Jatuh ke Jalur Kereta, Bocah Tiga Tahun Bisa Diselamatkan

(thestar.com.)

Celah peron, salah satu tempat yang paling rawan bagi penumpang kereta api. Pasalnya ada jarak yang tidak terlalu jauh antara kereta dengan peron, namun ini cukup membuat celaka bila penumpang tidak benar-benar memperhatikan langkah mereka saat akan naik atau turun dari kereta.

Baca juga: Akibat Ibu Asik Main Ponsel, Anak Jatuh Diantara Peron dan Rel

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thestar.com (4/2/2019), seorang anak laki-laki usia tiga tahun terjatuh ke jalur kereta api di salah satu stasiun kereta api Cina tengah. Sebelum terjatuh ke rel tersebut ternyata sang bocah tiga tahun di suruh berpose untuk foto oleh sang ibu.

Si ibu menyuruh anak itu bergaya di depan sebuah kereta cepat di stasiun kereta api Wuchang di Wuhan ibukota provinsi Hubei. Foto itu, akan digunakan sebagai kenang-kenangan saat mereka pulang untuk liburan Tahun baru Imlek.

Sayangnya saat sang ibu meminta bocah tiga tahun tersebut untuk mundur, anak itu kehilangan pijakannya dan terjatuh ke celah antara peron dan kereta. Untungnya seorang petugas langsung berlari dan turun ke jalur tersebut untuk menyelamatkan bocah laki-laki itu.

Petugas mengangkat si anak dan membawanya ketempat aman. Meski begitu bocah tersebut sedikit teguncang, namun tidak mengalami luka dan bisa melanjutkan perjalanan mereka. Tak hanya itu, karena kesigapan petugas stasiun, selain keluarga tersebut bisa kembali pulang, kereta pun tidak tertunda.

Diketahui, liburan Tahun Baru Imlek yang mulai dirayakan pada Selasa (5/2/2019) kemarin membuat masyarakat Cina pulang kampung layaknya Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Masyarakat kembali ke kampung halaman dalam beberapa hari terakhir yang bisa dikatakan migrasi tahunan dan dikenal sebagai chunyun dalam bahasa Cina.

Chunyun sendiri berarti ada penggunaan besar-besara pada transportasi Cina. Selama minggu emas ini, diperkirakan 400 juta perjalanan dilakukan dengan kereta api dan angka tersebut akan meningkat menjadi 2,99 miliar untuk semua perjalanan baik itu kereta api, jalur darat dengan bus dan kendaraan pribadi serta pesawat. Ini sudah akan berlangsung selama 40 hari dari 21 Januari hingga 1 Maret 2019.

Apalagi saat itu juga merupakan perpanjangan cuti yang diambil oleh banyak pekerja migran. Lonjakan perjalanan ini juga kerap kali menyebabkan peningkatan kecelakaan selama periode tersebut.

Baca juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi

Pada tahun 2017 saja, 898 orang tewas dalam kecelakaan yang terkait dengan kereta api, dengan sebagian besar kematian disebabkan oleh orang yang ditabrak kereta api ketika mencoba untuk menyeberang jalan di tempat-tempat yang tidak ditentukan.