Isu Seksis, Eksekutif British Airways Larang Pramugari Gunakan Bra yang ‘Menantang”

Sumber: s.yimg.com

British Airways mendapat kecaman dari berbagai golongan karena menuduh pramugarinya mengenakan warna atau jenis bra yang “salah”, dan dapat membangkitkan hasrat seksual seseorang dari seragam yang dikenakan oleh mereka. Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Ketua Eksekutif British Airways Alex Cruz, kelompok yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Unite mengatakan bahwa pakaian dalam yang dikenakan oleh pramugari British Airways tidak sesuai dan terlalu terlihat di balik seragam yang mereka kenakan – dan ini dinilai tidak pantas oleh pihak maskapai.

Baca Juga: Fakta Unik! Penerbangan Perdana British Airways Ternyata Hanya Membawa Satu Penumpang

“Di abad 21, jelas tidak pantas atau tidak dapat diterima bahwa wanita harus ditempatkan pada di situasi (kerja) dimana mereka direndahkan hanya karena pilihan pakaian dalam mereka,” ujar asisten sekretaris jenderal Union Unite, Diana Holland dalam surat resmi kepada pihak British Airways.

“Pakaian dalam wanita (bra) merupakan pakaian yang sangat penting terutama ketika wanita memakainya untuk waktu yang lama dan aktif pada saat bertugas. Itu membutuhkan sokongan kenyamanan, dan kemudahan bergerak, atau bahkan pemilihan bra merupakan sesuatu yang tidak harus dipertimbangkan oleh staf pria, karena sudah sangat jelas bahwa di sini pemilihan bra menjadi sangat serius karena berkaitan dengan kesehatan, kemanan, martabat, kehormatan, kesetaraan,” tandasnya.

Selain itu, isi dari surat tersebut juga menimbulkan kekhawatiran tentang munculnya “seksualisasi” seragam dan menyorot keluhan awak kabin perempuan tentang keharusan untuk memakai topi dan mengenakan sepatu khusus – yang tidak berlaku pada pria dalam peran yang sama.

“Hal-hal tersebut jelas dilihat sebagai diskriminasi jenis kelamin,” tambah surat itu.

Sederhananya adalah, pihak British Airways menginginkan para awak kabinnya untuk mengenakan bra dengan warna dan motif yang tidak terlalu menonjol di balik seragam mereka, namun Unite menganggap bahwa itu merupakan diskriminasi seksual dimana para awak kabin tidak bisa dengan bebas mengenakan bra yang nyaman untuk digunakan saat bertugas.

Seorang juru bicara British Airways mengatakan bahwa perusahaan tidak memiliki kebijakan khusus perihal warna atau gaya bra, dan mengatakan lebih dari 1.700 staf di semua peran yang memakai seragam telah terlibat  dalam desain seragam yang baru.

Baca Juga: Jijik! Penumpang British Airways Dapati Bangku Putrinya ‘Digenangi’ oleh Cairan Urin

“Awak kabin kami sangat bangga dengan penampilan mereka saat mewakili British Airways, dan ratusan dari mereka bekerja sama dengan desainer Inggris Ozwald Boateng untuk membuat tampilan baru yang modern dan professional sebagai tanda ulang tahun ke-seratus tahun ini,” kata juru bicara itu.