Jepang Punya Bartender Robot, Ada di Stasiun Ikebukuro

0
Robot bartender di Jepang (nypost.com)

Sejak 23 Januari hingga 19 Maret 2020 mendatang, Stasiun Ikebukuro di Tokyo membuka sebuah pub kecil. Pub dibuka oleh jaringan restoran Tokyo dan menggunakan robot sebagai bartender yang akan menyajikan minuman untuk para penumpang ketika dalam perjalanan pulang.

Baca juga: JR East Bangun Stasiun Robotika, Mudahkan Penyandang Disabilitas dan Pelancong Asing

Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (5/2/2020), pub kecil ini disebut Zeroken Robo Travern yang dimiliki oleh Yoronotaki sebuah perusahaan yang mengoperasikan rantai restoran bergaya izakaya di seluruh negeri. Pub tersebut sebenarnya hadir sebagai, bagian dari program percontohan yang dijalankan untuk melihat bagaimana pelanggan merespon ketika dilayani oleh mesin dan bukan manusia.

Untuk menikmati bir, koktail atau minuman campuran yang disajikan robot, pengunjung stasiun harus membayar di kios pembayaran otomatis. Kemudian ketika mendapatkan QR Code, pengunjung memberikannya kepada robot agar kode tersebut dipindai dan menyiapkan minuman yang dipesan.

Robot-robot itu memerlukan waktu sekitar 40 detik untuk menuangkan segelas bir dan untuk koktail serta minuman campuran waktunya di bawah satu menit. Robot bartender ini memiliki seperangkat kamera yang dipasang pada layar untuk memantau keadaan emosional pelanggan seperti melacak apakah mereka bahagia atau semakin tidak sabar.

Robot bartender tersebut dirancang oleh QBIT Robotics yang mengembangkan server lengan robot serupa untuk restoran pasta takout kecil.

“Untuk robot, pasta, izakaya, dan kopi adalah sama. Kamu bisa melakukan berbagai hal dengan mengganti peralatan memasak,” kata Hiroya Nakano dari QBIT.

Di industri kesehatan, pengamat memperkirakan kekurangan pekerja akan mencapai 380 ribu orang pada 2025. Diketahui, Yoronotaki memutuskan untuk mengejar proyek bartender robot sebagian karena dapat menghadirkan solusi untuk tantangan perusahaan saat ini dalam mempertahankan staf penuh.

“Kekurangan tenaga kerja baru-baru ini di industri layanan makanan adalah masalah yang sangat serius, dan perusahaan kami tidak terkecuali,” kata Yukio Tsuchiya dari Yoronotaki.

Biaya bartender robot sekitar $82 ribu atau sekitar Rp1,1 miliar, setara dengan sekitar tiga tahun gaji untuk rata-rata bartender di Jepang. Kehadiran robot bartender ini kemudian ternyata memiliki respon positif dari pengunjung.

Baca juga: Minimalisir Tenaga Manusia, Jepang Mulai Kembangkan Puluhan Robot di Stasiun

“Aku suka itu karena berurusan dengan orang bisa merepotkan. Dengan ini Anda bisa datang dan mabuk. Jika mereka bisa membuatnya sedikit lebih cepat akan lebih baik,” ujar seorang pengunjung bernama Satoshi Harada.

Leave a Reply