Inilah Robinson R44 Raven II, Jenis Helikopter Latih yang Jatuh di Danau Cibubur

0
Robinson R44 Raven II PK-RTO yang Sabtu 25 Mei lalu jatuh di Danau Buperta Cibubur. Foto: Fauzan Rasyadi/Jetphotos

Pesawat latih atau helikopter Robinson R44 dengan registrasi PK-RTO jatuh di Danau Buperta Cibubur atau dikenal juga Setu Rawa Jemblong, Buperta, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (29/5) pukul 09.50 WIB.

Baca juga: Mi-8, Inilah Jenis Helikopter Angkut yang Dibakar KKB di Papua

Helikopter milik sekolah pilot PT. Genesa Dirgantara itu diketahui sempat hilang kontak dengan Air Traffic Controller (ATC) Bandar Udara Halim Perdanakusuma sebelum akhirnya ditemukan di Danau Buperta Cibubur.

Terlepas dari insiden jatuhnya helikopter latih tersebut, Robinson R44 memang sudah familiar bagi pilot amatiran ataupun sekolah penerbangan global.

Dilansir laman resmi perusahaan, seri R44 sendiri sebetulnya ada beberapa jenis, seperti R44 Raven I dan II, R44 Cadet, dan R44 Newscopter. Tetapi, secara umum, spesifikasinya nyaris sama. Perbedaan utama hanya terletak pada beban maksimal, berat total pesawat, jangkauan, instrumen, avionik, dan mesin. Adapun jenis helikopter yang jatuh di Danau Buperta Cibubur beberapa hari lalu adalah tipe R44 Raven II.

Dari segi dapur pacu, helikopter R44 mengusung mesin Lycoming IO-540 fuel injeksi enam silinder. Ini mampu mengantarkan helikopter terbang maksimum sejauh 550 km serta ketinggian maksimum mencapai 14,000 kaki pada kecepatan 202 km per jam.

Helikopter bermuatan dua orang, terdiri dari pilot dan penumpang, menggunakan sistem rotor dua bilah atau two-bladed rotor system, T-bar cyclic, dan teknologi panel instrumen terbaru Robinson yang lebih efisien dan tangki bahan bakar yang tahan benturan.

Pesawat dengan lebar airframe 50 inchi, lebar total 9 inchi, tinggi 72 inchi, dan panjang total 460 inchi tersebut, dari segi perlengkapan dan aksesoris, tergolong lengkap dibanding jenis R44 lainnya. Pesawat dilengkapi dengan sistem kelistrikan 28 volt dengan dukungan Lithium-ion TB17 17 Amp, Impact-Resistant Windshields untuk melindungi pilot dan penumpang saat terjadi kecelakaan, serta seat heaters untuk operasi di wilayah pegunungan dan kutub.

Selain itu, masih dari segi aksesoris dan kelengkapan, R44 Raven II juga dilengkapi dengan observation bubble window, perlindungan korosi ekstra, sampai heated pitot tube.

Pada sisi instrumen, R44 Raven II memiliki opsi tambahan di luar instrumen standar, seperti Vertical Compass, Digital Chronometer, Millibar Altimeter, Meter Altimeter, SAS/Autopilot Genesys HeliSAS, Helicopter Synthetic Vision Technology Card, dan banyak lainnya.

Avionik R44 Raven II pun juga demikian, memiliki opsi tambahan di luar avionik standar. Avionik standarnya sendiri menggunakan Garmin GMA 350Hc Audio Panel, Garmin GTR 225B COM Radio, dan Garmin GTX 335 Transponder w ADS-B Out yang sedikit lebih canggih.

Baca juga: Sadar Hidupnya Tak Lama Lagi, Nenek 104 Tahun Maksa Ingin Terbang dengan Helikopter

Adapun avionik tambahannya mengusung Garmin GTX 335 Transponder w ADS-B Out untuk tipe terendah sampai Garmin GTN 750Xi GPS/COM/NAV tipe tertinggi.

Bagi Anda yang berminat membeli, harganya cukup terjangkau, mencapai sekitar Rp 7 miliar. Itu untuk versi all standar, dengan avionik, instrumen, dan segala-galanya serba standar. Biaya perawatannya juga murah hanya sebesar Rp 178 juta per tahun. Bagaimana, tertarik membeli?

Leave a Reply