Karena Unik, Sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang Jadi Fenomenal

Jembatan Aborsi, Jembatan KA Tanjungkarang dan SkyBridge Stasiun Solo Balapan-Terminal Tirtonadi

Jembatan penyeberangan orang (JPO) merupakan salah satu fasilitas yang memudahkan masyarakat dalam menyeberang. Biasanya jembatan ini ditemui di jalan raya ataupun berada di atas jalur kereta api. Salah satunya seperti JPO yang berada di dekat stasiun UI Depok yang menghubungkan pejalan kaki dari arah Margonda ke Kampus UI.

Baca juga: Jembatan Kereta Bukit Duri, Klasik Dan Terlupakan

Selain itu jembatan ini juga melalui Stasiun UI. KabarPenumpang.com mendapatkan hal unik dari jembatan ini, sebab bernama jembatan aborsi. Memang cukup aneh, apalagi nama jembatan ini seakan-akan pernah menjadi tempat aborsi.

Padahal sejak digunakan awal 2016 lalu, jembatan ini merupakan jembatan biasa dan bagi para pejalan kaki dimudahkan tanpa harus melalui rel kereta demi keselamatan. Sayangnya bagi ibu hamil, jembatan ini cukup membuat mereka mengeluh saat melintasinya.

Keluhan para ibu hamil inilah yang kemudian membuat adanya istilah jembatan aborsi. Selain itu penyebutan ini pun mungkin dikarenakan jembatan cukup tinggi dan jarak antara anak tangga yang satu ke lainnya kecil dan cukup banyak.

Tak hanya jembatan aborsi saja, di Bandar Lampung di daerah Stasiun kereta api Tanjung Karang sering digunakan untuk melakukan swafoto (selfie). Jembatan ini berwarna oranye dan sudah ada di situ selama 40 tahun silam.

Fungsi utama jembatan ini sama seperti lainnya yakni untuk penyeberangan masyarakat dari Jalan Dipo menuju Kampungsawah. Namun kini semenjak menjadi spot selfie jembatan terlihat ramai mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa atau masyarakat berfoto atau hanya sekedar melihat kereta melintas. Jembatan ini juga ramai karena di sering menjadi objek foto dan di unggah ke media sosial.

Tenang, tak hanya di Lampung dan Depok saja, Solo juga ternyata punya jembatan yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dengan Stasiun Solo Balapan. Skybridge ini memiliki panjang 437 meter dan bisa dilalui selama 15 menit baik dari stasiun menuju terminal atau sebaliknya.

Baca juga: The Causey Arch, Jembatan Kereta Tertua yang Kini Masih Bisa Dilihat Keberadaanya

Adanya skybridge ini, mengurangi jarak yang tadinya 1,3 km dari Stasiun Solo Balapan menuju Terminal Tirtonadi. Bagi masyarakat yang memiliki tiket kereta api, jembatan ini bisa digunakan dengan leluasa oleh penumpang, tetapi bagi yang tidak, mereka hanya bisa menggunakan jembatan di bagian sisi terminal.

Bisa dikatakan jembatan ini mendekatkan yang jauh bukan menjauhkan yang dekat. Dengan tinggi lima meter dan di tutupi kaca bagian kanan kirinya, jembatan ini tak luput menjadi salah ssatu objek foto bagi muda mudi atau pelancong yang melaluinya, jembatan ini juga di legkapi dengan eskalator sehingga memudahkan penumpang yang malas menaiki anak tangga.