Kemenhub Pastikan Boeing 737 MAX 8 Tak Ikut Layani Penerbangan Lebaran

Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia
Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia. Sumber: airliners.net

Tak lama lagi, peningkatan arus mudik akan dijelang seiring dimulainya libur cuti bersama Lebaran 2019. Dan seperti biasa dengan meningkatnya trafik perjalanan, maka utilitas wahana transportasi akan melonjak di semua sektor. Seperti di segmen penerbangan, saat musim mudik Lebaran kerap kita dengar istilah extra flight alias penerbangan tambahan. Dengan bertambahnya penggunaan pesawat, tak sedikit netizen yang menyoroti masalah keamanan dalam penerbangan itu sendiri.

Baca juga: Pasca Insiden Boeing 737 MAX 8, Akankah Pilot ‘Kembali’ Menyandarkan Kepercayaan Pada Pesawat Tersebut?

Pertanyaan yang mengemuka dari netizen adalah, apakah armada Boeing 737 MAX 8 yang telah di-grounded oleh Kementerian Perhubungan sejak pertengahan Maret lalu, akan digunakan kembali sebagai wahana angkutan Lebaran? Tentu pikiran netizen berkecamuk, lantaran status grounded adalah larangan terbang sementara (temporary grounded).

Nah, guna member kepastian dan menenangkan calon pengguna jasa penerbangan, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa pesawat Boeing 737 MAX 8 masih dilarang terbang. Dengan demikian, pesawat tipe tersebut tetap tidak boleh digunakan untuk angkutan mudik dan balik Lebaran 2019.

“Boeing Max 8 tetap tidak diizinkan untuk terbang sekalipun akan ada puncak penerbangan jelang dan usai Lebaran,” ujar Menhub Budi Karya dikutip dari situs Merdeka.com (26/5). Menurut Menhub, maskapai diinstruksikan tetap tidak gunakan Max 8 sampai ada investigasi akhir dan tidak digunakan saat angkut mudik dan balik.

FAA (Federal Aviation Administration) telah menerbitkan Airworthiness Directive yang juga telah diadopsi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan telah diberlakukan kepada seluruh operator penerbangan Indonesia yang mengoperasikan Boeing 737 MAX 8.

Baca juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8

Saat ini, maskapai yang mengoperasikan pesawat jenis tersebut adalah PT Garuda Indonesia sebanyak 1 unit dan PT Lion Air sebanyak 10 unit. FAA menyampaikan akan terus berkomunikasi dengan Ditjen Hubud guna memastikan kondisi airworthy (laik terbang) untuk Boeing 737 MAX 8. Total sebanyak 146 unit pesawat Boeing 737 Max 8 milik berbagai maskapai di dunia, sampai saat ini dalam status temporary grounded.