Kerap Hilang, Jaket Pelampung di Kabin Harus Rutin Diperiksa Keberadaannya

0
Jaket pelampung pesawat (Hong Kong Airlines)

Biasanya sebelum memulai penerbangan, awak kabin akan memeragakan penggunaan alat-alat keselamatan bagi penumpang dari seat belt, masker oksigen, jaket pelampung atau life vest, hingga pintu darurat. Kali ini yang akan dibahas ialah jaket pelampung keselamatan.

Baca juga: Meski Membosankan, Demo Keselamatan Penerbangan Jangan Dilupakan!

KabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (21/10/2018), seorang pilot yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan seberapa sering awak kabin memeriksa jaket pelampung yang ada di bawah kursi. Dia mengatakan, sebenarnya untuk pemeriksaan tersebut haruslah dilakukan secara rutin.

“Mereka diperiksa bahwa mereka berada di tempat setiap penerbangan. Pasti ada satu untuk setiap penumpang,” ujar pilot itu.

Hal ini dikarenakan pada tahun 2015 lalu, ada cerita yang cukup mengejutkan dimana jaket pelampung tersebut diambil oleh penumpang untuk dijadikan oleh-oleh. Wanita berusia 64 tahun tersebut dianggap mencuri jaket pelampung di penerbangan Cathay Pacific Airways dan dikenakan denda besar atas pelanggarannya.

Di pengadilan nenek itu mengklaim dirinya tidak tahu tindakan yang dilakukannya ilegal dan menginginkan sebuah suvenir. Diketahui, sebenarnya jaket pelampung sendiri merupakan alat keselamatan yang andal sehingga tidak rentan terhadap kesalahan. Jaket pelampung sebenarnya digunakan untuk pendaratan darurat di atas air.

Tetapi dalam kenyataannya, tabrakan mendadak membuat sebagian besar penumpang tidak punya waktu untuk mengenakan rompi keselamat itu. Setelah Keajaiban di Hudson, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional menulis kepada Federal Aviation Administration pada tahun 2014. Laporan itu mengatakan: “Rompi pelampung tidak dapat diberikan dengan benar oleh mayoritas penumpang dalam keadaan darurat yang sebenarnya ketika rompi diperlukan.”

Tes laboratorium dan keadaan darurat dalam kehidupan nyata telah membuktikan bahwa penumpang jauh lebih mungkin mencoba melarikan diri daripada menemukan jaket pelampung di bawah tempat duduk mereka. Namun, jika ada peringatan terlebih dahulu adanya pendaratan air maka penumpang akan punya waktu.

Baca juga: Peragaan Alat Keselamatan Penerbangan, Masih Efektifkah?

Penumpang harus ingat untuk tidak mengembang jaket mereka di dalam kabin, seperti yang diperintahkan oleh awak kabin dalam demonstrasi keamanan. Salah satu alasannya adalah bahwa jaket yang digelembungkan akan membuat lebih sulit bagi penumpang untuk keluar melalui pintu dan menghalangi wisatawan lain.

Jaket pelampung bisa juga robek saat pelarian yang akan membuat jaketnya sia-sia. Alasan lain yang kurang diketahui adalah bahwa jaket itu bisa menyebabkan penumpang tenggelam jika pesawat terendam. Jika pesawat terisi dengan air, penumpang yang mengembang rompi mereka tidak akan dapat keluar dari pintu karena akan mengapung ke atas pesawat.

Leave a Reply