Kena Bird Strike, Boeing 737 MAX American Airlines Nyaris Celaka

0
Penerapan Scimitar Winglet Dapat Mendukung Efisiensi Bahan Bakar
Boeing 737 MAX

Boeing 737 MAX 8 American Airlines belum lama ini dilaporkan mengalami bird strike atau serangan burung sesaat sebelum meninggalkan runway Bandara Internasional Argyle, Saint Vincent and Grenadines, Kepulauan Karibia.

Baca juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, seekor burung tampak menghantam mesin pesawat dan hancur seketika. Saat itu, sebetulnya pesawat sudah mencapai kecepatan mininum untuk terbang. Beruntung, pilot cepat merespon dan langsung melakukan engine brake atau reverse engine dibantu flap and slat untuk memaksimalkan pengereman sebelum mencapai ujung runway.

Laporan The Aviation Herald, akibat insiden bird strike tersebut, pesawat mengalami kerusakan berat pada bagian mesin sebelah kiri dan tak bisa terbang sebelum menjalani inspeksi. Sebagai gantinya, salah satu dari tiga maskapai terbesar di Amerika Serikat (AS) itu mengirim pesawat baru untuk mengantar penumpang pulang ke Miami, AS, sekitar 28 jam kemudian.

“Pada 5 Juni, American Airlines penerbangan 1427 dengan layanan dari Saint Vincent dan Grenadines (SVD) ke MIA (Bandara Internasional Miami) dengan selamat kembali ke gate sebelum lepas landas karena masalah mekanis,” kata juru bicara American Airlines.

“Tidak ada cedera yang dilaporkan dan semua penumpang diberikan makanan dan akomodasi hotel. Sebuah pesawat pengganti diterbangkan untuk menyelesaikan penerbangan dari SVD ke MIA. Kami menghargai kesabaran penumpang kami dan meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” tambahnya.

Burung besi (pesawat terbang) meskipun berukuran jauh lebih besar dan jauh lebih berat, kurang lebih berbobot 40.000 kg, kerap dibuat repot dengan kawanan burung berbobot hanya 2 kg. Salah satu pelopor penerbangan, Cal Rodgers, merupakan orang pertama yang meninggal karena bird strike.

Pada tahun 1912, pesawatnya bertabrakan dengan burung camar di Long Beach, California, AS, yang menyebabkan masalah besar pada pesawatnya. Pesawat Rodgers jatuh dan ia pun tenggelam. Dalam catatan International Bird Strike Committee, sekitar US$1,2 miliar setiap tahun digelontorkan maskapai untuk memperbaiki pesawat akibat bird strike.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter.

Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Efek Bird Strike: Pesawat Setara Tabrak Objek Seberat 32 Ton! Kok Bisa?

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden bird strike di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan fatal.