Kelola Data 22 Ribu Karyawan, AirAsia Kerja Sama dengan Cloud Workday

0
(The Jakarta Post)

Cloud sudah mulai banyak digunakan hampir seluruh kalangan baik perusahaan maupun perorangan. Biasanya sistem cloud ini untuk menyimpan data-data atau foto. Salah satu yang menggunakannya adalah maskapai berbiaya rendah terbesar di Asia Tenggara yakni AirAsia.

Baca juga: Mahathir Siap Jual Malaysia Airlines, Mungkinkah AirAsia Berminat Akuisisi?

AirAsia baru-baru ini berkerja sama dengan Cloud Workday mengadopsi sistem mereka untuk mengelola data 22 ribu karyawan perusahaannya di seluruh kawasan sebagai bagian dari transformasi digital. Pemberitahuan terkait penggunaan Cloud milik Workday ini menjadi salah satu lompatan besar dalam manajemen sumber daya manusia.

Dimana Cloud Workday membantu menyediakan perangkat lunak untuk manajemen keuangan ataupun sumber daya manusia. KabarPenumpang.com melansir laman thejakartapost.com (2/7/2019), Kepala staf dan budaya AirAsia Varun Bhatia mengatakan bahwa teknologi Cloud Workday dapat membantu perusahaan mempertahankan apa yang disebut sebagai “sumber tunggal kebenaran dan data karyawan”.

“Kami percaya kami harus bergerak menuju pendekatan yang lebih personal dan karyawan harus mendapatkan pengalaman pribadi,” kata Bhatia baru-baru ini.

Kolaborasi ini, kata Bhatia, memungkinkan karyawan maskapai untuk mengakses platform terintegrasi berbasis cloud secara terpisah dari ponsel mereka kapan saja dan dari mana saja.

“Ini adalah platform swalayan di mana karyawan dapat melakukan hal-hal dasar seperti mengatur cuti, melengkapi informasi data mereka dan sejenisnya,” katanya.

Platform menyimpan informasi tentang masing-masing karyawan dan catatan pekerjaan mereka, termasuk jalur karir, tingkat keterampilan teknis dan pengembangan profesional, serta informasi standar yang diperlukan karyawan untuk melakukan pekerjaan mereka. Karyawan juga dapat memeriksa jadwal kerja harian mereka, mengelola hari cuti, dan melacak informasi tentang gaji mereka.

Workday president for Asia Asia Rob Wells mengatakan bahwa dengan bantuan teknologi dan digitalisasi, AirAsia dapat memungkinkan tenaga kerjanya mencapai efisiensi dan membuat pekerjaan mereka lebih mudah.

“Setiap hari, 22.000 karyawan AirAsia melayani kami, menerbangkan kami, merawat barang-barang kami atau memastikan bahwa pesawat itu bekerja sepanjang waktu. Mereka tidak punya waktu untuk datang ke kantor ke perangkat desktop. Jadi, melibatkan tenaga kerja melalui seluler, melalui akses ke digitalisasi, sangat penting, ”katanya.

Baca juga: Gunakan Satu Jenis Pesawat, Jadi Jurus AirAsia Tetap Efisien dengan Harga Tiket Terjangkau

Mengadopsi teknologi cloud untuk mengelola sumber daya manusianya adalah bagian dari visi “AirAsia 3.0” maskapai untuk lebih dari sekadar perusahaan perjalanan udara dan menjadi perusahaan teknologi perjalanan. AirAsia 3.0 juga membayangkan menyediakan pemesanan hotel dan layanan logistik sebagai platform e-commerce satu atap untuk para pelancong.

Leave a Reply