat Harus Mengindari Makanan Langsung Di Atas Baki

“Jika Anda melihat mereka dengan tenang melakukan tugasnya maka semuanya baik-baik saja. Mereka bukan robot, jadi jika ada sesuatu yang salah, Anda akan melihat mereka ketakutan. Jangan ragu untuk panik jika dan hanya jika itu terjadi,” jelas seorang awak kabin.

Leave a Reply