Ketika Korean Air Flight 902 Ditembak Jet Uni Soviet, Ehh Malah Soviet Minta Ganti Rugi Operasional

0
Korean Air dengan nomor penerbangan 902 ditembak jatuh oleh jet tempur Uni Soviet gegara navigasi pesawat Boeing 707 Korean Air rusak. Foto: Reddit

Pada hari ini, 43 tahun lalu, bertepatan dengan 20 April 1978, pesawat Boeing 707 Korean Air flight 902 rute Paris-Anchorage-Seoul tiba-tiba ditembak Sukhoi Su-15 Uni Soviet dengan sengaja di atas langit Soviet perbatasan dengan Finlandia dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di wilayah Murmansk, Uni Soviet.

Baca juga: Perang Dunia 3 Nyaris Pecah! Begini Kesaksian Pilot Jet Tempur Uni Soviet Pada Tragedi KAL 007

Anehnya, usai insiden penembakan itu, pihak Korea Selatan, yang menjadi negara tempat maskapai pelat merah itu bernaung, justru diminta ganti rugi atas operasional dua jet yang cukup mahal, bukan berfokus pada jatuhnya korban jiwa dan luka serta kerugian material dari hancurnya pesawat.

Dilansir historynet.com, insiden atau tragedi penembakan pesawat sipil oleh pesawat militer ini diawali oleh peralatan navigasi pesawat pada penerbangan dari Paris menuju Seoul itu mengalami malfungsi, inilah yang menyebabkan pilot memutuskan terbang berbelok ke kanan dari seharusnya lurus ke arah barat daya menuju Britania Raya, Islandia, dan Greenland, menjadi ke wilayah udara Uni Soviet di atas Lingkaran Kutub Utara, melewati Laut Greenland, Svalbard, dan Laut Barents.

Pasukan Uni Soviet yang menduga pesawat ini adalah pesawat AS yang menyamar sebagai pesawat sipil dan tengah melakukan misi pengintaian, lalu merespopn dan menerbangkan sedikitnya dua pesawat tempur Sukhoi Su-15 dan menembak jatuh Boeing 707 tersebut, kemudian memaksanya untuk melakukan pendaratan darurat di dekat perbatasan Finlandia di sebuah danau yang membeku.

Sebelum ditembak jatuh, pilot jet Sukhoi Su-15 sebetulnya sempat membuntuti pesawat Boeing 707 Korean Air dengan nomor penerbangan 902. Namun, berhubung pilot Korean Air tidak merespon dan pesawat semakin dalam memasuki wilayah Soviet tanpa izin, jet itu pun akhirnya mendapat izin tembak dan mengenai sayap kiri pesawat, bukan telak mengenai badan pesawat dan menghancurkannya seketika.

Akiba tragedi atau kecelakaan ini, sedikitnya dua orang penumpang tewas seketika dan 107 penumpang selamat saat mendarat di danau beku. Alih-alih pihak Korean Air yang menuntut ganti rugi, sebagai kasus penembakan pesawat sipil lainnya, Uni Soviet justru menuntut ganti rugi pada pemerintah Korea Selatan senilai US$100 ribu, cukup besar untuk ukuran saat itu, sebagai biaya operasi penyelamatan.

Baca juga: Mengenang Korean Air 007, Korban Perang Dingin Soviet-AS yang Dirudal Gegara Insiden “Mata-mata”

Ketika itu, dunia sempat heboh dengan tragedi ditambah tuntutan ganti rugi oleh pihak Uni Soviet ini. Bahkan, blok Barat pimpinan AS dan Timur pimpinan Soviet sempat menegang karenanya.

Apalagi bila bicara teknis, memang pesawat sipil bisa dibilang melakukan kesalahan terlebih dahulu dan menyebabkan peristiwa kelam di dunia penerbangan terjadi.

Akan tetapi, atas saran dan backup kuat dari blok Barat serta keteguhan hati para pemimpin Korea Selatan kala itu, tagihan itu tak pernah dibayar.

Leave a Reply