Joint Venture Rusia Kembangkan Trem Otonom Guna Minimalisir Human Error

Sumber: newatlas.com

Pabrikan kendaraan listrik asal Rusia dan pengembang kecerdasan buatan untuk sistem pengemudi otonom diketahui tengah mengerjakan trem kota yang akan mengaspal di jalan-jalan di kota Moskow dalam waktu dekat. Trem yang sepenuhnya otonom ini akan segera memulai pengujian fasilitas tertutup, sebelum akhirnya menjajal trial run di sepanjang rute trem Moskow. Tujuan dari pengadaan trem futuristik semacam ini adalah untuk mengembangkan sistem otonom, dimana trem bisa tetap mengular tanpa harus dikemudikan oleh manusia.

Baca Juga: Tingkat Kecelakaan Trem Meningkat, Praha Gelar Kampanye Keselamatan di Jalan

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (13/2/2019), trem yang dikembangkan oleh joint venture PC Transport Systems dan Cognitive Technologies ini juga ditujukan untuk meminimalisir jumlah kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor human error. Menurut pihak perusahaan, kendaraan yang tengha dikembangkan ini nantinya akan juga masuk ke pasar Jerman dan Cina yang diperkirakan dapat terrealisasi pada tahun 2021 hingga 2022 mendatang.

Adapun trem ini kelak akan dibekali 10 hingga 20 kamera yang diposisikan di sekeliling trem, yang dikombinasikan oleh 10 sensor radar yang akan menghasilkan data. Penggunaan Global Positioning System (GPS) akan membantu pusat kendali untuk menentukan posisi trem yang presisi.

“Kombinasi sensor yang mencakup kamrea dan radar akan membantu kami untuk mendeteksi moda ini secara akurat, dan dapat diandalkan dalam berbagai jenis kondisi cuaca – malam, hujan, kabut, salju, hingga panas terik sekalipun,” ungkap Olga Uskove dari Cognitive Technologies.

Tidak hanya memiliki kemampuan untuk tetap beroperasi di segala jenis kondisi cuaca saja, trem ini juga kelak akan dapat mendeteksi moda lain di jalanan, membaca lampu lalu lintas, pejalan kaki, berhenti di tempat pemberhentian hingga merespon setiap kejadian di luar skema dengan tepat. Tim pengembang mengatakan bahwa trem akan otomatis berhenti ketika mereka menemukan hambatan ketika tengah beroperasi. Hebatnya lagi, trem ini juga dapat mengaplikasikan jarak aman dengan moda yang ada di depannya.

Baca Juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda

Sama halnya seperti MRT Jakarta, kelak, trem asal Rusia yang menurut rencana akan mulai diuji sekitar dua bulan ke depan ini akan terlebih dahulu dioperasikan oleh manusia, dimana kru dari joint venture ini akan berada di dalam rangkaian trem dan siap untuk mengambil alih kemudi semisal ada suatu hal yang luar skenario.