Jelang Elektrifikasi Jalur Kereta Yogyakarta-Solo, PT KCI Kelola Pengoperasian KA Prameks

0
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo tapping gate di Stasiun Yogyakarta (Humas PT KAI)

PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI mulai mengoperasikan kereta api lokal di Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta. Apakah ini artinya akan ada kereta listrik yang mengular di relasi ini? Sepertinya hal tersebut akan terwujud dan warga Yogyakarta dan sekitarnya harus menunggu.

Baca juga: KA Komuter Prameks, Rencana Hingga Ke Sragen dan Pembangunan Jalur Listrik Yogya-Solo

Karena Daop 6 Yogyakarta, KAI juga mendukung program elektrifikasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan. Dalam waktu dekat, dengan selesainya elektrifikasi, KRL akan melayani Yogyakarta hingga Klaten dan selanjutnya Solo.

(Humas PT KAI)

Di mana terlihat adanya proyek pembangunan tersebut mulai terlihat tahap demi tahapan. Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, pengerjaan konstruksi saat ini berupa pemasangan tiang Listrik Aliran Atas (LAA). Dia mengatakan, pengerjaan LAA dibagi beberapa tahapn dengan 13 paket yang pembangunannya dimulai dari KM 107 hingga KM 154 Jogja-Solo.

Eko mengatakan, LAA sendiri digunakan sebagai daya penggerak KRL dan target semula, informasi yang ia dapat harus selesai di tahun 2020. Jika nantinya dapat terelasisasi, KRL tersebut mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Yogyakarta-Solo.

Sebelum terealisasi KRL di Daop 6, PT KCI saat ini akan mengelola KA lokal yakni Prambanan Ekspres atau Prameks yang melayani Kutoarjo-Yogyakarta-Solo Balapan PP. Direktur Utama KAI Commuter Wiwik Widayanti mengatakan, pihaknya siap menerima penugasan dari PT KAI.

“Selama masa awal pengelolaan kereta lokal oleh KCI, petugas di stasiun maupun di dalam kereta senantiasa melakukan sosialisasi tata tertib serta aturan yang berlaku,“ kata Wiwiek dikutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Jumat (2/10/2020).

Dia menjelaskan, aturan yang disosialisasikan adalah barang bawaan yang diperbolehkan yaitu dengan dimensi ukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm, serta tidak diperkenankan makan dan minum di dalam kereta. Berbagai protokol kesehatan yaitu wajib menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik kereta, serta menjaga jarak juga selalu diingatkan kepada pengguna.

Pada tahap awal, pelanggan KA Lokal akan dilayani oleh petugas yang lebih lengkap dengan kehadiran petugas pengawalan kereta (Walka) dan Passenger Service. Walka bertugas menjaga ketertiban dan keamanan di dalam kereta selama perjalanan. Sedangkan passenger service akan memberi layanan informasi dan
kebutuhan-kebutuhan lainnya dari pelanggan.

Baca juga: Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket

Penugasan KA Lokal kepada KCI ini selanjutnya juga akan membuat KAI dapat lebih fokus pada pelayanan di KA Jarak Jauh serta bisnis Angkutan Barang dan Non Angkutan di wilayah tersebut.

Leave a Reply