Kabin Airbus A320 Royal Brunei Dipenuhi Asap Tipis, Pihak Maskapai Sebut “Insiden Power Bank”

0
Sumber: Mothership

Jika maskapai American Airlines baru-baru ini dihebohkan dengan kebakaran yang terjadi di kabin akibat meledaknya e-cigarette milik seorang penumpang, maka lain halnya dengan Royal Brunei Airlines yang juga mengalami hal serupa – namun dilatarbelakangi oleh penyebab lain. Kabin pesawat Airbus A320 milik Royal Brunei Airlines dengan nomor penerbangan BI636 rute Hong Kong – Bandar Seri Begawan dikabarkan ditutupi oleh asap yang diakibatkan dari ledakan power bank milik salah satu penumpang.

Baca Juga: Tentang Kasus Power Bank Meledak di Kabin, Inilah Regulasi dari IATA Yang Wajib Dipatuhi!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (6/1/2019), kejadian yang menjadi viral setelah diunggah ke jejaring sosial Facebook ini sendiri terjadi pada Kamis (3/1/2019) kemarin. Beruntung, keseluruhan penumpang yang ada di maskapai tersebut tidak ada yang terluka.

Dalam sebuah foto yang diunggah oleh salah seorang pengguna Facebook bernama Francis Ngu Hown Hua, tampak ruang kabin flag carrier Brunei Darussalam ditutupi oleh asap dan penumpang berusaha untuk menutupi hidung dan mulut mereka dengan menggunakan baju serta tangan mereka.

Tidak lupa, Francis pun memuji aksi yang dilakukan oleh awak kabin Royal Brunei Airlines yang dengan sigap mendampingi dan mengevakuasi penumpang. Pesawat ini pun dapat mendarat di Bandar Seri Begawan tanpa mengalami kendala.

Menanggapi hal ini, pihak Royal Brunei dalam sebuah pernyataan tertulis mengatakan bahwa, “Awak kabin kami sudah terlatih untuk mengaplikasikan prosedur operasi standar untuk mengatasi situasi semacam ini, dimana keselamatan penumpang merupakan poin utama yang tidak boleh dikesampingkan,”

“Selain itu, kami juga menggunakan instrumen keselamatan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku di setiap penerbangan,” tulis pihak Royal Brunei Airlines dalam sebuah pernyataan tertulis.

Baca Juga: Dirjen Perhubungan Udara Keluarkan Edaran Terkait Powerbank dan Baterai Lithium Ion dalam Penerbangan

Melalui insiden ini, pihak Royal Brunei Airlines menggarisbawahi poin penting tentang keselamatan penumpang – mengacu pada benda-benda yang boleh dan tidak boleh masuk ke dalam kabin. Menurut regulasi dari International Air Transport Association (IATA), power bank diperbolehkan untuk masuk ke dalam kabin, namun tidak untuk dimasukkan ke dalam bagasi.

Kejadian ini sendiri seolah mengingatkan kepada para penumpang untuk senantiasa melakukan double-check tentang barang apa saja yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin dan mana yang tidak. Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui persis apakah ledakan ini dipicu oleh penumpang yang menggunakan power bank tersebut ketika mengudara atau bukan.

 

Leave a Reply