KRL Premium, Apa Bedanya dengan KRL Reguler?

Sumber: naningisme.files.wordpress.com

Baru-baru ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengusulkan kehadiran kelas premium untuk Commuter Line (KRL) Jabodetabek. Ternyata, hal ini disambut baik oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang akan mulai menguji coba kereta tersebut pada pertengahan tahun 2019 mendatang.

Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Penumpang, PT KAI Usulkan KRL Kelas Premium

Kehadiran KRL premium ini pastinya memiliki perbedaan dengan yang reguler. Nah, apa saja sih perbedaan keduanya? KabarPenumpang.com mengutip laman kompas.com (21/12/2018), bila dilihat dari segi fasilitas, KRL premium akan memiliki kenyamanan yang lebih dibandingkan dengan KRL reguler.

Tempat duduknya pun berbeda, dimana kursi akan memenuhi seluruh rangkaian kereta. Sedangkan KRL reguler hanya sebagian yang memiliki kursi. Rencananya KRL premium ini akan dilengkapi dengan konektivitas internet gratis.

“Posisi rangkaian akan kami gunakan tempat duduk. Mungkin ditambah WiFi, tapi tarifnya masih terjangkau,” ujar Direktur Operasi dan Pemasaran KCI Subakir.

Perbedaan yang jelas terlihat sebelum masuk rangkaian kereta adalah tarif tiketnya yang lebih mahal ketimbang KRL reguler. Biasanya dengan KRL reguler penumpang membayar Rp3 ribu untuk 1-25 km pertama. Sedangkan KRL Premium maksimal akan dikenakan Rp20 ribu.

“Mudah-mudahan tidak lebih dari Rp 20.000,” kata Subakir.

Namun kebijakan skema untuk tarif KRL premium ini sendiri belum dijelaskan secara gambalang oleh KCI. Nantinya, KCI akan membatasi jumlah penumpang yang menaiki KRL tersebut agar tidak terjadi kepadatan penumpang di dalam kereta. KRL premium hanya akan berhenti di sejumlah stasiun tertentu alias tidak di setiap stasiun.

Sehingga ini akan membuat perjalanan kereta akan lebih cepat. Menurut Subakir, pengoperasian KRL premium dilakukan untuk menambah pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat bisa menaiki KRL tersebut selama tiket masih tersedia. Tiket KRL dapat dibeli di loket yang ada di stasiun yang telah ditentukan. KRL premium menggunakan kereta milik KCI yang sudah ada.

Baca juga: Inilah 10 Perilaku Penumpang yang Mengesalkan di KRL Jabodetabek

“Saya hanya ingin menambahkan pelayanan saja. Untuk pemanfaatan seluruhnya (masyarakat) boleh saja, bukan mampu atau tidak mampu. Seluruhnya silahkan menikmati, hanya pilihan saja,” ujar Subakir.