Inilah En Suit, Kursi First Class Masa Depan yang Terinspirasi dari Hotel Mewah! Dilengkapi Toilet Pribadi

0
Konsep single bed En Suite untuk penumpang tunggal. Foto: Factorydesign

Kursi first class atau kelas satu sejatinya sudah terpisah dengan penumpang kelas bisnis dan ekonomi. Hanya saja, mereka tetap harus berbagi toilet dengan penumpang yang membayar biaya tiket lebih murah (kelas ekonomi). Hal itulah yang pada akhirnya mendorong firma desain asal London, Factorydesign, meluncurkan En Suite, sebuah konsep baru penumpang first class.

Baca juga: (2) 15 Inovasi Interior Cegah Penyebaran Covid-19 di Pesawat, Nomor 12 Dinilai Paling Aman

Terinspirasi dari hotel mewah, En Suite dikembangkan untuk memberi kenyamanan tinggi ke para penumpang ultra-premium, baik itu berupa toilet pribadi maupun detail kebutuhan lainnya, baik saat on board ataupun tidak.

“Saat ini, dengan pengecualian Etihad’s The Residence, bahkan traveler Kelas Premium yang paling istimewa pun diwajibkan untuk berbagi kamar mandi. Dapatkah Anda membayangkan hal itu dapat diterima di Four Seasons atau Shangri-La Hotel mana pun?” terang Factorydesign dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Simple Flying.

En Suite menawarkan penerbangan sangat mewah ke penumpang. Betapa tidak, sekalipun dengan space kecil, penumpang diberikan ruang khusus untuk makan, tidur, bersantai sambil menonton film, serta yang paling penting, kamar mandi pribadi.

Konsep double bed room untuk penumpang tandem. Foto: Factorydesign

Selain itu, En Suite juga didesain multi fungsi. Untuk pasangan, kursi first class rancangan En Suite menawarkan double bedroom dengan tetap mempertahankan privasi berupa toilet pribadi. Di luar pasangan, kabin first class memang tetap membuat penumpang berdampingan dengan penumpang first class lain, tetapi, keduanya tetap mendapat sharing toilet.

Yang terpenting dari semua itu, privasi penumpang first class akan jauh lebih terjaga berkat adanya sekat tinggi sampai ke langit-langit kabin -tak seperti kursi first class saat ini yang sekatnya hanya setinggi dada orang dewasa- memungkinkan pasangan penumpang bercinta saat on board.

“Melalui inovasi kami di kabin pesawat Ultra-First Class dan Luxury, Factorydesign telah mengambil langkah selanjutnya dalam benar-benar berinovasi dalam penawaran perjalanan super mewah. Privasi tertinggi, hak istimewa tertinggi, ruang bersama terbaik: benar-benar kemajuan berikutnya dalam perjalanan komersial mewah,” bunyi keterangan lain perusahaan.

En Suite sebetulnya bukan konsep baru. Pada tahun 2019 silam, konsep ini pernah memenangkan penghargaan International Yacht and Aviation (IY&A). Penghargaan tersebut merupakan yang kedua kalinya di kancah internasional untuk Factorydesign, setelah yang pertama pada perhelatan Delta One Suites.

Konsep kabin first class En Suite untuk penumpang tunggal. Foto: Factorydesign

Hanya saja, untuk ukuran beberapa tahun lalu, konsep En Suite belum terlalu relevan. Namun, setelah virus Corona merebak ke seluruh dunia, konsep tersebut rasional untuk dihadirkan.

Baca juga: 1001 Inovasi di Ajang Crystal Cabin Award Berikan Kenyaman dan Keamanan Penumpang

Dalam sebuah penelitian Inmarsat baru-baru ini tentang Passenger Confidence Tracker, 28 persen penumpang menganggap toilet sebagai tempat yang tak aman untuk dikunjungi ketika di pesawat. Karenanya, dengan menghadirkan toilet pribadi, bukan tak mungkin 28 persen penumpang tersebut berani merogoh kocek lebih semata demi mendapatkan akses toilet pribadi di pesawat.

Akan tetapi, saat perekonomian tak stabil serta traffic penerbangan tengah tiarap akibat pembatasan perjalanan, kebijakan karantina mandiri selama 14 hari, serta belum tersedianya vaksin Covid-19 secara massal, En Suite besar kemungkinan bakal mematuk harga tinggi, sesuatu yang nampaknya bukan pilihan terbaik.

LEAVE A REPLY