Kereta Api Mutiara Malam 4 Kali Berubah Rangkaian Sejak 1970

Kereta Api (KA) Mutiara Selatan relasi Malang-Surabaya Gubeng-Bandung merubah rangkaian gerbongnya dengan kereta jenis baru stainless steel buatan PT INKA. Kereta rangkaian baru tersebut berubah menjadi tiga gerbong kereta eksekutif, empat gerbong ekonomi dan satu gerbong kereta makan plus pembangkit listrik dengan daya tampung menjadi 470 kursi per gerbongnya.

Baca juga: PT INKA Raih Pesanan Kereta Rel Diesel Untuk Jaringan Metro Manila

Sebelumnya KA Mutiara Selatan memiliki rangkaian yang terdiri dari tiga gerbong eksekutif, empat gerbong bisnis dan satu gerbong makab serta pembangkit listrik dan mampu menampung 406 penumpang per gerbong. KA rangkaian baru ini sendiri mulai di gunakan sejak 1 April 2019 kemarin.

Executive Vice President PT KAI Daop VIII Surabaya, Suryawan Putra Hia berharap pergantian rangkaian gerbong ini bisa meningkatkan okupansi penumpang KA Mutiara Selatan.

“Tercatat pada 2017, volume penumpang KA Mutiara Selatan mencapai 241.670 penumpang. Tahun 2018 meningkat 18 persen menjadi 285.252 penumpang,” ujar Suryawan yang dikutip dari memontum.com (11/7/2019).

Pada gerbong terbaru ini, akan ditemukan beragam fasilitas baru seperti bodi rangkaian yang lebih tahan karat dan cat stripping yang minimalis. Dua toilet duduk pada masing-masing gerbong yang letaknya bersebelahan dan dilengkapi indikator ada orang atau tidak.

Kursi yang lembut dan dilengkapi lampu tidur, meja mini yang bisa di lipat di sandaran tangan serta bagasi kabin dengan pembatas untuk tiap-tiap penumpang. Ada pula empat layar monitor 32 inci dan 19 inci di setiap gerbong, audio jack earphone di setiap tempat duduk untuk mendengarkan tayangan televisi, smoke detector dan mushola yang luas dalam restorasi KAI dengan dilengkapi sarung, mukena dan cermin.

Bahkan kini ada CCTV untuk menjaga keselamatan penumpang. KA Mutiara Selatan pertama kali beroperasi pada 1970-an bersamaan dengan KA Turangga yang sama-sama memiliki kombinasi kelas bisnis dan eksekutif. Namun pada 11 Oktober 1999 rangkaian KA Mutiara Selatan diganti dengan kelas bisnis.

Tak hanya sekali perubahan kelas, 28 September 2016, KA Mutiara Selatan diganti seluruhnya dengan kereta ekonomi new image dan susunan rangkaiannya diperpanjang rutenya sampai Malang. Namun akhirnya rangkaian KA Mutiara Selatan kembali menggunakan rangkaian lamanya demi kenyamanan penumpang.

Baca juga: [Tips] Kehabisan Tiket Kereta Lebaran? Jangan Keburu Loyo

Susunan tersebut terdiri dari tujuh kereta bisnis, satu kereta makan dan pembangkit serta kereta bagasi. Kemudian 13 Maret 2017 rangkaian KA ini kembali menjadi campuran kelas bisnis dan eksekutif.