Inilah Serangkaian Alasan Layanan Kereta di Jerman Sering ‘Banjir’ Keluhan

Sumber: pngtree.com

Ketika kondisi perkeretaapian Indonesia sudah mulai menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, dimana sudah tidak ada lagi pedagang asongan yang masuk ke dalam rangkaian kereta komuter untuk menjajakan dagangannya, atau bahkan penumpang yang merokok di bordes. Kondisi seperti ini tentu saja diidam-idamkan oleh negara lain yang kondisi perkeretaapiannya secara keseluruhan belum sebaik Indonesia.

Baca Juga: Berlin-Munich Kini Hanya Empat Jam dengan Intercity-Express Sprinter

Investasi yang tepat sasaran, dan tata kelola yang apik menjadikan evolusi di tubuh perkeretaapian Indonesia berjalan searah dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Nah, jika di Indonesia sistem perkeretaapiannya sudah jauh lebih baik, lantas bagaimana dengan sistem perekeretaapian Negeri Bavaria, Jerman?

KabarPenumpang.com mengutip dari laman dw.com, ternyata masih banyak orang Jerman yang mengeluhkan tentang kondisi perkeretaapian di sana yang dikelola oleh Deutsche Bahn – perusahaan kereta api utama di sana. Terkecuali untuk jaringan kereta cepat ICE, sistem perkeretaapian Jerman bisa dibilang masih dalam kondisi yang kurang layak. Ambil contoh tingginya harga tiket yang ditawarkan tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang diterima oleh penumpang.

Jika dilihat pada laman penjualan tiket Deutsche Bahn, harga tiket yang ditawarkan untuk perjalanan dari Berlin menuju Frankfurt (jarak antar dua kota terpaut kurang lebih 550 km) dibanderol dengan harga €33 atau yang setara dengan Rp533.000. Sementara jika dibandingkan dengan di Indonesia, harga tiket yang ditawarkan oleh PT KAI untuk perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta (jarak antar kota terpaut kurang lebih 561 km) berkisar antara Rp340.000.

Baca Juga: Tanggapi Waktu Penumpang Yang ‘Terbuang,’ Deutsche Bahn Hadirkan Gym di Idea Train

Jika dibandingkan, terlihat bahwa harga tiket yang ditawarkan oleh Deutsche Bahn memang terbilang cukup tinggi ketimbang yang ditawarkan oleh PT KAI.

Selain lebih mahal, ternyata layanan dari Deutsche Bahn juga dikabarkan kerap mengalami gangguan, seperti keterlambatan keberangkatan, pengalihan jalur akibat adanya konstruksi, hingga pemogokan yang tidak terduga merupakan hal lumrah yang akan Anda temui di jaringan perkeretaapian yang dioperasikan oleh Deutsche Bahn.

Jadi, kita patut berbangga karena sistem perkeretaapian Indonesia yang dioperasikan oleh PT KAI dapat mengungguli Jerman yang dioperasikan oleh Deutsche Bahn! Keren!