Kantor Pusat SkyWay Technlogies di Rusia Dibekukan, Kalimantan Batal Punya Kereta Langit

Sumber: sindonews.com

Masih ingat dengan Kereta Langit Indonesia (Skyway Indonesia) yang digadang-gadang akan menjadi salah satu bagian dari moda futuristik di Ibu Pertiwi? Ya, baru-baru ini PT SkyWay Technologies Indonesia yang menunggangi proyek tersebut disebutkan baru saja membekukan diri. Kejadian ini sontak membuat banyak pihak bertanya-tanya soal latar belakang pembekuan perusahaan tersebut.

Baca Juga: Boeing 747 Dilelang Online, Inikah Akhir Cerita dari The Queen of The Skies?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kereta ini sendiri awalnya disebut-sebut mampu untuk melintasi setiap medan. Ketika asa sudah mulai terbentuk, sangat disayangkan ketika putusan dari kantor pusat PT SkyWay Technologies Indonesia yang berada di Rusia telah memutuskan untuk membekukan semua proyeknya yang tersebar di pelosok dunia – termasuk proyek yang sebelumnya dijalankan di Dubai, Uni Emirat Arab.

Adapun rencananya, kereta langit ini akan dibangun di Pelabuhan Jorong, Kalimantan Selatan dengan menggandeng perusahaan BUMN. “Saat ini kami rasa sudah saatnya mengumumkan apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga informasi ini tidak disalahgunakan oleh beberapa pihak yang mengatasnamakan SkyWay untuk kepentingan pribadi,” ungkap Direktur PT SkyWay Technologies Indonesia, Madinatul Fadhilah, dikutip dari laman sindonews.com (30/9/2018).

Madinatul menambahkan, sebenarnya pembekuan ini terjadi pada Mei 2018 kemarin, namun saja tidak diumumkan ke publik. “Pembekuan tersebut sudah menjadi keputusan kantor pusat di Eropa (Rusia), lantaran beberapa faktor. Seperti proyek pengerjaan perdana di Dubai yang hingga kini tidak juga terealisasi,” tandasnya.

Baca Juga: Jumlah Penumpang Menurun, Operator Kereta Jepang Jajakan Cemilan Unik nan Nyeleneh!

Pengumuman ini akhirnya ditempuh oleh PT SkyWay Technologies Indonesia guna menghindari beragam kemungkinan, salah satunya adalah penyalahgunaan informasi. “Pengumuman ini juga dilakukan agar tidak lagi timbul pertanyaan di masyarakat terkait dengan beberapa pihak yang megatasnamakan SkyWay Indonesia dengan berbagai nama, web, dan media, menyatakan sebagai perwakilan resmi dari SkyWay pusat yang menjual investasi berupa saham pra IPO dan iming-iming bahwa proyek-proyek SkyWay berjalan dan diminati dimana-mana,” ungkap Ketua Advokasi Otoritas Jada Keuangan, Mulfi Asmawijaya.

Sebelumnya, memang sudah tersiar kabar bahwa ada sejumlah oknum Multi Level Marketing (MLM) yang menjual produk investasi dan mengatasnamakan PT SkyWay Technologies Indonesia.