Inovasi “Standing Seat,” Pacu Pendapatan Maskapai, Gadaikan Kenyamanan Penumpang

0
SkyRider 2.0. Sumber: cntraveler.com

Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan inovasi yang coba dibawa oleh sejumlah orang kreator yang berkenaan dengan bangku penumpang pesawat. Ketika banyak penumpang mengeluhkan tentang sempitnya ruang gerak mereka di dalam kabin, maka inovasi bangku setengah berdiri (Standing Seat) atau saddle-style pun hadir menjadi salah satu solusinya. Kendati terbukti mampu membawa lebih banyak penumpang (sekitar 20 persen lebih banyak), namun apakah pihak maskapai tega menggadaikan kenyamanan penumpang?

Baca juga: Untuk Rute Jarak Pendek, Low Cost Carrier Tawarkan Konsep “Standing Seat”

Memang, bangku yang kerap disebut sebagai saddle-style ini hanya akan Anda temui di kelas ekonomi saja, namun kembali lagi, “Apakah Anda nyaman duduk di bangku yang hanya menopang bokong Anda saja selama penerbangan?”

Ketika disebutkan bahwa penggunaan kursi SkyRider 2.0 asal perusahaan Italia, Aviointeriors ini dapat dengan cepat meningkatkan pendapatan pihak maskapai karena mampu lebih banyak memboyong penumpang, namun para pengamat di sektor aviasi menganggap bahwa munculnya ide ini untuk menggantikan kursi kelas ekonomi yang standar adalah sesuatu yang buruk.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk, selain mampu mengangkut lebih banyak penumpang, pihak Avioninteriors juga menambahkan bahwa biaya perawatan dari bangku ini tergolong murah dan mudah. Namun apa yang ditawarkan tersebut bukanlah sesuatu yang dapat menyelesaikan masalah. Sebuah travel blog kenamaan, The Point Guy yang sebelumnya sudah pernah menjajal bangku saddle-style ini mengatakan bahwa apa yang ia rasakan amatlah tidak nyaman.

“Lutut saya seolah tertanam di bangku depan dan itu membuat saya tidak nyaman,” ujar The Point Guy.

Sebelumnya, pihak Aviointeriors mengatakan bahwa bangku tersebut cocok untuk digunakan dalam penerbangan yang hanya memakan waktu perjalanan kurang dari tiga jam. Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan oleh The Point Guy, “Mungkin duduk di bangku saddle-style selama 10 menit tidak akan menjadi masalah,” pungkasnya mematahkan upaya promosi dari Aviointeriors.

Baca Juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana

Memang, ini hanyalah sebuah inovasi yang belum tentu terpasang di penerbangan masa depan. Bagi penumpang yang mengudara di kelas ekonomi, apalagi yang Anda harapkan dari membayar tiket penerbangan dengan harga yang jauh di bawah business class atau first class? Terlebih penerbangannya saja tidak memakan waktu yang terlalu lama. Mungkin bagi Anda yang suka merasa pegal di dalam penerbangan kelas ekonomi, Anda bisa meregangkan otot yang mulai pegal dengan cara pergi ke kamar mandi untuk cuci muka atau hanya sekedar cuci tangan.

Hal ini juga disetujui oleh pakar kesehatan yang menyebutkan bahwa penumpang bisa melakukan peregangan di dalam penerbangan dengan cara lebih sering berdiri untuk melancarkan peredaran darah.

Leave a Reply