Kata Pramugari Senior, Penumpang Asal India Menjadi yang ‘Paling Sulit Diatur’

Ilustrasi pramugari Qantas menghidangkan makanan pada penumpang (Travel Associates)

Setiap pramugari yang bertugas melayani dalam sebuah penerbangan internasional umumnya telah mengetahui karakteristik masing-masing penumpang dari asal negaranya. Termasuk diantara karakteristik yang penting untuk diketahui adalah, penanganan penumpang tersebut, pasalnya ada beberapa penumpang asal negara tertentu yang ‘terkenal’ sulit diatur dan dipahami kemauannya selama penerbangan.

Baca juga: Pramugari Buat Akun Instagram Untuk ‘Share’ Perilaku Aneh Penumpang

Dilansir KabarPenumpang.com dari indiatoday.in (23/2/2019), seorang pramugari mengungkapkan bila mereka bertemu dengan penumpang yang sulit untuk ditangani maka akan membawa tekanan tersendiri dalam pekerjaan. Shreyas Parikh, seorang pramugari senior yang pernah bekerja di lima maskapai internasional, tahu dan betul tentang perilaku penumpang dilihat dari asal negaranya.

Dia mengatakan, orang Asia, khususnya asal India menjadi penumpang yang paling sulit untuk ‘mengerti’ dalam penerbangan. Parikh mengatakan, orang India umumnya merupakan seorang pekerja akan sulit ditangani karena banyak minum dalam penerbangan dan tidak  menggunakan toilet dengan benar.

“Jika mereka berpendidikan tinggi, mereka punya banyak permintaan khusus dan suka mengeluh. Namun jika kita sebagai kru bersikap sopan kepada mereka dan menjelaskan sesuatu maka mereka bisa menyenangkan,” ungkapnya.

Menurut Parikh, orang Amerika biasanya sangat sopan dan berperilaku baik. Bahkan tidak makan banyak ataupun minum, serta kebanyakan sopan dalam perilaku. Sedangkan penumpang Eropa sangat sopan, meski gemar memesan minuman ber-alkohol dalam penerbangan, terutama anggur.

“Orang Rusia minum terlalu banyak dan menyukai vodka. Terkadang mereka tidak memesan minuman, tetapi mereka membawa botol vodka mereka sendiri, menyembunyikannya dan minum selama penerbangan. Kami tahu tersebut saat mendarat, ketika banyak botol vodka kosong di lorong saat pesawat mendarat,” ujarnya tentang penumpang Rusia.

Penumpang Cina tidak membawa banyak tas sehingga bagasi kabin kosong dan tas jinjing mereka di simpan di bawah kursi. Parikh mengatakan, hal tersebut sama dengan perlakuan penumpang Jepang yang tidak banyak meletakan barang di bawah kursi, sedangkan pengguna kursi roda dari Jepang tidak ada dan biasanya orang tua kelihatan sangat fit.

Baca juga: Pasca Pelecehan Pada Awak Kabin, EVA Air Siap ‘Banned’ Penumpang yang Berperilaku Tak Pantas

“Untuk beberapa alasan para wanita sangat menyukai pasta sehingga kita harus mengatur pilihan makanan. Mereka akan memberikan nampan persis bagaimana mereka mendapatkannya dan juga akan membersihkan area tempat duduk sebelum mereka meninggalkan pesawat,” ungkap Parikh.